<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sentra &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sentra/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2026 09:32:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sentra &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Manfaatkan Lantai II, Pasar Sawojajar Direncanakan Jadi Sentra Kuliner</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-ii-pasar-sawojajar-direncanakan-jadi-sentra-kuliner</link>
					<comments>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-ii-pasar-sawojajar-direncanakan-jadi-sentra-kuliner#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[direncanakan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Sawojajar]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231728</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pasar Sawojajar, Kota Malang, direncanakan akan dikembangkan menjadi pasar kuliner, serupa dengan konsep Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kasin dan Pasar Klojen. Rencana pengembangan itu, nantinya akan memanfaatkan area Lantai II pasar, yang hingga kini belum digunakan secara optimal. Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Ni Luh Eka Wilantari, mengatakan bahwa pengembangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pasar Sawojajar, Kota Malang, direncanakan akan dikembangkan menjadi pasar kuliner, serupa dengan konsep Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kasin dan Pasar Klojen. Rencana pengembangan itu, nantinya akan memanfaatkan area Lantai II pasar, yang hingga kini belum digunakan secara optimal.</p>



<p>Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Ni Luh Eka Wilantari, mengatakan bahwa pengembangan pasar kuliner masih sebatas wacana. Pasalnya, pemerintah saat ini masih fokus pada proses pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) pasar rakyat.</p>



<p>“Memang harapannya bisa seperti pasar wisata kuliner lainnya. Di lantai dua Pasar Sawojajar masih kosong dan rencananya akan difungsikan untuk area kuliner. Tapi saat ini kami masih konsentrasi ke SNI dulu,” ujar Eka-sapaannya, Kamis (16/04/2026) tadi.</p>



<p>Ke depan, tambahnya, area tersebut diharapkan dapat menampung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya dari wilayah Sawojajar dan Purwantoro yang dinilai memiliki potensi kuliner cukup besar. Namun, sebelum pengembangan dilakukan, Diskopindag Kota Malang akan menertibkan kios atau bedak yang tidak aktif berjualan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Penertiban tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2024, yang mengatur bahwa kios yang tidak digunakan selama tiga bulan berturut-turut atau enam bulan secara terputus dapat ditarik kembali izinnya oleh pemerintah dan diberikan kesempatan kepada pedagang lain yang ingin berjualan. Banyak masyarakat yang ingin masuk pasar dan tentunya mereka juga wajib membayar retribusi,” jelasnya.</p>



<p>Di Pasar Sawojajar sendiri, tercatat terdapat 172 pedagang dengan sekitar 152 pedagang aktif, sementara sekitar 20 kios masih tidak beroperasi. Bahkan, Diskopindag telah memberikan surat peringatan kepada pemilik kios yang tidak aktif agar pasar tetap hidup dan ramai aktivitas perdagangan.</p>



<p>Sedangkan, di area Lantai II Pasar Sawojajar diperkirakan mampu menampung sekitar 30 pelaku UMKM kuliner. Namun, tergantung jenis usaha yang dijalankan dan kebutuhan ruang masing-masing pedagang.</p>



<p>“Sayang sekali ruang di atas luas tapi belum dimanfaatkan. Harapannya nanti bisa jadi pusat kuliner sekaligus menampung UMKM sekitar,” imbuh Eka. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/manfaatkan-lantai-ii-pasar-sawojajar-direncanakan-jadi-sentra-kuliner/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231728</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sentra PKL Kawasan Simpang Lima Gumul Resmi Dibuka, Tahap Awal Dibebaskan Biaya Sewa</title>
		<link>https://memontum.com/sentra-pkl-kawasan-simpang-lima-gumul-resmi-dibuka-tahap-awal-dibebaskan-biaya-sewa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibebaskan]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223330</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Simpang Lima Gumul telah resmi dibuka. Di momen hari pertama dibuka itu, sentra PKL tersebut telah menarik pengunjung untuk datang. Bahkan, meski baru sebagian pedagang yang telah mulai membuka lapak, namun dari ratusan lapak yang tersedia, lebih dari setengahnya telah ada yang mendaftar untuk menempati. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Simpang Lima Gumul telah resmi dibuka. Di momen hari pertama dibuka itu, sentra PKL tersebut telah menarik pengunjung untuk datang. Bahkan, meski baru sebagian pedagang yang telah mulai membuka lapak, namun dari ratusan lapak yang tersedia, lebih dari setengahnya telah ada yang mendaftar untuk menempati.</p>



<p>Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri, Santoso, menjelaskan bahwa secara keseluruhan di kawasan Sentra PKL Simpang Lima Gumul terdapat 212 lapak yang dibagi atas beberapa zona. Seperti zona ikan dan tanaman hias, zona Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta zona aneka satwa.</p>



<p>“Hari ini kita mulai launching. Ini juga menindaklanjuti arahan dari Mas Bupati (Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, red) supaya Sentra PKL segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Santoso, Minggu (22/06/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Santoso, di hari pertama pembukaan, pedagang yang telah mulai membuka lapak masih sebagian. Seperti pedagang tanaman hias, ikan hias maupun olahan ikan. Sedang, pedagang lainnya masih menyiapkan lapak, terutama untuk prasarana pengamanan seperti pembuatan pintu.</p>



<p>“Untuk zona ikan dan tanaman hias, ini pedagang yang daftar untuk menempati sudah 80 persen dari 92 lapak yang disediakan,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dari 47 lapak yang disediakan pada zona UMKM, jumlah pedagang yang mendaftar untuk menempati hingga saat ini telah mencapai 100 persen. Adapun untuk zona satwa, dari 73 lapak yang disediakan, baru 40 persen yang mendaftar untuk mengisi. “Kita masih membuka pendaftaran bagi warga masyarakat Kabupaten Kediri, yang ingin berjualan dan belum mendapatkan lapak bisa menghubungi bagian perekonomian,” tambahnya.</p>



<p>Dirinya juga menghimbau, agar semua pedagang yang telah mendaftar dan mendapatkan lapak, untuk segera dapat mengoperasionalkan lapaknya masing-masing. Termasuk, juga memberikan apresiasi kepada pedagang yang telah membuka lapaknya. Sementara untuk tahap awal, seiring menunggu sentra PKL itu ramai pengunjung, pedagang yang menempati lapak masih dibebaskan dari biaya sewa.</p>



<p>Salah satu pedagang ikan hias &#8216;Molly Jaya Indonesia&#8217;, M Azam Bakhor Zaidi, mengaku beruntung bisa mendapatkan lapak di Sentra PKL Simpang Lima Gumul. Sebagai orang yang telah cukup lama bergelut usaha ikan hias dan melakukan penjualan secara online, dirinya optimis sentra PKL itu bakal ramai.</p>



<p>“Apalagi tempatnya strategis di kawasan Simpang Lima Gumul, yang menjadi pusatnya orang berkumpul. Saya rasa prospek ke depan bakal bagus,” ujarnya.</p>



<p>Untuk membuat pasar di sentra PKL tersebut ramai didatangi pengunjung, Azam berharap agar pedagang maupun pemerintah daerah untuk sama-sama melakukan promosi. Khusus bagi pedagang, dirinya pun menilai dibutuhkan konsistensi dan tak kalah penting melakukan inovasi termasuk dalam pemasaran supaya dikenal.</p>



<p>“Saya sendiri rencananya tetap akan buka lapak setiap hari. Konsistensi ini penting untuk membuat pasar dan bisa dikenal,” tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223330</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktifkan Kembali Sentra PKL di Kawasan Simpang Lima Gumul, Pedagang Kuliner Didorong Menempati</title>
		<link>https://memontum.com/aktifkan-kembali-sentra-pkl-di-kawasan-simpang-lima-gumul-pedagang-kuliner-didorong-menempati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktifkan]]></category>
		<category><![CDATA[didorong]]></category>
		<category><![CDATA[gumul]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[menempati]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223210</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengaktifkan kembali sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Gumul mulai Minggu (22/06/2025) pagi. Untuk tahap awal, pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, telah siap menempati lapak-lapak yang telah disediakan. Pengaktifan sentra PKL ini, menindaklanjuti instruksi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang telah lama meminta supaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengaktifkan kembali sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Gumul mulai Minggu (22/06/2025) pagi. Untuk tahap awal, pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, telah siap menempati lapak-lapak yang telah disediakan.</p>



<p>Pengaktifan sentra PKL ini, menindaklanjuti instruksi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang telah lama meminta supaya aset Pemkab Kediri yang selesai dibangun segera difungsikan. Mengingat dalam perkembangannya, sentra PKL belum difungsikan. Hal ini, kembali ditekankan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, dalam acara pembukaan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.</p>



<p>&#8220;Di Simpang Lima Gumul, pembangunan lapak untuk PKL segera diaktivasi,&#8221; tegas Mas Dhito, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri, Santoso, mengungkapkan bahwa upaya untuk mengaktifkan sentra PKL itu telah dilakukan. Hanya saja, sejauh ini upaya memindahkan PKL khususnya pedagang kuliner yang ada di kawasan Simpang Lima Gumul ke lokasi tersebut menemui penolakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penolakan muncul, tambahnya, karena kekhawatiran pedagang mengenai sepinya pembeli. Lokasi yang baru, dianggap masih memerlukan waktu dan promosi supaya dikenal masyarakat luas. Di sisi lain, PKL butuh pemasukan harian sehingga cenderung memilih tempat yang langsung ramai pembeli.</p>



<p>Menyikapi hal ini, pihaknya mencoba menjadikan sentra PKL itu tetap berfungsi sekaligus lebih dikenal masyarakat luas dengan mengoperasionalkan pedagang hewan peliharaan. &#8220;Kita coba alihkan sementara untuk pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, burung dan sejenisnya,” urai Santoso, Minggu (22/06/2025) tadi.</p>



<p>Dari lapak-lapak yang tersedia, ungkapnya, dari pantauan lapangan setidaknya telah terdapat belasan pedagang hewan peliharaan yang bersiap beroperasi pada lokasi tersebut. Adapun pengisian lapak lain yang belum ditempati, akan dilakukan secara bertahap seiring dengan proses sosialisasi dan evaluasi.</p>



<p>Sementara itu, terkait aktivitas PKL di kawasan Simpang Lima Gumul, Santoso, mengaku bersama instansi terkait tetap berupaya melakukan penataan supaya kawasan tersebut lebih tertib. Penataan juga mencakup pembatasan jam operasional dan larangan berjualan di area-area terlarang.</p>



<p>“Untuk PKL tetap kita lokalisir supaya rapi,” tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223210</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Pasar Bareng untuk Tampilkan Sentra Kuliner Tematik dan Kekinian</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-pasar-bareng-untuk-tampilkan-sentra-kuliner-tematik-dan-kekinian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[kekinian]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tampilkan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang terus mendorong perekonomian kerakyatan, yang salah satunya dengan memajukan pasar-pasar di Kota Malang, menjadi pasar tradisional modern. Bahkan dalam waktu dekat, Pemkot Malang akan menyasar Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, untuk merombaknya agar pedagang dan pengunjungnya semakin ramai. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa rencananya akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang terus mendorong perekonomian kerakyatan, yang salah satunya dengan memajukan pasar-pasar di Kota Malang, menjadi pasar tradisional modern. Bahkan dalam waktu dekat, Pemkot Malang akan menyasar Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, untuk merombaknya agar pedagang dan pengunjungnya semakin ramai.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa rencananya akan mengembangkan dan merombak Pasar Bareng agar menjadi pasar tujuan seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo. &#8220;Rencananya seperti Pasar Bareng, itu akan menjadi salah satu pasar tujuan karena lokasinya sangat strategis,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, saat bersama Forkopimda Plus di Pasar Oro-Oro Dowo, Jumat (30/05/2025) tadi.</p>



<p>Selain Pasar Bareng, Wali Kota Wahyu juga ingin pasar-pasar tradisional lainnya bakal ditingkatkan seperti Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo. &#8220;Saya sudah meminta Pak Kadis (Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan) Kota Malang, untuk melihat pasar lainnya guna ditingkatkan seperti ini. Pergerakan ekonomi masyarakatnya berputar, pedagang dan pembelinya merasa senang,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menata Pasar Bareng agar bisa mengikuti kesuksesan Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo. &#8220;Nanti konsepnya akan kita sesuaikan. Karena lantai bawahnya sepi dan pedagangnya sedikit. Padahal Pasar Bareng memiliki lokasi yang strategis,&#8221; urainya.</p>



<p>Eko akan membuat konsep-konsep yang terbaik agar Pasar Bareng menjadi destinasi belanja yang ramai dikunjungi masyarakat. Salah satunya dengan membuat sentra kuliner tematik. &#8220;Saya ingin Pasar Bareng menjadi destinasi belanja yang menyenangkan dan ramai dikunjungi masyarakat. Nantinya kulinernya akan kita buat tematik. Apakah makanan nusantara, atau kolaborasi Adia dan Timur Tengah. Nanti akan kita coba bermacam-macam kuliner,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karena juga menyasar anak-anak muda untuk datang ke pasar, nantinya Pasar Bareng akan dikonsep kekinian. &#8220;Selain kulinernya yang tematik, konsep pasarnya harus kekinian. Harus bisa menarik para pelaku usaha dan pengunjungnya ramai. Seperti yang bisa kita lihat di Pasar Oro-Oro Dowo ini, UKMnya dan pertumbuhan ekonominya jalan, pengunjungnya meningkat,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Sentra PKL di Sekitar Kawasan Alun-Alun Merdeka</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-sentra-pkl-di-sekitar-kawasan-alun-alun-merdeka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220980</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana akan membangun sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Hal itu dilakukan, sebagai solusi atas tingginya aktivitas PKL yang kerap menimbulkan permasalahan ketertiban dan kebersihan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam keterangannya menyampaikan bahwa untuk lokasi bagi PKL, akan disesuaikan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana akan membangun sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Hal itu dilakukan, sebagai solusi atas tingginya aktivitas PKL yang kerap menimbulkan permasalahan ketertiban dan kebersihan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam keterangannya menyampaikan bahwa untuk lokasi bagi PKL, akan disesuaikan dengan radius di sekitar Alun-alun. Tujuannya, agar mereka tetap bisa berjualan tanpa melanggar ketentuan. Sehingga, aktivitas ekonomi tetap berjalan, tanpa mengganggu estetika dan fungsi ruang publik.</p>



<p>&#8220;Insyaallah, ada lokasinya tapi memang tidak di dalam Alun-Alun Merdeka. Nanti, akan kami coba alokasikan untuk PKL,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Kamis (10/04/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penataan yang dilakukan ini, ungkap Wali Kota Wahyu, juga karena terkait rencana revitalisasi yang akan dilakukan dalam bulan ini. Sehingga, sekaligus dilakukan penataan terhadap PKL. Apalagi, seluruh kebijakan yang diambil juga akan tetap mengedepankan prinsip perlakuan yang manusiawi terhadap para PKL.</p>



<p>“Alun-Alun Merdeka ini milik bersama. Jadi harus kita rawat, kita tata, tapi juga tetap memperhatikan para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan di sana. Penataan ini, tentunya diharapkan menjadi solusi jangka panjang,” tegasnya.</p>



<p>Untuk revitalisasi kawasan Alun-Alun Merdeka tersebut, tambahnya, ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 3,5 bulan. Pelaksanaan revitalisasi sendiri, itu sempat tertunda karena sebelumnya telah memasuki Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, dikhawatirkan itu dapat mengganggu kegiatan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Apalagi di sekitar Alun-Alun Merdeka, itukan ada Masjid Jami’, di sana. Kami khawatir mengganggu masyarakat. Akhirnya, kami sepakati insyaallah dalam bulan ini sudah mulai,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220980</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Keberlangsungan Sentra Industri Keripik Tempe Sanan, Pj Wali Kota Malang Cek Inovasi dan Terobosan</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-keberlangsungan-sentra-industri-keripik-tempe-sanan-pj-wali-kota-malang-cek-inovasi-dan-terobosan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[keberlangsungan]]></category>
		<category><![CDATA[keripik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sanan]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[terobosan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210718</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sentra industri produksi keripik tempe, di Jalan Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (14/06/2024) tadi. Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan itu ingin melihat sejauh mana keberlangsungan produksi dari Keripik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengunjungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sentra industri produksi keripik tempe, di Jalan Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (14/06/2024) tadi.</p>



<p>Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan itu ingin melihat sejauh mana keberlangsungan produksi dari Keripik Tempe Sanan tersebut. Apalagi, sentra industri Keripik Tempe Sanan juga sudah dikenal di berbagai daerah.</p>



<p>“Kitakan sudah tahu, bagaimana kredibilitas dari Keripik Tempe Sanan ini dan sudah terkenal di mana-mana karena sudah turun temurun. Saya berharap para pengusaha atau pengrajin dari keripik tempe ini tetap bisa menjaga kualitasnya,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Selain itu, dalam kunjungannya tersebut Pj Wali Kota Wahyu juga ingin memastikan mengenai trobosan atau beragam inovasi yang dilakukan oleh para pengusaha untuk mempertahankan usaha keripik tempenya. Sehingga,.dapat selalu dirasakan dan disukai oleh masyarakat luas.</p>



<p>“Alhamdulillah kita tadi sudah ketemu perajin dari tempe dan saya juga tahu proses pembuatannya termasuk kendala-kendalanya. Saya minta pada Kepala Diskopindag untuk melakukan peningkatan keterampilan, agar ada inovasi-inovasi baru, baik dari segi rasa, bentuk dan lain lain,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Wahyu juga mengapresiasi karena Sentra Industri Keripik Tempe Sanan juga menjadi salah satu tujuan kunjungan wisatawan. Sebab, siapa saja dapat melihat proses pembuatan tempe hingga menjadi keripik tempe.</p>



<p>“Sehingga kalau libur panjang atau cuti bersama di sini itu permintaan tinggi. Karena banyak masyarakat yang bawa oleh-oleh dari sini dan sentra industri ini juga menjadi salah satu tujuan dari wisatawan yang ke Kota Malang,” ucapnya.</p>



<p>Namun, dalam hal ini masih ada beberap hal yang menjadi keluhan dan kendala dari masyarakat. Yakni terkait dengan bahan baku pembuatan keripik tempe, salah satunya kedelai. Karena harga yang fluktuatif, sehingga mempengaruhi produksi.</p>



<p>“Tapi permasalahan ini bukan hanya terjadi di lokal saja, tetapi juga Nasional. Sehingga nanti kalau saya ke pusat akan saya bawa untuk menjadi bahan masukan pada kementerian terkait. Akan tetapi untuk stok kedelai di Kota Malang masih aman,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, selain meninjau proses pembuatan keripik tempe dan tempe di Sentra Industri Sanan, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat juga melakukan diskusi dan serap aspirasi dari para pelaku UMKM di lingkungan tersebut. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210718</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Keluhan PKL Alun-alun Merdeka, Pemkot Malang Kaji Lokasi Sentra untuk PKL</title>
		<link>https://memontum.com/respon-keluhan-pkl-alun-alun-merdeka-pemkot-malang-kaji-lokasi-sentra-untuk-pkl</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205599</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang saat ini tengah mengkaji sentra atau tempat bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Hal itu dilakukan, seusai adanya keluhan dari masyarakat dalam Program Ngobrol Bareng Mbois Ilakes (Ngombe), Senin (05/02/2024) tadi. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang saat ini tengah mengkaji sentra atau tempat bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Hal itu dilakukan, seusai adanya keluhan dari masyarakat dalam Program Ngobrol Bareng Mbois Ilakes (Ngombe), Senin (05/02/2024) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, itu memang dilarang bagi PKL untuk berjualan. Apalagi, juga sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur terkait hal tersebut.</p>



<p>“Untuk di Alun-Alun Merdeka itu memang dilarang bagi PKL. Makanya, Satpol PP selalu melakukan penegakan Perda. Tetapi, kita juga mencari solusi untuk mengalokasikan PKL itu. Apalagi, saat ini juga sedang ada momen CSR untuk meredesain Alun-Alun Merdeka,” jelas Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sehingga, menurut Pj Wali Kota Wahyu, dalam hal ini Pemkot Malang bukan hanya menindak PKL yang ada di Alun-Alun Merdeka saja. Namun, juga mencarikan alternatif lain.</p>



<p>“Apabila tidak bisa tercover di Alun-Alun Merdeka, kita akan mencari alternatif lain untuk mengalokasikan PKL ini. Tetapi saat ini masih belum tahu ditaruh mana, karena juga masih dalam kajian,” tegasnya.</p>



<p>Sebagai informasi, selain bahasan PKL Alun-Alun Merdeka Kota Malang, dalam Program Ngombe tersebut juga membahas terkait dengan keluhan Pasar Gadang, banjir di Sawojajar dan konten kreator. &#8220;Alhamdulillah, semua keluhan yang disampaikan masyarakat tadi, sudah terkomunikasikan dengan baik dan jelas,” imbuh Pj Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205599</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmikan Wisata Kuliner Gladak Serang, Wali Kota Targetkan Jadi Sentra Wisata Baru dan Dongkrak UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-wisata-kuliner-gladak-serang-wali-kota-targetkan-jadi-sentra-wisata-baru-dan-dongkrak-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2024 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[gladak]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[serang,]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205324</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zaenal Abidin, meresmikan Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang di wilayah Wonoasih, Minggu (28/01/2024) tadi. Dengan latar belakang Bundaran dan Air Mancur Gladak Serang, fasilitas publik tersebut diharapkan menjadi sentra wisata baru oleh warga Kota Probolinggo. “Pemerataan pembangunan untuk Kota Probolinggo ini agar tidak terpusat di bagian Utara. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zaenal Abidin, meresmikan Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang di wilayah Wonoasih, Minggu (28/01/2024) tadi. Dengan latar belakang Bundaran dan Air Mancur Gladak Serang, fasilitas publik tersebut diharapkan menjadi sentra wisata baru oleh warga Kota Probolinggo.</p>



<p>“Pemerataan pembangunan untuk Kota Probolinggo ini agar tidak terpusat di bagian Utara. Namun, juga di wilayah tengah seperti ini juga harus dikembangkan dan diisi oleh UMKM-UMKM yang telah terdata. UMKM yang telah terdata oleh DKUP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan, Red) akan diberikan kesempatan lebih besar, karena pemerintah hadir untuk memfasilitasi mereka,” kata Wali Kota Habib Hadi, seraya menambahkan bahwa saat ini jumlah UMKM terdata di Kota Probolinggo sebanyak kurang lebih 20 ribu.</p>



<p>Proyek yang berdiri kokoh dan estetik di sekitar bundaran Gladak Serang itu, lanjutnya, juga telah dilengkapi dengan fasilitas musala, toilet juga instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Semua, terbalut dengan desain interior yang menarik ditambah dengan kursi-kursi kayu lebar dan lampu cantik berdesain unik. Sehingga, cocok bagi warga untuk lokasi foto yang instagram-able.</p>



<p>“Fasilitas ini sudah disediakan oleh Pemkot Probolinggo dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat serta kuliner pun juga banyak. Ini merupakan harapan kami untuk menyediakan tempat yang baik dan nyaman bagi masyarakat, anak-anak dan Lansia agar menikmati kuliner disini. Sehingga, mari bersama-sama jaga dan rawat fasilitas ini. Karena peran pemerintah membuatkan wadah tersebut dan untuk menjaga serta merawat adalah kewajiban kita semua,” papar Wali Kota Habib Hadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rencananya, lanjutnya, pada tahun ini area tersebut akan diperpanjang hingga kawasan Ruang Terbuka Hijau Maramis. Sehingga, berjajar dengan area foodcourt di sampingnya.</p>



<p>Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, mengatakan bahwa meskipun sempat terjadi putus kontrak di tahun 2020, namun pemerintah kembali melanjutkan penganggaran dan pembangunannya. “Kawasan Gladak Serang ini menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru, yang lokasinya ada di tengah. Sebagai salah satu titik penggerak ekonomi lokal, didalamnya sudah dilengkapi dengan air mancur. Nantinya juga akan ada jalan tembus ke Maramis dan tahun 2024 ini insyaallah sudah selesai. Kami juga akan ada pengadaan untuk booth dan meja kursi untuk para penikmat kuliner,” jelasnya.</p>



<p>Sebagai informasi, proyek senilai Rp 4,6 miliar ini dibangun di atas Sungai Gladak Serang, yang ditutup dengan beton pracetak atau box culvert. Di bagian atas, diberikan penguatan dan dilapisi lantai yang menarik. Pemerintah melalui DPUPRPKP juga tetap memastikan aliran air sungai tidak terganggu. <strong>(kom/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205324</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi UMKM Berbahan Kayu di Rejoso, Pj Wali Kota Batu Dorong Jadi Sentra Kerajinan dan Desa Tematik</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-umkm-berbahan-kayu-di-rejoso-pj-wali-kota-batu-dorong-jadi-sentra-kerajinan-dan-desa-tematik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berbahan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[rejoso,]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202914</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Tahun 2024 mendatang, Dusun Rejoso, Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu, bakal disiapkan menjadi sentra UMKM kerajinan tangan dan desa tematik. Pernyataan ini, diungkapkan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, saat berada lokasi UMKM yang memproduksi kerajinan tangan berbahan kayu. Aries menyampaikan, visinya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Batu melalui pengembangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Tahun 2024 mendatang, Dusun Rejoso, Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu, bakal disiapkan menjadi sentra UMKM kerajinan tangan dan desa tematik. Pernyataan ini, diungkapkan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, saat berada lokasi UMKM yang memproduksi kerajinan tangan berbahan kayu.</p>



<p>Aries menyampaikan, visinya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Batu melalui pengembangan sektor UMKM. Sementara, Dusun Rejoso jika dilihat memiliki kekayaan budaya dan keahlian berbagai kerajinan tangan, yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan serta mendukung perekonomian lokal.</p>



<p>&#8220;Kami akan berusaha mengangkat potensi Dusun Rejoso, Desa Junrejo, sebagai pusat produksi UMKM di bidang kerajinan tangan dan desa tematik pada tahun 2024,&#8221; terangnya, Rabu (06/12/2023) tadi.</p>



<p>Menurutnya, dibutuhkan langkah-langkah konkret termasuk pembentukan kelompok kerja bersama komunitas setempat. Lalu, penyediaan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kerajinan dan promosi potensi wisata desa.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Kami menargetkan di tahun 2024, Dusun Rejoso, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, ini akan menjadi sentra wisata kerajinan tangan dan UMKM yang akan menarik wisatawan untuk belajar tentang bagaimana cara produksi dan pemasaran produk ini,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Untuk itu, Aries menambahkan bahwa sinergi antara berbagai pihak diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah-wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi lokal. Dan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan.</p>



<p>Lebih dari itu, dalam pengembangan desa tematik, dirinya juga berharap dapat menciptakan identitas unik Desa Junrejo yang menarik minat wisatawan. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan ekonomi lokal di wilayah-wilayah sekitarnya, membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat,&#8221; tegasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202914</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
