<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sentuh &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sentuh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 10:55:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sentuh &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Belum Sentuh 50 Persen, Produk Pangan Lokal Kota Malang Masih Minim Terserap Program MBG</title>
		<link>https://memontum.com/belum-sentuh-50-persen-produk-pangan-lokal-kota-malang-masih-minim-terserap-program-mbg</link>
					<comments>https://memontum.com/belum-sentuh-50-persen-produk-pangan-lokal-kota-malang-masih-minim-terserap-program-mbg#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sentuh]]></category>
		<category><![CDATA[terserap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232400</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang hingga kini belum banyak menyerap produk pangan lokal. Hal itu, dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan. Pria yang akrab disapa Slamet, itu mengatakan bahwa serapan produk pangan lokal Kota Malang untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang hingga kini belum banyak menyerap produk pangan lokal. Hal itu, dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Slamet, itu mengatakan bahwa serapan produk pangan lokal Kota Malang untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum optimal. Bahkan, diperkirakan masih jauh dari angka 50 persen kebutuhan dapur SPPG.</p>



<p>&#8220;Baik itu dari kelompok tani, urban farming, peternak hingga pembudidaya ikan memang belum banyak terserap. Kami belum menghitung persentasenya secara pasti. Tapi kalau ditanya apakah sudah menyentuh 50 persen, sepertinya belum sampai,” ujar Slamet, Kamis (14/05/2026) tadi.</p>



<p>Rendahnya penyerapan tersebut, menurutnya, bukan karena minim produksi masyarakat, melainkan adanya standar ketat bahan pangan yang ditetapkan masing-masing dapur SPPG. Baik itu dari sisi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas pasokan.</p>



<p>Sejak awal pelaksanaan MBG, Dispangtan Kota Malang sebenarnya telah berupaya menjembatani pelaku pertanian lokal dengan pengelola dapur program nasional tersebut. Sosialisasi dilakukan kepada kelompok tani, komunitas urban farming, peternak hingga pembudidaya ikan agar hasil produksi mereka bisa masuk ke rantai pasok MBG.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami sudah memperkenalkan kelompok tani, urban farming, pembudidaya ikan maupun peternak kepada pengelola SPPG supaya hasil mereka bisa terserap,” jelasnya.</p>



<p>Namun di lapangan, sebagian besar dapur SPPG telah memiliki pemasok tetap. Kondisi itu membuat produk pangan lokal harus bersaing untuk bisa masuk sebagai penyedia bahan pangan MBG.</p>



<p>&#8220;Di Kota Malang sendiri sebenarnya ada 115 kelompok urban farming. Nanti akan kami satukan dalam satu koordinator agar hasilnya bisa dikumpulkan dan punya daya tawar lebih kuat ke dapur SPPG,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa mayoritas urban farming di Kota Malang menghasilkan komoditas sayur-mayur. Beberapa kelompok bahkan mengembangkan sistem terpadu, seperti budidaya ikan dalam ember (budikdamber). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/belum-sentuh-50-persen-produk-pangan-lokal-kota-malang-masih-minim-terserap-program-mbg/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232400</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Program Pemerintah Sentuh Rakyat, Presiden RI Tinjau Bulog Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-program-pemerintah-sentuh-rakyat-presiden-ri-tinjau-bulog-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[sentuh]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203332</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Presiden RI, Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Bidang Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, Ketua Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau Gudang Bulog di Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (14/12/2023) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Presiden RI, Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Bidang Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, Ketua Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau Gudang Bulog di Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (14/12/2023) tadi.</p>



<p>Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Bidang Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyampaikan jika kunjungan itu dilakukan untuk mengecek dan memastikan bahwa berbagai program pemerintah betul-betul telah sampai kepada rakyat. &#8220;Hari ini, Bapak Presiden RI, Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di wilayah Malang, kemarin di Pekalongan, dan nanti akan berlanjut di Gresik. Setiap hari beliu akan terus turun ke masyarakat untuk mengecek macam-macam program pemerintah,&#8221; kata Menko PMK Muhadjir.</p>



<p>Ditambahkannya, jika kedatangannya di Gudang Bulog Malang, itu juga untuk memastikan ketahanan pangan. Termasuk, bantuan beras yang digulirkan kepada rakyat.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyampaikan jika dalam pemberian bantuan beras tersebut diberikan kepada 1000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah tersebut juga telah berdasarkan data yang ada dari Menko PMK.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jadi kami datanya ini dapat dari Menko PMK yang kemudian memerintahkan Bapanas bersama Bulog, untuk menyalurkan bantuan pangan dalam bentuk beras, seperti ini,” ucapnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika kondisi beras yang ada di Gudang Bulog Cabang Malang juga baru dan masih bagus semua. Sehingga, hal itu sangat baik untuk disalurkan dan dibagikan pada penerima manfaat. Terlebih, harga beras saat ini juga sedang tinggi.</p>



<p>“Hari ini beras dengan harga tinggi itu memang betul. Tapi sekali lagi, di seluruh dunia hari ini untuk pangan memang kondisinya demikian. Jadi kalau masyarakat yang menengah ke atas mungkin untuk makan seminggu ke depan sudah tahu kalau uangnya ada. Tapi kalau untuk saudara-saudara kita penerima manfaat itu kan sangat membutuhkan,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, kunjungan RI 1 di Kota Malang, yaitu meninjau program nasional dalam penanganan sampah di TPA Supit Urang Kota Malang. Sehingga, diharapkan ke depan nantinya penanganan sampah di Kota Malang yang selama ini menjadi masalah, akan terorganisir dengan baik.</p>



<p>Kemudian, juga meninjau pelaksanaan BLT El-Nino di Kantor Pos Indonesia Cabang Malang dan meninjau sekolah di SMKN 3 Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203332</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
