<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sentuhan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sentuhan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Jul 2025 05:34:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sentuhan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringatan HUT RI, Tanggul Tempoe Doeloe Suguhkan Nostalgia Budaya Masa Lalu dan Sentuhan Kekinian</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hut-ri-tanggul-tempoe-doeloe-suguhkan-nostalgia-budaya-masa-lalu-dan-sentuhan-kekinian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[doeloe]]></category>
		<category><![CDATA[kekinian]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia,]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[sentuhan]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggul]]></category>
		<category><![CDATA[tempoe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224344</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama masyarakat sangat antusias sambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan, berbagai kegiatan telah dilakukan, yang salah satunya bertajuk &#8216;Tanggul Tempo Doeloe&#8217; yang diselenggarakan oleh jajaran Kecamatan Tanggul dan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Juli 2025. Kegiatan tersebut, tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama masyarakat sangat antusias sambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan, berbagai kegiatan telah dilakukan, yang salah satunya bertajuk &#8216;Tanggul Tempo Doeloe&#8217; yang diselenggarakan oleh jajaran Kecamatan Tanggul dan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Juli 2025.</p>



<p>Kegiatan tersebut, tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan. Namun, juga mengajak masyarakat untuk bernostalgia menikmati suasana budaya masa lampau dengan sentuhan kekinian.</p>



<p>Acara yang digelar di Alun-Alun Kecamatan Tanggul, itu menyuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional dan permainan rakyat yang membangkitkan kenangan masa kecil. Termasuk, mendorong geliat ekonomi lokal melalui bazar makanan dan jajanan jadul.</p>



<p>Tercatat, ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan. Mulai Pencak Silat, Tari Ganongan, Tari Celeng, Tari Leak dan Jaranan, yang akan digelar Jumat (25/07/2025) tadi. Kemudian, menyusul Reog &amp; Ganongan, Kreasi Pecut, Can Macanan, Tari Leak, Tari Jaok/Yakso, Janger Campursari LKJ, Tari Jaran Goyang, Tari Margoati dan Janger Berdendang, yang akan digelar Sabtu (26/07/2025) besok. Di hari penutup, ada perlombaan permainan rakyat, senam bersama dengan kostum tempo dulu dan puncak perayaan kemerdekaan, Minggu (27/07/2025) lusa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam serangkaian itu, tidak hanya penampilan seni, namun daya tarik utama dari Tanggul Tempo Doeloe adalah atmosfer tempo dulu yang dihadirkan secara menyeluruh. Para peserta, pelaku seni hingga pengunjung, turut mengenakan busana jadul. Hadir pula aneka permainan anak tradisional dan berbagai kuliner khas masa lalu, yang semakin menambah nuansa nostalgia.</p>



<p>Camat Tanggul, Hanifah, menyampaikan bahwa Tanggul Tempo Doeloe adalah bentuk penghormatan kepada sejarah dan budaya. Selain mengenang perjuangan para pendahulu, acara ini juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai lokal.</p>



<p>&#8220;Kami bersyukur, antusiasme warga sangat tinggi. Dari target 200 pengunjung, tercatat lebih dari 300 orang hadir di hari pertama. Ini membuktikan, bahwa masyarakat rindu dengan suasana kebersamaan khas zaman dulu,&#8221; katanya, Jumat (25/07/2025) tadi.</p>



<p>Acara ini, merupakan yang perdana dan telah dirancang sejak tahun lalu. Rencananya, bakal menjadi agenda tahunan Kecamatan Tanggul dalam memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan cara yang unik dan membumi. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224344</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Era Baru Pascabayar, IM3 Platinum Makin Canggih dengan Sentuhan AI dalam Tiap Fiturnya</title>
		<link>https://memontum.com/era-baru-pascabayar-im3-platinum-makin-canggih-dengan-sentuhan-ai-dalam-tiap-fiturnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[canggih]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[fiturnya]]></category>
		<category><![CDATA[pascabayar,]]></category>
		<category><![CDATA[platinum]]></category>
		<category><![CDATA[sentuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222298</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Yogyakarta &#8211; Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menghadirkan inovasi terbaru dalam dunia telekomunikasi dengan meluncurkan IM3 Platinum, layanan pascabayar yang mengusung konsep &#8216;Simple, Next Level&#8217;, yang merupakan wajah baru dari IM3 Postpaid. Produk ini, dirancang untuk memberikan pengalaman premium bagi pelanggan dengan mengintegrasikan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam setiap layanannya. Transformasi ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Yogyakarta</strong> &#8211; Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menghadirkan inovasi terbaru dalam dunia telekomunikasi dengan meluncurkan IM3 Platinum, layanan pascabayar yang mengusung konsep &#8216;Simple, Next Level&#8217;, yang merupakan wajah baru dari IM3 Postpaid.</p>



<p>Produk ini, dirancang untuk memberikan pengalaman premium bagi pelanggan dengan mengintegrasikan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam setiap layanannya. Transformasi ini, menjadi jawaban atas tuntutan masyarakat modern yang menginginkan layanan yang lebih cerdas, koneksi yang lebih stabil, dan pengalaman pelanggan yang lebih personal.</p>



<p>Layanan ini, merupakan upaya Indosat menjawab kebutuhan koneksi internet yang cepat dan stabil untuk mendukung aktivitas digital sehari-hari, mulai dari rapat virtual tanpa gangguan, streaming tanpa buffering, hingga komunikasi yang lancar tanpa terputus. Layanan telekomunikasi yang ditawarkan melalui IM3 Platinum, ini memberikan pelanggan berbagai keuntungan, seperti akses prioritas ke jaringan yang lebih stabil, kuota besar tanpa khawatir kehabisan di tengah aktivitas penting, serta layanan pelanggan yang lebih responsif. Fleksibilitas dalam pembayaran bulanan juga penting bagi pelanggan untuk mengatur pengeluaran mereka tanpa harus repot mengisi ulang pulsa atau kuota secara berkala.</p>



<p>Dengan dibekali teknologi kecerdasan artifisial (AI) membuat layanan pascabayar ini semakin canggih. Teknologi AI menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan efisien, seperti rekomendasi paket yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, membantu dalam menyelesaikan kendala teknis dengan lebih cepat, hingga memberikan layanan pelanggan yang responsif melalui chatbot atau asisten virtual. Dengan inovasi ini, layanan IM3 Platinum tidak hanya menawarkan koneksi yang stabil, tetapi juga kenyamanan dan kemudahan dalam setiap aspek komunikasi digital.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, menjelaskan bahwa Indosat memahami kebutuhan pelanggan Indonesia yang terus berkembang dalam hidup dan membutuhkan support platinum experience, terutama dari sisi pelayanan &amp; jaringan telekomunikasi. “Transformasi layanan pascabayar IM3 menjadi langkah strategis kami untuk menjawab kebutuhan telekomunikasi pelanggan secara personal. Pemanfaatan teknologi AI dan Automated Network Services pada IM3 Platinum memberikan kenyamanan lebih pada pelanggan. Hal ini sejalan dengan misi kami dalam menghadirkan layanan digital kelas dunia, menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Fahd, Kamis (22/05/2025) tadi</p>



<p>Fahd menambahkan, dengan menggunakan layanan IM3 Platinum, pelanggan dapat merasakan platinum experience yang simpel dan next level, khususnya melalui Platinum Network dan layanan Platinum Assistance yang terintegrasi dengan teknologi dan human interest.</p>



<p>IM3 Platinum menjadi bukti nyata bagaimana teknologi AI dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dalam layanan pascabayar. Era baru pascabayar kini telah tiba, membawa kemudahan, kecanggihan dan kenyamanan dalam setiap aspek komunikasi digital. Berbagai inovasi ini menjadikan IM3 Platinum sebagai standar baru dalam layanan pascabayar di Indonesia, menghadirkan solusi telekomunikasi yang canggih, nyaman, dan eksklusif.</p>



<p>So, are you ready for the future of telco?</p>



<p>Semua produk unggulan di layanan pascabayar IM3 Platinum resmi tersedia dan masyarakat di Indonesia dapat mulai berlangganan sejak tangga 21 November 2024 dengan mengunjungi Gerai IM3 terdekat di kota Anda. Bagi konsumen yang sudah menjadi pelanggan pascabayar IM3 sebelumnya, akan mendapatkan notifikasi perubahan nama layanan ini melalui billing tagihan dan official WhatsApp IM3, serta dapat melanjutkan untuk menggunakan paket yang telah terdaftar. Informasi lebih lanjut dan untuk mendapatkan layanan IM3 Platinum secara daring, pelanggan dapat akses di im3.id/platinum. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222298</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rumah Warga Mlawang Lumajang Butuh Sentuhan Perbaikan, Hampir Roboh Belum Dibantu Pemerintah</title>
		<link>https://memontum.com/rumah-warga-mlawang-lumajang-butuh-sentuhan-perbaikan-hampir-roboh-belum-dibantu-pemerintah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2023 13:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dibantu]]></category>
		<category><![CDATA[hampir]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[mlawang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[sentuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198880</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kondisi salah satu rumah di Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, terlihat memperihatinkan. Rumah yang diketahui milik Yulianto (47) Warga Jl Gunung Ringgit RT03 RW03, butuh sentuhan perbaikan karena kondisinya yang hampir roboh. Selain sudah berusaha mengajukan untuk bantuan, nyatanya rumah itu sampai saat ini belum mendapat perhatian. Sementara di dalam rumah, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Kondisi salah satu rumah di Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, terlihat memperihatinkan. Rumah yang diketahui milik Yulianto (47) Warga Jl Gunung Ringgit RT03 RW03, butuh sentuhan perbaikan karena kondisinya yang hampir roboh.</p>



<p>Selain sudah berusaha mengajukan untuk bantuan, nyatanya rumah itu sampai saat ini belum mendapat perhatian. Sementara di dalam rumah, Yulianto tidak tinggal sendiri.</p>



<p>Tokoh Masyarakat Desa Mlawang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika di rumah kecil milik Yulianto, itu dihuni empat orang. Dirinya pun mengaku khawatir, kalau tidak segera diperbaiki maka akan roboh dan membahayakan penghuninya.</p>



<p>&#8220;Ada balitanya, mas. Kasihan. Semoga bisa segera mendapatkan bantuan. Karena kalau tidak segera, saya khawatir akan roboh,&#8221; terangnya, Selasa (26/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, dari informasi Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Lumajang, menjelaskan bahwa masih ada sekitar 12 ribu rumah tidak layak huni, yang belum mendapatkan perbaikan di Kabupaten Lumajang. &#8220;Dari database, masih ada sekitar 12 ribu rumah yang tidak layak huni,&#8221; ungkap Kabid Kawasan Pemukiman, Ernowo, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Jumlah itu, turun atau mengalami penurunan dari angka sebelumnya sekitar 20 ribu rumah tidak layak huni. &#8220;Kalau secara perhitungan yang sudah pasti dan sudah kita laksanakan, itu sebanyak sekitar 8 ribu yang sudah kita tangani,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk penanganannya, paparnya, selain dari APBD Lumajang, juga ada program dari Jasmas anggota dewan dan ada juga dari reguler. Termasuk, program-program dari pusat seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). &#8220;Kalau murni APBD, saya kira sangat berat dan tidak mungkin sampai 8 ribu,&#8221; paparnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198880</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuliner di Jalur Payung Batu-Pujon Makin Sepi, Pedagang berharap Sentuhan Perhatian Pemkot</title>
		<link>https://memontum.com/kuliner-di-jalur-payung-batu-pujon-makin-sepi-pedagang-berharap-sentuhan-perhatian-pemkot</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[batu-pujon]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[jalur]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makin]]></category>
		<category><![CDATA[payung]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[sentuhan]]></category>
		<category><![CDATA[sepi,]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192189</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pedagang kuliner di Jalur Payung, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, butuh perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Itu karena, wisata kuliner yang dahulunya pernah berjaya tersebut, kini kian sepi dari pembeli. Bahkan, pedagang dibuat harus gigit jari, karena penghasilannya semakin menurun. Salah satu pedagang Wisata Kuliner Payung, Ahmad Yusuf, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pedagang kuliner di Jalur Payung, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, butuh perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Itu karena, wisata kuliner yang dahulunya pernah berjaya tersebut, kini kian sepi dari pembeli. Bahkan, pedagang dibuat harus gigit jari, karena penghasilannya semakin menurun.</p>



<p>Salah satu pedagang Wisata Kuliner Payung, Ahmad Yusuf, mengatakan bahwa paska pandemi, kondisi kuliner Payung seolah tidak ada perubahan. Padahal, dahulunya untuk bisa menikmati wisata kuliner di Payung, pembeli harus mengantre untuk bisa mendapatkan tempat duduk.</p>



<p>&#8220;Sekarang di Kuliner Payung ini sepi sekali pengunjungnya. Saya yang mencoba terus bertahan, sampai tidak tahu lagi harus bagaimana,&#8221; katanya, Jumat (30/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sepinya pengunjung atau pembeli, tambah Yusuf, berdampak kepada sejumlah kios yang ada. Dari total kios yang berkisar sekitar 64 unit, sekarang hanya menyisakan sekitar 25 unit. Itupun, kondisinya juga hampir sama.</p>



<p>&#8220;Karena terus-menerus sepi, membuat beberapa kios juga banyak yang tutup. Dan kalau ini dibiarkan, pastinya akan membuat kawasan kian sepi. Karenanya, butuh perhatian pemerintah terkait atau minimal Pemkot Batu, untuk membantu kondisi ini,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ditanya pendapatan perharinya, Yusuf mengatakan, bahwa saat ini dalam sehari hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 100 ribu. Hasil itu, adalah angka yang lumayan selama beberapa hari terakhir. Sementara, jika dibandingkan dahulu, jelas itu sangat kecil karena untuk tingkatan penjual jagung bakar, itu bisa sampai Rp 500 ribu.</p>



<p>&#8220;Pendapatan yang diperoleh selama ini, itu masih harus dipotong dengan retribusi sebesar Rp 100 ribu perbulan. Karenanya, dengan kondisi sepi ini pastinya berdampak,&#8221; paparnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192189</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Kuliner Payung Kota Batu Meredup dan Perlu Sentuhan Perhatian</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-kuliner-payung-kota-batu-meredup-dan-perlu-sentuhan-perhatian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2023 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[meredup]]></category>
		<category><![CDATA[payung]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[perlu]]></category>
		<category><![CDATA[sentuhan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191200</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Wisata Kuliner Payung yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, pernah menjadi favorit kalangan muda di tahun 90 an. Hanya saja seiring berjalan berjalannya waktu, kondisi itu sudah mulai berubah dan bahkan lebih banyak ditinggalkan. Kondisi itulah, yang sontak menjadi perhatian. Seiring menjamurnya kafe dan tempat dengan seguhan serupa, membuat Wisata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Wisata Kuliner Payung yang berada di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, pernah menjadi favorit kalangan muda di tahun 90 an. Hanya saja seiring berjalan berjalannya waktu, kondisi itu sudah mulai berubah dan bahkan lebih banyak ditinggalkan.</p>



<p>Kondisi itulah, yang sontak menjadi perhatian. Seiring menjamurnya kafe dan tempat dengan seguhan serupa, membuat Wisata Kuliner Payung, perlu banyak sentuhan.</p>



<p>Ketua Wisata Kuliner Payung, Endrik Andika, menjelaskan bahwa saat ini memang Wisata Kuliner Payung membutuhkan inovasi yang menyesuaikan tren kekinian. Dengan tujuan, untuk kembali menarik pengunjung supaya lebih betah dan nyaman saat menikmati kuliner.</p>



<p>&#8220;Jadi, seiring banyaknya kafe, memang Wisata Kuliner Payung yang melegenda ini butuh dipermak supaya lebih menarik,&#8221; terangnya di Jalur Payung, Kota Batu, Minggu (18/06/2023) tadi.</p>



<p>Saat ini, ujarnya, banyak muncul tren warung kopi dengan konsep coffee shop. Perubahan ini, sudah pasti perlu diimbangi. Hanya saja, karena dominasi pengelola di Payung adalah warga lanjut usia, sudah barang tentu butuh inovasi lain yang lebih mengena.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>“Karena beberapa warga di Payung sudah sepuh (lanjut usia, red), jadi kompetensi untuk diajak inovatif sangat berat. Kebanyakan, hanya bisa pasrah sedangkan di destinasi lain berlomba membangun yang bagus-bagus,&#8221; urainya.</p>



<p>Belum adanya perubahan Wisata Kuliner Payung, tegas Endrik, sangat berpengaruh besar. Sehingga, bisa dikatakan saat ini peminatnya menurun drastis. &#8220;Wisatawan kemungkinan menilai di sini (payung, red) sudah ketinggalan zaman. Karena, pesaing yang terdekat dari sini berdiri destinasi kuliner atau kafe modern. Seperti warung-warung di Paralayang dan Coban Rondo,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk itu, tegasnya, agar bisa mengembalikan Payung menjadi ramai seperti dahulu diperlukan strategi untuk menggaet wisatawan. Yaitu, dengan merenovasi ataupun melakukan desain ulang meskipun ini membutuhkan dana yang tidak sedikit</p>



<p>&#8220;Yang jelas, Wisata Kuliner Payung butuh pembaharuan untuk menggaet wisatawan. Masalah pendanaan, kita memang tidak ada yang mendukung selama ini maupun dari segi ide. Untuk kas paguyuban memang ada, tapi cuma sedikit sekali,” jelasnya.</p>



<p>Lesunya perekonomian wisata Payung, pun turut dirasakan pemilik warung, Siti Mauludiarti (36). Diungkapkan, ketika masih ramai-ramainya dahulu di hari biasa, dirinya bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah. Namun sekarang, justru menurun.</p>



<p>Bahkan, tambahnya, dahulu saat akhir pekan seperti sekarang ini, banyak pengunjung yang melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum datang. Namun saat ini, perharinya mendapatkan Rp 200 ribu sangat sulit.</p>



<p>&#8220;Jika mengikuti zaman, Payung ini harus dibuat kesan moderen hingga tetap eksis. Karena, kalau tidak ada inovasi baru maka kondisinya sepi seperti sekarang,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, Wisata Kuliner Payung adalah merupakan jalan puncak yang menghubungkan akses Kota Batu dengan Kabupaten Malang dan Kediri. Keberadaan jalan ini, berada di kawasan Jalan Provinsi Jatim. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191200</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
