<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>seolah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/seolah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jun 2025 07:16:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>seolah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peragaan Batik Lumajang di Event Festival Segoro Topeng Kaliwungu Seolah Ingin Keluar dari Sangkar</title>
		<link>https://memontum.com/peragaan-batik-lumajang-di-event-festival-segoro-topeng-kaliwungu-seolah-ingin-keluar-dari-sangkar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[keluar]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<category><![CDATA[sangkar]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[seolah]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223465</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menjadi salah satu bagian Festival Segoro Topeng Kaliwungu, puluhan model memperagakan batik khas Lumajang diantara desir angin dan debur ombak Pantai Watu Pecak, Minggu (29/06/2025) tadi. Kain-kain batik Lumajang tersebut, seakan menari di atas pasir hitam yang menjadi saksi bisu kedekatan manusia dengan alam. Batik Lumajang keluar dari ruang kaca dan memasuki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menjadi salah satu bagian Festival Segoro Topeng Kaliwungu, puluhan model memperagakan batik khas Lumajang diantara desir angin dan debur ombak Pantai Watu Pecak, Minggu (29/06/2025) tadi. Kain-kain batik Lumajang tersebut, seakan menari di atas pasir hitam yang menjadi saksi bisu kedekatan manusia dengan alam.</p>



<p>Batik Lumajang keluar dari ruang kaca dan memasuki ruang semesta, bersanding dengan langit biru dan laut lepas dalam pertunjukan busana yang tak biasa. Namun lebih dari sekadar pertunjukan, peristiwa ini adalah pernyataan budaya yang kuat.</p>



<p>“Kami ingin membawa batik keluar dari sangkarnya. Batik Lumajang terinspirasi dari alam dan kehidupan masyarakat. Maka sudah selayaknya tampil kembali ke pangkuan alam, bukan sekadar terpajang di ruang formal,&#8221; kata Bupati Lumajang, Indah Amperawati.</p>



<p>Itulah esensi yang ingin disampaikan Pemerintah Kabupaten Lumajang, bahwa budaya lokal tidak boleh hanya jadi ornamen simbolik. Tetapi harus dihidupkan, diberi panggung dan menjadi bagian dari strategi besar pariwisata dan ekonomi kreatif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Batik khas Lumajang yang diperagakan diantaranya, Batik Pisang Agung yang merupakan simbol hasil bumi unggulan, Batik Pasir yang terinspirasi dari butiran pantai selatan dan Batik Jaran Kencak, mencerminkan tarian tradisional yang gagah dan energik. &#8220;Kain-kain itu mengepak seperti layar perahu diterpa angin laut, seolah-olah mereka berbisik. Kami bukan hanya motif, kami adalah cerita,” terang Bunda Indah.</p>



<p>Salah seorang wisatawan asal Malang, Naura, tampak antusias melihat pertunjukan yang menjadi bagian dari Festival Segoro Topeng Kaliwungu ini. Dimana pertunjukan batik ini memang bertujuan memadukan kekuatan budaya dan alam Lumajang sebagai destinasi wisata unggulan.</p>



<p>“Kalau biasanya lihat batik di ruang pamer, ini beda banget. Rasanya seperti batiknya hidup, bercerita sesuatu,” kata Naura.</p>



<p>Bagi Lumajang, ini bukan akhir, tapi titik mula dari cara baru mempromosikan budaya tidak lagi hanya lewat brosur atau pameran tertutup, tetapi melalui pengalaman langsung yang menggugah rasa. Batik Lumajang telah menemukan tempatnya kembali di alam yang melahirkannya, di hati orang-orang yang menyaksikannya dan dinarasi masa depan Lumajang sebagai kabupaten yang tidak hanya kaya akan motif, tetapi juga visi. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223465</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Wisuda Lansia Tangguh Trenggalek, Novita: Mereka Seolah Dihidupkan Kembali Jiwa Mudanya</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-wisuda-lansia-tangguh-trenggalek-novita-mereka-seolah-dihidupkan-kembali-jiwa-mudanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 12:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[dihidupkan]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[mereka]]></category>
		<category><![CDATA[mudanya]]></category>
		<category><![CDATA[novita]]></category>
		<category><![CDATA[seolah]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202000</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, melakukan wisuda terhadap 28 Lansia tangguh Kecamatan Trenggalek. 28 Lansia tersebut, merupakan peserta Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang merupakan salah satu program dari BKKBN untuk mengajak para Lansia menjaga kesehatannya serta berkontribusi aktif untuk lingkungan tempat tinggal dan keluarganya. Sebagai Ketua Tim Penggerek PKK, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, melakukan wisuda terhadap 28 Lansia tangguh Kecamatan Trenggalek. 28 Lansia tersebut, merupakan peserta Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang merupakan salah satu program dari BKKBN untuk mengajak para Lansia menjaga kesehatannya serta berkontribusi aktif untuk lingkungan tempat tinggal dan keluarganya.</p>



<p>Sebagai Ketua Tim Penggerek PKK, Novita menyambut baik program Selantang tersebut karena respon Lansia yang juga positif terhadap program ini. Bahkan, ada salah satu peserta yang merasa seolah dihidupkan kembali jiwa mudanya.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, mereka telah menyelesaikan rangkaian program dari Sekolah Lansia Tangguh. Dan tanggapannya sangat positif,&#8221; katanya, saat dikonfirmasi, Selasa (21/11/2023) tadi.</p>



<p>Istri Bupati Trenggalek ini menilai, para Lansia itu seperti dihidupkan kembali jiwa mudanya. Karena selama mengikuti program tersebut, banyak hal-hal positif yang didapat.</p>



<p>&#8220;Saya juga menyampaikan harapan saya, agar mereka tetap menjadi penggerak masyarakat, utamanya dalam mendidik putra putri generasi penerus bangsa,&#8221; kata Novita.</p>



<p>Masih menurut ibu tiga anak ini, di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek, memiliki sekolah Lansia tangguh. Sehingga, akan ada wisuda sesi-sesi berikutnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sekolah Lansia itu sendiri diadakan secara bulanan, dengan peserta Lansia dari berbagai latar belakang. Mereka kemudian berkumpul untuk saling berbagi pengalaman, belajar dan menginspirasi satu sama lain.</p>



<p>&#8220;Tujuannya tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membangun komunitas yang kuat dan tentunya saling mendukung satu sama lain,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu peserta Sekolah Lansia Tangguh, Sri Muhartini, menyebutkan bahwa program ini sangat bagus dan sangat luar biasa. &#8220;Program ini luar biasa. Dengan program ini, kami sebagai Lansia dapat saling bersilaturahmi, ngobrol-ngobrol, senang senang melupakan masa tua,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Selama mengikuti program tersebut, dirinya mengaku bisa mendapatkan tambahan imunitas dan terhindar dari pikiran negatif (stres). Karena banyak kegiatan positif yang didapatkan selama mengikuti program Selantang.</p>



<p>&#8220;Program ini dapat menghilangkan stres dan bisa menambah imunitas, juga diajarkan ekonomi kreatif. Ada pemberian bibit buah dan sayur, meskipun belum merasakan hasilnya karena gagal diterjang banjir. Terus ada juga pelatihan membuat jamu dan bisnis ini masih berjalan sampai sekarang. Ini menunjukkan bawa program ini sangat bermanfaat bagi kami,&#8221; papar Sri. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202000</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
