<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sepanjang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sepanjang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2026 15:00:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sepanjang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sepanjang Januari Polresta Malang Kota Ungkap 31 Narkoba dan Amankan 15,8 kg Ganja serta 361 Gram Sabu</title>
		<link>https://memontum.com/sepanjang-januari-polresta-malang-kota-ungkap-31-narkoba-dan-amankan-158-kg-ganja-serta-361-gram-sabu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[amankan]]></category>
		<category><![CDATA[januari]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229887</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Sebanyak 31 kasus Narkotika berhasil diungkap Polresta Malang Kota sepanjang Januari 2026. Dari jumlah kasus itu, sebanyak 36 tersangka berhasil diamankan dengan barang bukti diantaranya 15,8 kilogram ganja, 361 gram sabu, serta 4 butir ekstasi. Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, mengatakan bahwa pengungkapan ini adalah komitmen Polresta Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Sebanyak 31 kasus Narkotika berhasil diungkap Polresta Malang Kota sepanjang Januari 2026. Dari jumlah kasus itu, sebanyak 36 tersangka berhasil diamankan dengan barang bukti diantaranya 15,8 kilogram ganja, 361 gram sabu, serta 4 butir ekstasi.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, mengatakan bahwa pengungkapan ini adalah komitmen Polresta Malang Kota dalam memerangi peredaran gelap Narkotika di Kota Malang. &#8220;Kami mengapresiasi kinerja Satresnarkoba dalam memutus mata rantai peredaran Narkotika di Kota Malang dan daerah sekitarnya,&#8221; ujar Kombes Pol Putu Kholis, saat konferensi pers di Aula Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Jumat (30/01/2026) tadi.</p>



<p>Kombes Pol Putu Kholis menambahkan bahwa ganja, sabu dan ekstasi, termasuk Narkotika golongan I yang sangat berbahaya karena berdampak langsung pada kerusakan fisik, mental, sosial, hingga memicu tindak kriminal lanjutan. “Para tersangka kami jerat dengan UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, serta UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penegakan hukum dilakukan tegas, profesional dan berkeadilan,” jelasnya.</p>



<p>Ditambahkan, ada tiga kasus menonjol dalam pengungkapan kasus Narkotika ini. Pertama, pengungkapan sabu 149 gram, kedua, ganja 1,7 kg dan ketiga, pengungkapan besar ganja lebih dari 13 kg disertai sabu.</p>



<p>&#8220;Ini menunjukkan Kota Malang masih menjadi target jaringan dan kami tidak akan memberi ruang sedikit pun,” tegasnya.</p>



<p>Kasus menonjol pertama, Satrenarkoba Polresta Malang Kota berhasil menangkap AH (21), mahasiswa, kawasan Paserpan, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (03/01/2026). Dia berhasil ditangkap saat berada di Jalan Raya Krajan Timur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Dari penangkapan AH ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti 149 gram sabu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hasil pemeriksaan, AH mengaku berperan sebagai kurir yang diperintah oleh jaringan CS yang saat ini dalam masih dalam pengejaran (DPO). Dirinya bertugas meranjau sabu di sejumlah titik sesuai perintah CS, dengan imbalan sabu gratis dan uang tunai Rp 2 juta.</p>



<p>Kasus kedua menonjol, Satresnarkoba berhasil menangkap AF (32) di kawasan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Saat ditangkap, AF tidak bisa mengelak karena kedapatan ganja seberat 1,7 kg. Rencananya ganja tersebut akan dikemas ulang dalam paket kecil untuk diedarkan sesuai perintah pengedar. Dari aksinya, tersangka dijanjikan upah Rp 500 ribu per kilogram ganja yang berhasil dijual.</p>



<p>Sementara kasus ketiga menonjol, berhasil mengamankan dua tersangka, SPA (45), warga kawasan Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan DC (39), warga Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pengungkapan ini berawal setelah petugas menangkap SPA di kawasan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, pada Kamis (15/01/2026) dini hari.</p>



<p>Dari penangkaoan SPA ini petugas berhasil mengamankan barang bukti ganja dan sabu. Dari hasil pengembangan, petugas berhasil menangkap DC di sebuah rumah kos di kawasan Arjosari. Dari kedua tersangka ini, barang bukti ganja sebanyak 13.3 kg serta sabu 8,46 gram, termasuk temuan tanaman ganja, timbangan digital dan berbagai paket siap edar.</p>



<p>Kombes Putu Kholis akan mengupayakan rehabilitasi warga yang menjadi korban Narkoba, memutus rantai permintaan Narkotika, melalui sinergi dengan BNN Kota Malang, sekaligus meningkatkan program edukatif, terutama dikampung yang dinilai rawan Narkoba.</p>



<p>“Warga Kota Malang ini majemuk, Kami akan tingkatkan kerjasama serta mengajak kampus-kampus untuk kampanye Anti Narkotika dan memutus rantai distribusi Narkoba,&#8221; imbuh Kombes Pol Putu Kholis. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229887</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satpol PP Kota Malang Catat Pergeseran Pelanggaran Perda, Aktivitas PKL Naik sepanjang 2025</title>
		<link>https://memontum.com/satpol-pp-kota-malang-catat-pergeseran-pelanggaran-perda-aktivitas-pkl-naik-sepanjang-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggaran]]></category>
		<category><![CDATA[perda]]></category>
		<category><![CDATA[Pergeseran]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229486</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sepanjang tahun 2025, pola pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) di Kota Malang menunjukkan pergeseran. Jika sebelumnya reklame menjadi pelanggaran yang paling banyak ditindak, kini kasus tersebut justru mengalami penurunan. Sebaliknya, aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah titik baru mulai menjadi perhatian aparat penegak Perda. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sepanjang tahun 2025, pola pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) di Kota Malang menunjukkan pergeseran. Jika sebelumnya reklame menjadi pelanggaran yang paling banyak ditindak, kini kasus tersebut justru mengalami penurunan. Sebaliknya, aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah titik baru mulai menjadi perhatian aparat penegak Perda.</p>



<p>Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Heru Mulyono, mengatakan bahwa pelanggaran Perda terkait PKL meningkat antara 20 hingga 25 persen, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dipicu oleh munculnya lokasi-lokasi baru yang tidak sesuai peruntukan.</p>



<p>&#8220;Termasuk juga muncul lokasi-lokasi baru yang tidak sesuai peruntukan, seperti di Jalan Veteran itu kan menjamur di sana. Kemudian ada juga muncul di sekitar Museum Brawijaya. Kira-kira di angka 20 sampai 25 persen,” kata Heru, Jumat (16/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, menurutnya limpahan PKL dari Pasar Mergan dan Pasar Gadang, juga mulai meluas hingga mendekati persimpangan dan akses menuju jembatan. “Kalau dilihat dari titiknya, ada peningkatan. Lokasi yang sebelumnya tidak ada PKL, sekarang muncul,” tambahnya.</p>



<p>Meski begitu, Heru juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam mematuhi Perda secara umum. Hal itu tercermin dari menurunnya jumlah pelanggaran sepanjang 2025.</p>



<p>“Terima kasih kepada masyarakat Kota Malang. Secara umum pelanggaran Perda mengalami penurunan,” ujarnya.</p>



<p>Penurunan paling signifikan terjadi pada pelanggaran Perda reklame. Banyak pelaku usaha dinilai sudah memahami ketentuan pemasangan reklame, sehingga jumlah pelanggaran hingga kasus yang berlanjut ke sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) ikut menurun. “Pelanggaran reklame sangat turun. Di tipiring pun reklame sekarang jauh berkurang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229486</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Trenggalek Rilis Capaian Penegakan Hukum sepanjang 2025</title>
		<link>https://memontum.com/polres-trenggalek-rilis-capaian-penegakan-hukum-sepanjang-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[capaian]]></category>
		<category><![CDATA[penegakan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229108</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kepolisian Resor Trenggalek menggelar pers release capaian penegakan hukum di tahun 2025, Senin (29/12/2025) tadi. Kegiatan itu, dipimpin langsung Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki. &#8220;Hari ini kami menggelar pers release akhir tahun 2025, sebagai bentuk transparansi kepada publik, khususnya terkait pengungkapan dan penindakan hukum yang dilakukan oleh jajaran Satreskrim, Satresnarkoba, Satlantas, Sat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Kepolisian Resor Trenggalek menggelar pers release capaian penegakan hukum di tahun 2025, Senin (29/12/2025) tadi. Kegiatan itu, dipimpin langsung Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki.</p>



<p>&#8220;Hari ini kami menggelar pers release akhir tahun 2025, sebagai bentuk transparansi kepada publik, khususnya terkait pengungkapan dan penindakan hukum yang dilakukan oleh jajaran Satreskrim, Satresnarkoba, Satlantas, Sat Samapta, serta fungsi kepolisian lainnya di Polres Trenggalek,” kata AKBP Maliki.</p>



<p>Dijelaskan Kapolres, sepanjang tahun 2025, Polres Trenggalek menangani sedikitnya 136 perkara. 115 kasus atau 84,6 persen, diantaranya telah rampung ditangani. Hal ini, merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan Polres Trenggalek dalam hal penegakan hukum dan penanganan perkara pidana.</p>



<p>“Untuk crime total naik 28,3 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang lalu. Demikian juga dengan penyelesaian kasus naik sebanyak 12,7 persen, dari 106 di tahun 2024 menjadi 115,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pada jenis kejahatan konvensional, kata AKBP Maliki, perkara tertinggi adalah pengeroyokan yakni sebanyak 13 kasus disusul kekerasan terhadap anak 13 kasus, penggelapan 11 kasus, penganiayaan 10 kasus, KDRT 8 kasus, Cursa 8 kasus, penipuan 7 kasus, Curat 7 kasus, Curanmor 5 kasus, perjudian 5 kasus serta sejumlah kasus lainnya. Sementara untuk kejahatan transnasional, perjudian online mencapai 10 kasus, ITE 10 kasus, pornografi 2 kasus dan perdagangan orang 1 kasus. Disamping itu, pada tahun 2025 Polres Trenggalek juga berhasil mengungkap kejahatan kekayaan negara yakni illegal logging sebanyak 1 kasus.</p>



<p>“Namun demikian kita masih punya tunggakan perkara sebanyak 21 kasus dan ini masih terus kita proses,&#8221; tegas orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masih kata AKBP Maliki, khusus penanganan perkara Narkoba, Polres Trenggalek menangani sedikitnya 84 kasus dengan tersangka sebanyak 98 orang, naik 28 kasus atau 33,3 persen, dibandingkan tahun 2024 yang lalu. Demikian pula dengan jumlah tersangka, mengalami kenaikan 36,7 persen.</p>



<p>“Dari status tersangka, 76 orang diantaranya merupakan pengedar dan 22 lainnya adalah pemakai,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Polres Trenggalek juga melakukan penindakan hukum tindak pidana ringan (Tipiring) sebanyak 314 kasus. Diantaranya, penjualan Miras 32 kasus, minum ditempat umum 13 Kasus, meminta-minta 253 kasus, menjual/bunyikan petasan 3 kasus, dan sisanya masih tahap proses hukum lebih lanjut.</p>



<p>Pada bidang ke lalu lintasan, sepanjang tahun 2025, Polres Trenggalek telah menindak Tilang sedikitnya 5.150 pelanggar lalu lintas. Angka ini naik 30 persen, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni sebesar 3.600 pelanggar. Sedangkan tindakan berupa teguran sebanyak 34.251 pelanggar, naik 54,8 persen dibanding tahun 2024.</p>



<p>“Kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar 6 persen, dari 595 kali di tahun 2024 menjadi 562 kali di tahun 2025 dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 59 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 802 orang dan kerugian material mencapai Rp 113 juta,&#8221; ujar AKBP Maliki.</p>



<p>Terakhir, Kapolres Trenggalek memberikan pesan-pedan Kamtibmas utamanya jelang malam pergantian tahun agar masyarakat lebih waspada di lingkungan masing-masing atau saat melaksanakan kegiatan di tempat umum. Mengingat angka tindak kriminal seperti pencurian meningkat akhir-akhir ini.</p>



<p>&#8220;Kemudian, karena angka kecelakaan juga masih cukup tinggi meski tahun ini sudah ada penurunan Kami menghimbau agar masyarakat selalu menaati aturan lalu lintas, utamanya tingkatkan kesadaran untuk menggunakan helm,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229108</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sepanjang 2025, Kejari Kota Malang Pulihkan Kerugian Negara Lebih Rp 15 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/sepanjang-2025-kejari-kota-malang-pulihkan-kerugian-negara-lebih-rp-15-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari]]></category>
		<category><![CDATA[kerugian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[pulihkan]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang sepanjang tahun 2025, berhasil memulihkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp 15 miliar. Hal ini, seperti yang dijelaskan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Tri Joko, seusai Penyuluhan Anti Korupsi dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, &#8216;Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat&#8217; di SMA [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang sepanjang tahun 2025, berhasil memulihkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp 15 miliar. Hal ini, seperti yang dijelaskan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Tri Joko, seusai Penyuluhan Anti Korupsi dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, &#8216;Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat&#8217; di SMA Dempo, Kota Malang, Selasa (09/10/2025) tadi.</p>



<p>Diuraikannya, diantara yang berhasil dipulihkan seperti dari Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), berhasil melaksanakan pemulihan kerugian keuangan negara melalui penitipan pembayaran dari para tersangka dan terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi. Total dana yang berhasil dititipkan ke kas negara, mencapai Rp 10,6 miliar.</p>



<p>Jumlah uang tersebut, didapat dari terdakwa Handoko sebesar Rp 3,06 miliar, terdakwa Awan Setiawan sebesar Rp 5,4 miliar dan tersangka Kartika sebesar Rp 2,1 miliar. &#8220;Dengan dilakukannya penitipan pembayaran ini, Bidang Tindak Pidana Khusus menegaskan komitmennya dalam mendukung proses penegakan hukum sekaligus pemulihan kerugian keuangan negara sebagai bagian dari pemberantasan tindak pidana korupsi,&#8221; tegas Tri Joko.</p>



<p>Saat ini, unit Pidsus melakukan penanganan 10 perkara. Diantaranya 5 perkara masih dalam lidik, penyidikan 2 perkara dan penuntutan 3 perkara dugaan tindak pidana korupsi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Pidsus Kejari Kota Malang akan terus melakukan langkah-langkah penanganan sesuai ketentuan hukum dengan tetap mengedepankan profesionalitas, akuntabilitas dan transparansi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sedangkan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kota Malang juga sukses melakukan penyelamatan dan pemulihan keuangan negara. &#8220;Bidang Datun terus menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga kepentingan keuangan negara melalui penanganan perkara perdata serta pendampingan hukum instansi pemerintah dan BUMN/BUMD. Hingga periode berjalan, Bidang Datun mencatat capaian signifikan berupa penyelamatan dan pemulihan keuangan negara dengan total nilai lebih dari Rp 4,8 miliar,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Uang tersebut, ujarnya, diantaranya didapat penyelamatan keuangan negara dari kemenangan gugatan perdata Perum Ampeldento sebesar Rp 750 juta. Kemudian dari hasil dari penagihan piutang BRI melalui mekanisme pendampingan tindakan hukum dan hasil penagihan piutang BPJS, yang berhasil dikembalikan kepada negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan total Rp 4,09 miliar.</p>



<p>&#8220;Capaian di atas menegaskan komitmen Bidang Datun Kejaksaan Negeri Kota Malang dalam meningkatkan kualitas penegakan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Ke depan, Bidang Datun akan terus bersinergi dengan berbagai instansi untuk menjaga dan memulihkan aset negara secara profesional dan berkelanjutan,&#8221; jelasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Baru HIV/AIDS di Kota Malang Capai 300 Sepanjang 2025, Didominasi Usia Produktif</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-baru-hiv-aids-di-kota-malang-capai-300-sepanjang-2025-didominasi-usia-produktif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[didominasi]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228178</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat adanya sekitar 300 kasus baru HIV/AIDS yang baru ditemukan di tahun 2025. Dengan mayoritas penyintas berada pada kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 59 tahun. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa temuan kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang tersebar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat adanya sekitar 300 kasus baru HIV/AIDS yang baru ditemukan di tahun 2025. Dengan mayoritas penyintas berada pada kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 59 tahun.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa temuan kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang tersebar di seluruh puskesmas dan rumah sakit. &#8220;Untuk tahun 2025, penderita baru sekitar 300-an dengan didominasi usia produktif,&#8221; kata Husnul, Jumat (28/11/2025) tadi.</p>



<p>Jika dihitung sejak awal layanan pengobatan dibuka, total kumulatif kasus HIV yang pernah tercatat di Kota Malang mencapai hampir 6.000 orang. Seluruh pasien tersebut, menjalani pengobatan di berbagai fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.</p>



<p>&#8220;Faktor penularan terbesar, berasal dari perubahan gaya hidup, salah satunya pada kelompok laki-laki seks laki-laki (LSL). Sementara penularan dari ibu ke anak tercatat sangat kecil,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Husnul juga mengungkapkan, bahwa sekitar 30 persen pasien yang memanfaatkan layanan HIV di Kota Malang merupakan warga lokal. Sementara, 70 persen, berasal dari luar daerah, termasuk mahasiswa yang tinggal di Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Segmennya beragam, termasuk dari luar kota dan banyak juga dari kalangan mahasiswa,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Untuk menekan angka penularan, Dinkes Kota Malang terus memperkuat layanan pemeriksaan dan konseling melalui Voluntary Counseling and Testing (VCT) di seluruh fasilitas kesehatan. Termasuk memberikan imbauan pada penyintas agar rutin menjalani pengobatan dan mencegah terjadinya transmisi kepada orang lain.</p>



<p>&#8220;VCT itu sebelum diperiksa dilakukan konseling dulu. Kita juga menyediakan layanan Mobile VCT ke beberapa titik yang dikoordinir komunitas. Pengobatannya itu selamanya. Jadi klien harus menjaga agar tidak terjadi penularan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain layanan medis, Dinkes Kota Malang juga rutin melakukan edukasi ke berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pelajar tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi, serta komunitas-komunitas kelompok rentan.</p>



<p>&#8220;Setiap tahun ada edukasi ke adik-adik di sekolah. Di komunitas juga diberikan penyuluhan saat mereka mengakses layanan,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228178</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan HUT RI Ke 80, Warga Gang Bareng Kartini Kota Malang Pasang Bendera sepanjang 80 Meter</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-hut-ri-ke-80-warga-gang-bareng-kartini-kota-malang-pasang-bendera-sepanjang-80-meter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224435</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 80, warga RT05 RW01 Gang Bareng Kartini 3-B, Kecamatan Klojen, Kota Malang, secara swadaya memasang Bendera Merah Putih sepanjang 80 meter. Uniknya, panjang bendera yang dipasang sengaja diselaraskan dengan usia kemerdekaan Indonesia. Realita itu, pun mendapat respon positif. &#8220;Kami surprise dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 80, warga RT05 RW01 Gang Bareng Kartini 3-B, Kecamatan Klojen, Kota Malang, secara swadaya memasang Bendera Merah Putih sepanjang 80 meter. Uniknya, panjang bendera yang dipasang sengaja diselaraskan dengan usia kemerdekaan Indonesia. Realita itu, pun mendapat respon positif.</p>



<p>&#8220;Kami surprise dengan kegiatan ini. Apalagi, ini murni inisiatif warga dan baru pertama kalinya memasang bendera sepanjang ini. Panjang benderanya pun 80 meter, atau pas dengan HUT RI ke-80. Momennya ini sangat tepat,&#8221; kata Lurah Bareng, Wiwaha Krismahenda, Selasa (29/07/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkan, bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya menjadi bentuk penghormatan. Namun, juga dapat menjadi pemicu semangat gotong royong di wilayah lain.</p>



<p>&#8220;Kami akan share kegiatan ini ke warga lain. Apalagi, tanggal 3 Agustus nanti ada kerja bakti serentak se-Kecamatan Klojen. Semoga bisa memacu kreativitas di wilayah lain,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua RT05, Taufan Akbar, menjelaskan bahwa ide membuat bendera sepanjang 80 meter ini sudah dipikirkan sejak tahun lalu. Namun, baru bisa diwujudkan tahun ini, karena waktu pelaksanaan yang lebih memungkinkan.</p>



<p>&#8220;Kebetulan panjang jalan ini juga sekitar 80 meter. Saya ajak warga ikut serta, dari beli kain, menjahit, hingga pemasangan. Kerja bakti dilakukan dua hari. Hari Jumat saya beli kain, lalu hari Minggunya tanggal 27 Juli 2025 kemarin, kita kerja bakti pasang bendera bareng,&#8221; jelas Taufan.</p>



<p>Tidak hanya bendera, warga juga memasang umbul-umbul untuk menambah semarak suasana. Semuanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat RW 01 RT 05 Kelurahan Bareng.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, semuanya antusias. Tidak ada yang keberatan karena ini untuk peringatan kemerdekaan, insyaallah terpasang sepanjang bulan Agustus 2025 ini. Mulai ibu-ibu PKK dan muda-mudi semua ikut gotong royong,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Taufan berharap agar kegiatan seperti itu bisa terus dilakukan. Tidak hanya di bulan kemerdekaan, tetapi juga pada momen-momen lainnya seperti Ramadan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224435</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelaran Porprov Jatim 2025 di Kota Malang Jadi Penyelenggaraan Terbesar Sepanjang Sejarah</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-porprov-jatim-2025-di-kota-malang-jadi-penyelenggaraan-terbesar-sepanjang-sejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyelenggaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223435</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 yang digelar di Kota Malang dan wilayah Malang Raya, tercatat sebagai penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah Porprov. Sebab, jumlah peserta dalam gelaran antar kabupaten dan kota di Jatim, ini mencapai puluhan ribu dan cabang olah raga yang dipertandingkan semakin banyak. Kepala Dinas Kepemudaan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 yang digelar di Kota Malang dan wilayah Malang Raya, tercatat sebagai penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah Porprov. Sebab, jumlah peserta dalam gelaran antar kabupaten dan kota di Jatim, ini mencapai puluhan ribu dan cabang olah raga yang dipertandingkan semakin banyak.</p>



<p>Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyebut bahwa total kontingen dan official yang terlibat mencapai 22.283 orang. Jumlah tersebut, melampaui Porprov sebelumnya yang hanya diikuti sekitar 15 hingga 16 ribu orang.</p>



<p>“Jumlah atlet dari Kota Malang sendiri sebanyak 1.375 orang. Kalau total seluruh kontingen dan official dari semua daerah, ada 22.283 orang. Ini bukan hanya Porprov terbesar di Jawa Timur, tapi juga terbesar di Indonesia,” kata Baihaqi, Sabtu (28/06/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Baihaqi merinci, bahwa jumlah peserta terbanyak berasal dari Kota Surabaya, disusul Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang dan Kabupaten Malang. “Jadi, Porprov ini tidak hanya dilihat dari sisi seremoni pembukaannya yang megah, tapi juga dari skala pertandingannya. Jumlah Cabor, atlet dan officialnya luar biasa,” tambahnya.</p>



<p>Dari sisi Cabang Olah Raga (Cabor), terdapat total 90 disiplin yang dipertandingkan. Terdiri atas 65 cabor induk dan beberapa cabang tambahan, termasuk cabor baru seperti pickleball.</p>



<p>“Beberapa cabor baru ikut menambah jumlah keseluruhan. Jadi, dari sisi penyelenggaraan, ini Porprov paling besar sepanjang sejarah,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223435</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Kediri Lanjutkan Pembangunan Jalan Sepanjang 241 Meter Menuju Kawah Kelud</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-kediri-lanjutkan-pembangunan-jalan-sepanjang-241-meter-menuju-kawah-kelud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2025 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[menuju]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222117</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tahun ini melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud. Hal ini, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama. Dijelaskannya, bahwa pembangunan jalan itu menjadi atensi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, untuk menunjang sektor pariwisata di Gunung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tahun ini melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan menuju kawah Gunung Kelud. Hal ini, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa pembangunan jalan itu menjadi atensi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, untuk menunjang sektor pariwisata di Gunung Kelud. Bahkan tidak hanya memudahkan akses bagi wisatawan, pembangunan jalan itu juga untuk menunjang akses petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang secara rutin melakukan pemantauan.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi atensi Mas Bupati (Mas Dhito-sapaan, red). Pembangunan jalan ini kita gunakan anggaran APBD 2025,&#8221; katanya, Kamis (08/05/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Irwan, pada tahun 2019 lalu, pembangunan jalan akses menuju kawah Gunung Kelud telah dilakukan menggunakan struktur cor beton atau rigid pavement. Hanya saja, sebelum masuk ke terowongan, pekerjaan jalan waktu itu hanya dilakukan pengerasan cement treated base (CTB). Selain waktu pekerjaan yang sudah lama, karena tergerus air saat hujan kondisi jalan tersebut rusak.</p>



<p>&#8220;Jadi yang dulunya jalan masih tanah, kini kita bangun dengan cor,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masih menurut Irwan, pembangunan jalan di puncak gunung itu dipilih menggunakan cor, karena dinilai lebih tahan dibandingkan aspal. Selain ancaman kerusakan jika terjadi erupsi, musim hujan menjadi resiko kerusakan jalan aspal juga lebih besar.</p>



<p>Jalan yang dibangun dengan anggaran Rp 650,139 juta dari APBD 2025 tersebut memiliki panjang 241 meter dan lebar 4 meter. Pekerjaan pembangunan telah dimulai pada 28 Februari 2025 dan diperkirakan selesai sekitar akhir Mei 2025.</p>



<p>&#8220;Untuk kondisi jalan menuju puncak, secara keseluruhan kita lihat kondisi baik (prosentasenya) sekitar 92 persen. Memang ada beberapa bagian lubang-lubang di jalan aspal tapi tidak banyak&#8221; urainya.</p>



<p>Keindahan Pariwisata Gunung Kelud tidak hanya menarik wisatawan domestik, melainkan juga wisatawan asing. Selain akses menuju puncak yang bisa ditempuh dengan kendaraan, salah satu yang menjadi magnet bagi wisatawan tak lain keindahan kawah Kelud.</p>



<p>&#8220;Itu pemandangannya luar biasa, tidak banyak yang seperti itu di Indonesia. Ini kali pertama saya melihat kawah seperti itu, dibandingkan dengan kawah gunung lain ini sangat bagus,&#8221; ucap Gwyn Roberts salah satu wisatawan asal Australia yang ditemui di puncak Kelud. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222117</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diabetes Dominasi Kasus Penyakit Tidak Menular di Kota Malang sepanjang Tahun 2024</title>
		<link>https://memontum.com/diabetes-dominasi-kasus-penyakit-tidak-menular-di-kota-malang-sepanjang-tahun-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling banyak ditemukan di Kota Malang sepanjang tahun 2024 yakni Diabetes Militus (DM), dengan jumlah penderita mencapai 21.222 orang. Berdasarkan laporan surveilans, kasus terbanyak ditemukan pada penderita diabetes tipe II, khususnya pada kelompok usia 60 hingga 69 tahun. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling banyak ditemukan di Kota Malang sepanjang tahun 2024 yakni Diabetes Militus (DM), dengan jumlah penderita mencapai 21.222 orang. Berdasarkan laporan surveilans, kasus terbanyak ditemukan pada penderita diabetes tipe II, khususnya pada kelompok usia 60 hingga 69 tahun.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa penyebab utama DM tipe II itu yakni karena gaya hidup tidak sehat dan terjadi penurunan fungsi metabolik seiring dengan bertambahnya usia. &#8220;Kasus diabetes ini memang cukup banyak. Trennya di tahun 2024, itu ada peningkatan tapi tidak terlalu signifikan,&#8221; kata Husnul, Kamis (09/01/2025) tadi.</p>



<p>Selain diabetes, hipertensi juga menjadi salah satu PTM yang mendominasi kasus kesehatan di Kota Malang. Apalagi, tren kebiasaan nongkrong di kafe semakin marak dinilai menjadi salah satu faktor yang pemicu peningkatan kasus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau pengaruhnya, iya ada. Yang jelas, diabetes dan hipertensi sudah masuk 10 besar penyakit terbanyak di Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Di sisi lain, penyakit yang sering menyerang anak muda di Kota Malang lebih banyak terkait dengan sistem pernapasan, seperti batuk, pilek, flu dan rasa tidak nyaman di tenggorokan. “Penyakit ini biasanya dipicu oleh cuaca, kebiasaan yang kurang baik, dan pola makan yang tidak sehat,” tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Husnul juga mengimbau masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat guna mencegah PTM tersebut. Termasuk, pemberian edukasi serta program pencegahan akan terus digencarkan untuk menekan angka kasus di kemudian hari. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218230</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
