<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sepi, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sepi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jun 2023 12:51:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sepi, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kuliner di Jalur Payung Batu-Pujon Makin Sepi, Pedagang berharap Sentuhan Perhatian Pemkot</title>
		<link>https://memontum.com/kuliner-di-jalur-payung-batu-pujon-makin-sepi-pedagang-berharap-sentuhan-perhatian-pemkot</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[batu-pujon]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[jalur]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makin]]></category>
		<category><![CDATA[payung]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[sentuhan]]></category>
		<category><![CDATA[sepi,]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192189</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pedagang kuliner di Jalur Payung, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, butuh perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Itu karena, wisata kuliner yang dahulunya pernah berjaya tersebut, kini kian sepi dari pembeli. Bahkan, pedagang dibuat harus gigit jari, karena penghasilannya semakin menurun. Salah satu pedagang Wisata Kuliner Payung, Ahmad Yusuf, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pedagang kuliner di Jalur Payung, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, butuh perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Itu karena, wisata kuliner yang dahulunya pernah berjaya tersebut, kini kian sepi dari pembeli. Bahkan, pedagang dibuat harus gigit jari, karena penghasilannya semakin menurun.</p>



<p>Salah satu pedagang Wisata Kuliner Payung, Ahmad Yusuf, mengatakan bahwa paska pandemi, kondisi kuliner Payung seolah tidak ada perubahan. Padahal, dahulunya untuk bisa menikmati wisata kuliner di Payung, pembeli harus mengantre untuk bisa mendapatkan tempat duduk.</p>



<p>&#8220;Sekarang di Kuliner Payung ini sepi sekali pengunjungnya. Saya yang mencoba terus bertahan, sampai tidak tahu lagi harus bagaimana,&#8221; katanya, Jumat (30/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sepinya pengunjung atau pembeli, tambah Yusuf, berdampak kepada sejumlah kios yang ada. Dari total kios yang berkisar sekitar 64 unit, sekarang hanya menyisakan sekitar 25 unit. Itupun, kondisinya juga hampir sama.</p>



<p>&#8220;Karena terus-menerus sepi, membuat beberapa kios juga banyak yang tutup. Dan kalau ini dibiarkan, pastinya akan membuat kawasan kian sepi. Karenanya, butuh perhatian pemerintah terkait atau minimal Pemkot Batu, untuk membantu kondisi ini,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ditanya pendapatan perharinya, Yusuf mengatakan, bahwa saat ini dalam sehari hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 100 ribu. Hasil itu, adalah angka yang lumayan selama beberapa hari terakhir. Sementara, jika dibandingkan dahulu, jelas itu sangat kecil karena untuk tingkatan penjual jagung bakar, itu bisa sampai Rp 500 ribu.</p>



<p>&#8220;Pendapatan yang diperoleh selama ini, itu masih harus dipotong dengan retribusi sebesar Rp 100 ribu perbulan. Karenanya, dengan kondisi sepi ini pastinya berdampak,&#8221; paparnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192189</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisata dan Pembeli Sepi, Pedagang di Pasar Wisata Songgoriti Pilih Tutup Kios</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisata-dan-pembeli-sepi-pedagang-di-pasar-wisata-songgoriti-pilih-tutup-kios</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Kios]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[pilih]]></category>
		<category><![CDATA[sepi,]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<category><![CDATA[tutup]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192174</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dari sekitar 150 kios yang ada di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, saat ini ada sekitar 25 kios yang bertahan. Ini disebabkan, karena kondisi Pasar Songgoriti yang menjadi topangan banyaknya kios di kawasan itu, sepi pengunjung. Ketua Paguyuban Pasar Wisata Songgoriti, Sugeng Wibowo, mengatakan bahwa kondisi sepi yang dialami di Pasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dari sekitar 150 kios yang ada di Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu, saat ini ada sekitar 25 kios yang bertahan. Ini disebabkan, karena kondisi Pasar Songgoriti yang menjadi topangan banyaknya kios di kawasan itu, sepi pengunjung.</p>



<p>Ketua Paguyuban Pasar Wisata Songgoriti, Sugeng Wibowo, mengatakan bahwa kondisi sepi yang dialami di Pasar Songgoriti, sebenarnya terjadi sejak pandemi Covid-19 yang lalu. Sementara imbasnya, adalah ke menurunnya kunjungan dan pendapatan di kios.</p>



<p>&#8220;Kalau dihitung, kios yang ada di Pasar Songgoriti ini total berjumlah 150 unit. Sementara sekarang, hanya tinggal sekitar 25 unit, yang masih bertahan,&#8221; terangnya di Songgoriti, Jumat (30/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, seperti saat liburan seperti sekarang, itu minim sekali pengunjung wisata yang datang ke area pasar. Karenanya, banyak kios yang memilih tutup. &#8220;Pilihan mereka untuk tutup, itu mungkin karena dari pada merugi. Karena, kondisi pasar masih sepi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Keberadaan Pasar Songgoriti sendiri, ujar Sugeng, sekarang memang jauh tertinggal dengan pasar lain. Terutama, mengenai pernak pernik kebutuhan wisatawan. Mulai aneka kerajinan, souvenir hingga toko khas oleh-oleh yang menjual makanan.</p>



<p>Mensikapi kondisi itu, dirinya berharap, agar ada inovasi dari pengelola pasar. Baik itu dalam bentuk even atau acara. Sehingga, bisa menjadi motivasi pedagang untuk kembali bergairah. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192174</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
