<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>septic tank &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/septic-tank/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Oct 2018 11:14:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>septic tank &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>4 Hari Hilang, Warga Pagak Masuk Septic Tank</title>
		<link>https://memontum.com/4-hari-hilang-warga-pagak-masuk-septic-tank</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Oct 2018 11:14:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Pagak]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pagak]]></category>
		<category><![CDATA[septic tank]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/59040-4-hari-hilang-warga-pagak-masuk-septic-tank</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Empat hari tak pulang ke rumah, seorang istri ditemukan suaminya dalam septic tank. Naas dialami Endang (50) warga Dusun Dempok RT13/RW02, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Sapari (60) suami korban awalnya tidak curiga atas ketidakpulangan sang istri pada Senin (1/10/2018) lalu. Selasa (2/10/2018) siang, ia pulang ke rumahnya. Namun ia tak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Empat hari tak pulang ke rumah, seorang istri ditemukan suaminya dalam septic tank. Naas dialami Endang (50) warga Dusun Dempok RT13/RW02, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. </p>
<p>Sapari (60) suami korban awalnya tidak curiga atas ketidakpulangan sang istri pada Senin (1/10/2018) lalu. Selasa (2/10/2018) siang, ia pulang ke rumahnya. Namun ia tak menemui sang istri. Ditunggu sampai tengah malam, korban tak juga pulang. </p>
<p>Jumat (5/10/2018) atau 4 hari sekitar pukul 17.00, Sapari curiga pada kayu yang terletak di atas pohin waru belakang rumah. Ia melihat pula septic tank milik tetangga yang berlubang. </p>
<p>Terkejut dan langsung berteriak Sapari saat melihat sosok tubuh berpakaian mirip istrinya. Warga tetangga sekitar berdatangan. Dusun setempat pun geger. </p>
<p>Anggota Polsek Pagak segera turun ke lokasi kejadian. &#8220;Kita laksanakan penyelidikan dan periksa saksi-saksi,&#8221; ungkap Kapolsek Pagak, AKP Harnoko, Sabtu dini hari. </p>
<p>Informasi lain didapat, sandal korban ditemukan dalam septi tank. Kedalamannya 7 meteran. Anehnya, septi tank ini terbangun tanpa adanya rangka besi. </p>
<p>Sekitar pukul 23.30, anggota BPBD dan PMI Kabupaten Malang turun mengevakuasi korban. Guna pemeriksaan detil, hadir pula anggota Inafis Forensik Polres Malang. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">59040</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ambil Jemuran, Ibu Rumah Tangga Terperosok ke Dalam Sapiteng</title>
		<link>https://memontum.com/ambil-jemuran-ibu-rumah-tangga-terperosok-ke-dalam-sapiteng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2018 14:23:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[septic tank]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/18604-ambil-jemuran-ibu-rumah-tangga-terperosok-ke-dalam-sapiteng</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8212; Saat beres-beres jemuran di belakang rumah, Eny Sukarti (33) warga Jalan Jati Gang 4, No 5, RT 04 RW 12 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo Kota Blitar terperosok ke dalam lubang sapiteng (septic tank), Selasa (9/1/2018). Informasi yang dihimpun dari warga sekitar, kejadian tersebut bermula ketika Eny Sukarti saat itu akan megambil cucian yang dijemur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8212; Saat beres-beres jemuran di belakang rumah, Eny Sukarti (33) warga Jalan Jati Gang 4, No 5, RT 04 RW 12 Kelurahan/Kecamatan Sukorejo Kota Blitar terperosok ke dalam lubang sapiteng (septic tank), Selasa (9/1/2018). </p>
<p>Informasi yang dihimpun dari warga sekitar, kejadian tersebut bermula ketika Eny Sukarti saat itu akan megambil cucian yang dijemur di bagian belakang rumahnya. Namun tanpa disadari, dia menginjak penutup sapiteng dan tiba-tiba penutup sapiteng tersebut patah/ambles, sehingga korban terperosok ke dalam sapiteng se dalam sekitar 5 meter.</p>
<p>Melihat kejadian tersebut, anak koban yang berada di sekitar tempat kejadian, berteriak memanggil ayahnya. Mendengar teriakan anaknya, Sudarmanto, suami Eny langsung minta tolong para tetangga dengan cara menurunkan tangga ke dalam sapiteng. Dengan dibantu warga sekitar, akhirnya korban bisa diangkat dari lubang sapiteng tersebut. Beruntung korban tida sampai patah tulang, namun hanya luka lecet-lecet pada wajah dan tangan.</p>
<p>Menurut Kapolsek Sukorejo, Kompol Agus Fauzi, kejadian tersebut murni musibah. Korban tidak mengalami luka serius, hanya mengalami luka lecet-lecet pada wajah dan tangan. Setelah dibersihkan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di ruang UGD.</p>
<p>&#8220;Akibat kejadian ini, korban tidak sampai patah tulang, namun hanya luka lecet-lecet. Meski demikian, kami masih menunggu hasil scan dari rumah sakit untuk mengetahui kondisi korban&#8221;, kata Kompol Agus Fauzi. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18604</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
