<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>serang, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/serang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jan 2026 11:49:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>serang, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Serang Wilayah Kota Malang, Pohon Tumbang Dilaporkan Terjadi di Lima Titik</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-serang-wilayah-kota-malang-pohon-tumbang-dilaporkan-terjadi-di-lima-titik</link>
					<comments>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-serang-wilayah-kota-malang-pohon-tumbang-dilaporkan-terjadi-di-lima-titik#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[serang,]]></category>
		<category><![CDATA[terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Cuaca ekstrem yang melanda Kota Malang dan Malang Raya hingga akhir Januari 2026, mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Kondisi cuaca yang tidak menentu, atau ditandai dengan angin kencang disertai hujan atau reda, dinilai tetap berpotensi membahayakan keselamatan warga. Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengimbau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Cuaca ekstrem yang melanda Kota Malang dan Malang Raya hingga akhir Januari 2026, mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Kondisi cuaca yang tidak menentu, atau ditandai dengan angin kencang disertai hujan atau reda, dinilai tetap berpotensi membahayakan keselamatan warga.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hendak beraktivitas di luar rumah. Dirinya meminta, agar warga rutin memantau informasi prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).</p>



<p>“Kami harapkan masyarakat selalu melihat rilis BMKG sebelum beraktivitas. Kalau memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya menunda keluar rumah,” ujar Prayitno, Sabtu (24/01/2026) tadi.</p>



<p>Selain itu, Prayitno juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing. Beberapa potensi bahaya yang perlu diantisipasi antara lain pohon rawan tumbang, baliho, hingga atap seng yang mudah terlepas saat diterpa angin kencang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Imbauan ini kami berikan, juga menyusul terjadinya lima kasus pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Malang akibat angin kencang pada hari ini, Sabtu (24/01/2026). Yakni di Jalan Jakarta–Simpang Ijen, Jalan Langsep, Janti, Jalan Sumbersari dan Karangbesuki,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dari lima lokasi tersebut, Jalan Simpang Ijen menjadi titik paling signifikan. Sebuah pohon dengan diameter sekitar 30 sentimeter tumbang dan menimpa kabel serta pagar rumah warga hingga menutup akses jalan.</p>



<p>“Ada lima lokasi terdampak. Yang paling signifikan di Jalan Simpang Ijen karena pohon menimpa kabel dan pagar warga sampai menutup jalan,” katanya.</p>



<p>Prayitno memastikan, BPBD telah menyiagakan personel dan relawan guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem. Koordinasi juga dilakukan dengan seluruh camat di Kota Malang.</p>



<p>“Kami sudah berkoordinasi agar kelurahan tangguh dan relawan siaga di wilayah masing-masing. Sistemnya standby on call, jadi bisa langsung bergerak jika ada kejadian,” imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-serang-wilayah-kota-malang-pohon-tumbang-dilaporkan-terjadi-di-lima-titik/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Zakat dan Kesejahteraan Rakyat Jadi Bahasan Pemkot Serang saat Kunker ke Pemkot Malang</title>
		<link>https://memontum.com/zakat-dan-kesejahteraan-rakyat-jadi-bahasan-pemkot-serang-saat-kunker-ke-pemkot-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bahasan]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[kunker]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[serang,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226518</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang menerima Kunjungan Kerja (Kunker) dari Pemerintah Kota Serang, Provinsi Banten, di Gazebo Balai Kota Malang, Senin (06/10/2025) tadi. Kunjungan itu, diterima langsung oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin. Dalam Kunker itu, berbagai hal yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang menerima Kunjungan Kerja (Kunker) dari Pemerintah Kota Serang, Provinsi Banten, di Gazebo Balai Kota Malang, Senin (06/10/2025) tadi. Kunjungan itu, diterima langsung oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin.</p>



<p>Dalam Kunker itu, berbagai hal yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dilakukan pembahasan. Mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengelolaan zakat hingga hibah.</p>



<p>&#8220;Hari ini kunjungan dari Mas Wakil Wali Kota Serang dan menjadi ajang saling belajar, saling mengisi bagaimana sistem di masing-masing pemerintahan Kota Malang dan Serang. Ini juga bagian dari silaturahmi mempererat hubungan antar daerah yang penting untuk terus dijaga,” ujar Wawali Kota Ali.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Malang, Achmad Sholeh, menjelaskan bahwa Pemkot Serang ingin belajar terkait tata kelola hibah, legalitas wakaf di seluruh rumah ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan. Kemudian, upaya Pemkot Malang dalam memfasilitasi jamaah haji setiap tahun.</p>



<p>“Alhamdulillah, beberapa tahun terakhir pengelolaan hibah di Kota Malang tidak pernah bermasalah. Kami jelaskan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan semuanya kami dampingi agar tidak terjadi kesalahan administratif. Selain itu, setiap kegiatan harus benar-benar terwujud sesuai pengajuan,” jelas Sholeh.</p>



<p>Lebih lanjut Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengatakan bahwa Kunker di Kota Malang ini yang kedua kalinya dilakukan. Setelah sebelumnya fokus mempelajari pengelolaan BUMD, kali ini pihaknya menitikberatkan pada tata kelola zakat, wakaf dan hibah.</p>



<p>“Kota Malang ini menjadi role model bagi kami, khususnya dalam hal pengelolaan zakat dan hibah. Kami daerah yang masih berkembang dan ingin memaksimalkan potensi yang ada. Banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari Kota Malang,” imbuh Agis. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226518</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Kota Malang Temukan Lima Kasus Campak Serang Anak-Anak</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kota-malang-temukan-lima-kasus-campak-serang-anak-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[serang,]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225855</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat adanya lima kasus campak di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Kasus tersebut terdeteksi di Kelurahan Bumiayu dan Kelurahan Arjowinangun, pada awal September lalu. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa langkah penanganan langsung dilakukan. Salah satunya dengan imunisasi kejar, untuk melengkapi vaksin yang belum lengkap pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat adanya lima kasus campak di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Kasus tersebut terdeteksi di Kelurahan Bumiayu dan Kelurahan Arjowinangun, pada awal September lalu.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa langkah penanganan langsung dilakukan. Salah satunya dengan imunisasi kejar, untuk melengkapi vaksin yang belum lengkap pada anak-anak di sekitar lokasi kasus.</p>



<p>“Yang kena campak ini kita deteksi vaksinnya bolong di mana, kemudian langsung dilakukan vaksinasi. Jadi di Bumiayu dan Arjowinangun kita kumpulkan keluarga, tokoh agama, serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama melengkapi imunisasi,&#8221; kata Husnul, Rabu (10/09/2025) tadi.</p>



<p>Selain itu, Dinkes juga merencanakan untuk dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yakni vaksinasi campak serentak bagi anak usia 1 hingga 2 tahun. Namun, pelaksanaannya masih menunggu persetujuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kasus campak di Kota Malang hanya lima orang. Sedangkan provinsi memprioritaskan daerah dengan kasus lebih besar, misalnya Pamekasan yang hampir mencapai seribu kasus. Jadi ORI masih menunggu persetujuan, tapi di titik yang ada kasusnya tetap kita lakukan vaksinasi serentak,” jelasnya.</p>



<p>Husnul menambahkan, berdasarkan hasil penelusuran, penularan campak di Kota Malang berawal dari satu keluarga yang tinggal di Bumiayu dan Arjowinangun. Faktor daya tahan tubuh dan mobilitas anak-anak disebut sebagai penyebab utama penyebaran.</p>



<p>“Campak menular lewat saluran pernapasan akibat virus. Selain itu, juga bisa melalui benda-benda yang terkontaminasi. Karena itu, edukasi dan imunisasi kejar jadi langkah utama pencegahan,” ujarnya.</p>



<p>Dari lima kasus yang ditemukan di Kota Malang, seluruhnya dialami anak-anak berusia 3 hingga 5 tahun. Hingga kini, total kasus campak di Kota Malang pada 2025 masih tetap lima dan belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).</p>



<p>&#8220;Yang menentukan KLB dari provinsi. Kalau yang di Pamekasan itu kan ada seribu kasus, sudah masuk KLB kemarin dan dikunjungi Menteri Kesehatan,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225855</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmikan Wisata Kuliner Gladak Serang, Wali Kota Targetkan Jadi Sentra Wisata Baru dan Dongkrak UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-wisata-kuliner-gladak-serang-wali-kota-targetkan-jadi-sentra-wisata-baru-dan-dongkrak-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2024 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[gladak]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[serang,]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205324</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zaenal Abidin, meresmikan Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang di wilayah Wonoasih, Minggu (28/01/2024) tadi. Dengan latar belakang Bundaran dan Air Mancur Gladak Serang, fasilitas publik tersebut diharapkan menjadi sentra wisata baru oleh warga Kota Probolinggo. “Pemerataan pembangunan untuk Kota Probolinggo ini agar tidak terpusat di bagian Utara. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zaenal Abidin, meresmikan Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang di wilayah Wonoasih, Minggu (28/01/2024) tadi. Dengan latar belakang Bundaran dan Air Mancur Gladak Serang, fasilitas publik tersebut diharapkan menjadi sentra wisata baru oleh warga Kota Probolinggo.</p>



<p>“Pemerataan pembangunan untuk Kota Probolinggo ini agar tidak terpusat di bagian Utara. Namun, juga di wilayah tengah seperti ini juga harus dikembangkan dan diisi oleh UMKM-UMKM yang telah terdata. UMKM yang telah terdata oleh DKUP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan, Red) akan diberikan kesempatan lebih besar, karena pemerintah hadir untuk memfasilitasi mereka,” kata Wali Kota Habib Hadi, seraya menambahkan bahwa saat ini jumlah UMKM terdata di Kota Probolinggo sebanyak kurang lebih 20 ribu.</p>



<p>Proyek yang berdiri kokoh dan estetik di sekitar bundaran Gladak Serang itu, lanjutnya, juga telah dilengkapi dengan fasilitas musala, toilet juga instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Semua, terbalut dengan desain interior yang menarik ditambah dengan kursi-kursi kayu lebar dan lampu cantik berdesain unik. Sehingga, cocok bagi warga untuk lokasi foto yang instagram-able.</p>



<p>“Fasilitas ini sudah disediakan oleh Pemkot Probolinggo dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat serta kuliner pun juga banyak. Ini merupakan harapan kami untuk menyediakan tempat yang baik dan nyaman bagi masyarakat, anak-anak dan Lansia agar menikmati kuliner disini. Sehingga, mari bersama-sama jaga dan rawat fasilitas ini. Karena peran pemerintah membuatkan wadah tersebut dan untuk menjaga serta merawat adalah kewajiban kita semua,” papar Wali Kota Habib Hadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rencananya, lanjutnya, pada tahun ini area tersebut akan diperpanjang hingga kawasan Ruang Terbuka Hijau Maramis. Sehingga, berjajar dengan area foodcourt di sampingnya.</p>



<p>Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, mengatakan bahwa meskipun sempat terjadi putus kontrak di tahun 2020, namun pemerintah kembali melanjutkan penganggaran dan pembangunannya. “Kawasan Gladak Serang ini menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru, yang lokasinya ada di tengah. Sebagai salah satu titik penggerak ekonomi lokal, didalamnya sudah dilengkapi dengan air mancur. Nantinya juga akan ada jalan tembus ke Maramis dan tahun 2024 ini insyaallah sudah selesai. Kami juga akan ada pengadaan untuk booth dan meja kursi untuk para penikmat kuliner,” jelasnya.</p>



<p>Sebagai informasi, proyek senilai Rp 4,6 miliar ini dibangun di atas Sungai Gladak Serang, yang ditutup dengan beton pracetak atau box culvert. Di bagian atas, diberikan penguatan dan dilapisi lantai yang menarik. Pemerintah melalui DPUPRPKP juga tetap memastikan aliran air sungai tidak terganggu. <strong>(kom/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205324</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
