<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>serangan hama &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/serangan-hama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Jan 2021 16:36:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>serangan hama &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Gagal Panen, DTPHP Situbondo Lakukan Gerakan Basmi Wereng</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-gagal-panen-dtphp-situbondo-lakukan-gerakan-basmi-wereng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2021 16:36:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Gagal Panen]]></category>
		<category><![CDATA[Penyemprotan]]></category>
		<category><![CDATA[serangan hama]]></category>
		<category><![CDATA[wereng coklat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133406</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Situbondo, mengadakan gerakan membasmi hama wereng dengan penyemprotan menggunakan insektisida. Kepala DTPHP Kabupaten Situbondo, Ir Sentot Sugiono M Si, pada kesempatan tersebut mengatakan, wereng coklat merupakan salah satu hama utama tanaman padi. Hama ini telah populer di kalangan petani sejak tahun 1970-an. &#8220;Wereng coklat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Situbondo, mengadakan gerakan membasmi hama wereng dengan penyemprotan menggunakan insektisida.</p>



<p>Kepala DTPHP Kabupaten Situbondo, Ir Sentot Sugiono M Si, pada kesempatan tersebut mengatakan, wereng coklat merupakan salah satu hama utama tanaman padi. Hama ini telah populer di kalangan petani sejak tahun 1970-an.</p>



<p>&#8220;Wereng coklat merupakan hama global. Kerusakan akibat serangan hama ini cukup luas dan hampir terjadi pada setiap musim tanam. Secara langsung wereng coklat akan menghisap cairan sel tanaman padi, sehingga tanaman menjadi puso, tidak ada hasilnya alias kering dan akhirnya mati,&#8221; ujar Sentot Sugiono saat dikonfirmasi memontum.com, Kamis (28/01) siang.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/132791-jadikan-situbondo-pusat-budidaya-sorgum-pemkab-gandeng-pt-sorgum-koltim-sejahtera" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/132791-jadikan-situbondo-pusat-budidaya-sorgum-pemkab-gandeng-pt-sorgum-koltim-sejahtera" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga: Jadikan Situbondo Pusat Budidaya Sorgum, Pemkab Gandeng PT Sorgum Koltim Sejahtera</a></strong></p>



<p>Ditegaskan Sentot, kalau dilihat dari atas, tanaman seolah-olah bagus tanaman padinya. Tetapi, padi dirusak dari bawah, karena penuh dengan wereng. Ini yang menjadi kekhawatiran petani mulai dari Kapongan, Poka&#8217;an, Gebangan, Kesambirampak dan juga dapat laporan dari petani Suboh, Mlandingan, Besuki.</p>



<p>Oleh karena itu DTPHP mengadakan gerakan membasmi wereng dengan turun bersama-sama. Di Kabupaten Situbondo ada sekitar 5.000 hektar yang lahannya ditanami padi terus menerus Artinya petani menanam padi secara terus menerus tidak diselingi menanam jagung atau kedelai, maka hama wereng ini akan terus berkembang dengan kondisi ringan sampai sedang,</p>



<p>Salah satu petani, Misyanto (53) membenarkan dengan adanya serangan hama wereng pada tanaman padi miliknya. Kami lantas melaporkan kepada PPL Kecamatan setempat, untuk segera bisa ditangani supaya tidak meyebar. Walaupun tingkat serangan cukup rendah ada 2 hektar lahan terserang hama, tapi bila tidak segera ditangani sejak dini, maka akan terjadi kegagalan panen. Kami juga mulai menanam tanaman Refugia di sekitar lahan sawah supaya dapat mengurangi serangan hama wereng.</p>



<p>&#8220;Kami mengucapkan banyak terima kasih dengan Pemkab Situbondo, melalui DTPHP Kabupaten Situbondo sudah membantu menanggulangi dampak hama Wereng, semoga cukup sampai disini saja, supaya kami bisa menikmati hasil panen padi,&#8221; imbuh Misyanto.<strong> (her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133406</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jutaan Ulat Bulu, Serang Lahan Tambak  Warga Ujung Pangkah</title>
		<link>https://memontum.com/jutaan-ulat-bulu-serang-lahan-tambak-warga-ujung-pangkah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2018 14:33:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[serangan hama]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Pangkah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=37378</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8212; Ratusan hektar tanaman mangrove di area tambak Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik mati akibat diserang jutaan hama ulat bulu. Selain membuat mati tanaman mangrove, tambak milik warga juga ikut terkena imbasnya,sebab kotoran jutaan ulat bulu tersebut ikut mencemari tambak yang berakibat air tambak berubah jadi hitam pekat serta ternak ikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik </strong>&#8212; Ratusan hektar tanaman mangrove di area tambak Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik mati akibat diserang jutaan hama ulat bulu. Selain membuat mati tanaman mangrove, tambak milik warga juga ikut terkena imbasnya,sebab kotoran jutaan ulat bulu tersebut ikut mencemari tambak yang berakibat air tambak berubah jadi hitam pekat serta ternak ikan milik warga mati mendadak.</p>
<p>             Jutaan Ulat Bulu yang menempel di daun hingga ranting pohon mangrove ini sudah menyerang sejak 2 minggu yang lalu. Petani tambak hanya bisa pasrah dan untuk meminimalisir agar ulat bulu tidak menyerang ke pemukiman,  warga berupaya menghalangi dengan membakar ranting dan daun pohon mangrove yang sudah mati terkena hama ulat.&#8221;Airnya berubah jadi kotor, ikannya mati semua, selain itu karena gersang kepiting tidak ada. Ini karena kotoran ulat bercampur di air tambak,&#8221; kata Ainul Humam, petani tambak Desa Pangkahkulon, Selasa (17/4/2018).</p>
<p>            Ainul Humam mengatakan, dari tiga hektare lahan miliknya yang diisi ikan bandeng, hanya separuh ikan yang masih bisa diselamatkan dan di panen. kerugian akibat adanya hama ulat tersebut membuat petani tambak merugi hingga puluhan juta rupiah.&#8221;Rata-rata mengeluh tentang dampak dari adanya ulat ini, air jadi keruh terkena kotoran ulat. Saking banyaknya, hingga air tambak menjadi hitam pekat,&#8221; Ujarnya.</p>
<p>             Sementara itu, Kepala Desa Pangkahkulon, Ahmad Fauron meminta kepada pihak terkait agar segera bertindak dengan adanya musibah ini. Dirinya menjelaskan, musibah hama ulat ini baru pertama kali menyerang lahan tambak warga. &#8220;Kami berharap dinas terkait dapat bertindak. Ini musibah, petambak merugi. Ekosistem juga rusak, pohon mangrove ini kalau sudah dimakan ulat pasti akan mati dan bisa jadi areal petambakan akan longsor terkena abrasi jika mangrove rusak,&#8221; jelasnya.</p>
<p>              Pemerintah Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, mengaku telah mengirimkan surat kepada pihak terkait soal hama ulat. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan. &#8220;Sudah mengirimkan surat. Sudah wadul ke UPT Pertanian Kecamatan Ujungpangkah dan Dinas Perikanan tapi sampai saat ini masih belum ditangani,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">37378</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
