<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>serangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/serangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Dec 2025 16:35:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>serangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hindari Serangan TBC, Ini Saran Dinkes Kabupaten Malang untuk Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/hindari-serangan-tbc-ini-saran-dinkes-kabupaten-malang-untuk-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[hindari]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[serangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228355</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga pola hidup sehat untuk menekan penyebaran Tuberkulosis (TBC). Sebab tercatat sejak Januari hingga Juli 2025, sebanyak 1.698 orang terkena TBC di Kabupaten Malang. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Ivan Drie, melalui Plt Sekretaris Dinas (Sekdin) Kesehatan, Gunawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga pola hidup sehat untuk menekan penyebaran Tuberkulosis (TBC). Sebab tercatat sejak Januari hingga Juli 2025, sebanyak 1.698 orang terkena TBC di Kabupaten Malang.</p>



<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Ivan Drie, melalui Plt Sekretaris Dinas (Sekdin) Kesehatan, Gunawan Djoko Untoro, mengatakan bahwa, TBC ini penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. “Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi bisa juga menyerang organ lain,” ujarnya Senin (04/08/2025).</p>



<p>Penderita TBC harus cepat mendapat pengobatan. Sebab jika penderita TBC tidak diobati akan berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain. Sebab, satu orang penderita TBC, dapat menularkan pada 10 orang dalam waktu satu tahun.</p>



<p>Kabupaten Malang, merupakan salah satu kabupaten prioritas dalam Program Penanggulangan Tuberkulosis di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Karena, sejak tahun 2022 ditemukan kasus TBC, hingga 2024, terus terjadi peningkatan. Dari Januari hingga Juli 2025, di Kabupaten Malang saja, jumlah penderita TBC baru yang ditemukan dan mendapatkan pengobatan sebanyak 1.698 kasus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dinkes Kabupaten Malang mengimbau masyarakat perlu mengenal tanda-tanda dan gejala TBC. Diantaranya yaitu batuk, demam hilang timbul tanpa sebab, berat badan (bb) turun, hilangnya nafsu makan, badan lemas atau lesu, berkeringat di malam hari tanpa kegiatan, sesak napas dan nyeri dada. “Selain itu, ada perbesaran kelenjar getah bening di leher atau ketiak,” jelasnya.</p>



<p>Jika ditemukan satu atau lebih tanda tersebut, masyarakat tidak perlu resah dan takut. Dihimbau segera berkunjung ke fasilitas kesehatan agar dapat dilakukan anamnesa lebih lanjut oleh dokter. &#8220;Jika terdiagnosis, maka ikuti pengobatan TBC secara lengkap dan teratur. Kemudian terapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti menutup mulut saat batuk dan menjaga ventilasi rumah,” imbaunya.</p>



<p>Pihaknya juga mengimbau untuk membawa anak ke Posyandu atau Puskesmas untuk imunisasi BCG. &#8220;TBC dapat disembuhkan dan dapat diakses secara gratis diseluruh fasilitas kesehatan Kabupaten Malang. Mari bersama kita cegah penularan dan dukung Indonesia bebas TBC,” tambanya. <strong>(mem/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228355</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bawaslu Kota Malang Fokus Antisipasi Serangan Fajar dan Politik Uang di Pilkada 2024</title>
		<link>https://memontum.com/bawaslu-kota-malang-fokus-antisipasi-serangan-fajar-dan-politik-uang-di-pilkada-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2024 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bawaslu]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[serangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216854</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang terus memperketat pengawasan terhadap potensi pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Salah satu fokus utama, adalah mencegah praktik serangan fajar dan money politics (politik uang, red) yang berpotensi terjadi. Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kota Malang, Hamdan Akbar Safara, menegaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang terus memperketat pengawasan terhadap potensi pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Salah satu fokus utama, adalah mencegah praktik serangan fajar dan money politics (politik uang, red) yang berpotensi terjadi.</p>



<p>Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kota Malang, Hamdan Akbar Safara, menegaskan bahwa potensi pelanggaran itu telah menjadi bagian dari peta kerawanan Pilkada. Apalagi itu bisa saja terjadi bukan hanya pada masa kampanye saja, melainkan hari tenang hingga hari pemungutan suara.&nbsp;</p>



<p>“Kami sudah mengimbau kepada semua pasangan calon, terutama tim suksesnya, untuk tidak melakukan praktik kampanye ilegal, termasuk serangan fajar dan politik uang. Praktik ini bisa terjadi di semua tahapan Pilkada, bukan hanya saat hari tenang atau hari H saja,” kata Hamdan, Sabtu (23/11/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Hamdan juga menyebut bahwa berdasarkan data kerawanan sebelumnya, Kecamatan Kedungkandang, khususnya di Kelurahan Kotalama, menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan yang relatif tinggi. “Kerawanan ini dilihat secara global, mengacu pada pengalaman Pemilu dan Pilkada sebelumnya,” tambahnya.&nbsp;</p>



<p>Untuk memastikan pengawasan maksimal, Bawaslu Kota Malang telah menyiapkan tim khusus berbasis TPS hingga tingkat RW. Strategi ini dilakukan untuk meminimalisir potensi pelanggaran yang terjadi.</p>



<p>Lebih lanjut, Bawaslu juga mendorong adanya partisipasi masyarakat dalam melaporkan pelanggaran. Dalam hal ini pentingnya dilakukan pengawasan partisipatif, terutama di era digital saat ini.</p>



<p>“Masyarakat saat ini sudah lebih melek teknologi dan media sosial. Oleh karena itu, kami berharap mereka aktif memberikan aduan partisipatif jika menemukan indikasi pelanggaran, baik secara langsung maupun melalui platform digital,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216854</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lawan Serangan Hama Tikus, Pemkab Lumajang Kembali Lakukan Pengendalian OPT dengan Rubuha</title>
		<link>https://memontum.com/lawan-serangan-hama-tikus-pemkab-lumajang-kembali-lakukan-pengendalian-opt-dengan-rubuha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian]]></category>
		<category><![CDATA[rubuha]]></category>
		<category><![CDATA[serangan]]></category>
		<category><![CDATA[tikus,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212747</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali melakukan gerakan massal pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus. Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Lumajang, Matkasan, mengatakan bahwa selama Agustus 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang melaksanakan gerakan massal pengendalian OPT di 15 kecamatan yang terkena dampak serangan tikus. Gerakan massal yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali melakukan gerakan massal pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus.</p>



<p>Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Lumajang, Matkasan, mengatakan bahwa selama Agustus 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang melaksanakan gerakan massal pengendalian OPT di 15 kecamatan yang terkena dampak serangan tikus. Gerakan massal yang dilakukan itu, berupa pemasangan Ramah Burung Hantu (Rubuha), gerakan pengumpanan dan pengemposan asap beracun.</p>



<p>&#8220;Mulai tanggal 8 Agustus ini sampai tanggal 30 Agustus nanti, ada sekitar 15 titik kelompok tani akan dilakukan gerakan massal pengendalian OPT Tikus,&#8221; ujarnya, Kamis (08/08/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa serangan tikus dapat menyebabkan kegagalan panen kalau tidak diantisipasi. Oleh karena itu, perlu gerakan bersama baik oleh pemerintah, POPT, stakeholder dan petani untuk mewaspadai kemunculan tikus dan kompak melakukan segala upaya pengendalian tanpa henti.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tikus bisa terkendali kalau pola tanam serempak, sanitasi lingkungan baik dan pemanfaatan musuh alami predator rumah burung hantu serta ketika ada serangan kita spot stop, dengan gerakan pengendalian berupa krobyokan atau pakai pengemposan asap beracun,&#8221; jelas Matkasan.</p>



<p>Serangan hama tikus sebagaimana dijelaskan Matkasan, disebabkan oleh beberapa hal seperti pola tanam tidak serentak, sanitasi lingkungan mendukung perkembangan OPT Tikus. &#8220;Biasanya karena pematang kotor, banyak tanaman rumput gajah dan topografi bebatuan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa salah satu upaya yang efektif adalah pemanfaatan predator alami tikus yakni burung hantu dalam mengendalikan tikus secara ramah lingkungan. Burung hantu sendiri mampu membunuh hingga 10 ekor tikus dalam semalam. Karena burung hantu tidak dapat membuat sarang sendiri, maka perlu disiapkan Rubuha sebagai tempat singgah maupun berkembang biak.</p>



<p>&#8220;Salah satu yang efektif adalah memanfaatkan predator alami, yakni Burung Hantu. Tetapi, karena burung ini tidak bisa membuat sarangnya sendiri makanya ada gerakan pemasangan rumah burung hantu. Pemanfaatan burung hantu bisa saya katakan efektif, karena mereka aktif malam hari dan satu ekor Burung Hantu mampu makan 1 hingga 3 ekor tikus, yang dibawa pulang atau dibunuh bisa 5 hingga 10 ekor tikus,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212747</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Jombang Gelar Talk Show Pemahaman Perbedaan Serangan dan Henti Jantung</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-jombang-gelar-talk-show-pemahaman-perbedaan-serangan-dan-henti-jantung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2024 05:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[pemahaman]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[serangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210562</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; RSUD Jombang menggelar Talk Show Humas RSUD Menyapa terkait pemahaman perbedaan serangan dan henti jantung dengan nara sumber Dokter Spesialis Jantung RSUD Jombang, dr Ririn Faujiah Sp JP FIHA, Selasa (11/06/2024) tadi. Talk show yang berlangsung di Ruang Humas RSUD Jombang, juga mengupas semua yang terkait penyakit jantung. Dokter Spesialis Jantung RSUD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; RSUD Jombang menggelar Talk Show Humas RSUD Menyapa terkait pemahaman perbedaan serangan dan henti jantung dengan nara sumber Dokter Spesialis Jantung RSUD Jombang, dr Ririn Faujiah Sp JP FIHA, Selasa (11/06/2024) tadi. Talk show yang berlangsung di Ruang Humas RSUD Jombang, juga mengupas semua yang terkait penyakit jantung.</p>



<p>Dokter Spesialis Jantung RSUD Jombang menyampaikan bahwa serangan jantung dan henti jantung merupakan kedua kondisi yang jauh berbeda. Serangan jantung terjadi, akibat sumbatan arteri koronaria sehingga suplai darah ke jantung tidak adekuat. Di sisi lain, henti jantung merupakan gangguan kelistrikan jantung yang menyebabkan jantung berhenti berdetak.</p>



<p>&#8220;Penyakit jantung koroner kebanyakan menyerang kelompok usia di atas 45 tahun. Namun ternyata, tidak jarang juga ditemui penyakit ini kepada penderita di usia 28 tahun,&#8221; ujarnya</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, penyakit jantung merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi jantung sehingga tidak berfungsi dengan normal. Istilah penyakit jantung, juga kerap dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular ini merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia dan sebagian besar karena serangan jantung dan stroke.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Penyebab serangan jantung adalah penyakit jantung koroner, dimana akibat aliran darah yang memasok darah ke jantung terhambat. Sehingga, perlu mendapatkan pemeriksaan sesegera mungkin dan dilakukan penanganan, guna mencegah hal yang tidak diinginkan. Serangan jantung sendiri dapat menyebabkan masalah yang besar, bahkan kematian,” jelasnya.</p>



<p>Serangan jantung sendiri, ujarnya, terjadi karena pembuluh darah koroner yang memberikan suplai darah ke otot jantung tidak bekerja secara efektif. Karenanya, penting untuk mengetahui seperti apa gejala jantung. Gejalanya seperti nyeri dada yang dapat menjalar ke leher dan lengan kiri, napas pendek, nyeri ulu hati, mual dan keingat dingin. Apalagi, serangan jantung pada usia muda kerap kali tak terduga. Orang yang tampaknya sehat-sehat saja, sebelumnya bisa tiba-tiba kolaps akibat masalah jantung.</p>



<p>Dalam talk show tersebut, dr Ririn juga menghimbau kepada masyarakat, jika menemui gejala-gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter. Salah satu tindakan yang sudah dapat dilakukan di RSUD Jombang, yaitu kateterisasi jantung untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit jantung koroner termasuk pemasangan stent atau ring pada pembuluh darah jantung. Prosedur ini, aman dilakukan dan jarang menimbulkan komplikasi.</p>



<p>“Jika merasa ada gejala-gejala tadi, segera datang ke Faskes kesehatan terdekat atau langsung ke rumah sakit. Yakni ke poli jantung untuk berkonsultasi, jalani pola hidup sehat, stop merokok, kontrol tekanan darah dan kolesterol serta kendalikan stres. Pendaftaran poli rawat jalan di RSUD Jombang yaitu Senin hingga Kamis pukul 07.00 sampai 12.30 WIB. Untuk Jumat pukul 07.0 sampai 11.00 WIB,” ungkapnya.</p>



<p>Saat ini, paparnya, RSUD Jombang mempunyai tiga dokter spesialis jantung. Yakni, dr Wahyu Widjanarko Sp JP FIHA, dr Ririn Faujiah Sp JP FIHA dan dr Achmad Shofwan Sp JP FIHA. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210562</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
