<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>serentak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/serentak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 11:22:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>serentak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ikuti Program Kepedulian Lingkungan, Wabup Malang Lakukan Penanaman Mangrove Serentak bersama TNI</title>
		<link>https://memontum.com/ikuti-program-kepedulian-lingkungan-wabup-malang-lakukan-penanaman-mangrove-serentak-bersama-tni</link>
					<comments>https://memontum.com/ikuti-program-kepedulian-lingkungan-wabup-malang-lakukan-penanaman-mangrove-serentak-bersama-tni#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[kepedulian]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232664</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri Kegiatan Penanaman Mangrove Serentak dalam rangka Penguatan Pembinaan Teritorial Tahun Anggaran 2026, di Pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, Senin (25/05/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan ini, adalah program kepedulian lingkungan yang diinisiasi oleh TNI Angkatan Darat bersama komponen masyarakat dan pemerintah daerah. Dalam momen itu, Wabup Lathifah menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri Kegiatan Penanaman Mangrove Serentak dalam rangka Penguatan Pembinaan Teritorial Tahun Anggaran 2026, di Pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, Senin (25/05/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan ini, adalah program kepedulian lingkungan yang diinisiasi oleh TNI Angkatan Darat bersama komponen masyarakat dan pemerintah daerah.</p>



<p>Dalam momen itu, Wabup Lathifah menyampaikan ucapan terima kasih dan mengapresiasi acara nasional yang mengusung tema &#8216;TNI AD Peduli Lingkungan, Mangrove Tumbuh Negeri Tangguh&#8217;. Tujuan utama dari kegiatan ini, yaitu melaksanakan rehabilitasi kawasan pesisir, mencegah abrasi atau erosi pantai, menyerap emisi karbon, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Malang mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0818 Malang Batu. Mudah-mudahan dengan kegiatan penanaman bibit tanaman Mangrove ini, akan semakin menghijaukan Kabupaten Malang. Mungkin dalam waktu dekat, juga akan dilakukan sosialisasi karbon trading di Kabupaten Malang. Dengan penanaman Mangrove ini, menjadi salah satu aset yang kita miliki di karbon trading nanti. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat di sekitar Pantai Ngliyep,&#8221; kata Wabup Malang.</p>



<p>Komandan Kodim (Dandim) 0818/Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, dalam kesempatan itu menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini melibatkan personel TNI (Kodim, Koramil), Polri, pemerintah daerah, pelajar dan masyarakat. Sementara pelaksanaan penanaman Mangrove, dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah pesisir Indonesia.</p>



<p>&#8220;Pagi ini, saya Dandim 0818 Malang Batu bersama ibu Wakil Bupati Malang, Wakapolres Malang dan Komandan Satuan Radar (Satrad) 221 Ngliyep melaksanakan penanaman Mangrove secara serentak di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Malang sendiri, kami melakukan penanaman mangrove sebanyak 500 bibit yang dilaksanakan di area Pantai Ngliyep, berada di wilayah Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang,&#8221; terang Dandim 0818, seusai pelaksanaan penanaman Mangrove. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/ikuti-program-kepedulian-lingkungan-wabup-malang-lakukan-penanaman-mangrove-serentak-bersama-tni/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Ipuk Lakukan Percepatan Gerakan Tanam Padi serentak di Seluruh Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-ipuk-lakukan-percepatan-gerakan-tanam-padi-serentak-di-seluruh-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[percepatan]]></category>
		<category><![CDATA[seluruh]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231950</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah melakukan percepatan tanam padi di seluruh wilayah dengan gerakan tanam serentak. Tujuannya, untuk antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini. Diuraikan Bupati Ipuk, gerakan tanam serentak ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pertanian, yang digelar serentak di Jawa Timur, Kamis (23/04/2026) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah melakukan percepatan tanam padi di seluruh wilayah dengan gerakan tanam serentak. Tujuannya, untuk antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini.</p>



<p>Diuraikan Bupati Ipuk, gerakan tanam serentak ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pertanian, yang digelar serentak di Jawa Timur, Kamis (23/04/2026) kemarin. &#8220;Ini salah satu antisipasi menghadapi musim kemarau panjang. Yaitu, melakukan percepatan musim tanam sebelum puncak kemarau panjang,&#8221; kata Bupati Ipuk, Jumat (24/04/2026) tadi.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menambahkan bahwa di Banyuwangi, aksi tanam padi bersama dipusatkan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Gunung Saprojo, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, dengan luasan 2,5 hektare. &#8220;Secara keseluruhan, luas penanaman serentak di wilayah Kabupaten Banyuwangi pada periode ini, mencapai 672 hektare,&#8221; ujar Danang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Upaya ini dilakukan, untuk mendukung percepatan target Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur, yang saat ini tercatat berada di angka 46,16 persen atau setara dengan 173.320 hektare. Danang juga menegaskan, percepatan tanam dilakukan dengan memanfaatkan sisa musim hujan yang diprediksi masih berlangsung hingga akhir April.</p>



<p>&#8220;Kami telah mengirimkan surat edaran kepada para kelompok tani, agar mempercepat masa tanam. Sebab, ketersediaan air saat ini masih mencukupi untuk mendukung pertumbuhan awal padi sebelum debit air menyusut akibat kemarau,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Imbauan itu, merespons rilis prediksi musim kemarau 2026 dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Surat Menteri Pertanian RI Nomor B-73/TI.050/M/03/2026 dalam rangka mengantisipasi dampak musim kemarau. &#8220;Kami mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pertanaman (standing crops) dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah,&#8221; kata Danang. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Tanam Serentak, Pemkot Malang Jaga Produktivitas Padi Jelang Kemarau</title>
		<link>https://memontum.com/gerakan-tanam-serentak-pemkot-malang-jaga-produktivitas-padi-jelang-kemarau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231904</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, melakukan penanaman bibit padi di lahan Kelompok Tani (Poktan) Mulyo III, Jalan Raya Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kamis (23/04/2026) tadi. Penanaman itu, menjadi bagian dari Gerakan Percepatan Tanam Serempak seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur, sebagai langkah menjaga produktivitas pertanian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, melakukan penanaman bibit padi di lahan Kelompok Tani (Poktan) Mulyo III, Jalan Raya Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kamis (23/04/2026) tadi. Penanaman itu, menjadi bagian dari Gerakan Percepatan Tanam Serempak seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur, sebagai langkah menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menjelaskan bahwa dari total sekitar 10 hektare lahan sawah di Kelurahan Mulyorejo, penanaman tahap awal dilakukan di lahan seluas 1,1 hektare. “Percepatan tanam ini menandakan bahwa produktivitas padi di Kota Malang harus tetap kita jaga. Lahan sawah yang ada juga harus kita kendalikan agar tidak terus berkurang,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, masa tanam padi hingga panen diperkirakan berlangsung sekitar 112 hingga 115 hari atau kurang lebih empat bulan. Dalam satu tahun, petani dapat melakukan dua kali masa tanam padi. Diharapkan, dengan dilakukan percepatan tanam mampu menjaga stabilitas ketersediaan beras sekaligus menekan fluktuasi harga pangan di masyarakat.</p>



<p>“Kita ingin ketersediaan padi tetap terjaga sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa gerakan tanam dilakukan serentak sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi musim kemarau. “Kita akan menghadapi musim kemarau yang agak panjang, sehingga produktivitas padi harus dipastikan tidak terganggu,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, penanaman serentak di Kota Malang dilaksanakan di empat kecamatan yang masih memiliki lahan pertanian, yakni Sukun, Kedungkandang, Lowokwaru dan Blimbing. Sementara, di Kecamatan Klojen tidak lagi memiliki lahan persawahan.</p>



<p>Lebih lanjut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa percepatan tanam dilakukan saat curah hujan masih tersedia. Sehingga, kebutuhan air tanaman tercukupi.</p>



<p>“Menurut BMKG, sampai akhir April ini Jawa Timur masih mengalami hujan dan kondisi El Nino berada pada kategori sedang. Di Kota Malang sendiri ketersediaan air relatif tercukupi dari aliran sungai,” tutur Slamet.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Malang juga menyalurkan bantuan benih padi varietas Inpari 32 dan Inpari 45 kepada petani. Total bantuan benih yang disalurkan pada tahun anggaran 2026 mencapai 10.000 kilogram atau 10 ton.</p>



<p>“Harapannya petani tidak kesulitan menyediakan benih sehingga bisa langsung melaksanakan usaha tani,” imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231904</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Swasembada Pangan, Bupati Pasuruan bersama Kapolda Jatim Tanam Jagung Serentak</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-swasembada-pangan-bupati-pasuruan-bersama-kapolda-jatim-tanam-jagung-serentak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, bersama Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, serta Forkopimda Kabupaten Pasuruan, bersama-sama melaksanakan Penanaman Jagung Serentak sebagai bagian dari Gerakan Tanam Raya Nasional Kuartal I tahun 2026 yang diprakarsai oleh Polri. Penanaman jagung serentak di Kabupaten Pasuruan, dilaksanakan di Lapangan Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Sabtu (07/03/2026) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, bersama Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, serta Forkopimda Kabupaten Pasuruan, bersama-sama melaksanakan Penanaman Jagung Serentak sebagai bagian dari Gerakan Tanam Raya Nasional Kuartal I tahun 2026 yang diprakarsai oleh Polri. Penanaman jagung serentak di Kabupaten Pasuruan, dilaksanakan di Lapangan Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Sabtu (07/03/2026) tadi.</p>



<p>Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari aksi tanam serentak yang digelar secara nasional dan dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dimana, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memimpin langsung jalannya acara.</p>



<p>Seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia, termasuk Polres Pasuruan, turut berpartisipasi secara serentak sebagai wujud sinergi nasional dalam mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto. Penanaman jagung serentak di Kabupaten Pasuruan, merupakan implementasi nyata dari arahan Kapolri yang menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri harus menjadi motor penggerak program swasembada pangan nasional di tingkat daerah, bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta elemen masyarakat setempat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Hari ini kita melaksanakan tanam raya serentak untuk kuartal pertama. Ini adalah langkah nyata Polri bersama masyarakat dan kementerian terkait untuk memastikan kita mencapai target swasembada pangan yang diminta Bapak Presiden,&#8221; kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam sambutannya di Ogan Ilir, Sumatera Selatan melalui Zoom Meeting.</p>



<p>Program tanam jagung serentak nasional ini, menargetkan penanaman di lahan seluas 1 juta hektare di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari program nasional, para petani juga mendapatkan akses terhadap berbagai kemudahan, diantaranya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank-bank yang tergabung dalam Himbara kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).</p>



<p>Langkah ini, bertujuan agar petani memiliki modal yang cukup untuk membeli bibit unggul, pupuk dan kebutuhan perawatan tanaman tanpa bergantung pada tengkulak. Kegiatan tanam serentak di tingkat nasional sendiri, ditutup dengan penanaman simbolis menggunakan mesin penanam jagung otomatis (corn seeder) oleh Kapolri bersama Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, Direktur Utama Bulog dan Gubernur Sumatera Selatan.</p>



<p>Sementara itu di Lapangan Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Bupati Rusdi Sutejo bersama Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Pasuruan, mengakhiri kegiatan dengan penanaman bibit jagung secara simbolis di atas lahan yang telah disiapkan. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siapkan Generasi Emas, 46 Ahli Gizi dan Dietisien Beri Edukasi Gizi Serentak di 10 Satuan Pendidikan Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/siapkan-generasi-emas-46-ahli-gizi-dan-dietisien-beri-edukasi-gizi-serentak-di-10-satuan-pendidikan-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dietisien]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[satuan]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229630</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebanyak sekitar 46 ahli gizi dan dietisien turun langsung ke sekolah-sekolah melaksanakan edukasi gizi serentak seluruh Indonesia dalam Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 di Kabupaten Lumajang, Rabu (21/01/2026) tadi. Langkah strategis yang dilakukan ini, sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi sejak usia dini. Pelaksanaan edukasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebanyak sekitar 46 ahli gizi dan dietisien turun langsung ke sekolah-sekolah melaksanakan edukasi gizi serentak seluruh Indonesia dalam Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 di Kabupaten Lumajang, Rabu (21/01/2026) tadi. Langkah strategis yang dilakukan ini, sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi sejak usia dini.</p>



<p>Pelaksanaan edukasi sendiri, dilaksanakan serentak di 10 satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Kabupaten Lumajang. Diantaranya, mulai SMPN 1 Kedungjajang, SMP IT Yahtadi, SMPN 1 Yosowilangun, SMAN 1 Tempeh, SMPN 2 Pasirian, SMK Muhammadiyah Lumajang, SMA PGRI Lumajang, SMPN 4 Lumajang, SDN Tompokersan 02 Lumajang, serta SMPN 2 Sukodono. Dalam momen itu, ratusan pelajar menjadi sasaran utama penguatan literasi gizi sebagai fondasi pembentukan generasi sehat dan produktif.</p>



<p>Ketua Panitia HGN Lumajang, Aidah Aulia, menegaskan bila edukasi gizi pada anak usia sekolah merupakan bagian penting dari strategi nasional pencegahan masalah gizi dan peningkatan kualitas kesehatan jangka panjang. “Edukasi ini bukan sekadar penyuluhan, tetapi upaya sistematis menanamkan perilaku makan sehat sejak dini. Anak-anak yang memahami gizi seimbang akan tumbuh lebih sehat, lebih cerdas dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Aidah.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, materi edukasi mencakup konsep gizi seimbang, pentingnya sarapan sehat, konsumsi protein, sayur dan buah, pembatasan gula, garam dan lemak, hingga pencegahan anemia remaja dan stunting. Seluruh materi, dirancang untuk membangun kesadaran bahwa kualitas gizi berbanding lurus dengan kemampuan belajar, daya tahan tubuh, dan perkembangan kecerdasan.</p>



<p>Dalam konteks pembangunan nasional, ujarnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis. Indonesia tengah menyiapkan Generasi Emas 2045, yang ditopang oleh sumber daya manusia unggul. Namun, tantangan masalah gizi seperti stunting, kekurangan zat besi, serta pola konsumsi tidak sehat masih menjadi ancaman serius.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Intervensi paling efektif adalah edukasi sejak usia sekolah. Dari sinilah kita memutus rantai masalah gizi dan menyiapkan generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan unggul secara intelektual,” tegas Aidah.</p>



<p>Edukasi gizi serentak juga menjadi bagian dari gerakan nasional dengan target pemecahan Rekor MURI. Meski demikian, para penyelenggara menekankan bahwa nilai utama kegiatan terletak pada dampak perubahan perilaku, bukan pada pencapaian rekor semata.</p>



<p>Lebih lanjut Aidah menekankan, akan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, satuan pendidikan, orang tua dan pemerintah daerah. Sekolah dinilai sebagai ruang strategis pembentukan kebiasaan hidup sehat karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan.</p>



<p>“Kami berharap anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungannya. Pengetahuan gizi yang baik akan melahirkan keluarga yang lebih sehat dan masyarakat yang lebih kuat,” ujarnya.</p>



<p>Melalui kegiatan ini, Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia dari hulu. Edukasi gizi diposisikan sebagai investasi pembangunan jangka panjang, yang hasilnya akan terlihat pada lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berdaya saing dan mampu membawa Indonesia menuju visi besar Generasi Emas 2045. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229630</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Panen Raya Serentak, SAE L&#8217;Sima Ngajum Sumbang 1 Kuintal Kacang Hijau</title>
		<link>https://memontum.com/panen-raya-serentak-sae-lsima-ngajum-sumbang-1-kuintal-kacang-hijau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kacang]]></category>
		<category><![CDATA[kuintal]]></category>
		<category><![CDATA[l’sima]]></category>
		<category><![CDATA[Ngajum]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[sumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229495</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Petugas Lapas Kelas 1 Malang bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia. Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’Sima Ngajum, petugas Lapas Kelas 1 Malang berhasil memanen 1 kuintal kacang hijau, Kamis (15/01/2026) tadi. Kegiatan panen raya ini, digelar serentak secara nasional dan dilaksanakan secara daring [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Petugas Lapas Kelas 1 Malang bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia. Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’Sima Ngajum, petugas Lapas Kelas 1 Malang berhasil memanen 1 kuintal kacang hijau, Kamis (15/01/2026) tadi.</p>



<p>Kegiatan panen raya ini, digelar serentak secara nasional dan dilaksanakan secara daring berpusat di Lapas Kelas I Cirebon oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Langkah ini, sebagai bentuk komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kemandirian warga binaan.</p>



<p>Di SAE L&#8217;Sima sendiri, panen raya dilaksanakan pada lahan pertanian binaan yang selama ini menjadi bagian dari program unggulan dalam sektor pertanian. Petugas dan warga binaan, berhasil memanen kacang hijau sebanyak 1 kuintal sebagai hasil awal dari lahan yang sedang memasuki masa panen.</p>



<p>Selain itu, panen juga dilanjutkan pada komoditas kacang tanah yang ditanam di atas lahan seluas 1 hektare. Panen kacang tanah tersebut, diperkirakan akan selesai pada tanggal 20 mendatang, dengan estimasi total hasil panen yang dapat mencapai 9 ton.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Capaian ini, menunjukkan keberhasilan pengelolaan lahan pertanian SAE L’SIMA, sekaligus membuktikan bahwa program pembinaan kemandirian mampu menghasilkan output nyata dan bernilai ekonomis. Diketahui, kedua komoditas pertanian tersebut merupakan hasil kerja sama antara Lapas Kelas I Malang dengan pihak ketiga, Prime 4.0, sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan.</p>



<p>Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, turut mengikuti kegiatan panen raya serentak secara daring dari Lapas Banyuwangi, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur serta jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial Pemasyarakatan terhadap sesama. Seluruh hasil panen, baik dalam bentuk bahan pangan maupun hasil pendapatan panen, dikumpulkan ke pusat dan akan disalurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana alam di Sumatra,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya berharap, hasil panen tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan program pembinaan kemandirian warga binaan terus berjalan optimal, berkelanjutan, serta berdampak positif bagi masyarakat luas. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229495</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gubernur Jatim bersama Bupati Jember Buka Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan 2025</title>
		<link>https://memontum.com/gubernur-jatim-bersama-bupati-jember-buka-gerakan-serentak-pelayanan-inseminasi-buatan-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[buatan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[inseminasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228089</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) 2025 di Provinsi Jawa Timur, resmi dipusatkan di City Forest, Kabupaten Jember, Senin (24/11/2025) tadi. Kegiatan akbar ini, dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jember dan jajaran Forkopimda, kepala dinas, para petugas lapangan, asosiasi peternak, pelaku dunia usaha, hingga ratusan peternak dari seluruh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) 2025 di Provinsi Jawa Timur, resmi dipusatkan di City Forest, Kabupaten Jember, Senin (24/11/2025) tadi. Kegiatan akbar ini, dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jember dan jajaran Forkopimda, kepala dinas, para petugas lapangan, asosiasi peternak, pelaku dunia usaha, hingga ratusan peternak dari seluruh kabupaten dan kota.</p>



<p>Berdasarkan laporan panitia, tercatat 865 peserta hadir dari 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Termasuk, sejumlah pelajar yang turut mengambil bagian dalam kegiatan minum susu bersama Gubernur Jatim.</p>



<p>Gubernur Khofifah dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor peternakan kini memasuki babak penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dirinya menyampaikan, bahwa gerakan IB serentak ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi bagian dari strategi besar menyiapkan Jawa Timur sebagai pemasok daging nasional.</p>



<p>Disampaikan Gubernur Khofifah, penguatan sektor peternakan harus dilakukan secara terpadu mulai dari inseminasi buatan, pemeriksaan kebuntingan, hingga vaksinasi. Pada kesempatan ini, vaksinasi ternak juga dilakukan secara serentak sebagai bagian dari langkah pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) dan penguatan kesehatan hewan.</p>



<p>“Kita masih impor daging sekitar 58 persen. Jika semua bergerak bersama peternak, penggemuk, perguruan tinggi, asosiasi dokter hewan, hingga pelaku usaha maka Indonesia bisa mencapai swasembada daging dalam 3 sampai 4 tahun ke depan. Jawa Timur sudah berada pada posisi siap menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.</p>



<p>Gubernur Jatim juga menjelaskan, bahwa hitungan teknis terkait IB menunjukkan prospek besar untuk percepatan produksi sapi potong nasional. Dirinya memberi contoh, sapi jantan hasil IB berusia 2 tahun dengan berat lebih dari 1 ton yang turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Dengan potensi yang kita miliki, Jawa Timur telah memasuki fase kedaulatan pangan. Setelah swasembada beras dan peluang besar swasembada gula tahun depan, swasembada daging adalah target yang sangat mungkin dicapai. Insyaallah, Jawa Timur akan menjadi garda terdepan mendukung program pangan nasional Presiden Prabowo,” ujar Gubernur Jatim.</p>



<p>Kegiatan ini, juga menjadi puncak Gerakan IB Serentak Provinsi Jawa Timur, yang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan yaitu Penerimaan Piagam Rekor MURI untuk kategori inseminasi buatan pada ternak sapi terbanyak dalam kurun waktu satu tahun. Pencapaian ini, didukung oleh 1.417 petugas IB, 7.000 petugas pemeriksa kebuntingan (PKB), serta 58 pengawas dan 95 pengawas obat hewan yang menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan hewan di Jawa Timur.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, ditampilkan pula pedet hasil IB serta sapi jantan hasil IB dengan bobot ekstrem di atas satu ton, sebagai bukti nyata keberhasilan program. Gubernur Jawa Timur juga menyerahkan berbagai bentuk penghargaan dan dukungan. Antara lain penghargaan kepada petugas berprestasi tingkat Jawa Timur, sertifikat bagi perintis izin sanitasi kawasan RPU Sidowungu Gresik, penyerahan simbolis obat-obatan dan vaksin, bantuan pakan ternak, bantuan Alsintan berupa motor roda tiga pengangkut pakan, bantuan kambing bagi HKTI kabupaten dan kota se-Jawa Timur.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Jember sebagai lokasi pusat pelaksanaan Gerakan IB Serentak 2025. Dirinya menegaskan, bahwa target yang dicanangkan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat menjadi dorongan penting bagi Jember untuk terus meningkatkan produktivitas sektor peternakan.</p>



<p>“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, kami menyampaikan terima kasih. Kami berharap masyarakat Jember, terutama petani dan peternak, dapat merasakan peningkatan kesejahteraan dari program ini,&#8221; ujar Bupati Fawait.</p>



<p>Gerakan serentak ini, ujarnya, menjadi momentum kuat untuk menegaskan posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan kontribusi besar terhadap produksi pangan nasional. Dengan dukungan seluruh elemen pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, tenaga kesehatan hewan dan para peternak. Jawa Timur menempatkan diri sebagai lokomotif utama dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228089</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mitigasi Berbasis Vegetasi di Pujon, BNPB Lakukan Penanaman Pohon serentak di Empat DAS</title>
		<link>https://memontum.com/mitigasi-berbasis-vegetasi-di-pujon-bnpb-lakukan-penanaman-pohon-serentak-di-empat-das</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pujon]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[vegetasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227963</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kabupaten Malang &#8211; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar aksi mitigasi berbasis vegetasi dengan melakukan penanaman pohon, di Taman Merak Pujon Rafting, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jumat (21/11/2025) tadi. Gelaran yang berlangsung ini, juga dilakukan serentak di empat Daerah Aliran Sungai (DAS) lain di Pulau Jawa. Yaitu, di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kabupaten Malang</strong> &#8211; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar aksi mitigasi berbasis vegetasi dengan melakukan penanaman pohon, di Taman Merak Pujon Rafting, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jumat (21/11/2025) tadi. Gelaran yang berlangsung ini, juga dilakukan serentak di empat Daerah Aliran Sungai (DAS) lain di Pulau Jawa. Yaitu, di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah.</p>



<p>Plt Inspektur Utama BNPB, Saeful Alam, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian sosialisasi pooling fund dana bencana. Aksi penanaman pohon sendiri, dilakukan bertepat dengan peringatan Hari Pohon Sedunia. Karenanya, ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi langkah awal dari upaya mitigasi yang terencana.</p>



<p>“Hari ini merupakan lanjutan dari rangkaian sosialisasi pooling fund dana bencana. Sehingga terlihat bahwa pooling fund itu diwujudkan dimulai dari proses mitigasi terkait perencanaan. Artinya, program pooling fund benar-benar inovasi yang baik untuk mendapatkan dana dalam rangka penanganan atau penanggulangan bencana di Indonesia saat ini,” kata Saeful.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, yang hadir dan berharap arahan Menko PMK dapat dijalankan oleh masing-masing daerah, khususnya di Jawa Timur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon menjadi langkah penting. Itu karena, banyak kawasan di Jawa Timur yang menurutnya mengalami penurunan tutupan vegetasi.</p>



<p>&#8220;Kita tahu bahwa di wilayah kita sudah gundul ataupun berkurang. Ini adalah upaya kita untuk mengembalikan ekosistem yang ada, agar ke depannya apa yang kita tanam bisa bermanfaat untuk anak cucu kita,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Asisten 2 Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, menyambut baik pelaksanaan kegiatan di wilayahnya. Dirinya menilai, bahwa penanaman vegetasi menjadi langkah penting memperkuat ekosistem menghadapi cuaca ekstrem.</p>



<p>“Harapannya, dengan penanaman ini dalam rangka mitigasi, dapat memperkuat ekosistem yang ada khususnya di Kabupaten Malang,” imbuh Prasetyani. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227963</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Kota Malang Gelar Imunisasi Tambahan serentak di Kelurahan Kotalama</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kota-malang-gelar-imunisasi-tambahan-serentak-di-kelurahan-kotalama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[kotalama]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[tambahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226723</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, menggelar Imunisasi Tambahan Anak Serentak (ITAS) di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (14/10/2025) tadi. Kegiatan itu dilakukan, setelah ditemukan adanya lima kasus positif campak yang menyerang anak-anak di kelurahan tersebut. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, menggelar Imunisasi Tambahan Anak Serentak (ITAS) di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (14/10/2025) tadi. Kegiatan itu dilakukan, setelah ditemukan adanya lima kasus positif campak yang menyerang anak-anak di kelurahan tersebut.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa ITAS tersebut menyasar 2.600 anak berusia 9 bulan hingga 7 tahun. Kotalama dipilih sebagai lokasi pelaksanaan, karena tingginya temuan kasus campak, serta rendahnya capaian imunisasi dalam tiga tahun terakhir.</p>



<p>&#8220;Selama tiga tahun terakhir, capaian imunisasi di Kotalama masih di bawah 80 persen, padahal targetnya 95 persen. Jadi memang direkomendasikan untuk pelaksanaan ITAS,” ujar Meifta, melalui sambungan seluler.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa ITAS sendiri merupakan bagian dari program nasional yang juga dikenal sebagai Outbreak Response Immunization (ORI), namun dengan istilah dalam bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua minggu, sejak 6 hingga 18 Oktober mendatang.</p>



<p>&#8220;Untuk ITAS ini memang hanya di Kelurahan Kotalama saja,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meifta juga menyebut, bahwa peningkatan kasus campak tahun ini juga dipicu oleh faktor pandemi Covid-19. Karena menurutnya, banyak orang tua yang enggan datang ke Posyandu karena takut. Sehingga melewati jadwal imunisasi.</p>



<p>“Akibatnya, jadwal imunisasi banyak yang terlewat sehingga jadinya bolong-bolong. Setelah ini kami juga tetap akan melakukan sweeping dengan mendatangi mereka yang belum terimunisasi. Karena manfaat imunisasi ini bukan hanya bagi anaknya, tapi juga melindungi lintas generasi dan membentuk kekebalan kelompok,” tegas Meifta.</p>



<p>Lebih lanjut, Meifta juga menanggapi adanya sebagian orang tua yang menolak imunisasi karena rasa khawatir, saat anaknya panas. “Itu wajar, tapi panas setelah imunisasi hanya 1 hingga 2 hari dan tidak semua anak mengalaminya. Bahkan bisa diantisipasi dengan obat penurun panas,” ucapnya.</p>



<p>Dengan ITAS ini, Dinkes Kota Malang menargetkan minimal 95 persen anak di Kotalama mendapat imunisasi lengkap agar kekebalan kelompok terbentuk sempurna. Karena, campak adalah penyakit menular yang bisa berbahaya jika tidak dicegah.</p>



<p>&#8220;Kalau sudah kena campak, imunitas tubuhnya bisa hilang, mudah terserang infeksi lain, bahkan bisa menyebabkan radang otak atau paru-paru. Karena itu, imunisasi ini penting agar tidak menimbulkan dampak fatal. Kami berharap seluruh masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini. Anak yang sehat akan semakin kuat dan terlindungi,” imbuh Meifta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226723</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
