<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>serviks &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/serviks/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2026 14:08:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>serviks &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Skrining HPV DNA dan IVA di 16 Puskesmas, Dinkes Kota Malang Temukan 25 Kasus Pra-Kanker Serviks</title>
		<link>https://memontum.com/skrining-hpv-dna-dan-iva-di-16-puskesmas-dinkes-kota-malang-temukan-25-kasus-pra-kanker-serviks</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[prakanker]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232524</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperkuat upaya pencegahan kanker serviks melalui pemeriksaan Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (HPV DNA) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di 16 Puskesmas. Hasil skrining tersebut, menunjukkan sebanyak 25 perempuan dinyatakan positif IVA atau sekitar 4,4 persen dari total peserta yang telah menjalani pemeriksaan. Kepala Dinkes [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperkuat upaya pencegahan kanker serviks melalui pemeriksaan Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (HPV DNA) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di 16 Puskesmas. Hasil skrining tersebut, menunjukkan sebanyak 25 perempuan dinyatakan positif IVA atau sekitar 4,4 persen dari total peserta yang telah menjalani pemeriksaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa hingga 22 April 2026 tercatat ada sebanyak 563 perempuan yang telah terskrining dalam program deteksi dini. “Dari jumlah itu, 25 orang hasil IVA-nya positif. Ada juga 14 peserta yang belum bisa dilakukan IVA karena tidak memenuhi syarat pemeriksaan, misalnya melakukan hubungan suami istri pada malam sebelumnya,” jelas Husnul, Rabu (20/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, sebanyak 113 hasil pemeriksaan atau sekitar 20,1 persen masih menunggu keluarnya hasil lanjutan. Apabila hasil pemeriksaan positif, itu berada pada grade 1 atau tahap awal lesi pra-kanker sehingga dapat langsung ditangani tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau sudah grade 2 atau 3 baru dirujuk ke rumah sakit. Yang sekarang ini masih grade 1 sehingga cukup dilakukan terapi cryo atau cryotherapy serviks di Puskesmas Ciptomulyo, Kedungkandang dan Cisadea,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dijelaskannya, bahwa terapi cryo merupakan tindakan medis untuk menghancurkan jaringan abnormal pada leher rahim. Prosedur diawali dengan pengolesan asam asetat pada serviks untuk melihat munculnya bercak putih sebagai tanda adanya lesi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau muncul bintik putih berarti positif. Lesinya masih kecil, sehingga bisa langsung dilakukan tindakan cryo,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tindakan tersebut, leher rahim dibuka kembali kemudian area lesi disemprot dengan tekanan tinggi guna membekukan jaringan abnormal. Pasien selanjutnya dijadwalkan kontrol ulang setelah tiga minggu untuk memastikan hasil terapi. Apabila masih ditemukan bagian yang belum optimal, tindakan cryo dapat diulang pada titik lesi tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pemulihannya relatif cepat, maksimal tiga hari pasien sudah bisa kembali beraktivitas,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, menurutnya minat masyarakat terhadap program deteksi dini kanker serviks terbilang tinggi. Hingga April lalu, sebanyak 1.800 perempuan telah mendaftarkan diri mengikuti skrining di 16 Puskesmas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Per 19 Mei 2026, jumlah peserta yang telah terskrining meningkat menjadi 722 orang, dengan sebagian hasil pemeriksaan masih menunggu proses analisis laboratorium. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232524</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Tinjau Skrining Kanker Serviks Gratis, Targetkan 2.500 Perempuan Jalani Pemeriksaan</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-tinjau-skrining-kanker-serviks-gratis-targetkan-2-500-perempuan-jalani-pemeriksaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[jalani]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231803</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan skrining kanker serviks metode HPV DNA co-testing IVA, di Puskesmas Kendalkerep, Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (20/04/2026) tadi. Pemeriksaan tersebut, merupakan program rutin tahunan sebagai upaya pencegahan dini kanker serviks bagi perempuan. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan skrining kanker serviks metode HPV DNA co-testing IVA, di Puskesmas Kendalkerep, Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (20/04/2026) tadi. Pemeriksaan tersebut, merupakan program rutin tahunan sebagai upaya pencegahan dini kanker serviks bagi perempuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa kegiatan skrining kanker serviks merupakan bagian dari program nasional pencegahan penyakit tidak menular yang menyasar kaum perempuan di Kota Malang. “Hari ini kita melaksanakan program rutin setiap tahun untuk pencegahan kanker serviks pada ibu-ibu. Ini bagian dari upaya menekan risiko kejadian kanker serviks di masyarakat,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaksanaan pemeriksaan tersebut, dilakukan serentak di 16 Puskesmas yang ada di Kota Malang. Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan temuan awal, pemerintah telah menyiapkan alur penanganan berjenjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau hasilnya grade 1 bisa langsung ditangani di tiga puskesmas yang sudah disiapkan. Tapi kalau grade 2 atau grade 3 akan dirujuk ke rumah sakit umum,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemkot Malang menargetkan sebanyak 2.500 perempuan mengikuti skrining tahun ini. Seluruh layanan diberikan secara gratis karena dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Kami targetkan 2.500 warga dan ini gratis bagi masyarakat,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa program skrining dilakukan selama sepekan secara serentak di seluruh puskesmas. Sebelumnya, sudah ada sebanyak 1.800 peserta yang telah mendaftar untuk menjalani pemeriksaan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tahun 2025 lalu kami memeriksa 2.500 perempuan dan ditemukan 40 hasil positif. Seluruhnya masih grade 1 sehingga bisa ditangani melalui tindakan cryotherapy di Puskesmas Kedungkandang, Ciptomulyo dan Cisadea tanpa perlu rujukan,” tutur Husnul.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut disampaikan, untuk kelompok usia peserta pemeriksaan, rata-rata berada pada rentang 29 hingga 40 tahun sesuai persyaratan pemeriksaan IVA. Berdasarkan data Dinkes, pada tahun lalu tercatat ada sekitar 50 kasus kanker serviks terdeteksi di Kota Malang. Pasien yang terdeteksi akan menjalani pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai tingkat keparahan penyakit. Menurutnya, kanker serviks masih memiliki peluang sembuh apabila ditemukan sejak dini melalui skrining rutin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Faktornya salah satunya infeksi virus, yang berkaitan dengan kebersihan pribadi, sanitasi lingkungan, serta pola hidup,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231803</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Komitmen Tingkatkan Kesehatan Perempuan, Pemkab Malang Percepat Deteksi Dini Kanker Serviks</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-komitmen-tingkatkan-kesehatan-perempuan-pemkab-malang-percepat-deteksi-dini-kanker-serviks</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[percepat]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231574</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan perempuan di Kabupaten Malang. Salah satu yang dilakukan, yakni melalui percepatan deteksi dini kanker leher rahim (kanker serviks). Hal tersebut, terlihat saat Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan perempuan di Kabupaten Malang. Salah satu yang dilakukan, yakni melalui percepatan deteksi dini kanker leher rahim (kanker serviks).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut, terlihat saat Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, hadir dalam kegiatan Advokasi Perluasan Implementasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim yang digelar di Ruang Rapat Panji Pulang Jiwo, Kantor Bupati Malang, Kamis (09/04/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan itu, merupakan bagian dari agenda strategis Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dalam rangka mendukung target eliminasi kanker serviks tahun 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wabup Lathifah menyampaikan, bahwa kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian serius secara global. Penyakit ini, menempati urutan ke empat sebagai penyebab kematian tertinggi pada perempuan di dunia, dengan 604.127 kasus baru dan 341.831 kematian setiap tahunnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam upaya pengendalian kanker leher rahim, diperlukan langkah-langkah strategis yang meliputi promosi dan edukasi, pemberdayaan masyarakat, deteksi dini pada perempuan usia 30 hingga 69 tahun, tatalaksana pengobatan yang tepat, serta rehabilitasi. Fokus utama pengendalian, adalah penemuan kasus sedini mungkin pada kelompok berisiko guna mencegah kasus ditemukan pada stadium lanjut yang penanganannya lebih kompleks,” kata Wabup Lathifah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, bahwa Kabupaten Malang dengan jumlah penduduk lebih dari 2,7 juta jiwa, memiliki sasaran skrining deteksi dini kanker leher rahim pada perempuan usia 30 hingga 69 tahun sebanyak 726.610 orang. Dengan target cakupan, sebesar 70 persen dalam kurun waktu 3 tahun. Namun demikian, capaian skrining pada periode sebelumnya dari total sasaran 720.403 orang, baru mencapai 41.139 orang atau sekitar 5,71 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kegiatan ini, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Malang berharap dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, untuk melakukan deteksi dini secara rutin. Selain itu, diharapkan tercapai target cakupan skrining secara bertahap dan berkelanjutan, terbangunnya sistem pelayanan kesehatan yang responsif, mudah diakses dan berkualitas, serta terwujudnya kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan langkah tersebut, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker leher rahim di Kabupaten Malang dapat ditekan secara signifikan. “Saya berharap kegiatan ini mampu menghasilkan komitmen nyata, langkah strategis, serta rencana tindak lanjut yang dapat segera diimplementasikan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Malang,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa dalam kegiatan ini diperkenalkan metode inovatif self-sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara mandiri oleh perempuan untuk deteksi dini kanker leher rahim. Metode ini dinilai lebih praktis, nyaman dan tetap memiliki tingkat akurasi yang tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam skrining.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami mendukung penuh terhadap implementasi program ini. Dengan kemudahan akses deteksi dini, diharapkan penanganan kanker leher rahim dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga mampu menekan angka kesakitan maupun kematian akibat penyakit tersebut,&#8221; ujarnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231574</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Deteksi Dini Penyakit, DWP Probolinggo Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Papsmear HPV DNA</title>
		<link>https://memontum.com/deteksi-dini-penyakit-dwp-probolinggo-sosialisasi-pencegahan-kanker-serviks-dan-papsmear-hpv-dna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[papsmear]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228813</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Probolinggo menggelar sosialisasi kesehatan dengan tema &#8216;Pencegahan Kanker Serviks dan Deteksi Dini Papsmear HPV DNA&#8217; yang diselenggarakan di Puri Manggala Bhakti, Kantor Pemkot Probolinggo, Rabu (17/12/2025) tadi. Gelaran ini dilakukan, dalam rangkaian momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP dan Hari Ibu ke-97. Ketua DWP [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Probolinggo menggelar sosialisasi kesehatan dengan tema &#8216;Pencegahan Kanker Serviks dan Deteksi Dini Papsmear HPV DNA&#8217; yang diselenggarakan di Puri Manggala Bhakti, Kantor Pemkot Probolinggo, Rabu (17/12/2025) tadi. Gelaran ini dilakukan, dalam rangkaian momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP dan Hari Ibu ke-97.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua DWP Kota Probolinggo, Tri Susilowati Rey Suwigtyo, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DWP dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para anggotanya terhadap pentingnya deteksi dini penyakit berisiko khususnya kanker serviks. “Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia, sehingga kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahannya,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya menjelaskan, bahwa dalam kegiatan tersebut juga dilakukan tindakan pemeriksaan pap smear bagi anggota DWP yang telah mendaftarkan diri dan akan dilaksanakan pada Januari 2026 mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senada dengan itu, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Probolinggo, dr Evariani, menegaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan aspek penting dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, perempuan memiliki peran sentral sebagai istri, ibu, sekaligus pendukung utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">“Dharma Wanita harus memiliki bukti nyata dalam kemanfaatannya. Di usia 26 tahun ini, saya berharap ibu-ibu semua dapat mengkaryakan dirinya untuk terus memiliki keahlian-keahlian baik dari sisi komunikasi, pemberdayaan maupun ilmu terapan lainnya. Agar keberadaan kita semua juga dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Semisal, bisa saja hari ini, ibu-ibu yang duduk di sini sekarang menjadi audiens, tahun depan bisa menjadi pembicara untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, sebagaimana mestinya kebermanfaatan diri kita,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menyoroti, bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyerang perempuan di dunia, termasuk Indonesia. Dikenal sebagai silent killer, penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga banyak kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan edukasi semacam ini, pihaknya berharap anggota DWP Kota Probolinggo juga dapat memberikan ilmu-ilmu maupun informasi yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar. “Mari bersama-sama untuk berbenah, mengevaluasi diri. Tidak hanya sebagai penggugur kewajiban untuk hadir dalam agenda rutin, melainkan action bahwa keberadaan kita juga bisa menjadi bukti nyata yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sehingga kita juga memiliki kedekatan secara langsung, memberikan empowering untuk saling menguatkan,” paparnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Giat itu semakin nampak haru, ketika salah satu anggota DWP, Diah Dwi Hartati, membacakan sebuah puisi dengan judul &#8216;Tersenyum Bersama di Usia 26 Tahun&#8217;. Giat ini menggandeng narasumber dari Dinas Kesehatan P2KB, dr Anis Eka, untuk memaparkan ilmu seputar diteksi dini kangker leher rahim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum memulai paparannya, Anis juga mengajak para peserta untuk goyang kecerdasan sebagai bentuk mencairkan suasana agar tetap semangat dalam menyimak materi yang akan diberikan. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228813</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Kanker Serviks dan Payudara Masih Tinggi, Dinkes Kota Malang Imbau Lakukan Deteksi Dini</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-kanker-serviks-dan-payudara-masih-tinggi-dinkes-kota-malang-imbau-lakukan-deteksi-dini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Feb 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[payudara]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219007</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat bahwa angka kasus kanker serviks dan payudara masih tinggi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk melakukan deteksi dini. Apalagi, di seluruh Puskesmas yang ada di Kota Malang telah mempunyai fasilitas untuk pemeriksaan penyakit tersebut. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas kesehatan Kota Malang, Meifta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat bahwa angka kasus kanker serviks dan payudara masih tinggi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk melakukan deteksi dini. Apalagi, di seluruh Puskesmas yang ada di Kota Malang telah mempunyai fasilitas untuk pemeriksaan penyakit tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa dari 300 orang yang telah menjalankan deteksi dini penyakit, 12 persen diantaranya berpotensi terkena kanker serviks dan payudara. &#8220;Angka tersebut sangat besar, karena seharusnya tidak boleh lebih dari 10 persen. Kami berharap masyarakat menjadi stadium lanjut, untuk bisa mendeteksi. Kalau masih stadium awal, kita masih bisa memberikan pelayanan. Konsepnya sedini mungkin bisa dikenali, secepatnya kita bisa memberikan penanganan yang tidak terlambat,&#8221; kata Meifta, Rabu (05/02/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mencegah terjadi kanker serviks, Dinkes Kota Malang juga menyediakan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) gratis bagi anak sekolah. Program tersebut menyasar siswi Kelas 5 dan 6 SD serta Kelas 3 SMP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saat ini, imunisasi HPV untuk siswa SMP kelas 3 kami targetkan selesai pada Februari 2025. Dari 6.500 target sasaran di Kota Malang, sudah sekitar 60 persen atau 3.000 siswa yang mendapatkan vaksin,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Meifta berharap, agar orang tua siswa dapat mendukung program tersebut karena vaksin HPV di fasilitas kesehatan swasta bisa mencapai Rp 1 juta perdosis. Selain itu, Kota Malang telah mengajukan permintaan stok vaksin tambahan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar cakupan imunisasi semakin luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, ditambahkannya bahwa penyebab kanker ini tidak bisa dipastikan secara tunggal. Karena itu, Meifta mengimbau agar perempuan yang telah menikah atau berusia diatas 30 tahun dapat rutin melakukan pemeriksaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Minimal enam bulan sekali melakukan pemeriksaan, baik di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri. Jika ada benjolan kecil seperti bisul yang tidak terasa sakit, segera pastikan ke dokter,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di akhir, menurutnya kanker serviks dan payudara lebih sering menyerang pada perempuan. Sedangkan pada laki-laki kasus tersebut jarang terjadi karena pengaruh hormonal. Dengan adanya deteksi dini dan pencegahan tepat, diharapkan angka kasus kanker di Kota Malang dapat ditekan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219007</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Vaksinasi HPV, Dinkes Kota Malang Targetkan Cegah 95 Persen Kanker Serviks</title>
		<link>https://memontum.com/vaksinasi-hpv-dinkes-kota-malang-targetkan-cegah-95-persen-kanker-serviks</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217726</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan Kota Malang yang berkolaborasi dengan Polresta Malang Kota, melaksanakan vaksinasi Human Papillomavirus Vaccine (HPV) untuk anak perempuan berusia 15 tahun. Program tersebut, ditargetkan mampu mencegah hingga 95 persen kasus kanker serviks di Kota Malang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa vaksinasi tersebut merupakan langkah strategis dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan Kota Malang yang berkolaborasi dengan Polresta Malang Kota, melaksanakan vaksinasi Human Papillomavirus Vaccine (HPV) untuk anak perempuan berusia 15 tahun. Program tersebut, ditargetkan mampu mencegah hingga 95 persen kasus kanker serviks di Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa vaksinasi tersebut merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045. &#8220;Usia 15 tahun adalah masa emas yang perlu kita persiapkan untuk generasi mendatang. Dengan vaksinasi ini, kami memberikan penguatan dan kekebalan terhadap HPV, yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Insyaallah dengan melakukan vaksinasi ini bisa menurunkan di angka 95 persen,&#8221; kata Husnul, Jumat (20/12/2024) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Husnul juga menambahkan, bahwa angka kanker serviks di Kota Malang masih cukup tinggi. Dari 290 perempuan yang telah menjalani skrining menggunakan teknik IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), sebanyak 18 persen terdeteksi kanker serviks pada tahap awal (grade 1).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Deteksi dini ini sangat penting. Dengan adanya fasilitas seperti rayo terapi di Puskesmas Kedungkandang, Ciptomulyo dan Kendalsari, kami dapat menghentikan perkembangan kanker pada tahap awal,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, optimis jika target vaksinasi HPV tersebut dapat tercapai. Dengan sasaran 6.500 anak perempuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Data kami menunjukkan jumlah siswa SMP, madrasah dan pondok pesantren sekitar 6.500 anak. Harapan kami, orang tua mendukung program ini, karena manfaatnya sangat besar bagi kesehatan anak perempuan mereka,&#8221; ujar Suwarjana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun menurut Suwarjana sempat ada penolakan dari sebagian orang tua, pihaknya terus memberikan edukasi dan berhasil meyakinkan. &#8220;Alasan penolakan umumnya karena kurang pemahaman, tetapi setelah dijelaskan, mereka akhirnya bersedia,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, salah satu siswa Kelas 9 SMPN 6 Kota Malang, Almaira Izah (15), mengatakan jika vaksinasi HPV tersebut sangat bermanfaat. Dirinya juga tidak merasa takut sama sekali. &#8220;Biasa saja, tidak takut sama sekali. Karena melalui program vaksinasi gratis inu sangat membantu, terutama bagi para perempuan,&#8221; ujar Almaira.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, dalam proses vaksinasi tersebut peserta hanya perlu mengisi data identitas, menunjukkan Kartu Keluarga (KK) dan melengkapi dokumen seperti NIK, alamat, serta nomor telepon. Sebelum pelaksanaan vaksinasi, peserta melakukan screening terlebih dahulu, kemudian setelah vaksin, peserta dilakukan observasi selama 20 menit. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seriusi Pencegahan Penyakit Kanker Serviks, Dinkes Kota Malang Lakukan Sosialiasi</title>
		<link>https://memontum.com/seriusi-pencegahan-penyakit-kanker-serviks-dinkes-kota-malang-lakukan-sosialiasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jun 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190025</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, menseriusi upaya pemberantasan dalam pencegahan kanker serviks pada wanita. Yaitu, dengan dilakukannya sosialisasi melalui vaksinasi human papillomavirus (HPV). Meskipun, saat ini tengah menunggu distribusi vaksin tersebut. Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyampaikan jika pihaknya gencar dalam menggelar penyuluhan kesehatan reproduksi di sekolah Kota Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, menseriusi upaya pemberantasan dalam pencegahan kanker serviks pada wanita. Yaitu, dengan dilakukannya sosialisasi melalui vaksinasi human papillomavirus (HPV). Meskipun, saat ini tengah menunggu distribusi vaksin tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyampaikan jika pihaknya gencar dalam menggelar penyuluhan kesehatan reproduksi di sekolah Kota Malang. Sebab dengan adanya penyuluhan, para siswi akan diberikan pemahaman yang lebih baik, mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, terutama dalam menjelang dan sesudah menstruasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jadi di sekolah-sekolah yang ada di Kota Malang ini kami berikan sosialiasi untuk kesehatan reproduksi, terkait bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk menjaga reproduksinya, saat dia menjelang dan sesudah haid. Jadi kami akan melanjutkan program sosialisasi ini dan pemberian vaksin HPV secepat mungkin begitu vaksin telah tersedia,&#8221; ujar Husnul, Jumat (02/06/2023) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, jika sejak tahun 2021, Kota Malang telah menjadi pilot project dalam program vaksinasi HPV. Itu telah berhasil menjangkau lebih dari 500 siswi dari kelas 4 dan 5 di sekolah dasar, dengan usia 9 hingga 13 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena ini program nasional dan sesuai dengan petunjuk dari Kemenkes, ini diperuntukkan untuk usia 9 sampai 13 tahun. Tahun 2021 kita menyasar kelas 4 dan kelas 5, dan mendapat 500 sasaran. Di tahun ini, ada sekitar 9.585 siswi dari kelas 5 dan 6 SD yang masuk dalam daftar calon penerima vaksin HPV,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, saat disinggung mengenai kolaborasi dengan pihak ketiga, pihaknya menyampaikan jika masih akan menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai distribusi vaksin, serta jumlah dosis yang akan didapatkan oleh Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami masih menunggu petunjuknya seperti apa, kemudian kita dapat berapa dosis, baru nanti kita bisa memetakan kira-kira bisa tidak, di 16 Puskesmas Kota Malang, atau nanti perlu bantuan dengan pos-pos vaksin yang sudah ada itu. Tapi kami belum mendapatkan distribusi vaksinnya,” imbuh Husnul.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190025</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
