<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>setinggi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/setinggi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2024 13:02:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>setinggi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Semeru Kembali Erupsi dan Keluarkan Letusan Setinggi 500 Meter</title>
		<link>https://memontum.com/semeru-kembali-erupsi-dan-keluarkan-letusan-setinggi-500-meter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Oct 2024 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[keluarkan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[letusan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[setinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215037</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Gunung Semeru kembali mengalami erupsi, Sabtu (05/10/2024) tadi. Dalam erupsi kali ini, Semeru mengeluarkan letusan hingga setinggi 500 meter dari atas puncak. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa erupsi tersebut terjadi sekitar pukul 08.40. &#8220;Tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Gunung Semeru kembali mengalami erupsi, Sabtu (05/10/2024) tadi. Dalam erupsi kali ini, Semeru mengeluarkan letusan hingga setinggi 500 meter dari atas puncak.</p>



<p>Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa erupsi tersebut terjadi sekitar pukul 08.40. &#8220;Tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl),&#8221; katanya.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik.</p>



<p>Sebelumnya, tercatat Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl erupsi pada pukul 01.14 dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 96 detik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diketahui, erupsi kembali pada pukul 02.15 dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 122 detik.</p>



<p>Saat ini Gunung Semeru masih berstatus Waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi).</p>



<p>&#8220;Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak. Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&#8221; tegasnya.</p>



<p>Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. <strong>(ant/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215037</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dilanda Hujan Lebat hingga Air Sungai Meluap Setinggi Lutut, Pj Bupati Probolinggo Tinjau Lokasi</title>
		<link>https://memontum.com/dilanda-hujan-lebat-hingga-air-sungai-meluap-setinggi-lutut-pj-bupati-probolinggo-tinjau-lokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2024 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dilanda]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[lutut,]]></category>
		<category><![CDATA[meluap]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[setinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207335</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Intensitas hujan di Kabupaten Probolinggo, masih tinggi. Bahkan, akibat hujan lebat disertai angin kencang, Selasa (19/03/2024) malam hingga Rabu (20/03/2023) dini hari, mengakibatkan Sungai Tomat meluap hingga setinggi lutut orang dewasa dan menggenangi pemukiman warga di Dusun Stasiun, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Kades Sukokerto, Sulaksono, mengatakan bahwa hujan yang mengguyur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Intensitas hujan di Kabupaten Probolinggo, masih tinggi. Bahkan, akibat hujan lebat disertai angin kencang, Selasa (19/03/2024) malam hingga Rabu (20/03/2023) dini hari, mengakibatkan Sungai Tomat meluap hingga setinggi lutut orang dewasa dan menggenangi pemukiman warga di Dusun Stasiun, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Kades Sukokerto, Sulaksono, mengatakan bahwa hujan yang mengguyur sejak Selasa hingga sekitar Rabu pukul 02.30, menyebabkan air di Sungai Tomat di desa setempat meluap dan menggenangi pemukiman warga Dusun Stasiun RT01 dan RT02. &#8220;Air sungai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga,&#8221; katanya, Rabu (20/03/2024) tadi</p>



<p>Akibat luapan sungai itu, lanjutnya, ada sekitar 47 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. &#8220;Setelah berkoordinasi dengan pemerintah mulai dari tingkat kecamatan, sekarang sudah didatangkan alat berat untuk membersihkan bekas air luapan dan lumpur. Semoga respon cepat ini bisa membantu warga yang terdampak,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga;</strong></p>





<p>Sementara itu, Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk membantu masyarakat dalam menguras air yang menggenang pemukiman di RT01 dan RT02. Juga, termasuk menurunkan alat excavator untuk membersihkan lumpur.</p>



<p>&#8220;Sejak tadi pagi sudah kami turunkan tim, untuk membantu menyedot air yang masih menggenang di pemukiman. Sekarang alhamdulillah, air sudah berangsur surut dan tidak ada korban jiwa,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dijelaskannya, akibat terdampak banjir ini, sebagian warga mengungsi di musala. &#8220;Ada kejadian ini, sebagian warga mengungsi ke musala terdekat yang lebih tinggi lantainya. Termasuk, pindah sementara ke rumah warga lainnya, yang lebih tinggi,&#8221; imbuhnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207335</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
