<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sido Resik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sido-resik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2019 12:39:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sido Resik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Relawan Sido Resik dan Pegiat Medsos Tanam Pohon dan Bersihkan Pulau Lusi</title>
		<link>https://memontum.com/relawan-sido-resik-dan-pegiat-medsos-tanam-pohon-dan-bersihkan-pulau-lusi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 12:39:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Lusi]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan]]></category>
		<category><![CDATA[Sido Resik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/94876-relawan-sido-resik-dan-pegiat-medsos-tanam-pohon-dan-bersihkan-pulau-lusi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Ratusan relawan dari berbagai pegiat kebersihan, lingkungan dan wisata mengunjungi Pulau Lusi yang ada di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Minggu (29/09/2019) sore. Ratusan relawan ini menggelar berbagai kegiatan di Pulau Lusi. Selain menanam puluhan pohon, para relawan Sido Resik dan puluhan pegiat Media Sosial (Medsos) ini, juga memberihkan sampah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Ratusan relawan dari berbagai pegiat kebersihan, lingkungan dan wisata mengunjungi Pulau Lusi yang ada di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Minggu (29/09/2019) sore. Ratusan relawan ini menggelar berbagai kegiatan di Pulau Lusi.</p>
<p>Selain menanam puluhan pohon, para relawan Sido Resik dan puluhan pegiat Media Sosial (Medsos) ini, juga memberihkan sampah plastik yang ada di wilayah Wisata Bahari Sidoarjo itu. Tidak hanya itu, mereka juga berdiskusi untuk pengembangan Pulau Lusi yang layak untuk dikembangkan menjadi salah satu Ikon Wisata Bahari di Sidoarjo itu.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-94833" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?resize=740%2C367" alt="" width="740" height="367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0084-copy.jpg?resize=768%2C381&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Sudah lama kami relawan Jalan-Jalan Sidoarjo ingin melihat isi Pulau Lusi. Setelah tahu sekarang kondisinya jauh dari wisata pada umumnya. Kami berharap ke depan Pulau Lusi ditata dan dikembangkan dengan dilengkapi fasum memadai dan spot selfie,&#8221; ucap salah seorang relawan Jalan-Jalan Sidoarjo di tengah diskusi di Pendopo Pulau Lusi itu.</p>
<p>Hal yang sama diungkapkan pegiat Medsos lainnya. Salah satunya perwakilan Iwak Sepat, Fauzi. Menurutnya pembangunan jalan setapak untuk pengunjung sudah mengelupas dan ambrol. Selain itu, di lokasi sekitar pendopo Pulau Lusi tidak dilengkapi air bersih.</p>
<p>&#8220;Kalau dikelolah dengan baik dan dibranding, kami yakin akan menjadi Ikon Sidoarjo yang layak jual,&#8221; ungkapnya.</p>
<div id="attachment_94877" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-94877" decoding="async" class="size-full wp-image-94877" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0089-copy.jpg?resize=740%2C367" alt="PULAU LUSI - Relawan Sido Resik dan sejumlah pegiat medsos lain mengunjungi Pulau Lusi, Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Sidoar untuk tanam pohon dan bersih-bersih sampah plastik, Minggu (29/9/2019) sore" width="740" height="367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0089-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0089-copy.jpg?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG-20190930-WA0089-copy.jpg?resize=768%2C381&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-94877" class="wp-caption-text">PULAU LUSI &#8211; Relawan Sido Resik dan sejumlah pegiat medsos lain mengunjungi Pulau Lusi, Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Sidoar untuk tanam pohon dan bersih-bersih sampah plastik, Minggu (29/9/2019) sore</p></div>
<p>Sementara CEO Sido Resik, Ahmad Muhdlor Ali menegaskan ada tiga poin yang layak diperhatikan untuk mengembangkan Pulau Lusi. Diantaranya soal lingkungan dan penghijauan, isu globar warning (pemasan global) dan menjadi Pulau Lusi sebagai Ikon Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Karena diakui atau tidak, Sidoarjo tidak punya Ikon Wisata yang cukup menarik pengunjung. Rata-rata pengunjung ke Sidoarjo untuk berwisata ke kabupaten/kota lainnya misalnya ke Malang, Batu, Banyuwangi atau lainnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Karena itu, kata pria yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini harus ada keseriusan para relawan maupu Dinas Pariwisata Pemkab Sidoarjo untuk mengembangkan Pulau Lusi. Baginya saat pegiat Medsos live atau mempromosikan Pulau Lusi ternyata di dalamnya fasilitasnya kurang memadai.</p>
<p>&#8220;Harus ada pengembangan ke penataan wisata alam (bahari) itu. Sekaligus mewujudkan penghijauan dan mengurangi pemasan global dengan mengatur ulang tanaman maupun fasilitas di Pulau Lusi,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94876</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sido Resik Gerakkan Komunitas Peduli Lingkungan Sidoarjo Kelola Bank Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/sido-resik-gerakkan-komunitas-peduli-lingkungan-sidoarjo-kelola-bank-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 10:23:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Sido Resik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/94791-sido-resik-gerakkan-komunitas-peduli-lingkungan-sidoarjo-kelola-bank-sampah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Komunitas Sido Resik mengajak seluruh komunitas dan pegiat sosial peduli lingkungan se Sidoarjo untuk mendorong gerakan perubahan. Gerakan itu salah satunya adalah membersihkan lingkungan dan mengubah cara berpikir warga untuk memilah-milah sampah rumah tangga. Hal ini, selain untuk mengurangi volume sampah yang semakin sulit ditangani di Sidoarjo. Selain itu, mengajak perilaku hidup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Komunitas Sido Resik mengajak seluruh komunitas dan pegiat sosial peduli lingkungan se Sidoarjo untuk mendorong gerakan perubahan. Gerakan itu salah satunya adalah membersihkan lingkungan dan mengubah cara berpikir warga untuk memilah-milah sampah rumah tangga.</p>
<p>Hal ini, selain untuk mengurangi volume sampah yang semakin sulit ditangani di Sidoarjo. Selain itu, mengajak perilaku hidup bersih dengan mendorong pendirian bank sampah di 353 desa/kelurahan di Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Dasar gerakan Sido Resik itu riset (penelitian) dan social movement (gerakan sosial) yakni mengubah kesadaran masyarakat dalam penanganan dan pengelolaan sampah,&#8221; terang CEO Sido Resik, Ahmad Muhdlor Ali, Kamis (26/9/2019) usai menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Pengembangan Bank Sampah dalam Menunjang Ekonomi Masyarakat Menuju Indonesia Bersih Sampah 2025 di Hotel Luminor, Sidoarjo.</p>
<p>Lebih jauh, pria yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini memaparkan selama ini pihaknya sudah memiliki sekitar 1.000 relawan. Hal itu merata hampir di separoh wilayah kecamatan di Sidoarjo.</p>
<p>Kendati demikian, kebanyakan para pegiat sosial lingkungan itu meurpakan kalangan pemuda.</p>
<p>&#8220;Harapan kami para pemuda dan pemudi Sidoarjo ini menjadi motor penggerak perubahan. Sekali keluar bisa mengubah cara berpikir masyarakat serta bisa menjadi pioner di Jatim dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelolah sampah,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Ditanya soal Deklarasi Sido Resik, Muhdlor menilai deklarasi itu sebagai bentuk kolaborasi komunitas peduli lingkungan dalam menangani sampah yang mencapai 1.800 ton per hari di Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Dalam menangani masalah sampah kami sadar tidak bisa sendiri. Makanya kami ajak seluruh komunitas pedulinlingkungan itu. Apalagi setiap komunitas peduli lingkungan punya kelebihan sendiri-sendiri. Gerakan sosial (social movement) ini minimal bisa mengurangi volume sampah 30 persen sekaligus menjadi solusi penanganan sampah di Sidoarjo,&#8221; tegasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-94792" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/20190926_114130-copy.jpg?resize=740%2C367" alt="" width="740" height="367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/20190926_114130-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/20190926_114130-copy.jpg?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/20190926_114130-copy.jpg?resize=768%2C381&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara Kepala Seksi Tempat Pemrosesan Akhir, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidip (KLHK), Arief Sumargi memaparkan dalam penanganan sampah tidak hanya membutuhkan TPST, TPST 3R maupun TPA saja. Akan tetapi harus mengubah pola pikir dan kesadaran masyarakatnya.</p>
<p>&#8220;Kalau sejak dari rumah tangga sampah sudah dipilah-pilah, kemudian dikumpulkan di bank sampah, kami yakin makin sampah di selokan, sungai atau bahkan ke laut bisa dikurangi. Bahkan sampah ke TPA hanya sampah yang tidak bisa didaur ulang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali menegaskan untuk menuju Tahun 2025 bebas sampah, maka dibutuhkan waste enterpreneur (pengusaha sampah). Baginya semakin banyak wirausaha sampah melalui bank-bank sampah di tingkat desa maka akan membantu pemerintah dalam menangani masalah sampah.</p>
<p>&#8220;Kalau banyak waste enterpreneur, maka sejak awal sampah dipilah, maka residunya makin baik. Bila perlu di sampah tidak sampai di TPA. Karena banyak bank sampah di setiap desa sampah dikelolah sejak awal,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94791</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
