<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>simpang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/simpang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 14:52:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>simpang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mas Dhito Berangkatkan Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri dari Kawasan Simpang Lima Gumul</title>
		<link>https://memontum.com/mas-dhito-berangkatkan-calon-jamaah-haji-kabupaten-kediri-dari-kawasan-simpang-lima-gumul</link>
					<comments>https://memontum.com/mas-dhito-berangkatkan-calon-jamaah-haji-kabupaten-kediri-dari-kawasan-simpang-lima-gumul#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berangkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232569</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memberangkatkan sebanyak 1.213 calon jamaah haji (CJH) dari kawasan Simpang Lima Gumul. Ribuan calon jamaah haji yang tergabung dalam 4 Kloter itu, diberangkat secara bertahap. Diketahui, calon jamaah haji tertua, adalah Mbah Marsiyah berusia 105 tahun dan tergabung dalam Kloter 112 dan diberangkatkan, Rabu (20/05/2026) siang. Adapun 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memberangkatkan sebanyak 1.213 calon jamaah haji (CJH) dari kawasan Simpang Lima Gumul. Ribuan calon jamaah haji yang tergabung dalam 4 Kloter itu, diberangkat secara bertahap.</p>



<p>Diketahui, calon jamaah haji tertua, adalah Mbah Marsiyah berusia 105 tahun dan tergabung dalam Kloter 112 dan diberangkatkan, Rabu (20/05/2026) siang. Adapun 3 Kloter lain, telah diberangkatkan sehari sebelumnya.</p>



<p>Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, sebelum proses pemberangkatan Kloter 112, pun menyempatkan diri untuk menyapa para calon jamaah haji yang sudah bersiap di dalam bus. &#8220;Meski sudah ada petugas pendamping haji dari daerah, ketika berada di Tanah Suci, para jamaah diharapkan untuk tetap saling menjaga dan tolong menolong,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, saat menyapa CJH yang sudah bersiap berangkat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bagi jamaah yang usianya lebih muda, tambah Mas Dhito, agar bisa membantu jamaah lain yang sudah Lansia. &#8220;Tadi dalam satu bus, ada yang usianya 105 tahun dan ada yang usianya 22 tahun. Artinya, yang 22 tahun ini membantu yang 105 tahun, semisal kalau ada hal-hal yang diperlukan nantinya di Saudi,&#8221; tambah Mas Dhito, mencontohkan.</p>



<p>Calon jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 112 dan diberangkatkan siang itu, keseluruhan ada 148 orang calon jamaah. Sedang, 3 Kloter lain, meliputi Kloter 109 sejumlah 322 jamaah, Kloter 110 sejumlah 373 jamaah dan Kloter 111 sejumlah 370 jamaah telah diberangkatkan dahulu, Selasa (19/05/2026) kemarin.</p>



<p>Selain menitipkan pesan untuk saling menjaga, Mas Dhito juga menitipkan pesan untuk tetap mendoakan kebaikan bagi Kabupaten Kediri. &#8220;Minta didoakan supaya Kabupaten Kediri tetap guyub rukun ayem tentrem,&#8221; imbuh Mas Dhito-sapaan. <strong>(pan/gie/kom)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/mas-dhito-berangkatkan-calon-jamaah-haji-kabupaten-kediri-dari-kawasan-simpang-lima-gumul/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232569</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satlantas Polres Lumajang dan Masyarakat Peringati Detik-Detik Proklamasi di Simpang Empat Adipura</title>
		<link>https://memontum.com/satlantas-polres-lumajang-dan-masyarakat-peringati-detik-detik-proklamasi-di-simpang-empat-adipura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[detik-detik]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225111</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Simpang Empat Adipura, Kabupaten Lumajang, berlangsung khidmat penuh haru, Minggu (17/08/2025) tadi. Tepat pukul 09.57, sirine panjang membelah udara dan seketika lalu lintas terhenti, motor-motor berjajar rapi, mobil menepi, sopir Angkot turun dari kursinya dan pengendara yang biasanya terburu-buru kini berdiri tegak. Di tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Simpang Empat Adipura, Kabupaten Lumajang, berlangsung khidmat penuh haru, Minggu (17/08/2025) tadi. Tepat pukul 09.57, sirine panjang membelah udara dan seketika lalu lintas terhenti, motor-motor berjajar rapi, mobil menepi, sopir Angkot turun dari kursinya dan pengendara yang biasanya terburu-buru kini berdiri tegak.</p>



<p>Di tengah panas matahari, semua menundukkan ego, lalu mengangkat kepala tinggi-tinggi untuk memberi hormat kepada Merah Putih. Suasana itu terasa berbeda, tatkala lagu Indonesia Raya menggema dari suara serentak anggota Satlantas Polres Lumajang, pelajar, pedagang kaki lima, tukang becak, hingga pengguna jalan biasa.</p>



<p>Meski suara tak seimbang, namun getarannya menyatu sebuah harmoni nasionalisme di jalanan. “Peringatan ini memang sengaja digelar di ruang publik, agar semangat kemerdekaan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Jalan raya adalah tempat semua orang bertemu, tanpa sekat. Dan di sini pula nasionalisme bisa benar-benar menyala,” kata Briptu Basofi Abdul Hadi.</p>



<p>Tidak hanya aparat, masyarakat juga merespons penuh antusias. Seorang ibu muda, Tari, yang tampak menggandeng putrinya yang masih kecil, turut mengibarkan bendera kecil Merah Putih.</p>



<p>“Nak, inilah Indonesia. Hormati benderamu, cintai negerimu,&#8221; ujarnya. Sementara seorang tukang becak yang sehari-hari mencari rezeki di simpang itu berdiri tegak, dadanya membusung seolah dirinya ikut menjadi bagian dari sejarah. Momentum tersebut, mengajarkan satu hal, yakni nasionalisme bisa lahir dari tempat paling sederhana. Tak perlu dekorasi megah, cukup kesadaran kolektif untuk berhenti sejenak, mengingat jasa pahlawan, dan merasakan detik-detik sakral yang melahirkan Indonesia merdeka.</p>



<p>Bagi masyarakat, momen ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya hasil perjuangan masa lalu, tetapi juga tanggung jawab masa kini. “Kalau di jalan raya saja kita bisa serentak berhenti, kenapa dalam menjaga bangsa kita tidak bisa bersatu?,” ujar Supratman, salah seorang warga.</p>



<p>Simpang Empat Adipura hari itu menjadi cermin kecil tentang persatuan. Orang kaya dan sederhana, tua dan muda, pegawai dan pedagang, semua larut dalam semangat yang sama. Tak ada batas, tak ada jarak, hanya satu identitas, yaitu Indonesia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Momen ini juga menjadi ruang edukasi kebangsaan. Banyak pelajar yang ikut serta, belajar langsung bagaimana kemerdekaan dihormati bukan sekadar lewat buku sejarah, tetapi lewat tindakan nyata.</p>



<p>Semangat itu sejalan dengan nilai yang ditanamkan para pendiri bangsa. Bahwa kemerdekaan tidak boleh hanya diperingati sebagai seremonial, tetapi harus dihidupi dalam keseharian. Menghormati bendera di perempatan jalan adalah wujud kecil, namun maknanya besar, bangsa ini tetap hidup dalam hati rakyatnya.</p>



<p>Bagi Polres Lumajang, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat ikatan antara aparat dan masyarakat. Tidak ada jarak antara seragam cokelat dan rakyat kecil. Mereka berdiri berdampingan, menyanyikan lagu yang sama, menatap bendera yang sama. Itu adalah gambaran ideal dari semboyan Polri Presisi untuk Negeri.</p>



<p>Antusiasme warga yang membawa bendera kecil adalah simbol sederhana, namun sarat makna. Merah Putih tidak hanya berkibar di tiang-tiang tinggi, tetapi juga dalam genggaman tangan rakyat. Dari sana lahir keyakinan bahwa nasionalisme bukan milik elite, melainkan milik semua orang.</p>



<p>Ketika sirine berakhir dan kendaraan kembali bergerak, suasana itu masih membekas. Seolah ada pesan yang tertinggal di hati setiap orang, kemerdekaan bukan hanya kata, melainkan energi yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Di tengah gempuran globalisasi, momen seperti ini adalah pengingat bahwa jati diri bangsa tidak boleh luntur. Justru harus semakin dikuatkan dengan cara-cara kreatif yang membumi, seperti menghentikan jalan raya untuk memberi hormat pada Sang Saka.</p>



<p>HUT ke-80 RI di Lumajang telah membuktikan, bahwa nasionalisme masih hidup, membara dan bisa ditemukan di mana saja. Bahkan di jalan raya yang biasanya ramai dan penuh sesak, semangat itu tetap menemukan jalannya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225111</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Jember Bakal Tutup Simpang Empat Argopuro</title>
		<link>https://memontum.com/pemerintah-jember-bakal-tutup-simpang-empat-argopuro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Argopuro]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223617</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bakal menutup Simpang Empat Argopuro, Kecamatan Kaliwates. Penutupan itu dilakukan, sebagai bentuk uji coba atau rekayasan lalu lintas, yang akan dilakukan, Jumat (04/07/2025) besok. Bahkan, kesepakatan ini telah melibatkan beberapa pihak. Salah satunya, adalah Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ). Plt Kepala Dishub [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bakal menutup Simpang Empat Argopuro, Kecamatan Kaliwates. Penutupan itu dilakukan, sebagai bentuk uji coba atau rekayasan lalu lintas, yang akan dilakukan, Jumat (04/07/2025) besok.</p>



<p>Bahkan, kesepakatan ini telah melibatkan beberapa pihak. Salah satunya, adalah Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ).</p>



<p>Plt Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, mengatakan bahwa keputusan tersebut sudah berdasarkan rapat koordinasi dengan lintas instansi, guna mengevaluasi kinerja lalu lintas. Hasil evaluasi menunjukkan, simpang tersebut akan diubah menjadi simpang tiga tidak bersinyal.</p>



<p>“Simpang tersebut akan ditutup dan diubah menjadi simpang tidak bersinyal atau persimpangan jalan tanpa lampu lalu lintas, untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” kata Kadishub Gatot Triyono, Kamis (03/07/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, langkah preventif ini perlu diambil oleh pemerintah, sebagai upaya meningkatkan manajemen lalu lintas di Jember. Tujuannya, adalah untuk meningkatkan keselamatan serta kelancaran arus kendaraan di kawasan tersebut.</p>



<p>“Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan manajemen lalu lintas di Jember, termasuk pengkajian rutin pada Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, secara terpisah menyampaikan bahwa sebenarnya ide penutupan simpang empat Argopuro sudah direncanakan sejak September hingga Oktober 2024. Itu karena, kemacetan jalan dikawasan tersebut banyak dikeluhkan oleh warga.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Memng sudah banyak keluhan dari masyarakat. Tapi kita baru berani melangkah setelah ada kajian teknis dari Dishub, akademisi dan juga Polres Jember,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, tambahnya, jalan di kawasan simpang empat Argopuro dinilai overload kendara, sehingga menyebabkan kemacetan. Namun, saat dilakukan penutupan jalan, maka juga akan disiapkan secara matang mengenai jalur alternatifnya.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ketika ditutup, nanti akan disediakan jalanan alternatif. Terutama jalan alias arus putar balik pasti disiapkan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagai informasi, rapat Dishub dengan FLLAJ Jember juga menghasilkan beberapa kesimpulan. Diantaranya, penutupan median dan perubahan simpang bersinyal Argopuro menjadi simpang tak bersinyal untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Lalu, penutupan Simpang Argopuro dapat dibuka insidentil pada kondisi diskresi lalu-lintas pada event atau kegiatan-kegiatan di Kabupaten Jember.</p>



<p>Hasil lainnya, yaitu aktivasi simpang tiga Sentot Prawirodirjo perlu dipersiapkan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Selain itu, kajian teknis terkait penempatan simpang dan bukaan sepanjang jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada dilakukan secara berkala.</p>



<p>Uji coba penutupan Simpang empat Argopuro akan dimulai pada Jumat 4 Juli 2025 mulai pukul 16.00 WIB dan akan dievaluasi secara berkala. Rekayasa sendiri, diberlakukan pada 4 jalur penghubung antara Jl. Hayam Wuruk, Jl. Gajah Mada, Jl. Imam Bonjol, dan Jl. Argopuro.</p>



<p>Kendaraan dari Jl. Imam Bonjol tidak bisa lagi belok kanan ke arah alun-alun atau lurus ke Jl. Argopuro. Kendaraan hanya bisa mengarah ke kiri, ke arah Mangli. Kemudian, kendaraan dari arah Perumahan Argopuro tidak lagi bisa ke arah Jl. Imam Bonjol atau belok kanan ke arah Mangli. Kendaraan hanya bisa belok kiri ke arah alun-alun.</p>



<p>Selanjutnya, kendaraan dari arah alun-alun hanya bisa lurus ke arah Mangli atau belok ke kiri Jl. Imam Bonjol. Kemudian, kendaraan dari arah Mangli hanya bisa lurus ke alun-alun atau belok kiri ke arah Jl. Argopuro. <strong>(st12/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223617</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sentra PKL Kawasan Simpang Lima Gumul Resmi Dibuka, Tahap Awal Dibebaskan Biaya Sewa</title>
		<link>https://memontum.com/sentra-pkl-kawasan-simpang-lima-gumul-resmi-dibuka-tahap-awal-dibebaskan-biaya-sewa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibebaskan]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223330</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Simpang Lima Gumul telah resmi dibuka. Di momen hari pertama dibuka itu, sentra PKL tersebut telah menarik pengunjung untuk datang. Bahkan, meski baru sebagian pedagang yang telah mulai membuka lapak, namun dari ratusan lapak yang tersedia, lebih dari setengahnya telah ada yang mendaftar untuk menempati. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Simpang Lima Gumul telah resmi dibuka. Di momen hari pertama dibuka itu, sentra PKL tersebut telah menarik pengunjung untuk datang. Bahkan, meski baru sebagian pedagang yang telah mulai membuka lapak, namun dari ratusan lapak yang tersedia, lebih dari setengahnya telah ada yang mendaftar untuk menempati.</p>



<p>Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri, Santoso, menjelaskan bahwa secara keseluruhan di kawasan Sentra PKL Simpang Lima Gumul terdapat 212 lapak yang dibagi atas beberapa zona. Seperti zona ikan dan tanaman hias, zona Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta zona aneka satwa.</p>



<p>“Hari ini kita mulai launching. Ini juga menindaklanjuti arahan dari Mas Bupati (Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, red) supaya Sentra PKL segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Santoso, Minggu (22/06/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Santoso, di hari pertama pembukaan, pedagang yang telah mulai membuka lapak masih sebagian. Seperti pedagang tanaman hias, ikan hias maupun olahan ikan. Sedang, pedagang lainnya masih menyiapkan lapak, terutama untuk prasarana pengamanan seperti pembuatan pintu.</p>



<p>“Untuk zona ikan dan tanaman hias, ini pedagang yang daftar untuk menempati sudah 80 persen dari 92 lapak yang disediakan,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dari 47 lapak yang disediakan pada zona UMKM, jumlah pedagang yang mendaftar untuk menempati hingga saat ini telah mencapai 100 persen. Adapun untuk zona satwa, dari 73 lapak yang disediakan, baru 40 persen yang mendaftar untuk mengisi. “Kita masih membuka pendaftaran bagi warga masyarakat Kabupaten Kediri, yang ingin berjualan dan belum mendapatkan lapak bisa menghubungi bagian perekonomian,” tambahnya.</p>



<p>Dirinya juga menghimbau, agar semua pedagang yang telah mendaftar dan mendapatkan lapak, untuk segera dapat mengoperasionalkan lapaknya masing-masing. Termasuk, juga memberikan apresiasi kepada pedagang yang telah membuka lapaknya. Sementara untuk tahap awal, seiring menunggu sentra PKL itu ramai pengunjung, pedagang yang menempati lapak masih dibebaskan dari biaya sewa.</p>



<p>Salah satu pedagang ikan hias &#8216;Molly Jaya Indonesia&#8217;, M Azam Bakhor Zaidi, mengaku beruntung bisa mendapatkan lapak di Sentra PKL Simpang Lima Gumul. Sebagai orang yang telah cukup lama bergelut usaha ikan hias dan melakukan penjualan secara online, dirinya optimis sentra PKL itu bakal ramai.</p>



<p>“Apalagi tempatnya strategis di kawasan Simpang Lima Gumul, yang menjadi pusatnya orang berkumpul. Saya rasa prospek ke depan bakal bagus,” ujarnya.</p>



<p>Untuk membuat pasar di sentra PKL tersebut ramai didatangi pengunjung, Azam berharap agar pedagang maupun pemerintah daerah untuk sama-sama melakukan promosi. Khusus bagi pedagang, dirinya pun menilai dibutuhkan konsistensi dan tak kalah penting melakukan inovasi termasuk dalam pemasaran supaya dikenal.</p>



<p>“Saya sendiri rencananya tetap akan buka lapak setiap hari. Konsistensi ini penting untuk membuat pasar dan bisa dikenal,” tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223330</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktifkan Kembali Sentra PKL di Kawasan Simpang Lima Gumul, Pedagang Kuliner Didorong Menempati</title>
		<link>https://memontum.com/aktifkan-kembali-sentra-pkl-di-kawasan-simpang-lima-gumul-pedagang-kuliner-didorong-menempati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktifkan]]></category>
		<category><![CDATA[didorong]]></category>
		<category><![CDATA[gumul]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[menempati]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[sentra]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223210</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengaktifkan kembali sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Gumul mulai Minggu (22/06/2025) pagi. Untuk tahap awal, pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, telah siap menempati lapak-lapak yang telah disediakan. Pengaktifan sentra PKL ini, menindaklanjuti instruksi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang telah lama meminta supaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengaktifkan kembali sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Gumul mulai Minggu (22/06/2025) pagi. Untuk tahap awal, pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, telah siap menempati lapak-lapak yang telah disediakan.</p>



<p>Pengaktifan sentra PKL ini, menindaklanjuti instruksi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang telah lama meminta supaya aset Pemkab Kediri yang selesai dibangun segera difungsikan. Mengingat dalam perkembangannya, sentra PKL belum difungsikan. Hal ini, kembali ditekankan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, dalam acara pembukaan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.</p>



<p>&#8220;Di Simpang Lima Gumul, pembangunan lapak untuk PKL segera diaktivasi,&#8221; tegas Mas Dhito, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri, Santoso, mengungkapkan bahwa upaya untuk mengaktifkan sentra PKL itu telah dilakukan. Hanya saja, sejauh ini upaya memindahkan PKL khususnya pedagang kuliner yang ada di kawasan Simpang Lima Gumul ke lokasi tersebut menemui penolakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penolakan muncul, tambahnya, karena kekhawatiran pedagang mengenai sepinya pembeli. Lokasi yang baru, dianggap masih memerlukan waktu dan promosi supaya dikenal masyarakat luas. Di sisi lain, PKL butuh pemasukan harian sehingga cenderung memilih tempat yang langsung ramai pembeli.</p>



<p>Menyikapi hal ini, pihaknya mencoba menjadikan sentra PKL itu tetap berfungsi sekaligus lebih dikenal masyarakat luas dengan mengoperasionalkan pedagang hewan peliharaan. &#8220;Kita coba alihkan sementara untuk pedagang hewan peliharaan seperti ikan hias, burung dan sejenisnya,” urai Santoso, Minggu (22/06/2025) tadi.</p>



<p>Dari lapak-lapak yang tersedia, ungkapnya, dari pantauan lapangan setidaknya telah terdapat belasan pedagang hewan peliharaan yang bersiap beroperasi pada lokasi tersebut. Adapun pengisian lapak lain yang belum ditempati, akan dilakukan secara bertahap seiring dengan proses sosialisasi dan evaluasi.</p>



<p>Sementara itu, terkait aktivitas PKL di kawasan Simpang Lima Gumul, Santoso, mengaku bersama instansi terkait tetap berupaya melakukan penataan supaya kawasan tersebut lebih tertib. Penataan juga mencakup pembatasan jam operasional dan larangan berjualan di area-area terlarang.</p>



<p>“Untuk PKL tetap kita lokalisir supaya rapi,” tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223210</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tambah RTH di Simpang Gajahmada, DLH Kota Malang Bakal Lengkapi dengan Monumen Bola</title>
		<link>https://memontum.com/tambah-rth-di-simpang-gajahmada-dlh-kota-malang-bakal-lengkapi-dengan-monumen-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gajahmada]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212490</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, akan terus menambah dan memperindah kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang. Salah satunya, seperti yang berada di simpang Jalan Gajahmada, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan bahwa dengan penambahan RTH tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, akan terus menambah dan memperindah kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang. Salah satunya, seperti yang berada di simpang Jalan Gajahmada, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan bahwa dengan penambahan RTH tersebut nantinya tidak hanya memperindah saja, akan tetapi juga mencerminkan identitas Kota Malang sebagai kota olahraga. Karena akan dilengkapi dengan monumen bola.</p>



<p>“Jadi di simpang Jalan Gajahmada akan ada taman berbentuk segitiga yang ditanami berbagai jenis tanaman. Di tengah taman, akan ada monumen bola dengan dikeliling pagar berkonsep kolonial atau heritage,” ujar Laode, saat dihubungi Memontum.com, Kamis (01/08/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika pagar berkonsep kolonial tersebut akan semakin menguatkan karakter heritage Kota Malang. Pagar tersebut akan mengitari taman yang seluas 36,61 meter persegi dan monumen bola dengan lebar sekitar dua meter, serta tinggi 2,48 meter.</p>



<p>“Pengerjaannya sudah dimulai awal Juli dan diprediksi selesai akhir Agustus. Harapannya dengan adanya monumen yang kita bangun ini dapat menambah keindahan Kota Malang dan mengingatkan pada identitas kota yang terkenal dengan klub sepak bolanya, Arema,” jelasnya.</p>



<p>Diakhir, Laode juga mengatakan bahwa penambahan RTH tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu. Namun, karena keterbatasan anggaran maka pelaksanaannya ditunda hingga tahun ini.</p>



<p>“Sebenarnya ini ikut program di tahun lalu, tapi berhubung ada sedikit perubahan, masuknya di program tahun ini,” imbuh Laode. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212490</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Jombang Gelar Hearing bersama Eksekutif, Kejaksaan dan LSM Sikapi Pertokoan Simpang Tiga</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-jombang-gelar-hearing-bersama-eksekutif-kejaksaan-dan-lsm-sikapi-pertokoan-simpang-tiga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2023 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Eksekutif]]></category>
		<category><![CDATA[hearing]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[pertokoan]]></category>
		<category><![CDATA[sikapi]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202749</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; DPRD Kabupaten Jombang menggelar hearing dengan aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jombang mengenai Pertokoan Simpang Tiga, Senin (23/10/2023) tadi. Hadir langsung dalam hearing, Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Mas’ud Zuremi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Donny Anggun, Sekretaris DPRD Kabupaten Jombang, Bambang Sriyadi dan Ketua Komisi B, Sunardi. Termasuk, Wakil Ketua Komisi A, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; DPRD Kabupaten Jombang menggelar hearing dengan aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jombang mengenai Pertokoan Simpang Tiga, Senin (23/10/2023) tadi. Hadir langsung dalam hearing, Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Mas’ud Zuremi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Donny Anggun, Sekretaris DPRD Kabupaten Jombang, Bambang Sriyadi dan Ketua Komisi B, Sunardi. Termasuk, Wakil Ketua Komisi A, M Naim, Sekretaris Komisi A, Kartiono, Kejaksaan Negeri Jombang, Inspekturat, Kabag Hukum, Kepala BPKAD hingga Kepala Disperindag Jombang.</p>



<p>Ketua DPRD Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa DPRD Kabupaten Jombang meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang juga kepada Kejaksaan Negeri Jombang, untuk menyelesaikan Pertokoan Simpang Tiga sebelum 14 Februari 2024 atau sebelum Pemilu atau Pileg (Pemilihan Umum atau Pemilu Legislatif, red). &#8220;Kalau kontrak penyewa Pertokoan Simpang Tiga itu akan diperpanjang, kami sarankan untuk membuat pernyataan atau perjanjian baru. Isinya, paling lama ditempati selama 5 tahun. Kemudian, jika yang menempati mau menyewa lagi, paling lama 5 tahun itu dan harus sudah melunasi seluruh temuan BPK yang totalnya Rp 5 miliar dari seluruh penyewa,” ujar Ketua DPRD Jombang.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Masih menurut Mas’ud, Pertokoan Simpang Tiga sudah jelas aset milik pemerintah daerah, yang pengelolaannya ditangani oleh pemerintah daerah. Artinya, kewenangan pemerintah daerah harus betul-betul dilaksanakan oleh pemerintah daerah yang bekerja sama dengan kejaksaan.</p>



<p>“Mudah-mudahan dari pertemuan ini, langsung kami koordinasikan dengan pimpinan DPRD. Kemudian akan kami koordinasikan kepada Pj Bupati Jombang. Nantinya, mungkin akan kami undang kembali Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tertentu. Kami juga akan mengundang Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang untuk mencari solusi terbaik. Bahkan, akan kami koordinasikan pula dengan kejaksaan. Pastinya, sebelum Februari 2024, Pertokoan Simpang Tiga sudah selesai,” paparnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202749</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disporapar Kota Malang Bakal Gelar Pijar Api Tujuh Belas Arek Ngalam di Jalan Simpang Balapan</title>
		<link>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-bakal-gelar-pijar-api-tujuh-belas-arek-ngalam-di-jalan-simpang-balapan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 13:25:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[balapan]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ngalam]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198039</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang akan menggelar kegiatan Pijar Api Tujuh Belas Arek Ngalam (Pitulasan) di Jalan Simpang Balapan, Kota Malang, Sabtu (16/09/2023) mendatang. Mengenai rencana itu, Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi telah disesuaikan dengan perencanaan yang memang menginginkan untuk digelar pada ruang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang akan menggelar kegiatan Pijar Api Tujuh Belas Arek Ngalam (Pitulasan) di Jalan Simpang Balapan, Kota Malang, Sabtu (16/09/2023) mendatang. Mengenai rencana itu, Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi telah disesuaikan dengan perencanaan yang memang menginginkan untuk digelar pada ruang terbuka.</p>



<p>“Kalau di Gor Ken Arok, itu saat ini masih dalam perbaikan. Sementara kalau di lapangan rampal, itu punyanya instansi vertikal. Kita menyesuaikan dengan perencanaan, yaitu kegiatan ini juga lebih melibatkan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Sehingga mudah diakses dan siapapun bisa menikmati. Kalau di ruang tertutup seperti Gedung MCC, itu kurang bisa menjangkau masyarakat karena terbatas,” jelas Baihaqi, Selasa (12/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya, jika kegiatan tersebut tentunya juga untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat, melalui keterlibatan peran pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang, yang diharapkan bisa menggulirkan roda perekonomian. &#8220;Tentu melalui kegiatan tersebut dapat menumbuhkan daya kreativitas masyarakat, dimana Kota Malang dikenal sebagai kota kreatif. Sehingga, itu terus harus kita kuatkan. Masyarakat yang punya kreativitas tinggi kalau terus diberikan ruang malah memberikan motivasi untuk berkembang,” katanya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan Pitulasan tersebut nantinya akan ada peragaan fesyen, lomba mural dan lomba kerajinan kriya tekstil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198039</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Forkopimda Kota Probolinggo Gelar Detik Detik Proklamasi di Simpang Tiga Ketapang</title>
		<link>https://memontum.com/forkopimda-kota-probolinggo-gelar-detik-detik-proklamasi-di-simpang-tiga-ketapang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[Ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196468</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Usai pemberian remisi di Lapas Kelas IIB Probolinggo, Pemkot Probolinggo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Ninik Ira Wibawati bersama anggota Forkopimda bergeser ke Pos Polisi Ketapang, untuk melaksanakan peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Simpang Tiga Ketapang yang menjadi pintu gerbang Kota Probolinggo, Kamis (17/08/2023) sekitar pukul 10.03. Sejumlah pasukan pembawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Usai pemberian remisi di Lapas Kelas IIB Probolinggo, Pemkot Probolinggo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Ninik Ira Wibawati bersama anggota Forkopimda bergeser ke Pos Polisi Ketapang, untuk melaksanakan peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Simpang Tiga Ketapang yang menjadi pintu gerbang Kota Probolinggo, Kamis (17/08/2023) sekitar pukul 10.03.</p>



<p>Sejumlah pasukan pembawa Bendera Merah Putih dari anggota kepolisian dan TNI berdiri di tengah Simpang Tiga Ketapang, secara berjajar. Sementara, para pengendara yang akan melintas dihentikan sejenak untuk melakukan penghormatan kepada Bendera Merah Putih, yang ditandai dengan bunyi sirine secara serentak.</p>



<p>Sementara di lokasi kedua, atau di Command Center juga menjadi tempat yang sama untuk mengikuti upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Para asissten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, camat dan perwakilan Forkopimda mengikuti live streaming dari kanal Medsos Sekretariat Presiden dari Istana Merdeka Jakarta.</p>



<p>Usai acara tersebut, Forkopimda dan seluruh jajaran pejabat di Lingkungan Pemkot Probolinggo langsung menuju ke Gedung Puri Manggala Bhakti untuk mengikuti tasyakuran. Sekda Ninik menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua DPRD, Abdul Mujib, disusul perwakilan veteran dan anggota Paskibraka.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Usai pemotongan tumpeng di acara tasyakuran, Sekda Ninik Ira Wibawati dan anggota Forkopimda berbincang santai di Puri Manggala Bhakti. Acara tersebut juga dihadiri oleh veteran dan anggota Paskibraka.</p>



<p>Saat disinggung perihal makna HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Sekda Ninik menyampaikan pesan dan mengungkapkan rasa terima kasihnya pada masyarakat Kota Probolinggo. &#8220;Terima kasih kepada seluruh warga Kota Probolinggo yang selama ini telah berpartisipasi menyemarakkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI. Dengan rangkaian acara mulai tingkat RT,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pemkot bersama Forkopimda berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, khususnya dalam upaya mengisi kemerdekaan ini dengan hal yang positif. &#8220;Sejalan dengan visi- misi wali kota, membangun Kota Probolinggo bersama rakyat agar menjadi hebat dan handal. Dengan begitu selaras dengan tema kemerdekaan tahun 2023 ini, Terus Melaju Menuju Indonesia Maju,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa’bani, menyatakan rasa syukurnya atas kerukunan masyarakat di Kota Mangga ini. “Alhamdulillah Kota Probolinggo masyarakatnya dewasa, sehingga kondisi wilayah menjadi aman, damai dan kondusif. Contohnya, saat Forkopimda datang di acara tasyakuran RT 10/RW 12 Kecamatan Kanigaran. Mereka melakukan kegiatan tersebut dengan guyub sehingga terlihat kekompakan warga. Dan itulah yang menjadi harapan bersama,” jelasnya. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196468</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
