<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sindikat Narkoba &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sindikat-narkoba/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Dec 2019 12:43:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sindikat Narkoba &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Narkoba, Sita 61 Poket SS dan 42 Ribu Trihex</title>
		<link>https://memontum.com/polresta-banyuwangi-bongkar-sindikat-narkoba-sita-61-poket-ss-dan-42-ribu-trihex</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 12:43:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 114]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Sindikat Narkoba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101847-polresta-banyuwangi-bongkar-sindikat-narkoba-sita-61-poket-ss-dan-42-ribu-trihex</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Satnarkoba Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap jaringan sindikat pengedar Nakorba dan obat-obatan terlarang. Operasi dilakukan sejak bulan Agustus hingga bulan Desember 2019, berhasil mengamankan 5 tersangka serta puluhan paket shabu-shabu (SS) dan puluhan ribu pil trihexyphenidyl. Terkuaknya sindikat pengedar sabu, terlebih dahulu Satreskrim Polresta Banyuwangi menangkap EA warga Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Satnarkoba Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap jaringan sindikat pengedar Nakorba dan obat-obatan terlarang. Operasi dilakukan sejak bulan Agustus hingga bulan Desember 2019, berhasil mengamankan 5 tersangka serta puluhan paket shabu-shabu (SS) dan puluhan ribu pil trihexyphenidyl.</p>
<p>Terkuaknya sindikat pengedar sabu, terlebih dahulu Satreskrim Polresta Banyuwangi menangkap EA warga Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-101848" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191211-WA0091-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191211-WA0091-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191211-WA0091-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191211-WA0091-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191211-WA0091-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191211-WA0091-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191211-WA0091-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin dari penangkapan EA ini, pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil mengungkap jaringan pengedar sabu-sabu.</p>
<p>&#8220;Setelah mengamankan EA, kami melakukan pengembangan kasus ini, dan berhasil menangkap tersangka DP, F dan RD,&#8221; terang Kapolresta Banyuwangi, di Mapolresta Banyuwangi, Rabu (11/12/2019) siang.</p>
<p>Dari penangkapan empat tersangka tersebut, lanjut AKBP Arman Asmara Syarifuddin pihaknya berhasil menyita barang bukti berupa 61 poket SS siap edar seberat 90,33 gram dan 42.100 butir pil trihexyphenidyl.</p>
<p>&#8220;Selain mengamankan barang bukti berupa 93,33 gram sabu dan puluhan ribu pil trihexyphenidyl. Kami juga mengamankan barang bukti lainnya, seperti 3 unit sepeda motor, 6 buah HP, uang tunai sebesar Rp 2,7 juta,&#8221; kata AKBP Arman Asmara.</p>
<p>Dari keterangan F, dirinya menjalankan bisnis barang haram ini sudah berjalan beberapa bulan. Setiap harinya ada 6-10 orang customer yang memesannya.</p>
<p>&#8220;Rata-rata yang memesan sabu itu 1/2 gram sampai 1 gram. Setiap gramnya harganya Rp 1,5 juta, sedangkan pil trihexyphenidyl perkalengnya kami hargai Rp 800 ribu. Satu kaleng pil trihexyphenidyl besiri 100 pil,&#8221; ujar tersangka F saat ditanya Kapolresta Banyuwangi.</p>
<p>Kapolresta Banyuwangi menghimbau kepada masyarakat Banyuwangi jika ada orang yang mengedarkan barang-barang terlarang seperti ini hendaknya melaporkan ke Polres Banyuwangi dan pihaknya akan menindak lanjuti jyga menangkap para pengedar barang yang merusak generasi muda.</p>
<p>&#8220;Saya berharap kepada masyarakat untuk bersinergi dengan Polresta Banyuwangi. Jika ada informasi dari masyarakat adanya peredaran obat terlarang, kami bisa ungkap sampai ke akar akarnya &#8221; tegas AKBP Arman Asmara Syarifuddin.</p>
<p>Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, 4 tersangka pengedar shabu-shabu, dijerat Pasal 114 (1) SUB 112 (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 5 tahun kurungan penjara dan maksimal hukuman mati. Sedangkan untuk tersangka pengedar obat keras berbahaya akan dijerat pasal 196, 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101847</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
