<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>singgah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/singgah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jul 2025 03:24:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>singgah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dorong Kesadaran Pembayaran PBB, Bapenda Kota Malang Gelar Layanan Singgah Perumahan</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-kesadaran-pembayaran-pbb-bapenda-kota-malang-gelar-layanan-singgah-perumahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bapenda]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembayaran]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[singgah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224205</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang menggelar kegiatan Bapenda Singgah Perumahan Plaosan Permai, di Taman Teluk Grajakan, Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (21/07/2025) malam. Inovasi ini dilakukan, untuk mendekatkan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayarkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pajak Daerah I Bapenda Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang menggelar kegiatan Bapenda Singgah Perumahan Plaosan Permai, di Taman Teluk Grajakan, Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (21/07/2025) malam. Inovasi ini dilakukan, untuk mendekatkan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayarkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).</p>



<p>Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pajak Daerah I Bapenda Kota Malang, Nico Dadik Prayoga, menyampaikan bahwa program tersebut dilakukan secara mobile dari satu perumahan ke perumahan lain. Khusus di Juli ini digelar setiap malam, mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.</p>



<p>&#8220;Kebetulan sekarang sudah minggu kedua, kita ada jadwal sampai habis akhir bulan Juli 2025 ini dan satu bulan kita full malam. Karena bertepatan di bulan Juli, jadi kita serang malam terus,&#8221; kata Nico, saat ditemui di lokasi.</p>



<p>Hingga pukul 19.03 WIB, layanan tersebut sudah ada sekitar 60 transaksi yang dilakukan, dengan perolehan sekitar Rp 12 juta lebih. Dalam program tersebut menurutnya tidak ada target tertentu, namun harus bisa memperoleh setinggi-tingginya.</p>



<p>&#8220;Kita sudah berupaya dengan teman teman semuanya, kita juga sudah mengedarkan surat pemberitahuan kepada wajib pajak yang belum membayar pajak di sekitar kita. Kita menyurati door to door, bahwa disini terdapat loket pembayaran PBB. Di Joyo Grand kemarin kita sampai pukul 21.30 WIB karena banyaknya wajib pajak yang sadar oleh pembayaran PBB,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Untuk menarik minat warga, Bapenda Kota Malang juga memberikan minyak goreng dan mug gratis bagi setiap wajib pajak yang melakukan pembayaran PBB di lokasi. &#8220;Ini bentuk apresiasi kami agar warga makin sadar pentingnya membayar pajak. Cukup bayar PBB, berapa pun nominalnya, sudah bisa dapat hadiah,&#8221; lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="426" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/07/Dorong-Kesadaran-Pembayaran-PBB-Bapenda-Kota-Malang-Gelar-Layanan-Singgah-Perumahan-2.jpg?resize=600%2C426&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-224207" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/07/Dorong-Kesadaran-Pembayaran-PBB-Bapenda-Kota-Malang-Gelar-Layanan-Singgah-Perumahan-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/07/Dorong-Kesadaran-Pembayaran-PBB-Bapenda-Kota-Malang-Gelar-Layanan-Singgah-Perumahan-2.jpg?resize=300%2C213&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>


<p></p>



<p>Di tahun 2025 ini, Bapenda Kota Malang menargetkan pendapatan PBB sebesar Rp 73 miliar. Hingga pertengahan Juli telah terealisasi sekitar 50 persen atau lebih dari Rp 30 miliar. Tentu, Nico optimis capaian tahun ini bisa melebihi target.</p>



<p>&#8220;Di tahun 2024 Bapenda Kota Malang tutup target Rp 73 miliar,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Nico berharap kesadaran masyarakat Kota Malang dalam memenuhi kewajiban perpajakannya semakin meningkat. &#8220;Karena dengan uang dari pembayaran pajak daerah ini sangat berdampak langsung untuk pembangunan daerah,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, pasangan suami istri asal Gang Trubus, Teluk Grajakan, Lia dan Yulianto, mengapresiasi adanya layanan Bapenda Singgah Perumahan. Karena, menurutnya program tersebut sangat membantu.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah dengan program seperti ini sangat membantu. Siang itu biasanya banyak kegiatan dan ribet. Tapi kalau malam seperti ini enak, dekat juga. Kalau bisa diadakan setiap tahun,&#8221; ujar Yulianto.</p>



<p>Kegiatan itu diketahui melalui RT dan RW setempat. &#8220;Alhamdulillah juga dapat minyak goreng. Sangat bermanfaat,&#8221; imbuh Lia. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224205</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melihat Sedekah Tahunan Nyadran Dam Bagong, Kerbau Diarak Singgah ke Pendopo Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/melihat-sedekah-tahunan-nyadran-dam-bagong-kerbau-diarak-singgah-ke-pendopo-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[DAM]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diarak]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[ke]]></category>
		<category><![CDATA[kerbau]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[singgah]]></category>
		<category><![CDATA[tahunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191041</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ada yang berbeda dari rangkaian acara Bersih Dam Bagong yang ada di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Di tahun ini, sedekah tahunan yang biasa disebut Nyadran Dam Bagong dilakukan dengan merekonstruksi ulang sejarah dengan nilai dan pendekatan yang baru. Dalam sejarah yang ada, Ki Ageng Minak Sopal meminjam Gajah Putih milik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ada yang berbeda dari rangkaian acara Bersih Dam Bagong yang ada di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Di tahun ini, sedekah tahunan yang biasa disebut Nyadran Dam Bagong dilakukan dengan merekonstruksi ulang sejarah dengan nilai dan pendekatan yang baru.</p>



<p>Dalam sejarah yang ada, Ki Ageng Minak Sopal meminjam Gajah Putih milik Mbok Roro Krandon, untuk dijadikan persembahan pembangunan Dam Bagong. Sebelum disembelih dan dipersembahkan, kepala Kerbau harus dikirab terlebih dahulu.</p>



<p>Kirab Kerbau yang diperuntukkan Nyadran Dam Bagong ini menjadi salah satu bagian sakral dari adat budaya yang dilestarikan oleh masyarakat di Kelurahan Ngantru dan baru tahun ini dilakukan. &#8220;Ini memang terbilang baru, karena sebelum-sebelumnya tidak ada. Tahun ini kita mencoba melakukan rekonstruksi kembali sejarah kenapa Nyadran Dam Bagong. Kalau dahulunya, akadnya Menak Sopal meminjam Gajah Putih milik Mbok Roro Krandon itu akan dikembalikan. Namun, akhirnya disembelih sebagai syarat membangun Dam Bagong,&#8221; terang Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, saat dikonfirmasi, Kamis (15/06/2023) sore.</p>



<p>Akan tetapi, tambah Bupati Arifin, pihaknya ingin merekonstruksi sejarah tersebut. Menurutnya, masyarakat Krandon sudah ikhlas Gajah itu disembelih karena manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Dari sini, kedua desa ini coba dirangkaikan karena menjadi asal usul dari upacara adat Dam Bagong. Keduanya coba di kolaborasikan, sehingga Kerbau untuk Nyadran disinggahkan semalam di Desa Kerjo. Juga, ada beberapa rangkaian kegiatan dilakukan disana.</p>



<p>&#8220;Dari Kerjo kemudian Kerbau atau Mahesa, ini di kirab menuju Pendopo Trenggalek. Lalu di kirab kembali ke Tlatah Mbagongan (Dam Bagong),&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kegiatan ini, ada Bregodo yang mana Mahesa diserahkan kepada Bupati Trenggalek. Kemudian, bupati menyerahkan kembali Kerbau ini untuk dibawa ke Dam Bagong dan berikut dengan peralatan sembelihnya.</p>



<p>&#8220;Jadi kegiatan hari ini sebenarnya kegiatan rutin tahunan. Yaitu, Nyadran Dam Bagong ditandai dengan sedekah daging Kerbau kepada masyarakat di Desa Ngantru,&#8221; tutur Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Maka dari itu, sambungnya, ini memang sudah diniatkan untuk sedekahan. Kerbau yang diarak dimulai dari Desa Kerjo, Kecamatan Karangan sampai ke Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Selanjutnya, dari pendopo akan diarak kembali ke Ngantru untuk dilakukan penyembelihan.</p>



<p>&#8220;Besok (Jumat, red) akan dilakukan adat Nyadran Dam Bagong dengan melempar kepala kerbau beserta kakinya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk rangkaian Nyadran Dam Bagong sendiri, jelas Bupati Trenggalek, sudah dimulai pada hari Rabu malam dan hari sakralnya Nyadran Dam Bagong sendiri yang dilaksanakan pada Jumat besok. Menurutnya, ini akan menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan rutin setiap tahun.</p>



<p>Nyadran Dam Bagong sendiri, sebenarnya merupakan perwujudan rasa syukur dari warga lingkungan sekitar dan petani yang dialiri oleh aliran sungai Dam Bagong. Mereka bersyukur karena sebelumnya Trenggalek merupakan rawa rawa tandus yang kering ketika musim kemarau dan banjir ketika musim penghujan.</p>



<p>Berawal dari tokoh yang bernama Menak Sopal, keadaan ini dirubah. Dengan membangun sebuah Dam atau bendungan kecil di area Bagongan, tanah yang dahulunya tandus ketika kemarau dan banjir ketika hujan menjadi areal persawahan yang subur.</p>



<p>Sedangkan cerita-cerita lain di balik pembangunan Dam ini, menyembelih Gajah Putih yang pada waktu itu milik Mbok Roro Krandon, menjadi cikal bakal upacara adat Nyadran sekarang. Cuma, hewan yang disembelih dari Gajah digantikan dengan seekor kerbau.</p>



<p>&#8220;Besok kepala kerbau dan kaki kerbau akan dilarung dengan cara dilemparkan ke dalam Dam Bagong. Yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat sekitar. Menurut kepercayaan, barang siapa mendapatkan kepala kerbau tersebut akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya,&#8221; papar Bupati Arifin. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191041</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
