<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Singhasari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/singhasari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jul 2023 05:51:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Singhasari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Malang Dampingi Sesmenko Ekon Tinjau Keberadaan KEK Singhasari</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-dampingi-sesmenko-ekon-tinjau-keberadaan-kek-singhasari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jul 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dampingi]]></category>
		<category><![CDATA[ekon]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sesmenko]]></category>
		<category><![CDATA[Singhasari]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193527</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko Ekon), Susiwijono Meogiarso di Ruang Joglo Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Singosari), Sabtu (15/07/2023) siang. Dalam kesempatan ini, Sesmenko didampingi Kepala Biro Investasi Kerjasama dan Komunikasi, Bambang Wijanarko serta Kepala Biro Pembentukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko Ekon), Susiwijono Meogiarso di Ruang Joglo Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Singosari), Sabtu (15/07/2023) siang. Dalam kesempatan ini, Sesmenko didampingi Kepala Biro Investasi Kerjasama dan Komunikasi, Bambang Wijanarko serta Kepala Biro Pembentukan dan Perencanaan KEK.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, pendirian KEK Singhasari ditujukan untuk memberikan nilai tambah terhadap penguasaan teknologi dan SDM serta didesain dengan pendekatan wisata dan budaya. Selain itu, KEK Singhasari juga disiapkan sebagai pusat pendidikan kelas dunia serta jantung ekonomi kreatif dan digital. KEK Singhasari sendiri terus berkembang dan tidak akan melulu fokus pada pengembangan industri ekonomi kreatif. Namun, juga serius dalam pengembangan di bidang pendidikan.</p>



<p>Kolaborasi yang dilakukan bersama pelaku pendidikan, pun sebenarnya juga telah dirancang. Terutama, untuk melahirkan Intellectual Property (IP) di bidang industri ekonomi kreatif (Ekraf).</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Rencananya, di KEK Singhasari akan hadir King&#8217;s College London (KCL) yang merupakan salah satu universitas terkemuka dengan peringkat 37 dunia dan peringkat 7 di United Kingdom. Kings College London bersama Universitas Indonesia, akan menjadi mitra dalam mewujudkan pengembangan pendidikan transnasional di KEK Singhasari, Kabupaten Malang.</p>



<p>Disampaikan oleh Sesmenko Ekon, proses pengembangan ini sedang dalam posisi dievaluasi. Sehingga, diharapkan di semester 2 bisa ditampakkan perkembangannya. &#8220;Kemudian masih akan memberikan nilai dari sisi investasi, terutama dari sisi pendidikan. Ada pula universitas bertaraf internasional King’s College, dari dalam negeri ada UB, UMM yang akan bersinergi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berbagai hal juga ditekankan oleh Sesmen Ekon, jika dikembangkan dari sisi perguruan tingginya akan memerlukan pembiayaan dan sedang dihitung bentuk studinya. &#8220;Nampaknya, juga akan memberikan satu nilai yang nantinya kalau itu sudah menjadi satu perikatan dari berbagai perguruan tinggi. Maka akan muncul berapa nilai investasi yang akan ditanamkan di dalamnya. Walaupun itu perlu waktu jangka menengah atau jangka panjang, tetapi itu bisa diakumulasi berapa kali rencana investasi yang akan dikembangkan dari sisi pendidikan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur KEK Singasari, David Santoso, mengatakan jika sejauh ini infrastruktur dasar KEK di lahan seluas 120,3 hektar telah siap 100 persen. Nantinya, pihak pengelola telah menyiapkan pembagian masterplan sesuai amanah dari KEK.</p>



<p>&#8220;Pemerintah Kabupaten Malang tentunya juga memberikan dukungan penuh untuk membangun sejumlah kampus di KEK Singhasari. Kabupaten Malang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pendidikan internasional, melalui pengembangan KEK Singhasari,&#8221; urainya.</p>



<p>Bupati Malang Sanusi dan Direktur Utama KEK Singhasari dalam kesempatan ini mengajak Sesmenko Ekon untuk meninjau beberapa titik lokasi pengembangan KEK Singhasari, diantaranya UMM for Future Work, King&#8217;s Collage, Hotel UB dan Studio Animasi. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193527</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penemuan Prasasti Kuno, Diduga Sebelum Zaman Singhasari</title>
		<link>https://memontum.com/penemuan-prasasti-kuno-diduga-sebelum-zaman-singhasari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2020 02:45:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Langlang]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[Singhasari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119952-penemuan-prasasti-kuno-diduga-sebelum-zaman-singhasari</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Penemuan prasasti kuno, di Desa Langlang Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, oleh warga desa diduga berasal dari pra kerajaan Singhasari. Berawal dari kegiatan pengukuran lahan perkebunan dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Untuk sertifikasi tanah secara massal di Desa Langlang tahun 2019. Ternyata ditemukan prasasti, berupa batu kuna. Juga beberapa pecahan gerabah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Penemuan prasasti kuno, di Desa Langlang Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, oleh warga desa diduga berasal dari pra kerajaan Singhasari. Berawal dari kegiatan pengukuran lahan perkebunan dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Untuk sertifikasi tanah secara massal di Desa Langlang tahun 2019.</p>
<p>Ternyata ditemukan prasasti, berupa batu kuna. Juga beberapa pecahan gerabah di salah satu kebun Singkong milik Roni (43) warga desa Langlang RW 1 RT 9. Setelah ditemukannya beberapa artefak itu, sejak Maret 2020 (5 bulan lalu). Akhirnya dilaporkan kepada Dinas Pariwisata dan budaya (Disparbud) dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).</p>
<p>Saat BPCB meninjau Kamis(23/7/2020) Nugroho Harjo Lukito selaku PLT kasih pengembang dan pemanfaatan balai pelestarian cagar budaya Jawa timur, mengungkapkan bahwa setelah dilakukannya pengecekan secara seksama diduga struktur yang ditemukan memiliki kriteria cagar budaya.</p>
<p>&#8220;Kalau dilihat dari struktur ini bukan termasuk dalam struktur hunian, melainkan sebuah bangunan yang memiliki struktur untuk kegiatan religi pada masa itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Nugroho jika dilihat dari material yang ditemukan di kebun Roni tersebut diduga merupakan peninggalan pra-kerajaan shingasari, kemungkinan besar juga berasal dari Kerajaan Mataram Kuno menurut pandangan dalam segi analogi komperhensif.</p>
<p>&#8220;Dimensi batu bata yang ditemukan dengan ukuran lebar 28cm,panjang 38, dan tebal 10cm, hal itu juga didasari dari beberapa temuan dimalang sisi Utara hingga arah batu, ini merupakan salah satu kawasan linier,terhadap persebaran pada masa Mataram kuno dizaman empu sendok,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Setelah ini bakal dilakukan perencanaan untuk ekskavasi diarea yang memiliki struktur bangunan bersejarah ini, berdasarkan rencana yang di buat oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), paling lambat 2 bulan lagi.</p>
<p>Untuk sementara ini pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) bekerjasama dengan pihak warga untuk membantu menjaga, kawasan tersebut hingga ada penanganan selanjutnya.<strong> (mg2/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119952</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Malang Gandeng UB, Kaji Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-malang-gandeng-ub-kaji-kawasan-ekonomi-khusus-singhasari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2019 12:08:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasan Ekonomi Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab malang]]></category>
		<category><![CDATA[Singhasari]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87268-pemkab-malang-gandeng-ub-kaji-kawasan-ekonomi-khusus-singhasari</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Peran akademisi dalam kontribusi pembangunan daerah sangat diperlukan. Terutama terkait perencanaan, kajian, dan evaluasi suatu program yang dikembangkan. Dalam hal ini peran program Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) pada program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dan sekitarnya, yang telah lolos final. Sebelumnya, ada 12 wilayah KEK yang mengikuti seleksi nasional, hingga akhirnya 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Peran akademisi dalam kontribusi pembangunan daerah sangat diperlukan. Terutama terkait perencanaan, kajian, dan evaluasi suatu program yang dikembangkan. Dalam hal ini peran program Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) pada program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dan sekitarnya, yang telah lolos final.</p>
<p>Sebelumnya, ada 12 wilayah KEK yang mengikuti seleksi nasional, hingga akhirnya 3 wilayah lolos seleksi. Dimana Kabupaten Malang menjadi finalis yang siap dengan wilayah 200 hektar sebagai target KEK Singhasari yang dipusatkan di Singosari, Kabupaten Malang.</p>
<p><div id="attachment_87269" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-87269" decoding="async" class="size-full wp-image-87269" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0059-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="GAYENG : Diskusi dan paparan kajian KEK Singhasari. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0059-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0059-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0059-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0059-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0059-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-87269" class="wp-caption-text"><strong> GAYENG : Diskusi dan paparan kajian KEK Singhasari. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Peran akademisi dalam kajian sangat dibutuhkan semua pihak, termasuk Pemkab Malang ketika terpilih program KEK nya. Jika suatu daerah memiliki KEK, maka semua aktivitas ekonomi masyarakat bisa tersentral dan terintegrasi. Ide briliant, tetapi tidak sesederhana yang dibayangkan. Maka perlu kajian dari akademisi, salah satunya keterlibatan UB,&#8221; jelas Wakil Direktur 1 Pasca Sarjana UB, Dr Fadillah Putra, SSos, MSi., MPaff,</p>
<p>Salah satu implementasi terkait konektivitas akses, bentuk komunikasi dan sosialiasi, dampak sosial masyarakat sekitar dan keterlibatannya, kajian riset produk, marketing, dan ekonomi, dan lainnya. Semua harus dipersiapkan matang mewujudkan mimpi KEK tersebut.</p>
<p>&#8220;Salah satunya masalah lingkungan dan gender. Ketika KEK dikembangkan, apakah nanti ada polusi yang akan muncul, apakah kemacetan akan lebih parah, dan lainnya. Jadi kami ingin melihat sampai sejauh mana implikasi-implikasi negatif itu sudah diantisipasi oleh Pemkab Malang. Jadi sifatnya perguruan tinggi ini bukan dalam konteks menolak, tapi kita melihat mana yang kurang, maka kita akan masuk di situ untuk melayani dan memberikan saran,&#8221; bebernya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, mengatakan, sebenarnya dari sisi apa yang direncanakan dan apa yang akan nantinya dikembangkan di dalam KEK, Pemkab Malang sudah siap. Hanya saja sekarang tinggal menunggu turunnya PP sebagai regulasi penetapan KEK Singosari.</p>
<p>&#8220;Pemkab Malang menggandeng Universitas Brawijaya (UB) untuk turut mengembangkan KEK dari sisi keilmuan,&#8221; terang Tomie, saat menghadiri acara Guest Lecture Series di gedung Pasaca Sarjana UB, Rabu (3/7/2019) siang.</p>
<p>Disampaikan Tomie, Pemkab Malang akan mengembangkan KEK yang di dalamnya di fokuskan pada tiga zona, yakni pariwisata, teknologi informasi, dan industri kreatif. Oleh karenanya, untuk mengimplementasikan apa yang ada di dalam KEK tersebut dibutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak, termasuk peran perguruan tinggi dalam hal ini UB.</p>
<p>&#8220;Kebetulan lokasi KEK ini berdekatan dengan lahan UB Forest, sehingga tidak ada salahnya jika kita bekerjasama. Kami ingin mengemas KEK ini bersama UB dari sisi keilmuan, sekaligus bagaimana keterlibatan UB nantinya dalam pengabdian masyarakatnya bersama masyarakat untuk mengembangkan KEK di daerah bersinggungan,&#8221; bebernya.</p>
<p>Dalam pengembangannya nanti akan banyak alumni UB yang akan dilibatkan, agar pengembangan dari sisi pariwisata yang dikolaborasikan dengan IT dan industri kreatif tersebut bisa menjadi satu kesatuan. Sehingga tidak hanya berkembang di skala nasional tetapi juga internasional. <strong>(rhd/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87268</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ibu PKK Klampok-Singhasari Produksi Kripik Mbote Untuk Bantu Suami</title>
		<link>https://memontum.com/ibu-pkk-klampok-singhasari-produksi-kripik-mbote-untuk-bantu-suami</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2018 15:05:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[FIKK]]></category>
		<category><![CDATA[PKK]]></category>
		<category><![CDATA[Singhasari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/23140-ibu-pkk-klampok-singhasari-produksi-kripik-mbote-untuk-bantu-suami</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212;- Famili Ibu Karya Desa Klampok Kecamatan Singhasari Kabupaten Malang memanfaatkan potensi kearifan lokal dengan membuat kripik mbote demi membantu pendapatan suami untuk kesejahteraan keluarga. Rini Karyana Ketua Famili Ibu Karya Klampok atau yang disingkat (FIKK) adalah kelompoknya ibu- ibu yang mau berkarya berkreatifitas di bidang usaha kecil. Mereka memanfaatkan potensi alam yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212;-  Famili Ibu Karya Desa Klampok Kecamatan Singhasari Kabupaten Malang memanfaatkan potensi kearifan lokal dengan membuat kripik mbote demi membantu pendapatan suami untuk kesejahteraan keluarga. Rini Karyana  Ketua Famili Ibu Karya Klampok atau yang disingkat (FIKK) adalah kelompoknya  ibu- ibu  yang mau berkarya berkreatifitas di bidang usaha kecil.</p>
<p>Mereka memanfaatkan potensi alam yang ada di Desa Klampok dengan memanfaatkan  kearifan lokalnya dengan tujuan membantu pendapatan suami. Kelompok usaha bersama Pokja 3 PKK Desa Klampok bergerak di bidang sandang dan pangan salah satunya dengan belajar bersama membuat ketrampilan dengan tujuan untuk membantu suami demi kesejahteraan keluarga.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0165-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-23143" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0165-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0165-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0165-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0165-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Desa Klampok biasanya mendapatkan pelatihan-pelatihan dalam bentuk mengelola bahan-bahan yang ada di sekitar desa dari Dinas Perdagangan, Pariwisata dan Koperasi. Hasil pelatihan mereka implementasikan melalui karya bersama lewat FIKK.</p>
<p>&#8220;Misalkan kami Dusun Sumbul banyak mbote dengan membuat keripik mbote, pisang dan talas. Beberapa kelompok ada yang membuat telor asin. Itu dikelola Bu Ribut dan Mbak Eka. Juga membuat kripik pisang, singkongnya untuk menopang kesejahteraan keluarga kami,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0164-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-23142" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0164-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0164-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0164-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0164-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Nurul, salah satu anggota FIKK mengaku sangat bangga dengan bergabung di FIKK. Karena mereka bisa menghasilkan pendapatan melalui membuat kripik dan telor asin yang niatan mulianya untuk membantu pendapatan keluarga.</p>
<p>&#8220;Yah daripada nganggur lebih baik waktunya dibuat untuk yang positif mas,&#8221; tegasnya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0163-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-23141" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0163-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0163-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0163-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180129-WA0163-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Produk ibu-ibu ini, mulai kripik singkong, tempe, mbote sampai talas dengan harga bervariasi mulai Rp 10.000 sampai Rp  15.000 dengan berat sekitar satu ons ada juga kadang pembeli membeli kiloan. <strong>(met/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23140</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
