<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>single &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/single/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Aug 2025 15:11:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>single &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Komisi II DPR RI Soroti Penerapan Single Tarif dan Multiple Tarif PBB di Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-ii-dpr-ri-soroti-penerapan-single-tarif-dan-multiple-tarif-pbb-di-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[multiple]]></category>
		<category><![CDATA[penerapan]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225288</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komisi II DPR RI menyoroti potensi persoalan dalam penerapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di daerah, khususnya terkait perbedaan penerapan single tarif dan multiple tarif. Hal tersebut disampaikan Ketua Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, saat melakukan kunjungan ke Balai Kota Malang, Jumat (22/08/2025) tadi. Menurut Khozin, dasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komisi II DPR RI menyoroti potensi persoalan dalam penerapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di daerah, khususnya terkait perbedaan penerapan single tarif dan multiple tarif. Hal tersebut disampaikan Ketua Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, saat melakukan kunjungan ke Balai Kota Malang, Jumat (22/08/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Khozin, dasar pengaturan tarif PBB dimulai dari UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD) Nomor 1 Tahun 2022 yang memberi kelonggaran rasio dari 0,3 persen menjadi 0,5 persen. Ketentuan ini kemudian dipertegas melalui PP Nomor 35.</p>



<p>&#8220;Dalam praktiknya terdapat perbedaan perlakuan di daerah. Kalau single tarif, itu semua kategori masyarakat miskin, pedagang, tani, maupun perkotaan dipukul rata. Konsekuensinya bisa naik beratus-ratus persen. Sementara multiple tarif memberi kategorisasi yang lebih mendekati keadilan sosial,” jelas Khozin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa penjelasan mengenai perbedaan itu baru di terima setelah mendengar paparan dari Kepala Bapenda Kota Malang. “Kami tanyakan apakah ada aturan normatifnya, dijawab tidak ada. Itu hanya didapat saat asistensi ke Kemendagri, tetapi tanpa norma yang jelas,” ujarnya.</p>



<p>Hal ini, menurutnya juga akan ditindaklanjuti dalam rapat kerja dengan Kemendagri, gubernur, serta bupati dan wali kota se-Indonesia, pada pekan depan. “Kalau benar tidak ada norma yang jelas, tentu ini masalah. Daerah hanya pelaksana kebijakan, sedangkan kebijakan ada di Kemendagri. Agar kasus seperti di Pati, Semarang dan Bone tidak meluas, hal ini harus segera diselesaikan,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya regulasi terkait UU maupun PP telah dibahas bersama DPR RI, namun implementasi teknis di lapangan belum tersampaikan secara utuh. “Makanya kami turun langsung lewat kunker, agar dapat insight dari pemda yang terdampak, bukan hanya satu arah dari Kemendagri. Ini akan jadi poin penting yang kami bawa ke rapat pekan depan,&#8221; imbuh Khozin. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225288</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akustikoma Rilis Single &#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217;, Seruan Lantang dari Musisi Asal Malang</title>
		<link>https://memontum.com/akustikoma-rilis-single-negeri-sakkarepmu-seruan-lantang-dari-musisi-asal-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[akustikoma]]></category>
		<category><![CDATA[lantang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[sakkarepmu’,]]></category>
		<category><![CDATA[seruan]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222508</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Grup Akustikoma, yang digawangi oleh Yoga BM dan Antok Yunus, akhirnya merilis single bertajuk &#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217;, sebuah karya tajam dan menggugah yang diproduksi oleh Gio Production. Lewat lirik karya Yoga BM dan vokal dari Antok Yunus, lagu ini tampil sebagai bentuk kritik sosial yang kuat terhadap kondisi sosial-politik yang terjadi saat ini. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Grup Akustikoma, yang digawangi oleh Yoga BM dan Antok Yunus, akhirnya merilis single bertajuk &#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217;, sebuah karya tajam dan menggugah yang diproduksi oleh Gio Production. Lewat lirik karya Yoga BM dan vokal dari Antok Yunus, lagu ini tampil sebagai bentuk kritik sosial yang kuat terhadap kondisi sosial-politik yang terjadi saat ini.</p>



<p>&#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217;, yang secara harfiah berarti &#8216;Negeri Sesukamu&#8217; dalam bahasa Jawa, menggambarkan keresahan dan kegelisahan masyarakat terhadap ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan serta merajalelanya korupsi yang seolah telah menjadi bagian dari sistem. Dengan gaya yang khas dan nuansa melankolis yang dibalut dalam aransemen sederhana namun menghujam, Akustikoma mengajak pendengar untuk merenungi kenyataan pahit yang selama ini mungkin terabaikan. Lagu ini, tidak hanya menjadi luapan emosi, tapi juga bentuk perlawanan: &#8220;Kami bersuara, meski dibungkam. Kami bertanya, meski dilupakan&#8221;.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari bait pembuka hingga pengulangan kata &#8216;sakkarepmu&#8217; yang menghantui di akhir lagu, single ini menyuarakan realita bahwa hukum, keadilan dan kekuasaan seringkali berjalan sesuai kehendak segelintir elit, sementara rakyat kecil terus menjadi korban. “Lagu ini adalah cermin. Bukan hanya untuk para pemegang kuasa, tapi juga untuk kita semua, agar tidak kehilangan suara dan kesadaran,” ujar sang penulis lirik, Yoga BM, Selasa (27/05/2025) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Antok Yunus menambahkan bahwa musik adalah medium jujur. &#8220;Lewat lagu ini, kami hanya ingin menyampaikan bahwa suara rakyat tidak boleh padam, betapapun sunyinya jalan yang harus dilalui,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diproduksi oleh Gio Production, &#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217; bukan sekadar lagu, tetapi sebuah pernyataan dan doa sekaligus teriakan dalam diam, untuk negeri yang terus diimpikan pulih dari luka-luka yang dibiarkan menganga. Untuk diketahui, proses pembuatan lagu &#8216;Negeri Sakkarepmu&#8217; yang melibatkan sejumlah musisi yakni Indra Kenatha, Yeyen Gitar dan Gita Biola. Sedangkan untuk publisher musik, ditangani oleh One Entertainment Jakarta. Sehingga, karya ini bisa dinikmati di berbagai platform musik digital mulai tanggal 28 Juni 2025. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222508</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Apik, Dosen dan Mahasiswa Rilis Single Lagu Jalani Saja</title>
		<link>https://memontum.com/kolaborasi-apik-dosen-dan-mahasiswa-rilis-single-lagu-jalani-saja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2024 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[jalani]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206012</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Salah satu dosen di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kota Malang, Miss Whida Rositama bersama dengan mahasiswanya Arbain Al Ashar, berhasil merilis sebuah single lagu terbarunya, berjudul &#8216;Jalani Saja,’ Sabtu (10/02/2024) tadi. Menurut Miss Whida, single lagu tersebut terinspirasi dari perjalanan emosional yang tergambar dalam film indie Suara Hati dan menjadi cerminan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Salah satu dosen di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kota Malang, Miss Whida Rositama bersama dengan mahasiswanya Arbain Al Ashar, berhasil merilis sebuah single lagu terbarunya, berjudul &#8216;Jalani Saja,’ Sabtu (10/02/2024) tadi.</p>



<p>Menurut Miss Whida, single lagu tersebut terinspirasi dari perjalanan emosional yang tergambar dalam film indie Suara Hati dan menjadi cerminan musikal dari narasi film tersebut. Di mana, film itu menceritakan tentang ketangguhan dan cinta yang teguh dari tokoh utama, yang sayangnya mengidap penyakit serius.</p>



<p>&#8220;Berasal dari esensi alur cerita film, lagu ini menangkap keinginan gencar sang tokoh utama untuk merangkul momen berharga kehidupan bersama pasangannya yang tercinta walaupun hidupnya tidak akan lama lagi. Liriknya beresonansi dengan tekad karakter untuk hidup secara autentik, tanpa terbebani oleh penilaian orang lain atau vonis yang diberikan oleh dokter,&#8221; jelas Misa Whida.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dikatakannya, jika single tersebut dilakukan dengan kolaborasi, itu karena Arbain memiliki ciri suara yang khas. Sehingga, dapat menampilkan lagu pop yang akrab di telinga kawula muda.</p>



<p>&#8220;Saya merasa Arbain ini punya potensi dalam bidang tarik suara, maka dari itu saya ajak dia untuk kolaborasi. Sebelumnya, kami juga pernah terlibat beberapa kegiatan bersama di internal maupun di eksternal kampus, salah satunya pernah menjadi juri duta,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Selain itu, menurut Miss Whida, lagu Jalani Saja juga sebagai kenangan sebelum Arbain pindah dari Kota Malang. Sebab, dia akan pergi ke Batam untuk bekerja di sana.</p>



<p>&#8220;Duet kami dalam single lagu yang berjudul Jalani Saja ini, diharapkan dapat menjadi duet yang dapat menyentuh anak muda. Lagu ini sangat menyentuh hati para pendengar dan pecinta musik tanah air karena di dalam berisi tentang perjalanan hidup,&#8221; katanya.</p>



<p>Tidak hanya itu, Miss Whida berharap agar para pendengar dapat menikmati setiap momen berharga dengan orang yang dicintainya, terlepas dari tantangan yang mereka hadapi. &#8220;Lagu ini sangat cocok didengarkan bagi kamu yang sedang berjuang untuk orang yang kamu cintai. Jalani akan beresonansi secara mendalam dengan pendengar, menawarkan pengingat yang menyentuh hati tentang kekuatan transformatif cinta di tengah tantangan terbesar dalam kehidupan,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Arbain merasa antusias dengan ajakan Miss Widha. Dirinya juga merasa bangga karena sukses berkolaborasi dengan dosen yang sudah dianggapnya seperti orang tua sendiri.</p>



<p>&#8220;Kalau biasanya hubungan dosen dan mahasiswa itu terkesan kaku, seperti kolaborasi riset, jurnal, atau tugas-tugas lain, kami coba menghasilkan karya yang memang murni dari hobi, dalam bentuk single berjudul Jalan Saja ini,&#8221; tambah Arbain.</p>



<p>Sebagai informasi, single Jalani Saja merupakan single kedua yang telah dirilis oleh Miss Whida dan diproduksi secara Indie oleh Pops You God. Pendengar dapat menikmati lagu tersebut melalui berbagai platform musik seperti Joox, Spotify, Apple Music, maupun YouTube Music. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206012</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
