<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Situs &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/situs/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jun 2023 07:41:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Situs &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Enam Ahli Waris Pemilik Lahan Situs Pendem Menunggu Janji Pemkot Batu</title>
		<link>https://memontum.com/enam-ahli-waris-pemilik-lahan-situs-pendem-menunggu-janji-pemkot-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[ahli]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[enam]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lahan]]></category>
		<category><![CDATA[menunggu]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<category><![CDATA[waris]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak enam ahli waris dari pemilik lahan di ekskavasi Situs Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menunggu janji Pemkot Batu. Itu karena, Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, berencana merealisasi atas pembelian lahan seluas sekitar 100 meter persegi dengan nominal sebesar Rp 100 juta. Lahan itu sendiri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak enam ahli waris dari pemilik lahan di ekskavasi Situs Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menunggu janji Pemkot Batu. Itu karena, Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, berencana merealisasi atas pembelian lahan seluas sekitar 100 meter persegi dengan nominal sebesar Rp 100 juta. Lahan itu sendiri, bagian dari ekskavasi situs, yang sebelumnya adalah lahan produktif ditanami padi.</p>



<p>Salah satu cucu dari pemilik lahan yang terdapat Situs Pendem, Anton Adi Wibowo, menjelaskan lahan yang secara keseluruhan seluas kurang lebih 1.500 meter persegi dan didalamnya seluas 100 meter persegi yang terdapat Situs Pendem, itu sebenarnya milik Mbah Wiji yang sudah lama meninggal. Kemudian, Mbah Wiji memiliki enam anak sebagai ahli waris yang sekarang masih hidup. Diantaranya, Ngateni, Sugianti, Sulik, Sumiatun, Sulis dan Sutrisno.</p>



<p>&#8220;Saya cucu dari Mbah Wiji, yaitu anak ahli waris Sumiatun. Memang, di sini pihak ahli waris menunggu realisasi dari Disparta, untuk segera dibayarkan pembelian lahan Situs Pendem yang sekarang proses ekskavasi,&#8221; terangnya, saat berada dikediamannya, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Selasa (20/06/2023) tadi.</p>



<p>Sebulan yang lalu, ujarnya, tepatnya 22 Mei 2023, tim penafsir dari Disparta Kota Batu memang sudah mendatangi pihak ahli waris. Kendati demikian, untuk proses pembelian lahan memang tidak semudah yang dilihat, karena harus melalui beberapa proses.</p>



<p>&#8220;Kalau harga tafsir saya memang belum tahu, karena NJOP disini lebih kurang Rp 1 juta. Memang tidak semudah yang dilihat, artinya disini masih lewat banyak proses juga. Tetapi, kalau tim tafsir sudah mendatangi bulan Mei lalu, setidaknya bulan Juni atau Juli seharusnya sudah realisasi pembayarannya. Tapi, sampai hari ini belum ada kabar,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sebenarnya, jelas Anton, sebelum ditemukan Situs Pendem dan selanjutnya dilakukan ekskavasi, lahan itu sangat produktif. Hingga, saat itu sebelum Desember 2019, ditemukannya situs itu disewakan pertahun sebesar Rp 700 ribu untuk ditanami padi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sedangkan, tambahnya, dari 1.300 meter persegi total luasan lahan yang dimiliki 6 ahli waris ini ternyata 800 meter persegi yang paling produktif termasuk didalamnya ada 100 meter persegi yang terdapat galian situs itu.</p>



<p>&#8220;Jadi, terhitung sudah 4 tahun tanah yang dimiliki 6 ahli waris yang terdapat Situs Pendem nganggur. Bahkan, saat ditemukan situs kami mengembalikan uang sewa sisa dua tahun. Dan, sampai sekarang nganggur tidak ada yang berani menyewa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sejak awal adanya komunikasi antara Disparta Kota Batu dengan enam ahli waris, tegasnya, memang di luar yang diperkirakan. Untuk itu, dirinya berharap Disparta untuk segera merealisasikan pembayaran yang tidak terlalu lama sampai bulan Desember 2023.</p>



<p>&#8220;Saya memang khawatir, kalau Juni sampai Juli ini tidak segera direalisasikan, maka bakal mundur di Desember 2023. Saya tidak ingin seperti itu, karena ini menurut saya kalau sampai bulan depan belum ada kabar, berarti ikut Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) dan Desember 2023 baru diberikan atau malah tahun depan. Ya, ahli waris jelas tidak mau,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Maka, imbuh Anton, dalam permasalahan tersebut pihak Disparta Kota Batu diinginkan untuk kooperatif selalu memberikan informasi perkembangan proses pembayaran lahan. Meski disadari, dinas tersebut memiliki kesibukan yang tidak bisa ditunda.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, saya juga berharap Disparta Kota Batu kooperatif selalu memberikan informasi terkait perkembangan pembayaran atas lahan ekskavasi Situs Pendem. Masak kalau nggak ditanya tidak memberikan kabar. Jelas, ahli waris menunggu kepastian,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191399</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disparta Kota Batu Siapkan Rp 299 Juta untuk Pembebasan Lahan Situs Pendem</title>
		<link>https://memontum.com/disparta-kota-batu-siapkan-rp-299-juta-untuk-pembebasan-lahan-situs-pendem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Mar 2023 13:50:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disparta]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[pembebasan lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Pendem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=184723</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menganggarkan Rp 299 juta, untuk pembebasan lahan Situs Pendem yang berada di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Artinya, dengan adanya pembebasan lahan di area tersebut, maka diharapkan eskavasi situs itu bakal dilanjutkan tahun ini. Disampaikan Kepala Disparta Kota Batu, Arif A Sidiq, bahwa pembebasan lahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menganggarkan Rp 299 juta, untuk pembebasan lahan Situs Pendem yang berada di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Artinya, dengan adanya pembebasan lahan di area tersebut, maka diharapkan eskavasi situs itu bakal dilanjutkan tahun ini.</p>



<p>Disampaikan Kepala Disparta Kota Batu, Arif A Sidiq, bahwa pembebasan lahan tersebut masih tahap proses. &#8220;Untuk proses pembebasan lahan di area Situs Pendem, akan bekerjasama dengan penegakan hukum sebagai pendamping. Selama ini, pihak keluarga juga sudah satu suara untuk pembebasan lahan itu,&#8221; terang Arif, seusai Musrenbang 2023 di sebuah hotel Kota Batu.</p>



<p>Untuk anggaran pembebasan, tambahnya, sudah disiapkan sebesar Rp 299 juta. Namun, dalam pembebasan itu juga harus melalui proses dengan aturan dan ketentuan yang harus dilalui.</p>



<p>&#8220;Jadi, pembebasan lahan ini penting dilakukan sebagai proses kepemilikan legalitas aset Pemkot Batu. Karena, tahun 2022 yang lalu Pemkot Batu masih melakukan proses kajian mengenai konsep pengembangan dari Situs Pendem,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Di tempat terpisah, Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Effendi, menyebutkan untuk luas lahan yang akan dibebaskan sekitar 100 meter persegi. &#8220;Pembebasan lahan itu, sekitar 100 meter persegi. Nah, dari luasan itu dimiliki oleh enam orang ahli waris,&#8221; ujar Effendi, saat ditemui di Pendopo Kantor Desa Pendem, Kamis (09/03/2023) tadi.</p>



<p>Dengan adanya pembebasan lahan itu, ujarnya, maka eskavasi terhadap situs tersebut juga dilanjutkan kembali. &#8220;Tentunya, setelah pembebasan lahan, maka ekskavasi juga bakal dilanjutkan di situs itu,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Berdasarkan hasil ekskavasi yang telah dilakukan sebelumnya, tim Arkeolog berhasil menemukan sumuran ditengah-tengah situs tersebut. Sumuran itu berbentuk segi empat berukuran 210 cm x 210 cm.</p>



<p>Sehingga, dengan adanya temuan itu, menandakan jika situs tersebut benar-benar merupakan bangunan candi. Diduga, merupakan peninggalan dari kerajaan Mataram Kuno abad 9. Hal itu, dapat dilihat berdasarkan struktur batu bata yang tebal dan letaknya berdekatan dengan Prasasti Sangguran. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184723</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ekskavasi Temuan Situs Candi Manunjung, Desa Pendem Lakukan Pembebasan Lahan 100 Meter Persegi</title>
		<link>https://memontum.com/ekskavasi-temuan-situs-candi-manunjung-desa-pendem-lakukan-pembebasan-lahan-100-meter-persegi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2023 14:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Pendem]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[pembebasan lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<category><![CDATA[situs sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183787</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kepala Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Tri Wahyuwono Effendi, mengatakan bahwa kini sedang melakukan proses pengadaan lahan seluas 100 meter persegi. Kondisi itu, mensikapi penemuan situs di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sejak tahun 2020 dan dilakukan ekskavasi oleh Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, dengan sebutan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Kepala Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Tri Wahyuwono Effendi, mengatakan bahwa kini sedang melakukan proses pengadaan lahan seluas 100 meter persegi. Kondisi itu, mensikapi penemuan situs di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sejak tahun 2020 dan dilakukan ekskavasi oleh Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, dengan sebutan nama Candi Manunjung.</p>



<p>&#8220;Saat ini, kewenangan diberikan ke Dinas Pariwisata Kota Batu. Intervensi kebijakannya tahun ini. Sesuai apa yang sudah dilakukan komunikasi dari pemilik lahan, bahwa sudah dilakukan untuk pengadaan lahan seluas 100 meter persegi,&#8221; jelas Effendi, Rabu (22/02/2023) tadi.</p>



<p>Dengan ganti untung terhadap pemilik lahan sebanyak enam ahli waris, tambahnya, bahwa proses tersebut sudah berada di tangan pemerintah daerah. Dimana, proses itu juga menjadi kewenangan Dinas Pariwisata.</p>



<p>Dibutuhkannya lahan 100 meter persegi, itu karena seluruh lahan penemuan situs yang jumlahnya lebih kurang 10 situs itu. Dari hasil ekskavasi, luasnya mencapai 100 meter persegi. Hingga dari temuan itu disebut Candi Manunjung peninggalan Mataram Kuno.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Jadi, untuk tindaklanjutnya memang harus ada keterlibatan Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan terkait cagar budaya,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Mengenai pembebasan lahan itu, menurut Effendi, saat ini sudah dilakukan juga pemetaan dan pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu dan tentunya bersama Pemkot Batu lewat Dinas Pariwisata. &#8220;Saat ini masih proses. Tahun ini pembebasan lahan yang kemarin sudah dipetakan sesuai proses dari sekitar pemilik. Sesuai dengan anggaran, tahun ini akan dilakukan ganti untung. Dan, ahli waris sebagai pemilik lahan sebanyak 6 orang,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sekedar diketahui, Situs Pendem yang akhirnya disebut Candi Manunjung, terletak di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Dari tahun 2020 awal, penemuannya di daerah itu sudah dilakukan ekskavasi sebanyak lebih kurang empat kali. Hasil ekskavasi, menguatkan bahwa Situs Pendem merupakan bangunan candi, yang berkaitan dengan prasasti Sangguran. Karena dalam prasasti tersebut, disampaikan adanya candi. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183787</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lewat Pengukuhan Dewan Kesenian, Mas Dhito Tak Ingin Kasus Perusakan Situs Cagar Budaya Kediri Terulang</title>
		<link>https://memontum.com/lewat-pengukuhan-dewan-kesenian-mas-dhito-tak-ingin-kasus-perusakan-situs-cagar-budaya-kediri-terulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2022 13:49:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuhan]]></category>
		<category><![CDATA[perusakan]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163865</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, prihatin dengan aksi pengrusakan situs di Desa Jambean, Kecamatan Kras. Mas Dhito berharap dan tidak menginginkan, kasus pengrusakan situs cagar budaya kembali terjadi. &#8220;Saya ngenes lihatnya. Dipalu, dirusak begitu saja dan saat ini belum ketemu ya, pelakunya,&#8221; katanya saat melakukan pengukuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, prihatin dengan aksi pengrusakan situs di Desa Jambean, Kecamatan Kras. Mas Dhito berharap dan tidak menginginkan, kasus pengrusakan situs cagar budaya kembali terjadi.</p>



<p>&#8220;Saya ngenes lihatnya. Dipalu, dirusak begitu saja dan saat ini belum ketemu ya, pelakunya,&#8221; katanya saat melakukan pengukuhan pengurus Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) periode 2022-2025 di Ruang Pamenang, Pemkab Kediri, Rabu (16/02/2022).</p>



<p>Mas Dhito berharap, hal-hal yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi dapat dimonitor DK4. Pihaknya pun meminta kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, dapat bersinergi dengan DK4.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya Dewan Kesenian dan Kebudayaan, saya berharap kedepannya kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang lagi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, lanjut Mas Dhito, hidup dan berkembang kurang lebih 36 jenis kesenian yang terdaftar dalam registrasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Selain itu, ada 1522 organisasi dan profesi seniman serta 509 cagar budaya dan 29 adat istiadat lokal.</p>



<p>&#8220;Ini nanti menjadi tanggung jawab Dewan Kesenian dan Kebudayaan untuk memonitor. Jangan sampai, ada situs-situs atau cagar budaya yang tidak terdaftarkan,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Keberadaan DK4, lanjut Mas Dhito, menjadi pengayom bagi pegiat seni dan budaya di Kabupaten Kediri. Apalagi selama 2 tahun pandemi Covid-19, pegiat seni budaya tidak bisa pentas dan mendapatkan penghasilan.</p>



<p>Mas Dhito berharap, keberadaan DK4 dapat memberikan pertimbangan dalam perumusan kebijakan bidang kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Kediri. &#8220;Kami pemerintah Kabupaten Kediri hanya bisa berusaha dan berupaya terus. Selebihnya, kami minta masukan dan saran,&#8221; paparnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Ketua DK4, Imam Mubarok, menyampaikan dengan pengukuhan itu, pengurus mengemban tugas berat yang harus dijalankan sebagaimana yang telah dipesankan Bupati Kediri. Apalagi, disebutkan ada ratusan situs purbakala dan cagar budaya di Kabupaten Kediri, yang harus diselamatkan.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi tanggung jawab bersama, bahwa ini tidak bisa kita sendiri (DK4) yang melakukan. Tetapi harus ada bagian dari keseluruhannya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Artinya, lanjutnya, seperti dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, masyarakat secara umum, pemangku kebijakan kebudayaan di daerah dan terutama pelaku seni budaya di kediri harus bersinergi. Semua harus terlibat menjaga dan melestarikan seni dan budaya di Kabupaten Kediri.</p>



<p>Berkaca dari kasus perusakan situs di Desa Jambean, Kecamatan Kras, dirinya berpendapat, sejauh ini dari situs dan cagar budaya yang ada di Kabupaten Kediri hanya ada 18 yang memiliki juru pelihara (Jupel). Kedepan, pihaknya berharap akan lebih banyak jupel situs cagar budaya.</p>



<p>&#8220;Sekaligus bangunan-bangunan yang rawan untuk diamankan, harus bener bener ada Jupel. Karena kemarin, yang ada di Jambean itu adalah dua situs yang sangat langka,&#8221; bebernya.</p>



<p>Situs yang dirusak itu yakni Ambang Pintu di era Raja Bameswara berangka tahun 1055 Saka. Raja Bameswara merupakan raja yang paling banyak membuat karya, baik dalam bentuk prasasti. Disamping Ambang Pintu Raja Bameswara juga ada Ambang Pintu masa Raja Ken Arok berangka tahun 1148 Saka yang juga harus diselamatkan.</p>



<p>Terlepas dari kasus yang telah dilaporkan ke polisi itu, sebagaimana tugas DK4, terkait pembangunan bandara di Kabupaten Kediri, Imam Mubarok menyatakan, DK4 memberi saran dan masukan kepada Mas Dhito. Sebagaimana bandara yang ada di Yogyakarta maupun Bali, yang ada ciri khas daerah yang dimasukkan. Pihaknya memberi saran, supaya nantinya ada ciri khas Kabupaten Kediri yang dimasukkan di bandara Kediri.</p>



<p>&#8220;Jadi, bandara nanti usulan kita konsepkan wujud apa yang harus ditonjolkan untuk menampakkan tentang Kediri,&#8221; paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163865</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD dan Disbudpar Provinsi Jatim Dorong Situs Ken Dedes Dikaji Jadi Cagar Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-dan-disbudpar-provinsi-jatim-dorong-situs-ken-dedes-dikaji-jadi-cagar-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 10:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi B]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136791</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Situs Ken Dedes sempat menjadi perhatian dalam kunjungan Komisi B DPRD Jatim di Kampung Budaya Polowijen. Pasalnya pengurus Kampung Budaya Polowijen didorong untuk mengajukan situs yang masih dalam kategori Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) menjadi cagar budaya. Tak hanya itu, Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi, juga menghimbau Tim Ahli [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Situs Ken Dedes sempat menjadi perhatian dalam kunjungan Komisi B DPRD Jatim di Kampung Budaya Polowijen. Pasalnya pengurus Kampung Budaya Polowijen didorong untuk mengajukan situs yang masih dalam kategori Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) menjadi cagar budaya.</p>



<p>Tak hanya itu, Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi, juga menghimbau Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) memiliki perencanaan lebih terukur dalam melegalitaskan ODCB.</p>



<p>&#8220;ODCB di Kota Malang ada 755, yang baru ditetapkan sebagai cagar budaya sebanyak 32. Tim hanya satu dan beranggotakan 7 orang. Jadi diharapkan TACB punya rencana lebih terukur. Setahun mau tambah berapa, kapasitas tim bisa melaksanakan berapa,&#8221; ungkapnya, Sabtu (13/03).</p>



<p>Pihaknya juga mendorong agar budaya menjadi salah satu perhatian penting Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.</p>



<p>&#8220;Di tengah globalisasi ini, budaya akan menjadi penting untuk menunjukkan keunikan dan diferensiasi kita di tengah persaingan. Maka dari itu Pemkot harus getol perhatikan budaya,&#8221; tandasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, Dwi Supranto, menyampaikan bahwa situs Ken Dedes tidak hanya di Polowijen ini saja.</p>



<p>&#8220;Kalau situs Ken Dedes kan sebenarnya ada banyak versi, disini ada, di seberang sana juga ada. Hanya bagaimana kita bisa menggali nilai kesejarahan itu dari sisi artefaktualnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sehingga hal tersebut bisa menjadi kunci dimana letak persis petilasan Ken Dedes. Oleh karena itu, disampaikan, Dwi memang perlu banyak kajian.</p>



<p>&#8220;Kajian itu bagian dari proses untuk menetapkan situs yang sebenarnya,&#8221; singkatnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/134386-sanggar-seni-kampung-adakan-pelatihan-seni-terapan-bertema-payung#ixzz6oz6KEsyw" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Sanggar Seni Kampung Adakan Pelatihan Seni Terapan Bertema Payung</a></strong></p>



<p>Untuk ODCB seluruh Provinsi Jatim disampaikan Dwi ada sebanyak 1.1483. Dimana 755 diantaranya terletak di Kota Malang.</p>



<p>Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa dari sekian banyak ODCB, diklasifikasikan menjadi 5 jenis. &#8220;Pertama benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Berdasarkan keterangan Dwi, Disbudpar Provinsi Jatim memiliki keterlibatan berupa stimulus pada tiap kota maupun kabupaten untuk menggerakkan potensi yang dimiliki tiap wilayah. &#8220;Contohnya kami memberdayakan masyarakat sekitar cagar budaya yang ada di kabupaten atau kota. Bagaimana masyarakat cagar budaya bisa terlibat dalam pelestarian sehingga bisa berdampak bagi ekonomi masyarakat sekitar. Kalau masyarakat sudah merasa mendapat manfaat dari keberadaan cagar budaya saya pikir unsur perlindungan dan pelestarian akan mengikuti,&#8221; urai Dwi Supranto. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wakil Walikota Batu Ajak Forkompimda Tinjau Eskavasi Situs di Desa Pendem</title>
		<link>https://memontum.com/wakil-walikota-batu-ajak-forkompimda-tinjau-eskavasi-situs-di-desa-pendem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Dec 2019 08:48:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Eskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<category><![CDATA[wawali kota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102633-wakil-walikota-batu-ajak-forkompimda-tinjau-eskavasi-situs-di-desa-pendem</guid>

					<description><![CDATA[MEMONTUM KOTA BATU &#8211; Penemuan yang di duga peninggalan sejarah berupa stuktur batu bata kuno di Gang Keramat Dusun/Desa Pedem, Kecamatan Junrejo Kota Batu pada bulan lalu mendapat tindak lanjut dari Pemkot Batu. Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso dan Forkopimda melakukan kunjungan ke lokasi ekskavasi pada Jum&#8217;at 20/12/2019 &#8220;Hari ini Forkopimda kelokasi untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEMONTUM KOTA BATU</strong> &#8211; Penemuan yang di duga peninggalan sejarah berupa stuktur batu bata kuno di Gang Keramat Dusun/Desa Pedem, Kecamatan Junrejo Kota Batu pada bulan lalu mendapat tindak lanjut dari Pemkot Batu. Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso dan Forkopimda melakukan kunjungan ke lokasi ekskavasi pada Jum&#8217;at 20/12/2019</p>
<p>&#8220;Hari ini Forkopimda kelokasi untuk melihat Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan melakukan ekskavasi temuan struktur bata kuno. Dengan melihat penemuan ini harus mendapat perhatian dan segera ditindak lanjuti,&#8221; ujar Punjul usai meninjau lokasi ekskavasi situs Pendem kepada Memontum.com.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102634" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG20191220103310-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG20191220103310-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG20191220103310-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG20191220103310-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG20191220103310-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG20191220103310-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG20191220103310-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ia menerangkan dengan melihat penemuan situs harus mendapatkan perhatian. Terutama dari Pemda, khususnya Disparta. Sehingga setiap peninggalan sejarah di Kota Batu bisa dilestarikan dan menjadi sarana belajar dan wisata bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Tadi saya sudah bicara dengan tim BPCB Trowulan. Katanya temuan ini merupakan peninggalan masa kerajaan Singhasari,&#8221; papar Ketua DPC PDI &#8211; Perjuangan Kota Batu ini.</p>
<p>Tak mau penemuan peninggalan sejarah tersebut rusak, pihaknya telah meminta kepada Sekda, Camat dan Pemerintah Desa agar dilakukan tindak lanjut. Bahkan diungkapnya bila perlu dilakukan pembebasan lahan dengan tukar guling.</p>
<p>&#8220;Penemuan sejarah seperti ini penting. Karena dari sini Indonesia bisa berdiri tegak sampai hari ini. Penemuan ini patut dilestarikan agar masyarakat tak lupa dengan sejarahnya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya kehadiran Forkopimda merupakan kekompakan agar bisa melestarikan keberadaan situs tersebut. Pihaknya juga berterima kasih dengan Pemerintah Desa dan Disparta karena telah memfasilitasi BPCB Trowulan menggali situs dengan halus. Sehingga stuktur bangunan bisa nampak dan tak rusak.</p>
<p>Sementara itu, Arkeolog BPCB Trowulan Wicaksono Dwi Nugroho bahwa ekskavasi yang dilakukan merupakan tahap kedua. Yang dimulai sejak tanggal 18-20 Desember 2019. Tujuannya untuk memperjelas struktur bangunan.</p>
<p>Dalam ekskavasi yang dilakukan seluas 8X8 meter. Dengan fokus penggalian ditempat penemuan awal stuktur bata yang berada tepat disamping makam umum warga Pendem.</p>
<p>Ia menerangkan lebih lanjut kalau pihaknya belum memastikan bangunan secara penuh. Karena temuan adalah stuktur bata dan batu-batuan yang diperkirakan abad 11-13.</p>
<p>&#8220;Untuk temuan baru dari ekskavasi tahap pertama adalah struktur bata sepanjang 6 meter. Kemudian tahap kedua menemukan sudut bangunan menuju arah barat,&#8221; bebernya.</p>
<p>Ia menerangkan lebih lanjut, temuan situs Pendem ini merupakan temuan kedua selama dua tahun. Dengan sebelumnya penemuan situs Rondo Kuning di Songgokerto.</p>
<p>&#8220;Untuk temuan situs Pendem ini lebih signifikan dari temuan rondo Kuning di Songgokerto. Karena stuktur bangunan bata lebih jelas,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, lanjut dia, dengan panjang batu bata 35 cm dan lebar 25 cm, diungkapnya bahwa ukuran bata lebih besar dari situs sekaran yang ditemukan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Artinya temuan stuktur bata ini lebih tua dari situs Sekaran dan diperkirakan adalah peninggalan kerajaan Singhasari. <strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102633</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diyakini Petilasan Kahuripan, BPCB Ekskavasi Temuan Situs Watesari &#8211; Balongbendo</title>
		<link>https://memontum.com/diyakini-petilasan-kahuripan-bpcb-ekskavasi-temuan-situs-watesari-balongbendo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2019 01:23:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88412-diyakini-petilasan-kahuripan-bpcb-ekskavasi-temuan-situs-watesari-balongbendo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Ekskavasi yang pertama ini, setelah situs yang diduga peninggalan Kerajaan Kahuripan itu ditemukan warga setempat Tahun 2018 lalu. Ekskavasi situs tumpukan batu bata menyerupai pondasi itu dilakukan enam orang tim perwakilan BPCB Jatim. Ekskavasi ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Ekskavasi yang pertama ini, setelah situs yang diduga peninggalan Kerajaan Kahuripan itu ditemukan warga setempat Tahun 2018 lalu.</p>
<p>Ekskavasi situs tumpukan batu bata menyerupai pondasi itu dilakukan enam orang tim perwakilan BPCB Jatim. Ekskavasi ini dilakukan petugas BPCB Jatim bersama warga sekitar serta komunitas penggiat budaya sekitar. Kemudian dibantu warga sekitar yang membersihkan ranting-ranting pohon di sekitaran punden Mbah Sukirman untuk mempermudah petugas mengeksplorasi temuan bersejarah itu.</p>
<p><div id="attachment_88414" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-88414" decoding="async" class="size-full wp-image-88414" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="EKSKAVASI - Tim BPCB Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (16/07/2019)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-88414" class="wp-caption-text"><strong>EKSKAVASI &#8211; Tim BPCB Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (16/07/2019)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Sejak ditemukan struktur bangunan yang diduga peninggalan Kerajaan Kahuripan itu, belum ada bantuan dari pihak pemerintah daerah sama sekali. Makanya kami memilih dana desa sekitar Rp 20 juta dipotong pajak untuk proses eksplorasi ini,&#8221; terang</p>
<p>Kepala Desa Watesari, Sukisno kepada Memo X, Rabu (17/7/2019).</p>
<p>Sukisno mengaku tertarik melakukan ekskavasi ini untuk menggali lebih dalam situs yang ada di desanya. Paling tidak, pihaknya berharap setelah ekskavasi terlihat jelas bentuk situs iti.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa dijadikan destinasi wisata di Desa Watesari ini,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Ketua Tim BPCB Trowulan Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho menilai temuan struktur bangunan serta sumur di punden Mbah Sukirman ini memiliki kriteria sebagai cagar budaya sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Hal itu berdasarkan hasil peninjauan Tahun 2018 lalu. Karena itu, pihak BPCB Jatim ini berencana bakal melaksanakan ekskavasi selama empat hari.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-88413" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Situs ini berkaitan adanya prasasti Kamalagyan yang jaraknya kurang lebih 3,5 kilometer di arah barat dan keberadaan situs Trik sejauh 7 kilometer di arah timur laut.</p>
<p>Kalau Kamalagyan menyebut pembangunan bendungan di masa Airlangga. Sedangkan Trik ada di masa awal-awal kerajaan majapahit. Pemukiman disini bagian dari mana, itu yang akan dicari dan diketahui dalam proses ekskavasi ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara salah seorang penggiat budaya, Laskar Nuswantara, Tri Kisnowo mengapresiasi BPCB dan pihak desa mengekskavasi situs itu. Baginya, situs itu bakal bisa dijadikan destinasi wisata lain, selain agrowisata tanaman belimbing di desa itu.</p>
<p>&#8220;Yang tidak kalah penting, ekskavasi ini menggunakan dana desa karena sudah tidak ada solusi lain. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pemkab maupun dinas terkait, tapi selalu jawabannya tidak ada aturan. Padahal, kami sudah mengusulkan raperda inisiatif ke dewan dan terakhir di Bapemperda. Menggunakan dana desa ini menjadi solusi proses pelaksanaan eskavasi ini,&#8221; tandasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88412</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sayangi Situs Sejarah, Siswi SMK Darul Mukomah Tanam Bunga di Candi Deres</title>
		<link>https://memontum.com/sayangi-situs-sejarah-siswi-smk-darul-mukomah-tanam-bunga-di-candi-deres</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2019 17:03:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[candi deres]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=77546</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Komunitas Pemuda Peduli Candi Deres bersama siswa-siswi SMK Darul Mukomah Gumukmas, gelar bakti sosial bersih bersih dan tanam bunga kawasan Candi Deres, Sabtu (9/2/2019) siang. Sebagai situs sejarah dan objek wisata, sudah barang tentu candi deres perlu perhatian lebih, baik dari segi kebersihan maupun keindahan. Karena ini merupakan satu satunya peninggalan berupa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Komunitas Pemuda Peduli Candi Deres bersama siswa-siswi SMK Darul Mukomah Gumukmas, gelar bakti sosial bersih bersih dan tanam bunga kawasan Candi Deres, Sabtu (9/2/2019) siang.</p>
<p>Sebagai situs sejarah dan objek wisata, sudah barang tentu candi deres perlu perhatian lebih, baik dari segi kebersihan maupun keindahan.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0059-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-77549" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0059-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0059-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0059-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0059-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0059-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0059-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Karena ini merupakan satu satunya peninggalan berupa candi yang ada di kecamatan Gumukmas bahkan mungkin satu- satunya di Kabupaten Jember.</p>
<p>Oleh karena itu, banyak pihak yang merasa terpanggil untuk berpartisipasi yang diwujudkan dalam sebuah kegiatan.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0058-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-77550" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0058-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0058-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0058-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0058-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0058-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190209-WA0058-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Seperti halnya yang dilakukan SMK Darul Mukomah Gumukmas. Sekolah ini mengajak siswa siswinya melakukan kegiatan bersih bersih dan tanam bunga di kawasan tersebut bersama dengan para pemuda peduli Candi Deres.</p>
<p>Dalam kegiatan itu, siswa siswi maupun pemuda candi deres berbaur bekerja dan saling membantu. Ada yang menyapu, ada yang membersihkan rumput,ada pula yang menanam bunga. Sungguh ini kegiatan yang luar biasa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77546</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
