<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>skrining &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/skrining/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 14:06:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>skrining &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wabup Malang Buka Program Skrining RHD dan Berharap Miliki Manfaat Besar untuk Generasi Muda</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-malang-buka-program-skrining-rhd-dan-berharap-miliki-manfaat-besar-untuk-generasi-muda</link>
					<comments>https://memontum.com/wabup-malang-buka-program-skrining-rhd-dan-berharap-miliki-manfaat-besar-untuk-generasi-muda#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232799</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka Skrining Penyakit Jantung Rematik atau Rheumatic Heart Disease (RHD) bagi siswa SD Kelas 5 dan 6 di Kabupaten Malang, yang terpusat di SD Negeri 3 Tumpang, Sabtu (30/05/2026) tadi. Turut hadir di pelaksanaan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, Ketua Tim Skrining Yayasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, membuka Skrining Penyakit Jantung Rematik atau Rheumatic Heart Disease (RHD) bagi siswa SD Kelas 5 dan 6 di Kabupaten Malang, yang terpusat di SD Negeri 3 Tumpang, Sabtu (30/05/2026) tadi. Turut hadir di pelaksanaan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, Ketua Tim Skrining Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, dr BRM Aeio Soeryo Kuncoro, beserta jajarannya, Ketua YJI Malang Raya, Hanik Dwi Martya P, hingga Kepala OPD dan Muspika Tumpang.</p>



<p>Wabup Lathifah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, untuk YJI Pusat yang telah memberikan perhatian besar terhadap kesehatan anak-anak Indonesia melalui Program Skrining Penyakit Jantung Rematik ini. Terlebih, YJI Pusat telah menunjuk empat cabang untuk pelaksanaan program, yakni YJI Cabang Malang Raya, YJI Cabang Kabupaten Bekasi Jawa Barat, YJI Cabang Minahasa Utara Sulawesi Utara dan YJI Cabang Tulang Bawang Lampung.</p>



<p>“Tentunya, penunjukan ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kabupaten Malang untuk turut mendukung keberhasilan program nasional dalam upaya deteksi dini penyakit jantung rematik pada anak usia sekolah,” kata Wabup Lathifah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa krining dan deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting, agar anak-anak mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat. Pada tahap pertama ini, pelaksanaan skrining di wilayah Kabupaten Malang dan dilaksanakan di dua lokasi. Yakni, SDN Tumpang 3 dan SDN Tumpang 1, dengan total sebanyak 370 siswa yang akan mengikuti pemeriksaan skrining RHD.</p>



<p>&#8220;Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat besar bagi kesehatan generasi muda kita. Anak-anak yang sehat adalah investasi masa depan bangsa. Dengan kesehatan yang baik, mereka dapat belajar dengan optimal, tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif dan berdaya saing,” tambahnya.</p>



<p>Wabup Lathifah juga mengajak seluruh orang tua, guru dan masyarakat, untuk semakin peduli terhadap kesehatan anak-anak, khususnya kesehatan jantung. Tentunya, melalui pola hidup sehat, menjaga kebersihan, gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wabup-malang-buka-program-skrining-rhd-dan-berharap-miliki-manfaat-besar-untuk-generasi-muda/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232799</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Skrining HPV DNA dan IVA di 16 Puskesmas, Dinkes Kota Malang Temukan 25 Kasus Pra-Kanker Serviks</title>
		<link>https://memontum.com/skrining-hpv-dna-dan-iva-di-16-puskesmas-dinkes-kota-malang-temukan-25-kasus-pra-kanker-serviks</link>
					<comments>https://memontum.com/skrining-hpv-dna-dan-iva-di-16-puskesmas-dinkes-kota-malang-temukan-25-kasus-pra-kanker-serviks#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[prakanker]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232524</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperkuat upaya pencegahan kanker serviks melalui pemeriksaan Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (HPV DNA) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di 16 Puskesmas. Hasil skrining tersebut, menunjukkan sebanyak 25 perempuan dinyatakan positif IVA atau sekitar 4,4 persen dari total peserta yang telah menjalani pemeriksaan. Kepala Dinkes [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperkuat upaya pencegahan kanker serviks melalui pemeriksaan Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (HPV DNA) dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di 16 Puskesmas. Hasil skrining tersebut, menunjukkan sebanyak 25 perempuan dinyatakan positif IVA atau sekitar 4,4 persen dari total peserta yang telah menjalani pemeriksaan.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa hingga 22 April 2026 tercatat ada sebanyak 563 perempuan yang telah terskrining dalam program deteksi dini. “Dari jumlah itu, 25 orang hasil IVA-nya positif. Ada juga 14 peserta yang belum bisa dilakukan IVA karena tidak memenuhi syarat pemeriksaan, misalnya melakukan hubungan suami istri pada malam sebelumnya,” jelas Husnul, Rabu (20/05/2026) tadi.</p>



<p>Selain itu, sebanyak 113 hasil pemeriksaan atau sekitar 20,1 persen masih menunggu keluarnya hasil lanjutan. Apabila hasil pemeriksaan positif, itu berada pada grade 1 atau tahap awal lesi pra-kanker sehingga dapat langsung ditangani tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.</p>



<p>“Kalau sudah grade 2 atau 3 baru dirujuk ke rumah sakit. Yang sekarang ini masih grade 1 sehingga cukup dilakukan terapi cryo atau cryotherapy serviks di Puskesmas Ciptomulyo, Kedungkandang dan Cisadea,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, bahwa terapi cryo merupakan tindakan medis untuk menghancurkan jaringan abnormal pada leher rahim. Prosedur diawali dengan pengolesan asam asetat pada serviks untuk melihat munculnya bercak putih sebagai tanda adanya lesi.</p>



<p>“Kalau muncul bintik putih berarti positif. Lesinya masih kecil, sehingga bisa langsung dilakukan tindakan cryo,” ucapnya.</p>



<p>Dalam tindakan tersebut, leher rahim dibuka kembali kemudian area lesi disemprot dengan tekanan tinggi guna membekukan jaringan abnormal. Pasien selanjutnya dijadwalkan kontrol ulang setelah tiga minggu untuk memastikan hasil terapi. Apabila masih ditemukan bagian yang belum optimal, tindakan cryo dapat diulang pada titik lesi tertentu.</p>



<p>“Pemulihannya relatif cepat, maksimal tiga hari pasien sudah bisa kembali beraktivitas,” tuturnya.</p>



<p>Sebagai informasi, menurutnya minat masyarakat terhadap program deteksi dini kanker serviks terbilang tinggi. Hingga April lalu, sebanyak 1.800 perempuan telah mendaftarkan diri mengikuti skrining di 16 Puskesmas.</p>



<p>Per 19 Mei 2026, jumlah peserta yang telah terskrining meningkat menjadi 722 orang, dengan sebagian hasil pemeriksaan masih menunggu proses analisis laboratorium. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/skrining-hpv-dna-dan-iva-di-16-puskesmas-dinkes-kota-malang-temukan-25-kasus-pra-kanker-serviks/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232524</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Tinjau Skrining Kanker Serviks Gratis, Targetkan 2.500 Perempuan Jalani Pemeriksaan</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-tinjau-skrining-kanker-serviks-gratis-targetkan-2-500-perempuan-jalani-pemeriksaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[jalani]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231803</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan skrining kanker serviks metode HPV DNA co-testing IVA, di Puskesmas Kendalkerep, Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (20/04/2026) tadi. Pemeriksaan tersebut, merupakan program rutin tahunan sebagai upaya pencegahan dini kanker serviks bagi perempuan. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan skrining kanker serviks metode HPV DNA co-testing IVA, di Puskesmas Kendalkerep, Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (20/04/2026) tadi. Pemeriksaan tersebut, merupakan program rutin tahunan sebagai upaya pencegahan dini kanker serviks bagi perempuan.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa kegiatan skrining kanker serviks merupakan bagian dari program nasional pencegahan penyakit tidak menular yang menyasar kaum perempuan di Kota Malang. “Hari ini kita melaksanakan program rutin setiap tahun untuk pencegahan kanker serviks pada ibu-ibu. Ini bagian dari upaya menekan risiko kejadian kanker serviks di masyarakat,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Pelaksanaan pemeriksaan tersebut, dilakukan serentak di 16 Puskesmas yang ada di Kota Malang. Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan temuan awal, pemerintah telah menyiapkan alur penanganan berjenjang.</p>



<p>“Kalau hasilnya grade 1 bisa langsung ditangani di tiga puskesmas yang sudah disiapkan. Tapi kalau grade 2 atau grade 3 akan dirujuk ke rumah sakit umum,” jelasnya.</p>



<p>Pemkot Malang menargetkan sebanyak 2.500 perempuan mengikuti skrining tahun ini. Seluruh layanan diberikan secara gratis karena dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami targetkan 2.500 warga dan ini gratis bagi masyarakat,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa program skrining dilakukan selama sepekan secara serentak di seluruh puskesmas. Sebelumnya, sudah ada sebanyak 1.800 peserta yang telah mendaftar untuk menjalani pemeriksaan tersebut.</p>



<p>“Tahun 2025 lalu kami memeriksa 2.500 perempuan dan ditemukan 40 hasil positif. Seluruhnya masih grade 1 sehingga bisa ditangani melalui tindakan cryotherapy di Puskesmas Kedungkandang, Ciptomulyo dan Cisadea tanpa perlu rujukan,” tutur Husnul.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, untuk kelompok usia peserta pemeriksaan, rata-rata berada pada rentang 29 hingga 40 tahun sesuai persyaratan pemeriksaan IVA. Berdasarkan data Dinkes, pada tahun lalu tercatat ada sekitar 50 kasus kanker serviks terdeteksi di Kota Malang. Pasien yang terdeteksi akan menjalani pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai tingkat keparahan penyakit. Menurutnya, kanker serviks masih memiliki peluang sembuh apabila ditemukan sejak dini melalui skrining rutin.</p>



<p>“Faktornya salah satunya infeksi virus, yang berkaitan dengan kebersihan pribadi, sanitasi lingkungan, serta pola hidup,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231803</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, Dinkes Kota Malang Perkuat Skrining dan Edukasi Pranikah</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-angka-kematian-ibu-dan-anak-dinkes-kota-malang-perkuat-skrining-dan-edukasi-pranikah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230233</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Angka kematian ibu dan anak di Kota Malang masih menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Karena itu, sejumlah langkah intervensi disiapkan untuk menekan kasus tersebut, mulai dari fase remaja hingga persalinan. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa upaya penurunan angka kematian ibu tidak hanya dilakukan saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Angka kematian ibu dan anak di Kota Malang masih menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Karena itu, sejumlah langkah intervensi disiapkan untuk menekan kasus tersebut, mulai dari fase remaja hingga persalinan.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa upaya penurunan angka kematian ibu tidak hanya dilakukan saat masa kehamilan saja. Namun, juga melalui pendekatan siklus kehidupan.</p>



<p>“Intervensinya dari siklus kehidupan. Mulai remaja putri, pranikah, kehamilan, sampai persalinan,” ujar Husnul, Sabtu (14/02/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Husnul juga menjelaskan, bahwa salah satu langkah utama adalah memperkuat skrining ibu hamil guna mendeteksi risiko tinggi sejak dini. Selain itu, ibu hamil diwajibkan menjalani pemeriksaan minimal enam kali selama masa kehamilan.</p>



<p>“Persalinan juga harus dilakukan di fasilitas kesehatan untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi,” katanya.</p>



<p>Menurutnya, edukasi kesehatan reproduksi sudah berjalan, termasuk pemeriksaan kesehatan pranikah yang menjadi bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM). Setiap calon pengantin diwajibkan melampirkan surat keterangan kesehatan sebagai salah satu syarat administrasi pernikahan.</p>



<p>“Untuk pranikah sudah ada persyaratan surat keterangan kesehatan dari kedua calon mempelai,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upaya Pencegahan dan Penanggulangan, Pemkab Banyuwangi Skrining TBC di 25 Puskesmas</title>
		<link>https://memontum.com/upaya-pencegahan-dan-penanggulangan-pemkab-banyuwangi-skrining-tbc-di-25-puskesmas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penanggulangan]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227697</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi melaksanakan skrining tuberkulosis (TBC) serentak di 25 Puskesmas di wilayah Banyuwangi. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya Pemkab Banyuwangi dalam mencegah dan menanggulangi TBC di Kabupaten Banyuwangi. Bahkan, sebelumnya kader Posyandu di setiap wilayah juga rutin jemput bola mendeteksi gejala TBC sejak dini. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan deteksi dini TBC [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi melaksanakan skrining tuberkulosis (TBC) serentak di 25 Puskesmas di wilayah Banyuwangi. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya Pemkab Banyuwangi dalam mencegah dan menanggulangi TBC di Kabupaten Banyuwangi. Bahkan, sebelumnya kader Posyandu di setiap wilayah juga rutin jemput bola mendeteksi gejala TBC sejak dini.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan deteksi dini TBC digencarkan agar penanganan bisa lebih cepat dan penularan dapat ditekan. “Dengan deteksi dini TBC, maka semakin cepat ditangani dan penularan semakin ditekan,” kata Bupati Ipuk, saat meninjau pelaksanaan skrining di Puskesmas Mojopanggung, Kecamatan Giri, Rabu (12/11/2025) tadi.</p>



<p>Selain skrining, Bupati Ipuk juga berharap agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Tidak hanya pengobatan, Pemkab Banyuwangi juga melakukan penanganan terkait sanitasi para keluarga pasien.</p>



<p>“Menjaga gizi, pola hidup sehat, mengurangi kebiasaan merokok, serta masalah sanitasi ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.</p>



<p>Penanganan penyakit TBC telah menjadi salah satu perhatian utama Pemkab Banyuwangi di bidang kesehatan. Bahkan, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, 12 November, Pemkab secara khusus juga memberikan bantuan Sembako kepada para pasien TBC dari keluarga pra sejahtera.</p>



<p>Belanja bantuan ini merupakan bagian dari Program Belanja Cantik 11 November (11/11), yang rutin digelar Pemkab, dimana setiap tanggal cantik mengajak seluruh ASN dan lintas instansi dan organisasi masyarakat untuk berbelanja di Warung Rakyat terdekat. Selanjutnya, belanjaan tersebut diberikan kepada keluarga pra sejahtera.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Khusus November, belanja cantik kami salurkan selain kepada anak stunting dan keluarga pra sejahtera, juga kami berikan kepada pasien TBC dan pasien yang membutuhkan,” kata Buapti Ipuk.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan penanganan masalah sanitasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan pentingnya pencegahan TBC di anggota keluarga juga masalah sirkulasi udara di dalam rumah. “Ada beberapa rumah yang sirkulasinya tidak baik, kami bantu genteng kaca agar ada sinar matahari yang masuk. Kami edukasi juga di lingkungan mereka, agar anggota keluarga tidak tertular,” kata Amir.</p>



<p>Amir juga mengatakan, bahwa pihaknya melibatkan 11.684 kader Posyandu untuk secara aktif mencari dan mendeteksi kasus TBC melalui Program Active Case Finding di seluruh wilayah. Kader Posyandu juga aktif berperan sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) bagi penderita TBC, memastikan pasien benar-benar meminum obatnya secara rutin dan tuntas.</p>



<p>Bagi yang terkonfirmasi positif, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas memberikan pengobatan rutin. Sementara bagi kontak erat yang belum menunjukkan gejala, akan diberikan obat terapi pencegahan tuberkulosis.</p>



<p>“Sampai saat ini belum ada kasus kematian akibat TBC. Kami fokus pada pencegahan, memastikan rumah sehat dengan cahaya matahari, sirkulasi udara baik dan pengobatan teratur,” ujarnya. Untuk penanganan lebih lanjut, RSUD Blambangan telah menyiapkan ruangan dan dokter khusus untuk menangani pasien tuberkulosis resisten obat (TB MDR).</p>



<p>Salah satu pasien TBC, Suhaimi (57), warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, mengaku sudah tiga bulan menjalani pengobatan rutin. Dirinya mendapatkan obat secara teratur yang diantarkan langsung oleh petugas Puskesmas ke rumahnya.</p>



<p>“Semua pengobatan gratis, mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit tidak ada biaya sepeserpun. Saya juga sempat dirawat inap 4 hari awal-awal dinyatakan TBC dan petugas rutin datang memantau ke rumah,” ungkap Suhaimi. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227697</post-id>	</item>
		<item>
		<title>100 Siswa SRMP Jalani Tes Kesehatan, Dinkes Kota Malang Lakukan Skrining Menyeluruh</title>
		<link>https://memontum.com/100-siswa-srmp-jalani-tes-kesehatan-dinkes-kota-malang-lakukan-skrining-menyeluruh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[jalani]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menyeluruh]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223909</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; 100 siswa menjalani tes kesehatan secara langsung di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang, Senin (14/07/2025) tadi. Pemeriksaan tersebut, merupakan bagian dari skrining kesehatan gratis yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang, drg Muhammad Zamroni, mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan langkah awal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; 100 siswa menjalani tes kesehatan secara langsung di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang, Senin (14/07/2025) tadi. Pemeriksaan tersebut, merupakan bagian dari skrining kesehatan gratis yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.</p>



<p>Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang, drg Muhammad Zamroni, mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan langkah awal dalam memetakan kondisi kesehatan siswa Sekolah Rakyat. Pemeriksaan serupa juga dilakukan di lokasi SR lainnya, yakni di BPSDM Jalan Kawi, Kota Malang dengan jumlah 75 siswa jenjang SMA sebagai sasarannya.</p>



<p>&#8220;Untuk di SRMP ini karena siswa SMP, ada 13 jenis pemeriksaan, mulai dari timbang badan, pemeriksaan mata, telinga, hidung, gigi, hingga skrining kesehatan jiwa. Sementara yang untuk SMA di BPSDM, ada 15 jenis pemeriksaan,&#8221; jelas Zamroni.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa hasil pemeriksaan akan segera direkap dan dimasukkan ke dalam aplikasi Satu Sehat. Bagi siswa yang ditemukan memiliki gangguan kesehatan, seperti masalah gigi atau gangguan kesehatan jiwa, akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau ditemukan penyakit menular, seperti TBC misalnya, akan langsung kita tangani. Tidak hanya pasiennya, tapi juga lingkungan sekitarnya untuk mencegah penularan,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk pelaksanaan skrining di lokasi SRMP 16 Kota Malang, Dinkes mengerahkan dua tim dari Puskesmas Arjowinangon. Dengan masing-masing terdiri dari 10 tenaga kesehatan, termasuk dokter umum, dokter gigi dan petugas lainnya. Hal serupa juga dilakukan di lokasi BPSDM.</p>



<p>&#8220;Masing-masing tim ada tujuh orang, kemudian ditambah dari Dinkes. Satu tim terdiri dari 10 orang, karena di sini ada dua ruangan jadi melibatkan sekitar 20 tenaga kesehatan. Begitupun juga untuk yang SMA di BPSDM,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Di akhir, Zamroni mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program skrining kesehatan pelajar di Kota Malang. Ke depan diharapkan dapat menyasar seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA.</p>



<p>&#8220;Harapannya semua anak di sekolah juga mendapat hak yang sama untuk diperiksa kesehatannya, tidak hanya masyarakat umum,&#8221; imbuh Zamroni. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223909</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rutan Situbondo bersama Dinkes Skrining Ratusan WBP Guna Deteksi Dini TB dan HIV/AIDS</title>
		<link>https://memontum.com/rutan-situbondo-bersama-dinkes-skrining-ratusan-wbp-guna-deteksi-dini-tb-dan-hiv-aids</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219194</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan pengecekan atau skrining ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam upaya deteksi dini Tuberkulosis (TB) dan kasus HIV/AIDS, di Aula Bharudin Lopa Rutan Situbondo, Selasa (11/02/2025) tadi. Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Rudi Kristiawan, menjelaskan bahwa kegiatan skrining terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan pengecekan atau skrining ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam upaya deteksi dini Tuberkulosis (TB) dan kasus HIV/AIDS, di Aula Bharudin Lopa Rutan Situbondo, Selasa (11/02/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Rudi Kristiawan, menjelaskan bahwa kegiatan skrining terhadap warga binaan itu untuk langkah antisipasi WBP. &#8220;Jika ditemukan ada yang positif, maka kami akan langsung kerja sama dengan pihak dinas terkait untuk penanganan. Bahkan bila perlu, kami akan suplai obat dari luar, sehingga resiko penularan penyakit tidak berdampak ke warga binaan lainya,&#8221; kata Kalapas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kegiatan skrining tersebut, ujarnya, merupakan agenda terjadwal. Sementara pelaksanaan sendiri, berjalan dengan lancar tanpa kendala.</p>



<p>&#8220;Untuk hasil secara keseluruhan, sementara kami pihak dari Rutan masih menunggu hasil dari skrining yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Situbondo,&#8221; jelasnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219194</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Kesehatan Pegawai, Dinkes Kabupaten Malang Gelar Skrining Faktor Resiko PTM untuk ASN</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-kesehatan-pegawai-dinkes-kabupaten-malang-gelar-skrining-faktor-resiko-ptm-untuk-asn</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[faktor]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215961</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, menggelar skrining faktor resiko penyakit tidak menular (PTM) pada ratusan ASN, Selasa (29/10/2024) tadi. Langkah ini dilakukan, selain untuk menjaga kesehatan para ASN, juga dalam rangka memperingati ke-1264 Hari Jadi Kabupaten Malang dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 tahun 2024, yang mengusung tema [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, menggelar skrining faktor resiko penyakit tidak menular (PTM) pada ratusan ASN, Selasa (29/10/2024) tadi. Langkah ini dilakukan, selain untuk menjaga kesehatan para ASN, juga dalam rangka memperingati ke-1264 Hari Jadi Kabupaten Malang dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 tahun 2024, yang mengusung tema &#8216;Gerak Bersama, Sehat Bersama&#8217;.</p>



<p>Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian yang digelar Pemerintah Kabupaten Malang, untuk meningkatkan gerakan hidup sehat kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Malang dan merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. &#8220;Dengan adanya skrining ini, harapannya semua teman-teman ini menjadi sehat semuanya. Sehingga, bisa melaksanakan kewajiban keseharian dengan baik. Kalau nanti banyak yang sakit, ya tentunya pemerintahannya menjadi terganggu,&#8221; kata Plt Bupati Didik.</p>



<p>Plt Bupati Malang juga menjelaskan, bahwa salah satu upaya Pemkab Malang, adalah untuk menyukseskan aksi hidup sehat kepada para ASN dengan gencar melakukan sosialisasi tentang kesehatan. Serta, berbagai upaya kesehatan lain, yakni dengan rutin pemberian obat dan pemeriksaan kesehatan.</p>



<p>&#8220;Hari ini secara bertahap, masing-masing dinas kita komunikasikan dengan Dinas Kesehatan. Melalui rumah sakit, kita laksanakan pemeriksaan, check up dahulu,&#8221; ujar Plt Bupati Didik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Nur Syamsu Dhuha, menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan wadah apresiasi atas semua upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Dirinya menyebut, tujuan dari kegiatan skrining faktor resiko PTM ini adalah untuk mendeteksi sedini mungkin adanya faktor resiko PTM bagi ASN yang berisiko. Seperti, hipertensi, gula darah, penyakit jantung, obesitas, kesehatan jiwa dan PTM lain.</p>



<p>&#8220;Pemeriksaan yang dilakukan adalah mulai riwayat penyakit, pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar perut dan pemeriksaan kadar glukosa dalam darah. Kemudian kadar cholesterol dan kadar asam urat serta pemeriksaan rekam jantung bagi yang memiliki resiko,&#8221; kata Plt Kepala Dinkes.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa kegiatan ini digelar di tiga lokasi yakni di Pendopo Kepanjen dengan sasaran 500 ASN yang berada di sekitar lokasi. Selanjutnya, juga akan dilakukan di Pendopo Kantor Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Malang, dengan sasaran 500 ASN pada Kamis (31/10/2024) lusa. Serta, di Pendopo Agung Malang dengan sasaran 500 ASN sekitar lokasi pada Nopember 2024 mendatang.</p>



<p>Setelah kegiatan skrining bagi ASN yang didiagnosa beresiko PTM, tambahnya, maka dapat ditindak lanjuti dengan penanganan yang tepat, cepat dan komprehensip di fasilitas kesehatan atau Puskesmas dimana ASN berdomisili. &#8220;Ini dapat dimotivasi untuk gerakan masyarakat hidup sehat dengan pola hidup &#8216;Cerdik&#8217;. Yakni, Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok dan zat adiktif lainnya, Rajin berolahraga rutin, Diet seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola Stres,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215961</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Solidkan Layanan Kesehatan, Dinkes Malang Pantau Pelaksanaan Skrining Posbindu Anggrek 2 Kepanjen</title>
		<link>https://memontum.com/solidkan-layanan-kesehatan-dinkes-malang-pantau-pelaksanaan-skrining-posbindu-anggrek-2-kepanjen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[posbindu]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<category><![CDATA[solidkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215112</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Koordinator Sub Substansi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kader Kesehatan di Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Smart health Anggrek 2 Kepanjen, Sabtu (07/09/2024) tadi. Pelaksanaan yang bertepatan dengan pemberian layanan pemeriksaan kesehatan berupa skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Koordinator Sub Substansi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Kader Kesehatan di Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Smart health Anggrek 2 Kepanjen, Sabtu (07/09/2024) tadi. Pelaksanaan yang bertepatan dengan pemberian layanan pemeriksaan kesehatan berupa skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) kepada masyarakat itu, berlangsung di Balai RW01 yang terletak di Jalan Banurejo RT05 RW01 Kelurahan/Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>



<p>Sekedar diketahui, bahwa setiap Sabtu di Minggu pertama tiap bulan, Posbindu rutin melaksanakan kegiatan giat Posbindu kepada masyarakat. Pelaksanaan untuk membantu dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan (Nakes) Ponkesdes Panji Husada serta sebelumnya juga mendapatkan pelatihan dari dokter-dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), itu memberikan layanan pemeriksaan kesehatan berupa skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) kepada sekitar 30 hingga 50 warga untuk setiap bulannya.</p>



<p>Koordinator Sub Substansi PTM dan Keswa, Paulus Gatot Kusharyanto, dalam kesempatan itu memberikan apresiasi atas masifnya kegiatan yang diadakan oleh Smart health kader kesehatan, Ponkesdes Panji Husada dan Puskesmas Kepanjen berupa Posbindu Smart health. Disampaikan pula, bahwa pemberdayaan kader kesehatan ini mampu memberikan nilai tambah dalam membantu tugas Dinkes terutama dalam indikator capaian SPM PTM.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Giat Posbindu Smart health tersebut berisi skrining faktor risiko PTM, seperti pengukuran antropometri (tinggi atau berat badan dan lingkar perut), tekanan darah, cek kadar gula darah, kolesterol hingga asam urat) dan konsultasi dokter serta pemberian obat,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain memberikan layanan kesehatan, dalam pelaksanaan itu juga diperlihatkan pola sistem adminitrasi yang detail terhadap masyarakat atau pasien. Seperti, ada enam kader yang berbagi tugas dalam meja yang telah disediakan. Meja 1 ini, untuk memberikan layanan pendaftaran. Kader ini, hafal sekali dengan warga yang harus follow up dalam giat ini hingga buku pencatatan riwayat pemeriksaan pasien. Meja 2, memberikan layanan pengukuran antropometri untuk pasien. Di sini, secara bergantian kader akan memberikan layanan pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan dan pengukuran lingkar perut.</p>



<p>Sementara di Meja 3, digunakan untuk pengukuran tekanan darah dan pengecekan kadar gula darah. Di meja itu, warga yang terindikasi memiliki faktor risiko tinggi (high risk) maka akan disarankan untuk menuju ke meja 4. Di Meja 4 adalah meja konseling kesehatan. Dalam tradisi giat Posbindu PTM, meja tersebut senantiasa diisi oleh dokter dari Puskesmas Kepanjen. Setelah mendapatkan konseling kesehatan, warga akan meneruskan ke meja 5. Pada Meja 5 ini adalah meja obat, yang ditandai dengan banyaknya tumpukan obat di atas meja dan oleh perawat atau bidan dimanfaatkan untuk memberikan layanan obat kepada warga. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215112</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
