<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sleman &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sleman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Nov 2025 13:30:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sleman &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perlintasan Prambanan Sleman Makan Tiga Nyawa, KA Bangunkarta Terlibat Laka dengan Mobil dan Dua Motor</title>
		<link>https://memontum.com/perlintasan-prambanan-sleman-makan-tiga-nyawa-ka-bangunkarta-terlibat-laka-dengan-mobil-dan-dua-motor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bangunkarta]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[perlintasan]]></category>
		<category><![CDATA[prambanan]]></category>
		<category><![CDATA[sleman]]></category>
		<category><![CDATA[terlibat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227417</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jogja &#8211;&#160; Kereta Api (KA) 161 Bangunkarta terlibat kecelakaan (Laka) di perlintasan wilayah Prambanan, Sleman, Selasa (04/11/2025) sekitar pukul 10.35. Kereta api jurusan Surabaya &#8211; Jakarta tersebut, terlibat Laka dengan satu unit mobil dan dua motor. Akibat dari kejadian itu, sebanyak tujuh orang menjadi korban. Diantaranya, empat penumpang mobil masih menjalani perawatan intensif di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jogja</strong> &#8211;&nbsp; Kereta Api (KA) 161 Bangunkarta terlibat kecelakaan (Laka) di perlintasan wilayah Prambanan, Sleman, Selasa (04/11/2025) sekitar pukul 10.35. Kereta api jurusan Surabaya &#8211; Jakarta tersebut, terlibat Laka dengan satu unit mobil dan dua motor.</p>



<p>Akibat dari kejadian itu, sebanyak tujuh orang menjadi korban. Diantaranya, empat penumpang mobil masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan tiga orang dari pengendara dan penumpang motor meninggal dunia.</p>



<p>Kapolsek Prambanan Sleman, Kompol Dede Setiyarto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan itu. &#8220;Terjadi Laka yang melibatkan kereta api dengan satu unit mobil dan dua unit sepeda motor,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berdasarkan data dari PT KAI Daop 6 Yogyakarta, kecelakaan itu melibatkan KA Bangunkarta jurusan Surabaya-Jakarta yang melintas dari arah timur ke barat.&nbsp; Adapun kejadian, berlangsung pada pukul 10.35&nbsp; di perlintasan JPL 320 kilometer 152 + 6/7 antara Stasiun Brambanan-Maguwo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa dalam kejadian itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. &#8220;Yang meninggal dunia ada tiga orang. Semuanya adalah pengendara motor dan yang dibonceng,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Untuk korban meninggal, ujarnya, sudah dilakukan evakuasi dan dibawa ke forensik RS Bhayangkara. Sementara itu, untuk empat korban lain yang berada di dalam satu mobil masih dirawat di rumah sakit.</p>



<p>&#8220;Empat korban yang dirawat diantaranya suami istri dan dua Balita. Suami istri dirawat di RS Bhayangkara dan yang Balita dirawat di Rumah Sakit Islam PDHI,&#8221; terangnya.</p>



<p>Ditambahkannya, saat ini polisi masih menelusuri penyebab pasti kecelakaan tersebut bersama PT KAI. &#8220;Kronologis kejadian kami masih mendalami penyebab terjadinya Laka kereta api tersebut. Kami masih kerja sama dengan PT KAI untuk menelusuri penyebab kejadian laka kereta api ini,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Kompol Dede menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan kondisi palang pintu perlintasan pada saat kejadian. &#8220;Saya kurang tahu, karena yang pasti kita masih dalami proses apakah posisi palang nutup atau tidak, kita masih dalami,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227417</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mbak Cicha bersama PKK Kabupaten Kediri Kaji Tiru Penanganan Stunting, AKI hingga AKB di Sleman</title>
		<link>https://memontum.com/mbak-cicha-bersama-pkk-kabupaten-kediri-kaji-tiru-penanganan-stunting-aki-hingga-akb-di-sleman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[sleman]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214045</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menekankan perlunya kerja sama berbagai pihak dalam upaya penanganan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Bumi Panjalu. Perempuan yang akrab disapa Mbak Cicha, itu menyampaikan bahwa di Kabupaten Kediri, upaya percepatan penurunan stunting, AKI dan AKB menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menekankan perlunya kerja sama berbagai pihak dalam upaya penanganan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Bumi Panjalu.</p>



<p>Perempuan yang akrab disapa Mbak Cicha, itu menyampaikan bahwa di Kabupaten Kediri, upaya percepatan penurunan stunting, AKI dan AKB menjadi program prioritas pemerintah daerah. Ketiganya, menjadi persoalan serius dan dalam penanganan diperlukan kerja sama. Tidak hanya pemerintah daerah, namun juga masyarakat dan organisasi lain.</p>



<p>&#8220;Ini semua berkat kolaborasi bersama tim percepatan (penanganan) stunting di Kabupaten Kediri,&#8221; kata Mbak Cicha, saat melakukan kegiatan kaji tiru ke Kabupaten Sleman, Rabu (11/09/2024) tadi.</p>



<p>Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka stunting di Kabupaten Kediri pada angka 16,8 persen. Adapun hasil intervensi yang dilakukan serentak di Juni 2024, angka stunting turun di angka 7,49 persen.</p>



<p>Pada 2021, AKI sebanyak 29 kasus, 2022 turun menjadi 11 kasus dan di tahun 2023 ada 10 kasus. AKB pada 2021 ada 150 kasus, 122 kasus di 2022 dan 83 kasus di 2023.</p>



<p>Disampaikan Mbak Cicha, penurunan itu tentunya masih bisa dimaksimalkan. Pihaknya pun mengajak, kepada semua tim untuk tidak terlalu dini berpuas diri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara untuk memaksimalkan percepatan penanganan stunting, AKI dan AKB di Bumi Panjalu, karenanya Mbak Cicha bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, melakukan kegiatan kaji tiru ke Kabupaten Sleman. &#8220;Kami ingin berdiskusi menggali pengalaman serta praktek baik yang telah diterapkan di Kabupaten Sleman dalam penurunan stunting, AKI dan AKB,&#8221; papar Mbak Cicha.</p>



<p>Disampaikannya, Kabupaten Sleman ini menjadi tujuan kegiatan kaji tiru, karena dalam penanganan stunting, AKI dan AKB dinilai berhasil. Sebagai contoh, stunting berdasarkan SKI 2023 pada angka 12,4 persen dan berdasarkan pantauan melalui Posyandu pada angka 4,51 persen.</p>



<p>Sebagai rangkaian kegiatan kaji tiru di Bumi Sembada itu, Mbak Cicha bersama Tim Penggerak PKK juga diajak mengunjungi Kalurahan Sidoluhur. Desa ini, pada 2023 berhasil mendapatkan penghargaan dari Asosiasi Dinas Kesehatan sebagai desa penanganan stunting terbaik se-Indonesia.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, menyebut bahwa ada hal-hal yang dapat dicontoh dari yang telah diaplikasikan di Kalurahan Sidoluhur. Yakni, keaktifan pemerintah desa yang bisa mengajak masyarakat termasuk kalangan lain seperti pengusaha.</p>



<p>Di sisi lain, sikap kepedulian warga terhadap lingkungan masyarakat diakui dapat terbangun dengan baik dan perlu untuk ditiru. Sehingga, program penanganan stunting, AKB dan AKI berjalan maksimal.</p>



<p>&#8220;Di sini diperlukan jiwa keiklasan. Penanganan (stunting, AKI dan AKB) bukan hanya mengandalkan dari daerah, tetapi juga dari masyarakat untuk masyarakat yang peduli terhadap lingkungan,&#8221; tambah Khotib. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214045</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
