<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Smamda &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/smamda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Feb 2020 16:44:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Smamda &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tiga Siswa Smamda Sidoarjo Ciptakan Alat Pengontrol Pintu Air Otomatis Atasi Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-siswa-smamda-sidoarjo-ciptakan-alat-pengontrol-pintu-air-otomatis-atasi-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 16:44:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[pengontrol banjir]]></category>
		<category><![CDATA[SARMODAC]]></category>
		<category><![CDATA[Smamda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106686-tiga-siswa-smamda-sidoarjo-ciptakan-alat-pengontrol-pintu-air-otomatis-atasi-banjir</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sedikitnya 3 siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo berhasil menciptakan alat pengontrol air otomastis untuk mengatasi banjir. Alat ini sengaja diciptakan atas keprihatinan para siswa dengan kondisi banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Sidoarjo. Apalagi, saat ini ada dua desa yakni Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo yang menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sedikitnya 3 siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo berhasil menciptakan alat pengontrol air otomastis untuk mengatasi banjir. Alat ini sengaja diciptakan atas keprihatinan para siswa dengan kondisi banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Sidoarjo.</p>
<p>Apalagi, saat ini ada dua desa yakni Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo yang menjadi langganan banjir. Bahkan kini banjir berlangsung sebulan lebih.</p>
<div id="attachment_106687" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-106687" decoding="async" class="size-full wp-image-106687" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0165-copy.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="DETEKSI BANJIR - Tiga siswa Smamda Sidoarjo menciptakan alat pendeteksi banjir yang diberi nama SARMODAC (Smart Control and Monitoring Dam Activity) diujicobakan, Rabu (19/2/2020)" width="740" height="416" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0165-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0165-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0165-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0165-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-106687" class="wp-caption-text">DETEKSI BANJIR &#8211; Tiga siswa Smamda Sidoarjo menciptakan alat pendeteksi banjir yang diberi nama SARMODAC (Smart Control and Monitoring Dam Activity) diujicobakan, Rabu (19/2/2020)</p></div>
<p>Para siswa menyebut alat itu, SARMODAC (Smart Control and Monitoring Dam Activity). Alat ini merupakankarya tiga siswa Smamda. Diantaranya yakni Firza Ramadhani, Alka Alvin dan Nabil Nasaruddin A yang tak lain siswa kelas 11 IPA dan kelas 10 Smamda.</p>
<p>Selain itu, alat yang baru diciptakan para siswa ini berhasil menyabet juara dua di ajang nasional Pesta Rakyat Fisika (PRF) 2020 tanggal 14-15 Februari 2020 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jabar.</p>
<p>&#8220;Pembuatan sistem pintu air otomatis ini dilatarbelakangi kejadian petugas kerap lalai mengontrol pintu air bendungan. Seringkali saat air sudah naik, petugas lupa membuka pintu air. Kondisi ini memicu air dalam bendungan meluap dan memicu banjir,&#8221; terang salah seorang perakit, Firza Ramadhani, Rabu (19/2/2020) di sekolahnya.</p>
<p>Lebih jauh, pelajar yang akrab dipanggil Firza ini memaparkan dengan inovasi yang dibuat timnya itu, diyakini bakal mampu mengendalikan air dan mencegah air bendungan meluap. Sehingga banjir bisa dicegah dan dideteksi sejak dini.</p>
<p>&#8220;Saat air sudah mencapai ketinggian level tertentu, inovasi ini dapat membuka pintu air Dam (bendungan) secara otomatis. Jadi petugas tak repot-repot membuka pintu air,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Siswa perakit lainnya, Nabil Nasaruddin menilai inovasi berupa prototipe itu akan terus disempurnakan. Yakni dengan menambah alat sehingga bisa dipantau melalui aplikasi android. Penyempurnaan itu bakal dikerjakannya dalam dua pekan kedepan.</p>
<p>&#8220;Dalam membangun alat ini, kami sudah mengeluarkan biaya pembuatan sekitar Rp 1,5 Juta. Alat ini siap didedikasikan untuk Sidoarjo,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara Kepala SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, Wigatiningsih menegaskan hasil karya para siswa Smamda itu relevan dengan kondisi di Sidoarjo saat ini. Baginya alat ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi bencana banjir.</p>
<p>&#8220;Kami berkeinginan karya siswa-siswa kami yang monumental ini bisa dipersembahkan untuk Pemkab Sidoarjo,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Selain itu, Wigati menguraikan meski alat itu masih berupa prototipe, akan tetapi alat itu bakal akan terus disempurnakan hingga bisa memberikan nilai manfaat untuk mengatasi bencana banjir di Sidoarjo. &#8220;Barangkali alat ini bisa jadi sumbangsih Smamda kepada Pemkab Sidoarjo. Karenanya penyempurnaan alat ini sudah kami koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo,&#8221; pungkasnya.<strong> Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106686</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Street Food Smamda Sidoarjo, Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Para Siswa</title>
		<link>https://memontum.com/street-food-smamda-sidoarjo-tumbuhkan-jiwa-kewirausahaan-para-siswa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2020 14:37:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Smamda]]></category>
		<category><![CDATA[Street Food]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105326-street-food-smamda-sidoarjo-tumbuhkan-jiwa-kewirausahaan-para-siswa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Ada kegiatan yang berbeda di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, Kamis (30/1/2020). Para siswa dan siswi dari 39 kelas yang ada di sekolah swasta favorit ini memamerkan olahan masakan berbagai makanan dan minumannya di halaman sekolah itu. Mereka memerkan hasil karyanya itu dalam rangka mengikuti acara Smamda Street Food. Kegiatan ini sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Ada kegiatan yang berbeda di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, Kamis (30/1/2020). Para siswa dan siswi dari 39 kelas yang ada di sekolah swasta favorit ini memamerkan olahan masakan berbagai makanan dan minumannya di halaman sekolah itu.</p>
<p>Mereka memerkan hasil karyanya itu dalam rangka mengikuti acara Smamda Street Food. Kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian Milad Smada Sidoarjo ke 44.</p>
<div id="attachment_105327" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-105327" decoding="async" class="size-full wp-image-105327" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200130_095156-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="STREET FOOD - Sebanyak 39 kelas yang ada di Smamda Sidoarjo menunjukkan keahliannya dalam mengolah makanan dan minuman yang siap dijual ke pasaran dalam acara Smamda Street Food yang digelar di halaman sekolah, Kamis (30/1/2020)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200130_095156-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200130_095156-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200130_095156-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200130_095156-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-105327" class="wp-caption-text">STREET FOOD &#8211; Sebanyak 39 kelas yang ada di Smamda Sidoarjo menunjukkan keahliannya dalam mengolah makanan dan minuman yang siap dijual ke pasaran dalam acara Smamda Street Food yang digelar di halaman sekolah, Kamis (30/1/2020)</p></div>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, dari 39 stand makanan dan minuman yang ada jajanan yang disajikan para siswa ini mulai makanan tradisional hingga makanan siap saji yang diolah dengan berbagai makanan modern.</p>
<p>&#8220;Smamada Street Food ini untuk menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan siswa. Apalagi di kelas ada pelajaran kewirausahaan. Kami mempersiapkan siswa siswi menjadi generasi milenial yang tangguh, kuat, mandiri dan kreatif. Ini sebagai antisipasi dalam persaingan mendatang yang semakih heboh dibandingkan sekarang,&#8221; terang Kepala Smamda Sidoarjo, Wigatiningsih, Kamis (30/1/2020).</p>
<p>Bagi Wigati, saat ini bagi lembaga pendidikan mempersiapkan lulusan yang mandiri dan bisa bersaing dengan lingkungan sekitar adalah kekuatan generasi muda baru. Bahkan perputaran uang di negeri ini ada di tangan kalangan anak muda. Yakni ada di bisnis-bisnis industri modern mulai Warkop, Mall, dan galeri-galeri.</p>
<p>&#8220;Perpuatan uang di negeri ini ada industri kreatif. Maka dari itu peserta didik harus disiapkan menjangkau entreprenurship itu. Mereka harus belajar mengolah makanan tradisional didesain dan dimofifikasi agar lebih menggairahkan lidah. Termasuk mengemas luarnya (packaging) agar menarik pembeli,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Meski semua kelas menampilkan berbagai makanannya, akan tetapi makanan dan minuman yang dipamerkan berbeda beda antar satu stand dengan stand lainnya. Begitu pula tingkat kreasi mengolah makanan dan minumannya.</p>
<p>&#8220;Karena nanti akan dinilai dan dilombakan,&#8221; tandasnya.<strong> Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105326</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Manasik Haji,  Smamda Ajak Siswa Asing</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-manasik-haji-smamda-ajak-siswa-asing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2019 11:44:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Manasik Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Smamda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78553-gelar-manasik-haji-smamda-ajak-siswa-asing</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Ratusan siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) menggelar simulasi manasik haji di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Sabtu (16/2/2019). Dengan berpakaian lengkap, kain ihram dan didampingi guru pembimbing, mereka khusyuk berdoa dan menjalani tahap demi tahap rukun haji. &#8220;Semua rukun haji wajib dipraktekkan. Termasuk saat di Arafah, tempat ini menjadi puncak dan pertemuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya </strong>&#8211; Ratusan siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) menggelar simulasi manasik haji di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Sabtu (16/2/2019). Dengan berpakaian lengkap, kain ihram dan didampingi guru pembimbing, mereka khusyuk berdoa dan menjalani tahap demi tahap rukun haji.</p>
<p>&#8220;Semua rukun haji wajib dipraktekkan. Termasuk saat di Arafah, tempat ini menjadi puncak dan pertemuan bagi jemaah haji di seluruh dunia. Di tempat ini menjadi inti ibadah haji. lalu Lempar jumrah atau lontar jumrah, sebuah kegiatan bagian dari ibadah haji tahunan ke kota suci Mekkah, Arab Saudi. Dan diakhiri dengan tahalul atau potong rambut di pojok sana,” jelas Kepala Smamda Astajab seraya menunjuk titik-titik lokasi rute simulasi manasik haji.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-78554" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190216-WA0100-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190216-WA0100-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190216-WA0100-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190216-WA0100-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190216-WA0100-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190216-WA0100-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Astajab menjelaskan, kegiatan manasik haji ini diadakan setiap tahun. Dengan harapan para muridnya bisa mengetahui tentang proses-proses umrah maupun naik haji. Jadi ketika suatu saat melakukan ibadah haji, lanjutnya, siswa-siswinya bisa melaksanakan umroh dan naik haji dengan baik, karena bekal dari pihak sekolah.</p>
<p>“Paling tidak kita memberikan pengetahuan pengalaman pada anak-didik kita untuk melaksankan manasik haji,” harapnya. Manasik, menurut Astajab, bagian penting dari pembinaan keislaman bagi pelajar.</p>
<p>Ada yang menarik selama berlangsungnya manasik, yakni adanya tiga pelajar asing. Mereka adalah Tais Suchara Staloch (Brazil), Theodor Schoning Frandsen (Denmark) dan Yura Shimizu (Jepang). Astajab mengatakan, keterlibatan mereka dalam kegiatan manasik haji ini juga tak kalah penting. Pasalnya, ketiga murid tersebut juga termasuk-siswa-siswi yang belajar di Smamda.</p>
<p>“Jadi apa yang kami ajarkan, mereka juga mengikuti kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh sekolah kami. Hampir setiap tahun ada guru asing dan siswa asing dan ini kebetulan ada siswa asing yang belajar satu tahun di tempat kami,” urainya.</p>
<p>Tais Suchara Staloch, salah satu pelajar asing merasa bahagia bisa mengamati rekan-rekan barunya yang sedang mealukan simulasi haji. Tais sapaan lekatnya, mengaku dengan adanya kegiatan ini ia bisa lebih memahami tentang perbedaan agama.</p>
<p>“Saya senang dengan ini saya sedikit paham tentang perbedaan khususnya Islam. Selain itu kegiatan ini bisa saya ceritakan sama keluarga saya di Brazil,” pungkas Tais. <strong>(sur/ano/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78553</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Edufair SMAMDA, Digelar Kali ke-6, Libatkan Kampus Dalam dan Luar Negeri</title>
		<link>https://memontum.com/edufair-smamda-digelar-kali-ke-6-libatkan-kampus-dalam-dan-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2018 16:33:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Edufair]]></category>
		<category><![CDATA[Smamda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/64096-edufair-smamda-digelar-kali-ke-6-libatkan-kampus-dalam-dan-luar-negeri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya kembali menggelar Edufair. Pada event tahunan kali ke-6 ini, sekolah yang berbasis di Jalan Pucang Anom tersebut melibatkan lebih dari 50 perguruan tinggi dari dalam serta luar negeri. Pelajar yang menjadi pengunjungnya mencapai 1.500 siswa-siswi dari SMAMDA sendiri maupun SMA lain di Kota Pahlawan, serta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya kembali menggelar Edufair. Pada event tahunan kali ke-6 ini, sekolah yang berbasis di Jalan Pucang Anom tersebut melibatkan lebih dari 50 perguruan tinggi dari dalam serta luar negeri. Pelajar yang menjadi pengunjungnya mencapai 1.500 siswa-siswi dari SMAMDA sendiri maupun SMA lain di Kota Pahlawan, serta ada lebih dari 500-an orang tua dan wali murid yang ikut datang secara mengalir.</p>
<p>Ini yang terlihat pada pembukaan sekaligus hari pertama Edufair yang digelar di Gedung Wanita Candra Kencana Jalan Kalibokor, Rabu (14/11/2018). Kepala SMAMDA Surabaya Astajab mengatakan, Edufair kali ini bertema Create Your Future Success, Choose the Right Education.</p>
<p>“Kali ini SMAMDA diadakan di luar sekolahan dan pesertanya pun lebih banyak dibanding tahun lalu. Edufair 2018 ini diikuti 50 perguruan tinggi negeri dan swasta, lembaga konsultan luar negeri, dan akademi yang membuka stan seperti Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Ciputra (UC), STIE PERBANAS, Universitas Surabaya (Ubaya), BINUS MALANG, The Sages International, Rafles, Akademi Angkatan Laut (ALL)  dan sebagainya,” papar Astajab.</p>
<p>Menurutnya, lembaga pendidikan manca negara ada dari Australia, Singaoura, Malaysia, China, dan Jerman. Edufair ini merupakan rangkaian dari acara talkshow yang digelar pada 3 November 2018, di Gedung At Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), minggu lalu. Dimana pada kesempatan itu menghadirkan psikolog Bagus Sanyoto dan Suko Widodo selaku kepala Pusat Humas dan Informasi (PIH) UNAIR.</p>
<p>&#8220;Selain talkshow dan pameran ini, sebelumnya juga ada sesi presentasi perguruan tinggi dan lembaga di kelas-kelas XII. Dan disusul hari ini (kemarin) acara edufairnya,&#8221; sambungnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">64096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Siswa Smamda Ciptakan Kunci Pintu Anti Maling Juarai Amicta</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-siswa-smamda-ciptakan-kunci-pintu-anti-maling-juarai-amicta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2018 15:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Smamda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/54453-tiga-siswa-smamda-ciptakan-kunci-pintu-anti-maling-juarai-amicta</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Tiga siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) berhasil menjadi juara 1. Mereka berhasil membuat inovasi Smart Locker Based on Android (S Locdroid) atau mengunci pintu menggunakan aplikasi android. Ketiga pelajar ini, berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya dari berbagai perwakilan nusantara. Ketiga siswa yang masuk dalam tim Rekto itu adalah Ibrahim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Tiga siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) berhasil menjadi juara 1. Mereka berhasil membuat inovasi Smart Locker Based on Android (S Locdroid) atau mengunci pintu menggunakan aplikasi android. Ketiga pelajar ini, berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya dari berbagai perwakilan nusantara.</p>
<p>Ketiga siswa yang masuk dalam tim Rekto itu adalah Ibrahim Muhammad, Ikhlash Rahmani Yuri, dan Khanza Auliafanda Taufani. Ketiganya berhasil menyisihkan puluhan kelompok lainnya dalam ajang Amikom Information and Communication Technology Award (Amicta) pada 1 September 2018 di Universitas Amikom Yogyakarta.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/pendidikan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/4/2018/09/20180904_102923-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-3152" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Ide pertamanya karena kunci loker sering hilang. Aplikasi ini bergantung koneksi wifi agar aplikasi loker bisa terakses. Cara kerjanya tinggal login wifi, akses internet, bikin akun pilih loker dan bisa akses dengan mudah,&#8221; terang Ibrahim Muhammad kepada Memo X, Selasa (04/09/2018).</p>
<p>Lebih jauh siswa kelas 11 IPA VII ini menguraikan untuk memproduksi alat itu membutuhkan biaya pembelian hardware senilai Rp 400.000. Sedangkan shofwarenya tinggal merangkai. Untuk produksinya membutuhkan waktu sekitar 3 minggu.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/pendidikan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/4/2018/09/20180904_103132-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-3153" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Bisa sampai 40 loker untuk 1 aplikasi android. Tinggal kemampuan routernya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Pasca menjadi juara, Ibrahim dan kawan-kawannya berharap hasil inovasinya itu dipatenkan. Tujuannya agar bisa diproduksi massal demi kemaslakatan masyarakat secara umum.</p>
<p>&#8220;Harapannya bisa dipatenkan. Karena sekarang pun aplikasi ini masih kami sempurnakan,&#8221; tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">54453</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Guru Belanda Motivasi Siswa Siswi Smamda Kuliah ke Luar Negeri</title>
		<link>https://memontum.com/guru-belanda-motivasi-siswa-siswi-smamda-kuliah-ke-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2018 11:35:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Smamda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/24649-guru-belanda-motivasi-siswa-siswi-smamda-kuliah-ke-luar-negeri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Sidoarjo &#8212; Ratusan siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo mendengarkan materi yang disampaikan guru asal Belanda, Dennies Van Dijk di Aula sekolah yang ada di JL Majapahit, Sidoarjo ini. Para pelajar ini tampak antusias mendengarkan materi demi materi yang disampaikan guru yang baru lulus secara akamedis itu. Tidak hanya itu, disela acara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Sidoarjo</strong> &#8212; Ratusan siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo mendengarkan materi yang disampaikan guru asal Belanda, Dennies Van Dijk di Aula sekolah yang ada di JL Majapahit, Sidoarjo ini. Para pelajar ini tampak antusias mendengarkan materi demi materi yang disampaikan guru yang baru lulus secara akamedis itu.</p>
<p>Tidak hanya itu, disela acara motivasi yang disampaikan Dennies itu, juga terjadi dialog interaktif antara para siswa dam motivator asal Holland, Belanda itu. Rencananya, para siswa ini bakal diberi motivasi selama 2 hari ke depan.</p>
<p>&#8216;Kami sengaja mendatangkan guru asal Belanda ini untuk memotivasi para siswa kami. Ini penting karena setiap tahun alumni dari Smamda yang melanjutkan keluar negeri jumlahnya terus meningkat,&#8217; terang Kepala Smamda, Wigatiningsih kepada Memo X, Senin (05/02/2018).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180205_104314-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-24650" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180205_104314-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180205_104314-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180205_104314-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/20180205_104314-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kasek berkacamata ini mengungkapkan untuk alumni Smamda Tahun 2017 tercatat ada 10 sampai 11 siswa yang melanjutkan ke luar negeri. Mereka diterima di Malaysia, Jerman, Cina serta Belanda. Sedangkan yang di Thailand masih dalam proses penjajakan. Sedangkan pada Tahun 2016, baru terdapatkan 6 siswa yang melanjutkan kuliahnya ke luar negeri dengan jumlah terbanyak ke Malaysia.</p>
<p>&#8216;Ini bagian dari support kami agar yang melanjutkan keluar negeri semakin banyak. Kalau makin banyak yang kuliah ke luar negeri kan membawa nama Smamda. Tapi dasarnya Bahasa Inggrisnya menjadi dasar dikuatkan,&#8217; imbuhnya.</p>
<p>Karena Smamda belum membuka kelas Internasional, hingga kini belum ada alumninya yang melanjutkan ke Amerika. Akan tetapi 2 kampus asal Malaysia yakni MSU dan UTM sudah ke Smamda untuk melaksanakan tes menjaring calon mahasiswa dari Smamda.</p>
<p>&#8216;Itu menunjukkan sekolah kami layak dijadikan referensi sekolah para siswa berbakat dan punya talenta. Karena yang keluar negeri rata-rata dapat beasiswa. Ada yang 100 persen sekaligus biaya tinggal ada yang 50 persen. Semua bergantung kemampuan keluarga para siswa,&#8217; tegasnya.</p>
<p>Sementara salah satu siswi, Saidah Basyam yang masih duduk di kelas X IPA1 ini mengaku merasa termotivasi untuk berkuliah keluar negeri. Akan tetapi dasarnya harus Bahasa Inggris dikuatkan untuk para siswa dan siswi.</p>
<p>&#8216;Kalau guru tamu Dennies ini logat dan verbaknya enak jadi mudah diterima saya dan teman-teman. Apalagi penyampaiannya bisa menyatu dengan siswa dan siswi. Jadi mudah diterima,&#8217; pungkasnya. <strong>(wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24649</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Robot Siswa Smamda Juara II APICTA Award di Bangladesh</title>
		<link>https://memontum.com/robot-siswa-smamda-juara-ii-apicta-award-di-bangladesh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Dec 2017 08:59:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Robot]]></category>
		<category><![CDATA[Smamda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/12531-robot-siswa-smamda-juara-ii-apicta-award-di-bangladesh</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Robot berupa transportasi penyandang disabilitas hasil karya siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) meraih juara kedua dalam acara Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Award 2017 di Dhaka City Bangladesh, Rabu (13/12/2017). Keberhasilan tim siswa Smamda ini berhasil menyisihkan sekitar 500 peserta dari 16 negara yang ada di Asia Pasific pada tanggal 7 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8212; Robot berupa transportasi penyandang disabilitas hasil karya siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) meraih juara kedua dalam acara Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Award 2017 di Dhaka City Bangladesh, Rabu (13/12/2017). Keberhasilan tim siswa Smamda ini berhasil menyisihkan sekitar 500 peserta dari 16 negara yang ada di Asia Pasific pada tanggal 7 sampai 10 Desember 2017 kemarin.</p>
<p>Kini, rencananya hasil karya siswa itu bakak dikomersilkan dengan cara mengurus Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Sedangkan karya itu diberi label Android System and Orientation Sense Transportation (ANSONT). Tim pelajar yang meraih prestasi di Bangladesh itu diantaranya Faza Gulam Ahmad (kelas 11 MIPA VI), Rangga Rajasa ( kelas 11 MIPA I),  Muhammad Fadhel Firnanda (kelas 11 MIPA III dan M Tariq Thirafi (kelas11 MIPA I). Mereka didampingi Wakil Kepala Kesiswaan Smamda, Yudi Prianto. Sementara juara satunya adalah dari Sri Langkah.</p>
<p>&#8216;Hasil karya kami yang meraih juara dua ini berupa transportasi penyadang disabilitas. Tujuannya memudahkan para penyandang cacat bergerak dan mobile,&#8217; terang Ketua Tim Faza Gulam Ahmad kepada Memo X (Grup Memontum.com), Rabu (13/12/2017).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/20171213_113004-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-12536" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/20171213_113004-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/20171213_113004-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/20171213_113004-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/20171213_113004-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Peralatan itu, kata Gulam menggunakan dan dioperasikan menggunakan Hand Phone (HP) Android. Menurutnya, produk itu merupakan peralatan kesehatan dengan harga termurah. Untuk merakit satu alat itu hanya dibutuhkan anggaran Rp 5 juta. Peralatan dan komponennya banyak dijumpai di pasaran terutama di Surabaya.</p>
<p>&#8216;Alat ini dulu sudah juara secara nasional. Makanya paska meraih juara dua itu akan kami perbaiki teknologinya. Misalnya menambah pengontrol tidak menggunakan android tapi pakai joy stick. Termasuk dulu kursi tak bisa naik turun sekarang bisa naik turun,&#8217; imbuhnya.</p>
<p>Saat ditanya kekuatan alat itu, kata Gulam masih mampu membawa beban seberat 60 sampai 80 kilogram. Kekuatan baterainya mencapai 1 jam lebih dengan kecepatan 14 kilometer per jam.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/Robot-Siswa-Smamda-Juara-II-APICTA-Award-di-Bangladesh.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="Robot Siswa Smamda Juara II APICTA Award di Bangladesh" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-12538" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/Robot-Siswa-Smamda-Juara-II-APICTA-Award-di-Bangladesh.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/Robot-Siswa-Smamda-Juara-II-APICTA-Award-di-Bangladesh.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/Robot-Siswa-Smamda-Juara-II-APICTA-Award-di-Bangladesh.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/Robot-Siswa-Smamda-Juara-II-APICTA-Award-di-Bangladesh.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8216;Jarak kendalinya sesuai kekuatan dari bloetuth android yakni 10 sampai 15 meter,&#8217; tegasnya.</p>
<p>Sementara Wakil Kepala Kesiswaan Smamda, Yudi Prianto prestasi berskala internasional ini diraih paska pameran dan presentasi tanggal 7 &#8211; 10 Desember 2017 kemarin. Pihak sekolah bakal terus memfasilitasi setiap inovasi siswa dan siswi. Prestasi itu merupakan prestasi kesekian kalinya paska mengikuti beberapa acara berskala nasional dan internasional.</p>
<p>&#8216;Produk itu akan kami patenkan dulu di HAKI. Tujuannya agar yang meniru dan menduplikatnya meminta izin ke pemilik hak cipta. Kami juga berusaha menyempurnakan peralatan itu jika sebelumnya memakai android bisa pakai sensor suara pengguna,&#8217; paparnya.</p>
<p>Sedangkan untuk memberangkatkan siswanya ke Bangladesh itu, kata Yudi tidak mudah. Selain waktunya mempet hanya sebulan waktu pengurusan paspor dan visa harus diselesai sebelum tanggal 6 Desember 2017. Oleh karenanya pihaknya minta bantuan Imigrasi, Kedutaan Bangladesh serta Kemendikbud untuk mengurus paspor dan bisa itu.</p>
<p>&#8216;Alhamdulillah yang awalnya katanya festival internasional itu ditutup. Kami masih punya kesempatan mengikuti. Bahkan saat susah mengurus paspor dan visa anak-anak juga sempat drop. Sekarang semangatnya kembali pulih,&#8217; pungkasnya.<strong> (Wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">12531</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
