<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>SMPN 1 Beji &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/smpn-1-beji/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Mar 2020 11:12:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>SMPN 1 Beji &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cegah Corona Pasca Studi Tour, Optimalkan Yankes di Beji Pasuruan</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-corona-pasca-studi-tour-optimalkan-yankes-di-beji-pasuruan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2020 11:12:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 1 Beji]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109157</guid>

					<description><![CDATA[Pasuruan, Memontum &#8211; Pasca kepulangan rombongan study tour SMPN 1 Beji ke Bali, Kamis (19/3/2020) siang. Setidaknya menyisahkan sejumlah kekawatiran orangtua murid atas kondisi anak-anaknya. Seperti yang disampaikan oleh salah satu orangtua siswa yakni Henry Sulfianto. &#8220;Secara kasat mata, apa yang telah dilakukan oleh tim satgas corona saat melakukan observasi kesehatan terhadap kedatangan 5 bus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasuruan, Memontum</strong> &#8211; Pasca kepulangan rombongan study tour SMPN 1 Beji ke Bali, Kamis (19/3/2020) siang. Setidaknya menyisahkan sejumlah kekawatiran orangtua murid atas kondisi anak-anaknya.</p>
<p>Seperti yang disampaikan oleh salah satu orangtua siswa yakni Henry Sulfianto.</p>
<p>&#8220;Secara kasat mata, apa yang telah dilakukan oleh tim satgas corona saat melakukan observasi kesehatan terhadap kedatangan 5 bus rombongan tersebut, masih kurang maksimal,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Bagaimana tidak, dari sejumlah artikel terkait menjelaskan bahwa gejala virus corona akan muncul dalam kurun waktu 2 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus corona. Kesimpulan ini didasarkan pada masa inkubasi virus MERS.</p>
<p>Artinya bahwa ada kewajiban yang harus dilakukan oleh satgas corona Pemkab Pasuruan untuk melakukan upaya pemantauan secara kontinyu pada seluruh person yang pulang dari study tour ke Bali.</p>
<p>&#8220;Optimalkan layanan kesehatan yang ada di wilayah beji untuk memantau perkembangan kesehatan guru dan siswa, demikian juga pada kru bus ,&#8221; papar Henry.</p>
<p>Di tempat terpisah Anang Saiful Wijaya Asisten 1 Pemkab Pasuruan, mengatakan bahwa pihaknya telah koordinasikan pada rapat dan akan melakukan langkah antisipatif terhadap permasalahan ini. Dan sangat menyesalkan atas semua kejadian.</p>
<p>Ditambahkan Anang Saiful, atas masukan yang disampaikan Henry selaku orang tua siswa guna mengoptimalkan layanan kesehatan disekitaran Kecamatan Beji (puskemas dan puskesmas pembantu) akan segera dikomunikasikan.</p>
<p>&#8220;Hal tersebut sangat baik dan segera pula kami koordinasikan dengan instansi terkait,&#8221;pungkas mantan Kasatpol PP Pemkab Pasuruan ini. <strong>(arf/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109157</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terkait Corona, Rombongan Ditolak di RS Grati</title>
		<link>https://memontum.com/terkait-corona-rombongan-ditolak-di-rs-grati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2020 06:03:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[RS Grati]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 1 Beji]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108999</guid>

					<description><![CDATA[Tragedi SMPN 1 Beji Pasuruan Balik dari Bali Memontum Pasuruan &#8211; Pagi sekali, Kamis (19/3/2020) sejak adanya kabar rombongan bus SMPN 1 Beji Pasuruan hendak datang di RS Grati Pasuruan, bermunculan banyak orang. Puluhan warga, mengaku masyarakat setempat menolak kedatangan rombongan bus. Sejak pukul 01.00, warga bergerumbul di depan halaman RSUD Grati. Mereka sepakat menolak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Tragedi SMPN 1 Beji Pasuruan Balik dari Bali</h2>
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pagi sekali, Kamis (19/3/2020) sejak adanya kabar rombongan bus SMPN 1 Beji Pasuruan hendak datang di RS Grati Pasuruan, bermunculan banyak orang. Puluhan warga, mengaku masyarakat setempat menolak kedatangan rombongan bus.</p>
<p>Sejak pukul 01.00, warga bergerumbul di depan halaman RSUD Grati. Mereka sepakat menolak kedatangan rombongan dengan alasan kekuatiran jika rombongan dari Bali, terpapar virus dan menular.</p>
<p><video controls="controls" width="750" height="333"><source src="https://memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/VID-20200319-WA0047.mp4" type="video/mp4" /></video><br />
TIBA : Rombongan bus tiba di RS Bangil Pasuruan dan segera diobservasi Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Pemkab Pasuruan. (Memontum.com)</p>
<p>Selain puluhan warga, datang pula wali murid dan sejumlah anggota kepolisian. Anggota kepolisian ini bersiap untuk mengamankan situasi dan kondisi observasi dari Satgas pencegahan dan penyebaran Covid-19 Pemkab Pasuruan.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://memontum.com/108992-tur-wisata-smpn-1-beji-ke-bali-harus-balik-putra-jurnalis-online-pasuruan-dikeroyok-pelajar" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tur Wisata SMPN 1 Beji ke Bali Harus Balik, Putra Jurnalis Online Pasuruan Dikeroyok Pelajar</a></p>
<p>AKP Suyitno, Kapolsek Grati sendiri telah menjelaskan pentingnya observasi rombongan. Namun warga ngotot melakukan protes dan penolakan. Tak ayal, rombongan bus kemudian dialihkan menuju RSUD Bangil Pasuruan.</p>
<p>Pagi sekitar pukul 04.30 rombongan bus tiba di halaman RSUD Bangil Pasuruan. Petugas langsung menjelaskan agar rombongan pelajar tidak bingung atau panik dan tetap tenang. Petugas kemudian menyemprot disinfektan ke sejumlah titik bus. <strong>(sos/yan/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/VID-20200319-WA0047.mp4" length="11738434" type="video/mp4" />

		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108999</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelajar Dianiaya Pelajar, Guru Kok Sebut Hanya Bercanda?</title>
		<link>https://memontum.com/pelajar-dianiaya-pelajar-guru-kok-sebut-hanya-bercanda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2020 05:56:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 1 Beji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108996</guid>

					<description><![CDATA[Tragedi SMPN 1 Beji Pasuruan Balik dari Bali Memontum Malang &#8211; Terungkap kronologis pemukulan pelajar SMPN 1 Beji Pasuruan. Sayangnya, sang guru menyebut itu hanyalah bergurau karena berdesakan gembira akan balik Pasuruan. Diceritakan ayah korban, awalnya sang anak atau korban ditanyai seorang guru perihal pengiriman foto dalam bus. Guru ini menanyai hal tersebut di hadapan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Tragedi SMPN 1 Beji Pasuruan Balik dari Bali</h2>
<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Terungkap kronologis pemukulan pelajar SMPN 1 Beji Pasuruan. Sayangnya, sang guru menyebut itu hanyalah bergurau karena berdesakan gembira akan balik Pasuruan.</p>
<p>Diceritakan ayah korban, awalnya sang anak atau korban ditanyai seorang guru perihal pengiriman foto dalam bus. Guru ini menanyai hal tersebut di hadapan banyak pelajar lainnya.</p>
<p>Korban mengakui pengiriman foto karena sang ayah ingin mengetahui keadaannya. Namun, dikatakan sang guru seolah melarang bahwa pengiriman foto dapat merusak nama baik.</p>
<p>&#8220;Cerita anak saya, saat naik ke kapal perjalanan pulang, lalu dicegat sama kelompoknya pelajar lain dari kelas 8e. Ditanyai,&#8221; ungkap ayah korban.</p>
<p>&#8220;&#8230; koen lapo kok ngirimi foto nang papamu ? Ya sama anak saya dijawab dan dijelaskan seperti saat ditanya gurunya. Saya minta foto itu karena kuatir keselamatan anak saya, &#8221; urai ayah korban.</p>
<p>Ketika itulah, korban dipukul di kepalanya oleh kelompok sebut saja Batman&#8211;nama samaran. Tidak hanya satu orang, korban diduga dianiaya pelajar lainnya yang tergabung kelompok Batman.</p>
<p>Usai pengeroyokan itu, korban memberitahu ibunya. Setelah kejadian, korban juga dipanggil oleh guru lainnya untuk menghadap ke Samsul Huda, kepsek SMPN 1 Beji.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://memontum.com/108992-tur-wisata-smpn-1-beji-ke-bali-harus-balik-putra-jurnalis-online-pasuruan-dikeroyok-pelajar" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tur Wisata SMPN 1 Beji ke Bali Harus Balik, Putra Jurnalis Online Pasuruan Dikeroyok Pelajar</a></p>
<p>Sang kasek lalu bertanya soal pekerjaan sang ayah korban. &#8220;Anak saya ditanya papa kamu kerja dimana? Anak saya ya jawab, ayahnya wartawan. Waktu ditanya media apa, anak saya jawab tidak tahu,&#8221; urai orangtua korban.</p>
<p>Orangtua korban, tetap menegaskan jika pihaknya tidak menerima perbuayan tersebut. &#8220;Sebagai orangtua, kami tidak bisa menerimakan kejadian tersebut dan segera melakukan upaya hukum. Sangat jelas bahwa ada pembiaran,&#8221; tandas ayah korban. <strong>(sos/yan/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tur Wisata SMPN 1 Beji ke Bali Harus Balik,  Putra Jurnalis Online Pasuruan Dikeroyok Pelajar</title>
		<link>https://memontum.com/tur-wisata-smpn-1-beji-ke-bali-harus-balik-putra-jurnalis-online-pasuruan-dikeroyok-pelajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2020 05:51:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 1 Beji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108992</guid>

					<description><![CDATA[Diduga Terprovokasi Ulah Share Berita Online Oknum Guru Memontum Pasuruan &#8211; Seorang pelajar SMPN 1 Beji Pasuruan, putra jurnalis Memontum.com, menjadi korban penganiayaan teman sekolah, diduga gara-gara musti balik dari tur wisata di Bali. Saat gencar Pencegahan Antisipasi penyebaran Virus Corona, Jadi pertanyaan, libur panjang malah bisa wisata ke Bali? Aman? Informasi didapat Memontum.com langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Diduga Terprovokasi Ulah Share Berita Online Oknum Guru</h2>
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Seorang pelajar SMPN 1 Beji Pasuruan, putra jurnalis Memontum.com, menjadi korban penganiayaan teman sekolah, diduga gara-gara musti balik dari tur wisata di Bali. Saat gencar Pencegahan Antisipasi penyebaran Virus Corona, Jadi pertanyaan, libur panjang malah bisa wisata ke Bali? Aman?</p>
<p>Informasi didapat Memontum.com langsung dari ayah korban, penganiayaan terhadap anaknya bukan tanpa sebab musabab, melainkan diduga terprovokasi hasil share berita online salah satu media daring.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-108994" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0014-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0014-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0014-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0014-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200319-WA0014-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Orang yang share atau penyebar berita dalam medsos WhatsApp, ditengarai seorang oknum guru sekolah sehingga hasil share sang oknum memicu kemarahan siswa berujung penganiayaan.</p>
<p>Diceritakan kronologis kejadian, bermula, tengah merebak isu bahaya virus Corona, pihak SMPN 1 Beji Pasuruan &#8220;nekat&#8221; memberangkatkan rombongan tur wisata ke Bali, Senin (16/3/2020) siang. Ada 4 bus rombongan ini.</p>
<p>Alasan sang kepsek, seminggu sebelum berangkat, pihaknya telah mendapat izin dari Kadispendik Kabupaten Pasuruan, surat jalan Polsek Beji serta tanda tangan sejumlah wali murid.</p>
<p>Dalam perjalanan naik perahu, bersamaaan rilis pers Bupati Pasuruan agar, tidak dilaksanakan wisata ke luar dan aktifitas bergerombol juga aktifitas ASN ke luar wilayah. Pihak kepsek sendiri mengakui telah diminta kembali ke Pasuruan.</p>
<p>Ia mengaku posisi kapal dalam perjalanan menuju Bali, bertepatan dengan dimintanya kembali balik atau pembatalan tur wisata. Permintaan kembali daei penanggulangan penyebaran virus covid-19 pemkab Pasuruan, seolah tidak digubris.</p>
<p>Dalih sang kepsek, tidak dapat membatalkan tur karena dalam posisi kapal akan menyeberang atau telah berlayar ke dengan pulau Dewata. Tur wisata ini pun tetap berjalan, mendatangi sejumlah destinasi wisata. Ada 6 tujuan wisata.</p>
<p>Sang kepsek pun beralasan, dalam tur wisata telah mengikuti prosedur dengan tetap berkomunikasi dengan tim kesehatan, pemakaian masker, menjauhi keramaian di lokasi wisata.</p>
<p>Namun, gencarnya permintaan balik dari Satgas, barulah muncul &#8220;kesadaran&#8221; pihak penanggungjawab tur untuk segera kembali ke Pasuruan. Dua destinasi wisata pun dibatalkan untuk dikunjungi.</p>
<p>Gencarnya isu virus Corona tentu menimbulkan kekuatiran keselamatan anak. Beberapa wali murid telah menghubungi pihak sekolah. Salah satunya, wali murid atau orangtua korban dan bermaksud menjelaskan bahayanya Bali&#8211;karena termasuk daerah dengan positif Corona.</p>
<p>Sementara itu, pihak sekolah berdalih sebagian besar wali murid lainnya telah sepakat menyetujui adanya tur ke Bali, disamping itu karena telah pula membayar biaya Rp 800 ribu. Mau tak mau, kemauan anak yang keras pula meluluhkan hati orangtua korban untuk melepas sang anak turut serta mengikuti tur.</p>
<p>Kabar soal keberangkatan tur ke Bali di liburan sekolah itu rupanya terdengar jurnalis media daring, pojokkiripasuruan.com. Sejumlah berita berhasil ditayangkan pojokkiripasuruan.com.</p>
<p>Jurnalis pojokkiri kemudian memberitakan bahwa Kabupaten Pasuruan diduga telah &#8220;kecolongan&#8221; dengan kegiatan di luar sekolah&#8211;dalam bentuk rombongan&#8211;menuju Bali dan &#8220;berwisata&#8221; di tengah gencarnya antisipasi penyebaran virus Corona.</p>
<p>Adapula keterangan wali murid yang berusaha menyadarkan bahayanya menuju Bali. Pasalnya, Bali termasuk wilayah dengan 1 pasien bule positif Corona dan telah meninggal.</p>
<p>&#8220;Rombongan study tour SMPN Beji di jemput dan diminta pulang satgas. Saat ini rombongan bus sudah perjalanan pulang ke pasuruan,&#8221; cerita ayah korban kepada Memontum.com, Rabu (18/3/2020) tengah malam.</p>
<p>Nah, dalam kegagalan tur menuju 2 destinasi wisata dan kesegeraan balik ke Pasuruan itulah, anak jurnalis Pasuruan menjadi korban pengeroyokan siswa lainnya.</p>
<p>Kegeraman para siswa ini terpicu adanya share berita online di grup medsos WA sekolah dan isi beritanya membuat kecurigaan pelaku bahwa si anak berhubungan dengan berita online.</p>
<p>Terlebih, dalam berita online tersebut, terpasang sejumlah foto-foto kondisi rombongan tur dalam bus. Selain foto, narasumber dalam berita disebut dengan inisial yang merupakan seorang wali murid dari salah satu siswa.</p>
<p>&#8220;Anak saya jadi korban pemukulan oleh teman-temannya satu bis. Hal ini dikarenakan semua tahu bahwa orangtuanya adalah wartawan. Saya tidak terima atas perlakuan itu, &#8221; ungkap orangtua korban kepada Memontum.com.</p>
<p>Menurut bapak korban, dari percakapan WA antara adaknya dan sang Istri terungkap bahwa ada dugaan kuat, ulah seorang wali menyebarkan berita online, memicu adanya kericuhan sehingga terjadilah pemukulan terhadap korban.</p>
<p>&#8220;Nanti (Kamis/19/3/2020) pukul 03.00 rombongan tour SMPN 1Beji dari Bali akan tiba dan diobservasi di RS Grati Pasuruan. Selaku orangtua, saya menuntut 4 pihak,&#8221; tegas ayah korban, sekitar pukul 01.00.</p>
<p>Empat tuntutan tersebut yakni pertanggungjawaban dari pihak pelaku pengeroyokan atau siswa-siswa terlibat, wali kelas, kepala sekolah SMPN 1 Beji dan Kadispendik Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>&#8220;Jika nantinya benar adanya tindakan penganiayaan terhadap.anak saya, maka akan saya lakukan visum dan membawa perkara ini ke proses hukum,&#8221; urai orangtua korban.<strong> (sos/hen/yan/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108992</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
