<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>SMPN 16 Kota Malang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/smpn-16-kota-malang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Jun 2021 08:49:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>SMPN 16 Kota Malang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Guru SMP di Jember Temukan Batu Aneh yang Bisa Bergerak Sendiri</title>
		<link>https://memontum.com/guru-smp-di-jember-temukan-batu-aneh-yang-bisa-bergerak-sendiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2021 08:49:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 16 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=145581</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Guru-guru di salah satu SMP di Kabupaten Jember, dibuat heboh. Kehebohan itu, dipicu karena penemuan sebuah batu seukuran kelereng yang terbilang sangat aneh.Batu sebesar biji kelereng itu, ditemukan tukang bangunan saat sedang menggali tanah untuk memasang paving di SMP Negeri 1 Mayang -Jember. Kejadian itu, berlangsung pada Kamis (17/06) lalu.Kalau dilihat secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Guru-guru di salah satu SMP di Kabupaten Jember, dibuat heboh. Kehebohan itu, dipicu karena penemuan sebuah batu seukuran kelereng yang terbilang sangat aneh.<br>Batu sebesar biji kelereng itu, ditemukan tukang bangunan saat sedang menggali tanah untuk memasang paving di SMP Negeri 1 Mayang -Jember. Kejadian itu, berlangsung pada Kamis (17/06) lalu.<br>Kalau dilihat secara sekilas, batu tersebut seperti batu-batu biasa atau batu lainnnya. Namun yang membedakan, batu berwarna hitam dan bertekstur kasar itu, mampu bergetar dan bergerak sendiri secara tak lazim.</p>



<p><br>Saat pertama kali ditemukan, batu itupun sempat direkam menggunakan kamera ponsel dan videonya pun sempat viral, setelah diunggah di Medsos.</p>



<p><br>Wakil Kepala SMP Negeri 1 Mayang, Edi Sucipto, saat di konfirmasi mengatakan bahwa batu itu ditemukan sekitar pukul 09.00. &#8220;Yang pertama kali menemukan, itu Pak tukang. Saat itu, sedang bermaksud memasang paving di halaman sekolah. Ukuran batunya seperti kelereng, warna hitam dan teksturnya kasar,&#8221; kata Edi saat dikonfirmasi di ruang guru SMP Negeri 1 Mayang, Jumat (18/06) tadi.<br>Karena keanehannya, tambah Edi, warga setempat pun sempat mengaitkan dengan hal-hal mistis. &#8220;Karena dahulu pernah ada kejadian penemuan jamur raksasa di belakang sekolah sini. Kemudian, beberapa tahun lalu di SMPN 1 Mayang ini, juga ditemukan hal-hal mistis seperti keris dan barang-barang dari kerajaan kuno gitu,&#8221; katanya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Guru SMP di Jember Temukan Batu Aneh yang Bisa Bergerak Sendiri" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/RmfFJcElkdA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><br>Guru Kelas 9 ini mengaku, telah beberapa kali mencari literatur dan informasi terkait batu tersebut. &#8220;Saya coba browsing (telusur) di google itu, kemudian menemukan informasi juga di youtube. Ternyata ini batu bikinan, yang digunakan untuk pertunjukan sulap,&#8221; jelasnya.</p>



<p><br>Selanjutnya, untuk menghindari hal-hal yang menghebohkan. Batu tersebut diamankan oleh pihak sekolah.</p>



<p><br>&#8220;Sebenarnya ada yang minta untuk disimpan, tapi saya khawatir dijadikan hal-hal tidak benar. Jadi kita simpan. Semisal mau dibuka dalamnya atau bagaimana, nanti dulu lah. Saya juga khawatir ada hal-hal mistis. Jadi sementara masih ada di kami,&#8221; paparnya.<strong> (rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145581</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tertuduh Pelaku Bullying SMPN 16 Merasa Trauma, Desak Dikbud Kota Malang Bertanggung Jawab</title>
		<link>https://memontum.com/tertuduh-pelaku-bullying-smpn-16-merasa-trauma-desak-dikbud-kota-malang-bertanggung-jawab</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2021 14:08:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 16 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135842</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus dugaan kekerasan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang, yang mencuat pada akhir Januari 2020, belum berakhir. Salah satu pihak orang tua tertuduh pelaku terus meminta keadilan. Sebab akibat dituduh sebagai pelaku, anaknya hingga saat ini merasa trauma, depresi dan alami gangguan psikologis. Melalui tim kuasa hukumnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum </a>Kota Malang</strong> &#8211; Kasus dugaan kekerasan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang, yang mencuat pada akhir Januari 2020, belum berakhir.</p>



<p>Salah satu pihak orang tua tertuduh pelaku terus meminta keadilan. Sebab akibat dituduh sebagai pelaku, anaknya hingga saat ini merasa trauma, depresi dan alami gangguan psikologis.</p>



<p>Melalui tim kuasa hukumnya, Isnanto, orang tua dari MNA, meminta keadilan karena selama ini anaknya disudutkan dan dituduh sebagai pelaku bullying terhadap MS, teman sekolahnya. Hal itu membuat rasa trauma.</p>



<p><strong>BACA: <a href="https://kotamalang.memontum.com/3417-minimalisir-kasus-bullying-pelaku-budaya-kota-malang-tawarkan-budayawan-mengajar">Minimalisir Kasus Bullying, Pelaku Budaya Kota Malang Tawarkan Budayawan Mengajar</a></strong></p>



<p>Pihaknya menagih janji kepada Dikbud Kota Malang untuk mengobati anaknya dengan mendatangkan psikolog atau psikiater untuk mengembalikan psikologis MNA akibat tuduhan membully.</p>



<p>Tim kuasa hukumnya yakni Rudy Murdani SH, Andik Purnomo SH dan Hasrul Ajwar Hasibuan, SH mendesak pihak Dikbud Kota Malang untuk mengobati psikologis MNA.</p>



<p>&#8220;Pada Oktober 2020, ada pertemuan di SMP N 16 Kota Malang. Kami juga datang dalam pertemuan itu. Yakni antara klien kami, pihak guru SMPN 16 dan Dikbud Kota Malang. Dalam pertemuan itu, Dikbud Kota Malang sepakat akan menanggung pengobatan terhadap MNA. Memberikan pengobatan psikolog kepada anak yang dituduh bullying,&#8221; ujar Rudy, Selasa (2/3/2021) siang saat bertemu Memontum.com.</p>



<p>Dalam pertemuan Oktober 2020 itu ada kesepakatan juga bahwa pihak guru meminta maaf kepada keluarga tertuduh bullying.</p>



<p>&#8220;Pihak huru sudah datang ke rumah dan meminta maaf. Kita mau diadakan pengobatan psikiater atau psikolog oleh pihak Dikbud. Namun sampai saat ini belum juga dilaksanakan. Akan kita kaji dulu langkah apa yang nanti kita lakukan. Apakah melalui jalur pengadilan ataukah upaya hukum lain,&#8221; ujar Rudy.</p>



<p>Andik Purnomo SH menambahkan bahwa pihaknya hanya meminta supaya siswa yang telah dituduh melakukan bullying mendapatkan pengobatan.</p>



<p>&#8220;Semoga segera ada tindak lanjut. Kalau tidak ada tindak lanjut dari Diknas Kota Malang, pastinya kami akan menempuh jalur ke pengadilan. Mudah-mudahan nantinya ada hasil dan solusi yang terbaik,&#8221; ujar Andik.</p>



<p>Bahkan saat ini mereka telah menemukan temuan baru yang siap dibuktikan dalam persidangan. Menurut keterangan Rudy Murdany SH bahwa pihaknya telah mendapat informasi dari klien nya bahwa bullying di SMPN 16 Kota Malang yang dituduhkan kepada MNA tidaklah benar.</p>



<p>&#8220;Bahwa Bullying itu tidak ada. Bahwa ada temuan ternyata korban menderita sakit. Informasinya kelebihan hemoglobin dalam darah yang menyebabkan biru-biru tangan bahkan sampai di amputasi,&#8221; ujar Rudy menambahi.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan bahwa pihaknya akan secepatnya menindak lanjuti permasalahan ini.</p>



<p><strong><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/135732-dikbud-kota-malang-akan-buat-kurikulum-muatan-lokal-hadapi-pjj">Dikbud Kota Malang Akan Buat Kurikulum Muatan Lokal Hadapi PJJ</a></strong></strong></p>



<p>&#8220;Saya baru tahu, secepatnya akan kita tindak lanjuti, kita akan koordinasi dengan pihak sekolah, orang tua anak dan juga pengacaranya,&#8221; ujar Suwarjana.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang, diduga telah menjadi korban bullying teman-temannya hingga mengalami luka lebam di bagian kaki dan tangannya.</p>



<p>Bahkan jari tengah kanannya menghitam hingga diamputasi. Kasus ini mencuat pada Jumat (31/1/2020). Pengeroyokan tersebut diduga dilakukan 7 temannya di area sekolah. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135842</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Bullying SMPN, 2 Siswa Paling &#8220;Nakal&#8221; Jadi Tersangka</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-bullying-smpn-2-siswa-paling-nakal-jadi-tersangka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2020 13:40:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 16 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106082-kasus-bullying-smpn-2-siswa-paling-nakal-jadi-tersangka</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Terkait kekerasan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMP N 16 Kota Malang, petugas Polresta Malang Kota akhirnya menetapkan 2 tersangka. Tentunya bisa jadi, tersangka akan terus bertambah dikarenakan ada 7 siswa yang diduga kuat sebagai pelaku kekerasan menimbulkan luka hingga berujung jari tengah tangan kanan MS harus diamputasi. Kapolresta Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Terkait kekerasan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMP N 16 Kota Malang, petugas Polresta Malang Kota akhirnya menetapkan 2 tersangka. Tentunya bisa jadi, tersangka akan terus bertambah dikarenakan ada 7 siswa yang diduga kuat sebagai pelaku kekerasan menimbulkan luka hingga berujung jari tengah tangan kanan MS harus diamputasi.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, saat jumpa pers pada Selasa (11/2/2020) pukul 17.00, mengatakan bahwa pihaknya sudah menetapkan 2 tersangka yakni WS siswa kelas VIII dan RK siswa kelas VII. Mereka diduga kuat telah membanting tubuh MS ke paving dan di atas pot bunga.</p>
<p>&#8220;Sebanyak 23 saksi sudah dilakukan pemeriksaan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, sudah kami lakukan pemeriksaan. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala sekolah dan 2 guru BP juga sudah kami lakukan pemeriksaan. Pelapor dan keluarga korban sudah kami periksa. Ada 10 siswa yang kami periksa, ada 4 dokter spesialis RS Lavalette dan juga keterangan hasil visum. Kemarin secara resmi kami tetapkan 2 tersangka yakni WS dan RK,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>
<p>Pihaknya terua melakukan penyidikan dan perkembangan tidak menutup kemungkinan muncul twrsangla lainnya setelah nantinya dilkukan rekontruksi dan konfrontasi.</p>
<p>&#8220;Kami berkomitmen melakukan penyidikan hingga nantinya jelas siapa berbuat apa dan mempertanggungbjawabkan perbuatannya di muka hukum. Ke 2 tersangka dari keterangan saksi terlibat secara langsung memegangi, mengangkat tubuh korban dan menjatuhkannya ke paving dan ke pot bunga, &#8221; terang Kombes Pol Leonardus.</p>
<p>&#8220;Kami masih melakukan pengembangan karena ada dugaan pelaku lain. Proses hukum tidak memandang latar belakang dan status dari keluarga atau dari sisi tersangka. Kitabherkomitmen untuk proses kasusnya,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>
<p>Walapun pelaku mengatakan bahwa kejadian ini dilakukan atas guyonan, namun faktanya sudah berubah ke tindak kriminal.</p>
<p>&#8220;Mereka menyampaikan guyonan, namun kami melihat bukan iseng atau huyonan melainkan ini adalaj tindak pidana. Mereka kami kenakan Pasal 80 ayat 2 UU No 35 Tahun 2014 tentang perlinduntan anak,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>
<p>Seperti yang dibeeritakan sebelumnya, hasil dari pemeriksaan, kepolisian terhadap ke tujuh siswa SMPN 16 Kota Malang, akhirnya diperoleh keterangan terkait dugaan penganiayaan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang. Mereka mengaku telah membanting tubuh korban sebanyak 2 kali. Yakni dilempar ke paving dan juga dilempar ke pohon.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH bahwa dari pengakuan ke 7 saksi yang diduga pelaku, telah terjadi penganiayaan.</p>
<p>&#8220;Keterangan saksi bahwa korban diangkat beramai-ramai dibantingkan ke paving kondisi terlentang. Denfan posisi yang sama korban juga dilempar ke pohon. Pengakuan mereka karena iseng bercanda,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>
<p>Tidak hanya itu terduga pelaku juga memukul korban. &#8221; Setelah jatuh korban diinjak, dipukul. Juga ada istilah menyetarter. Yakni dipegangi, kaki mengenai kemaluan sehingga tangan, kaki punggung mengalami lebam dan luka&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus, Selasa (4/3/2020) siang.</p>
<p>Walikota Malang Drs Sutiaji pada Senin (10/2/2020) pagi, mengatakan bahwa Kepala Sekolah SMPN 16 Syamsul Arifi dan Wakil.Kepala Sekolah SMPN 16 telah dibebastugaskan. Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Dra Zubaidah MM diberikan sanksi 6 bulan untuk memperbaiki kinerjanya karena statemennya kepada wartawan tanpa akurasi data dan hanya menerima masukan dari pihak sekolah.<strong> (gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106082</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pulang Dari RS, Korban Bullying Berharap Secepatnya Kembali Bersekolah</title>
		<link>https://memontum.com/pulang-dari-rs-korban-bullying-berharap-secepatnya-kembali-bersekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2020 15:01:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 16 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106014-pulang-dari-rs-korban-bullying-berharap-secepatnya-kembali-bersekolah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Setelah 18 hari menjalani perawatan di RS Lavalette, MS (13) siswa kelas VII, SMPN 16 Kota Malang, akhirnya diperbolehkan pulang, Senin (10/2/2020) pukul 19.30. Namun dia tidak dibawa pulang ke kawasan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, melainkan dibawa pulang ke rumah Taufik, pamannya yang berada di kawasan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Setelah 18 hari menjalani perawatan di RS Lavalette, MS (13) siswa kelas VII, SMPN 16 Kota Malang, akhirnya diperbolehkan pulang, Senin (10/2/2020) pukul 19.30.</p>
<p>Namun dia tidak dibawa pulang ke kawasan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, melainkan dibawa pulang ke rumah Taufik, pamannya yang berada di kawasan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>
<p>Menurut keterangan Taufik, bahwa kondisi MS audah membaik hingga sudah diperbolehkan pulang. &#8220;Kondisinya lebih baik. Berkat support keluarga dan suport banyak orang. Semoga ananda cepat pulih dapat beradaptasi. Tadi sempat mengatakan ingin kembali ke sekolah. Tetap di sekolah yang sama,&#8221; ujar Taufik.</p>
<p>Kepulangan MS dari rumah sakit tentunya juga supaya bisa kembali dengan cepat beradaptasi menyesuaikan lingkungan.</p>
<p>&#8220;Tim dokter menyerahkan sepenuhnya kepada, namun tetap harus ada pendampingan trauma healing. Saat inindia mengatakan ingin cepat sekolah,&#8221; ujar Taufik.</p>
<p>Meskipun sudah diperbolehkan pulang, namun tetap hatus kontrol ke RS Lavalette. &#8220;Rabu mendatang, kontrol ke RS. Tetap pantau selam 6 bulan untuk dilihat jaringan kulitnya. Kalau pendampingan psikis akan terus dilakukan sampai benar-benar pulih,&#8221; ujar Taufik.</p>
<p>Tampaknya peristiwa terhadap MS ini cukup menyedot perhatian. Bahkan Prof. Dr. Muhajir Effendy, MAP adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia priode 2019-2024, juga sudah datang herkunjung ke MS saat masih dirawat di RS Lavalette.</p>
<p>&#8220;Kemarin saya sempat kaget ada pak Muhajir datang ke RS. Beliau suport berikan perhatian khusus. Menyampaikan supaya pendidikannya diperhatikan. Hal itu juga disampaikan ke Bu Zubaidah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, yang datang bersama Pak Muhajir,&#8221; ujar Taufik.</p>
<p>Sementara itu Yuning Kartikasari, pendamping MS dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Malang, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan sampai MS benar-benar pulih.</p>
<p>&#8220;Kami akan terus melakukan pendampingan. Kondisinya tadi sudah ceria. Rencananya Senin depan, MS sudah ingin sekolah,&#8221; ujar Yuning. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106014</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kepala Sekolah SMPN 16 Kota Malang Dicopot, Walikota Minta Zubaidah Perbaiki Kinerja</title>
		<link>https://memontum.com/kepala-sekolah-smpn-16-kota-malang-dicopot-walikota-minta-zubaidah-perbaiki-kinerja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2020 13:21:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 16 Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105964-kepala-sekolah-smpn-16-kota-malang-dicopot-walikota-minta-zubaidah-perbaiki-kinerja</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Imbas dari kasus kekerasan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang, tidak hanya menyeret 7 pelakunya yang terancam menjadi tersangka. Namun juga berimbas ke pencopotan Syamsul Arifin sebagai Kepala Sekolah SMPN 16 karena dianggap lalai dalam mengawasi siswanya. Walikota Malang Drs Sutiaji, Senin (10/2/2020) pagi menjelaskan terkait pencopotan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Imbas dari kasus kekerasan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang, tidak hanya menyeret 7 pelakunya yang terancam menjadi tersangka. Namun juga berimbas ke pencopotan Syamsul Arifin sebagai Kepala Sekolah SMPN 16 karena dianggap lalai dalam mengawasi siswanya.</p>
<p>Walikota Malang Drs Sutiaji, Senin (10/2/2020) pagi menjelaskan terkait pencopotan Syamsul Arifin sebagai kepala Sekolah SMP N16.</p>
<p>&#8220;Kepala sekolah dan Wakasek sekarang sudah dibebas tugaskan. Mereka sudah kami tarik, gurunya juga akan kami berikan peringatan. Disana coba kami lihat di Permebdikbud 82 Tahun 2015. Karena beliau adalah ASN, maka kami berpedoman pada PP 53, aturannya sudah jelas semua,&#8221; ujar Sutiaji.</p>
<p>Terkait statemen Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Dra Zubaidah MM, yang sempat mengatakan kepada wartawan terkait hal menimpa MS adalah guyonan dan tangannya terluka akibat seringnya terkena gesper, cukup disayangkan.</p>
<p>&#8220;Termasuk bu Zubaidah, itu kelalaiannya. Kelalaian karena input data dan langsung di publish hingga menjadi rancu. Karena mendapat informasi dari pihak sekolah maka perlu akurasi data saat akan menyampaikan statemen dan lainnya. Itulah yang kemarin saya peringatkan supaya berhati-hati. Kami berikan waktu 6 bulan untuk memperbaiki kinerjanya,&#8221; ujar Sutiaji.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bahwa hasil dari pemeriksaan, kepolisian terhadap ke tujuh siswa SMPN 16 Kota Malang, akhirnya diperoleh keterangan terkait dugaan penganiayaan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang. Mereka mengaku telah membanting tubuh korban sebanyak 2 kali. Yakni dilempar ke paving dan juga dilempar ke pohon.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH bahwa dari pengakuan ke 7 saksi yang diduga pelaku, telah terjadi penganiayaan.</p>
<p>&#8220;Keterangan saksi bahwa korban diangkat beramai-ramai dibantingkan ke paving kondisi terlentang. Dengan posisi yang sama korban juga dilempar ke pohon. Pengakuan mereka karena iseng bercanda,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>
<p>Tidak hanya itu terduga pelaku juga memukul korban. &#8220;Setelah jatuh korban diinjak, dipukul. Juga ada istilah menyetarter. Yakni dipegangi, kaki mengenai kemaluan sehingga tangan, kaki punggung mengalami lebam dan luka&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus, Selasa (4/2/2020) siang.</p>
<p>Tujuh siswa yang diduga pelaku terancam Pasal 80 ayat 2 UU No 35 Tahun 2014. &#8220;Dugaan yang kami tangani adalah dugaan kekerasan terhadap anak. Saat ini korban masih dirawat kondisinya masih tertekan,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus. Akibat dari penganiayaan ini, jari tengah tangan kanan MS, mengalami luka parah hingga harus diamputasi. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105964</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Bullying SMPN 16 Kota Malang, Polisi Agendakan Periksa Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-bullying-smpn-16-kota-malang-polisi-agendakan-periksa-pihak-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2020 01:44:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 16 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105861-kasus-bullying-smpn-16-kota-malang-polisi-agendakan-periksa-pihak-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-kota-malang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Petugas Polresta Malang Kota terus mendalami kasus dugaan kekerasan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang. Sejumlah saksi teria dilakukan pemeriksaan termasuk beberapa siswa dan guru. Bahkan rencananya Minggu depan, petugas kepoliasn akan memanggil pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang untuk jalani pemeriksaan. Hal itu dibenarkan oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polresta Malang Kota terus mendalami kasus dugaan kekerasan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang. Sejumlah saksi teria dilakukan pemeriksaan termasuk beberapa siswa dan guru. Bahkan rencananya Minggu depan, petugas kepoliasn akan memanggil pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang untuk jalani pemeriksaan.</p>
<p>Hal itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Yunar HP Sirait SIK MIK saat bertemu dengan wartawan di Mapolresta Malang Kota, Jumat (7/6/2020) pagi. Pihaknya masih terus melakukan pendalaman dan mengumpulkan bukti-bukti.</p>
<p>&#8220;Dalami saksi untuk kumpulkan bukti-bukti. Sudah kami lakukan pemeriksaan 14 orang. Hari ini 3 orang lagi kami lakukan pemeriksaan. Semua yang terkait akan kami periksa, milai murid, pihak guru, dokter dan juga nanti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang akan kami panggil. Rencananya Minggu depan mereka akan kami lakukan pemeriksaan yerkait pengawasan, prosedural dan permasalahan yang terjadi,&#8221; ujar Kompol Yunar.</p>
<p>Sampai saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka kepada 7 siswa yang diduga melakukan penganiayaan. &#8220;Belum ada tersangka, masih saksi semua. Hasil hisum sufah kami dalami, ditubuh korban terdapat luka. Semuanya masih dalam proses,&#8221; ujar Kompol Yunar.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa hasil dari pemeriksaan, kepolisian terhadap 7 siswa SMPN 16 Kota Malang, akhirnya diperoleh keterangan terkait dugaan penganiayaan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang. Mereka mengaku telah membanting tubuh korban sebanyak 2 kali. Yakni dilempar ke paving dan juga dilempar ke pohon.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH bahwa dari pengakuan ke 7 saksi yang diduga pelaku, telah terjadi penganiayaan.</p>
<p>&#8220;Keterangan saksi bahwa korban diangkat beramai-ramai dibantingkan ke paving kondisi terlentang. Denfan posisi yang sama korban juga dilempar ke pohon. Pengakuan mereka karena iseng bercanda,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105861</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Bullying, Tidak Ada Bunyi Pemeriksaan Yang Menyebut Luka Akibat Gesper</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-bullying-tidak-ada-bunyi-pemeriksaan-yang-menyebut-luka-akibat-gesper</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Feb 2020 12:01:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 16 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105687-kasus-bullying-tidak-ada-bunyi-pemeriksaan-yang-menyebut-luka-akibat-gesper</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Petugas Polresta Malang Kota terus melakukan pendalaman terkait kasus yang mrnimpa MS (13) siswa Kelas VII SMPN 16 Kota Malang. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa sudah mengantongi dua alat bukti kuat hingga pihaknya sudah meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polresta Malang Kota terus melakukan pendalaman terkait kasus yang mrnimpa MS (13) siswa Kelas VII SMPN 16 Kota Malang. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa sudah mengantongi dua alat bukti kuat hingga pihaknya sudah meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan.</p>
<p>&#8220;Kami sudah menaikan status dari penyelidikan ke penyidikan. Kami sudah menemukan 2 alat bukti. Hari ini kita periksa pihak sekolah. Yakni Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan 2 guru BK. Selain itu kita juga lakukan pemeriksaan tanbahan baik kepada terduga yang melakukan kekerasan dan pihak keluarga korban. Sedangkan saat ini kami juga sedang menunggu psikologi korban membaikdan penyembuhan korban,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus pada Rabu (5/2/2020) siang.</p>
<p>Untuk menentukan tersangka, pihak kepolisian akan mencari peran dari masing-masing terduga, siapa berbuat apa.</p>
<p>&#8220;Nanti kita akan mencari peran dari 7 terduga. Siapa yang melakukan dan nantinya menjadi tersangka. Kita fokus kejadian kekerasan pada 15 Januari 2020. Kita ambil keterangan kepada pihak sekolah. Bukti paling riil adalah visum dan keterangan para saksi yang saling menguatkan. Sudah ada 15 saksi yang telah kami periksa,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>
<p>Terkait luka jari tengah tangan kanan MS hingga diamputasi, tidak ada keterangan dari saksi akibat tetkena Gasper Ikat Pinggang.</p>
<p>&#8220;Keterangan yang kami peroleh sama sekali tidak ada bunyi yang berkaitan dengan Gasper,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>
<p>Dengan demikian, maka fakta yang terjadi membantah dari statemen Kepala Dinas Kota Malang Dra Zubaidah MM. Saat bertemu wartawan beberapa hari lalu, Zubaidah sendiri mengatakan bahwa jari tengah tangan kanan MS mengalami luka lrbam menghitam akibat sering tetkena Gasper Ikat Pinggang dan terinjak temannya.</p>
<p>Sementara itu kepala Sekolah SMP N 16 Kota Malang Syamsul Arifin pada Rabu siang tampak datang ke Mapolresta Malang Kota. Saat dikonfirmasi prihal kedatangannya Saymsul enggan menjawab.</p>
<p>&#8220;Saya tidak mau berkomentar, nanti takut salah. Langsung tanya saja ke petugas kepolisian,&#8221; ujar Syamsul.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa hasil dari pemeriksaan, kepolisian terhadap ke tujuh siswa SMPN 16 Kota Malang, akhirnya diperoleh keterangan terkait dugaan penganiayaan terhadap MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang. Mereka mengaku telah membanting tubuh korban sebanyak 2 kali. Yakni dilempar ke paving dan juga dilempar ke pohon.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH bahwa dari pengakuan ke 7 saksi yang diduga pelaku, telah terjadi penganiayaan.</p>
<p>&#8220;Keterangan saksi bahwa korban diangkat beramai-ramai dibantingkan ke paving kondisi terlentang. Denfan posisi yang sama korban juga dilempar ke pohon. Pengakuan mereka karena iseng bercanda,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>
<p>Tidak hanya itu terduga pelaku juga memukul korban.&#8221;Setelah jatuh korban diinjak, dipukul. Juga ada istilah menyetarter. Yakni dipegangi, kaki mengenai kemaluan sehingga tangan, kaki punggung mengalami lebam dan luka &#8221; ujar Kombes Pol Leonardus, Selasa (4/3/2020) siang.</p>
<p>Ketujuh siswa yang diduga pelaku terancam Pasal 80 ayat 2 UU No 35 Tahun 2014. &#8221; Dugaan yang kami tangani adalah dugaan kekerasan terhadap anak. &#8220;Saat ini korban masih dirawat kondisinya masih tertekan,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.<strong> (gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105687</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jari Diamputasi, Pemerhati Anak Doa Bersama Untuk MS Di RS Lavalette</title>
		<link>https://memontum.com/jari-diamputasi-pemerhati-anak-doa-bersama-untuk-ms-di-rs-lavalette</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 12:32:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 16 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105623-jari-diamputasi-pemerhati-anak-doa-bersama-untuk-ms-di-rs-lavalette</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Jari tengah tangan kanan MS (13) siswa SMPN 16 Kota Malang, Selasa (4/2/2020) sekitar pukul 18.00, rencananya dilakukan operasi amputasi di RS Lavalette. Bersamaan itu, pemerhati anak yang tergabung dalam Warga Sipil Kota Malang, memanjatkan doa untuk kelancaran operasi dan kesembuhan MS. Doa bersama tersebut dilakukan bersama pihak keluarga MS di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Jari tengah tangan kanan MS (13) siswa SMPN 16 Kota Malang, Selasa (4/2/2020) sekitar pukul 18.00, rencananya dilakukan operasi amputasi di RS Lavalette. Bersamaan itu, pemerhati anak yang tergabung dalam Warga Sipil Kota Malang, memanjatkan doa untuk kelancaran operasi dan kesembuhan MS.</p>
<p>Doa bersama tersebut dilakukan bersama pihak keluarga MS di halaman depan RS Lavalette.</p>
<p><div id="attachment_105624" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-105624" decoding="async" class="size-full wp-image-105624" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200204-WA0110-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="Doa bersama untuk kesembuhan MS di depan RS Lavalette. (gie)" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200204-WA0110-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200204-WA0110-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200204-WA0110-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200204-WA0110-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-105624" class="wp-caption-text">Doa bersama untuk kesembuhan MS di depan RS Lavalette. (gie)</p></div></p>
<p>Menurut keterangan Sri Wanyuningsih, Ketua Women Crisis Center (WCC) Dian Mutiara Malang, saat bertemu Memontum.com di depan RS Lavalette pada Selasa (4/2/2020) sekitar pukul 17.30 mengatakan bahwa doa bersama ini untuk kelancaran operasi amputasi dan kesembuhan MS.</p>
<p>&#8220;Kita mohon kepada Allah SWT supaya operasi amputasi ini diberikan kelancaran dan pemulihan. Kasus ini semoga yang terakhir dan tidak lagi terjadi di Kota Malang. Sesuai surat edaran Menteri Kuangan semua biaya harus ditangging Walikota Malang,&#8221; ujar Sri Wahyuni.</p>
<p>Terkait kekerasan terhadap anak ini, Sri Wahyuni kembali menginggatkan dengan kejadian di SD Kauman 3 Kota Malang.</p>
<p>&#8220;Kita masih ingat betul kejadian di SD Kauman 3 Kota Malang beberapa waktu lalu, ini kembali terjadi namun dengan jenis yang berbeda. Lagi-lagi korbannya adalah anak-anak kita yang tidak mendapatkan keamanan dan kenyamanan saat berada di sekolah,&#8221; sebut Sri Wahyuni.</p>
<p>&#8220;Semoga penegak hukum di Kota Malang ini dapat melakukan suatu proses yang benar-benar dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sehingga tidak ada kekerasan yang terjadi terhadap anak,&#8221; ujar Sri Wahyuni.</p>
<p>Terkait kasus kekerasan ini walauoun pelakunya juga adalah anak, harus tetap di proses dengan perundang-undangan yang ada.</p>
<p>&#8220;Apa yang awalnya disebut guyonan atau lainnya, namun dampak yang dilakukan anak-anak tersebut berakibat menjadikan jari tangan aadik MS diamputasi. Kita bisa berpikir jernih, itu sudah melampaui batas guyonan. Harus di proses dengan ketentuan perundang-undangan yang ada,&#8221; ujar Sri Wahyuni.</p>
<p>Ini adalah pukulan berat bagi cita dunia pendidikan di Kota Malang. Menurutnya, profesionalisme pendidikan Kota Malang kembali dipertanyakan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Dinas Pendidikan kota Malang tahun lalu kita demo terkait SD Kauman 3. Saat ini terjadi di awal Tahun 2020. Terjadi lagi dan korbannya adalah anak. Ini yang membuat kita merasa gemas. Masyarakat sudah sangat pintar dan tidak mengiklaskan kejadian seperti ini. Dimana profesionalisme dari orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan. Profesionalismenya dipertanyakan warga Kota Malang. Semoga ini menkadi yang terakhir. Saya berada dimana-mana, mewakili nenek-nenek dimana MS sepantaran cucu saya. Saya sangat prihatin dengan kejadian ini,&#8221; ujar Sri Wahyuni.</p>
<p>Sementara itu Yuning Kartikasari, pendamping MS dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) mengatakan doa bersama ini adalah doa masyarakat Kota Malang untuk kesembuhan MS.</p>
<p>&#8220;Harapan saya semoga operaeinya berjalan lancar, semoga segera sembuh dan kembali bersekolah merasa nyaman seperti teman-temannya yang lain,&#8221; ujar Yuyun panggilan akrap Yuning.</p>
<p>Perlun diketahui bahwa MS mengalami sejumlah luka di tubuhnya diduga akibat dibully oleh 7 teman sekolahnya. Bahkan akibat penganiayaan ini, jari tengaj tangan kanan MS harus diamputasi.</p>
<p><strong>BACA : </strong><a href="https://kotamalang.memontum.com/3385-iseng-bercanda-siswa-smp-ngaku-banting-korban-ke-paving-lempar-ke-pohon-injak-pukul-starter-anu-korban" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Iseng Bercanda, Siswa SMP Ngaku Banting Korban ke Paving, Lempar ke Pohon, Injak Pukul, Starter Anu Korban</a></p>
<p>Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH bahwa dari pengakuan ke 7 saksi yang diduga pelaku, telah terjadi penganiayaan.</p>
<p>&#8220;Keterangan saksi bahwa korban diangkat beramai-ramai dibantingkan ke paving kondisi terlentang. Dengan posisi yang sama korban juga dilempar ke pohon. Pengakuan mereka karena iseng bercanda,&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus.</p>
<p><strong>BACA JUGA : </strong><a href="https://kotamalang.memontum.com/3311-bergurau-ataukah-korban-bully-jari-siswa-smpn-16-kota-malang-terancam-amputasi" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bergurau ataukah Korban Bully, Jari Siswa SMPN 16 Kota Malang Terancam Amputasi</a></p>
<p>Tidak hanya itu terduga pelaku juga memukul korban. &#8220;Setelah jatuh korban diinjak, dipukul. Juga ada istilah menyetarter. Yakni dipegangi, kaki mengenai kemaluan sehingga tangan, kaki punggung mengalami lebam dan luka&#8221; ujar Kombes Pol Leonardus, Selasa (4/3/2020) siang.</p>
<p>Ketujuh siswa yang diduga pelaku terancam Pasal 80 ayat 2 UU No 35 Tahun 2014. &#8220;Dugaan yang kami tangani adalah dugaan kekerasan terhadap anak. &#8220;Saat ini korban masih dirawat kondisinya masih tertekan,&#8221; ujar Kompol Leonardus. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105623</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dugaan Bullying SMPN 16 Kota Malang,  Wanedi Minta Jangan Ada Yang Nutupi Informasi</title>
		<link>https://memontum.com/dugaan-bullying-smpn-16-kota-malang-wanedi-minta-jangan-ada-yang-nutupi-informasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2020 16:16:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 16 Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105560-dugaan-bullying-smpn-16-kota-malang-wanedi-minta-jangan-ada-yang-nutupi-informasi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi, meminta jangan ada pihak-pihak yang mencoba menutupi kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang dialami MS (13) siswa kelas VII SMPN16 Kota Malang. Hal itu disampaikan Wanedi saat mendatangi SMPN 16 Kota Malang pada, Senin (3/2/2020) pukul 11.00. Dia datang bersama Walikota Malang Drs [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang </strong>&#8211; Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi, meminta jangan ada pihak-pihak yang mencoba menutupi kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang dialami MS (13) siswa kelas VII SMPN16 Kota Malang.</p>
<p>Hal itu disampaikan Wanedi saat mendatangi SMPN 16 Kota Malang pada, Senin (3/2/2020) pukul 11.00. Dia datang bersama Walikota Malang Drs H Sutiaji dan juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM.<br />
Bahkan saat pihaknya mau ke RS Lavalette pada Minggu (2/2/2020), ada pihak yang mengatakan bahwa MS sudah pulang.</p>
<p>&#8220;Kemarin kita mau sidak ke rumah sakit, malah mendaoat informasi kalau korban sudah pulang. Saya rasa sudah ada yang menutup-nutupi. Padahal saat ini saya mendapat info, bahwa korban masih di rumah sakit. Setelah ini rencananya saya dan Pak Wali mau ke rumah sakit untuk melihat kondisi yang sebenarnya,&#8221; ujar Wanedi.</p>
<p>Pihaknya berharap kasus ini janganlah ditutup-tutupi dan harus diungkap sebenar-benarnya. &#8221; Prinsipnya kasus ini harus diungkap sebenar-benarnya sehingga menjadi pelajaran bagi kita semua, khsusnya bagi dunia pendidikan.</p>
<p>Harusnya ada CCTV agar kejadian ini bisa terlihat yang sebenarnya. Anak ini tergolong berprestasi bagus, ketua kelas, bahkan aktif di Badan Dakwah Islam (BDI). Informasinya bukan satu kelasnya dia.</p>
<p>&#8220;Kita lihat nantinya hasil visum, kita serahkan semuanya kepada pihak kepolsian untuk menyelidikinya,&#8221; ujar Wanedi.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya MS (13) siswa kelas VII SMPN 16 Kota Malang, telah menjadi korban bullying teman-temannya hingga mengalami luka-luka lebam di bagian kaki dan tangannya. Bahkan jari tengah kanannya menghitam dan terancam diamputasi.</p>
<p>Pengeroyokan tersebut diduga dilakukan oleh 7 temannya pada pekan lalu di area sekolah. Bahkan akibat dari kejadian itu Sejak 6 hari ini Aril menjalani rawat inap di RS Lavalette.</p>
<p>Kepala SMPN 16 Kota Malang Syamsul Arifin saat ditemui Memontum.com di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, Jumat (31/1/2020) sekitar pukul 10.00, bahwa pihaknya masih terus menggali informasi terkait perisyiwa ini..<br />
Dia menjelaskan bahwa baik korban maupun 7 anak yang diduga melakukan kekerasan adalah anak-anak berpreatasi.</p>
<p>&#8220;Mereka aktivis Pramuka dan Badan Dakwah Islam (BDI). Saya mengetahui informasi ini pada Senin kemarin. Diperkirakan kejadian nya pekan lalu di teras masjid sekolah,&#8221; ujar Syamsul Arifin.</p>
<p>Bahkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM, memberikan statemen bahwa jati tengah tangan korban mengalami luka lebam menghitam akibat sering terjepit gasper ikat pinggang.<strong> (gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105560</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
