<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>soal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/soal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Jul 2023 10:45:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>soal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>DPRD Lumajang Apresiasi Respon Cepat Pemkab Soal Kelangkaan LPG 3 Kg</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-lumajang-apresiasi-respon-cepat-pemkab-soal-kelangkaan-lpg-3-kg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[cepat]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[kelangkaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[soal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194578</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Anggota DPRD Lumajang, Anang Achmad Syaifuddin, mengapresiasi langkah respon cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) soal kelangkaan gas LPG 3 Kg. Mantan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, ini menjelaskan kelangkaan ini terjadi hampir menyeluruh dan bukan hanya berlangsung di Kabupaten Lumajang. &#8220;Tingginya permintaan, tentunya bisa memicu kelangkaan gas LPG 3 Kg atau LPG Melon di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Anggota DPRD Lumajang, Anang Achmad Syaifuddin, mengapresiasi langkah respon cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) soal kelangkaan gas LPG 3 Kg. Mantan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, ini menjelaskan kelangkaan ini terjadi hampir menyeluruh dan bukan hanya berlangsung di Kabupaten Lumajang.</p>



<p>&#8220;Tingginya permintaan, tentunya bisa memicu kelangkaan gas LPG 3 Kg atau LPG Melon di masyarakat,” ungkapnya, Rabu (26/07/2023) tadi.</p>



<p>Ketua DPC PKB Lumajang ini menyampaikan, pihaknya akan terus intens bersama Pemkab Lumajang dalam memantau dan mengatasi kelangkaan ini. Sehingga, tidak berdampak besar terhadap masyarakat Lumajang.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bersama dengan Kapolres Lumajang, AKBP Boy Jackson S dan Dandim 0821 Lumajang, intens melakukan Sidak ke sejumlah agen, distributor hingga pangkalan. “Kami sudah keliling dengan Kapolres dan Dandim 0821. Di situ, ditemukan ada pangkalan yang tidak representatif dan tidak update distribusi penjualannya,” kata Bupati.</p>



<p>Sementara terkait kurangnya pasokan, ujar bupati, pihaknya langsung menyurati Depo Gas Pertamina untuk segera menambah pasokan untuk wilayah Lumajang. “Semoga beberapa hari ini, segera bisa terealisasi tambahan pasokan untuk masyarakat. Sehingga, tidak memunculkan keresahan warga,” ujar Bupati. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194578</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pro Kontra Soal Wisuda, Dewan Pendidikan Pamekasan Minta Satuan Lembaga Tak Memaksakan</title>
		<link>https://memontum.com/pro-kontra-soal-wisuda-dewan-pendidikan-pamekasan-minta-satuan-lembaga-tak-memaksakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dewan]]></category>
		<category><![CDATA[kontra]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga]]></category>
		<category><![CDATA[memaksakan]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[pro]]></category>
		<category><![CDATA[satuan]]></category>
		<category><![CDATA[soal]]></category>
		<category><![CDATA[tak]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191302</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Usulan penghapusan wisuda pada tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), karena dianggap pemborosan biaya, menuai respon. Menanggapi hal itu, Dewan Pendidikan Kabupaten Pamekasan, M Sahibuddin, mengatakan bahwa wisuda di kalangan siswa sebenarnya sudah lumrah digelar. Hanya saja, pengemasannya sedikit berbeda, yakni sekolah bisa mengemas dengan Haflatul Imtihan. &#8220;Sebenarnya, ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Usulan penghapusan wisuda pada tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), karena dianggap pemborosan biaya, menuai respon. Menanggapi hal itu, Dewan Pendidikan Kabupaten Pamekasan, M Sahibuddin, mengatakan bahwa wisuda di kalangan siswa sebenarnya sudah lumrah digelar. Hanya saja, pengemasannya sedikit berbeda, yakni sekolah bisa mengemas dengan Haflatul Imtihan.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, ini (wisuda, red) sudah biasa digelar dan biasanya dikemas dengan Haflatul Imtihan. Sesungguhnya, juga tidak ada aturan wisuda dilarang. Termasuk, di perguruan tinggi. Hanya saja, ini sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat kita,&#8221; kata Sahibuddin kepada Memontum.com, Senin (19/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karenanya, ungkap Sahibuddin, kepada satuan pendidikan (lembaga, red) yang ingin melepas siswa-siswi kelas akhir, tidak perlu memaksakan untuk mengadakan wisuda. Tindak lanjutnya, dirinya juga akan berkoodinasi dengan instansi pendidikan di lingkungan Kabupaten Pamekasan.</p>



<p>“Tentunya, dalam beberapa hari terakhir ini akan marak wisuda. Kita perlu berkoordinasi dengan semua pihak untuk membahas ketentuan yang perlu dipatuhi oleh semua pihak,” ujarnya.</p>



<p>Pihaknya mengimbau, kepada wali murid agar bertemu dengan komite sekolah di tempat anaknya belajar. Tujuannya, untuk membahas adanya wisuda yang akan diadakan agar tidak memberatkan para orang tua. “Tentunya para wali harus bertemu dahulu dengan komite. Mengingat, wali siswa ada yang mampu dan ada pula yang kurang mampu,” tambahnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191302</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
