<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>spirit &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/spirit/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Aug 2025 09:37:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>spirit &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Upacara HUT RI, Mas Dhito Ajak Masyarakat Jaga Spirit Perjuangan Pahlawan</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-hut-ri-mas-dhito-ajak-masyarakat-jaga-spirit-perjuangan-pahlawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[spirit]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225121</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memimpin upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Stadion Canda Bhirawa, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (17/08/2025) tadi. Pelaksanaan upacara kemerdekaan yang diikuti jajaran Forkopimda, ketua partai politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ini berlangsung khidmat. Sebagai komandan upacara, Kapolsek Pare, AKP Rudi Darmawan, sedang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memimpin upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Stadion Canda Bhirawa, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (17/08/2025) tadi. Pelaksanaan upacara kemerdekaan yang diikuti jajaran Forkopimda, ketua partai politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ini berlangsung khidmat. Sebagai komandan upacara, Kapolsek Pare, AKP Rudi Darmawan, sedang teks proklamasi dibacakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro.</p>



<p>Dalam pelaksanaan upacara itu, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, mengajak seluruh elemen masyarakat agar bisa menjaga kecintaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan meneladani spirit perjuangan para pahlawan. “Semoga kita semua bisa mewarisi api perjuangan para pahlawan,” kata Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mewujudkan tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini, &#8216;Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju&#8217;, Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya mengentaskan kemiskinan. Disampaikan Mas Dhito, berjuang di era sekarang, berbeda dengan era sebelum kemerdekaan. Saat ini, tantangannya adalah bagaimana membuat kebijakan dan program untuk kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>Di sisi lain, Mas Dhito juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bisa ikut berperan aktif dalam membangun negara, terutama daerah. “Perjuangan kami di Pemerintah Kabupaten Kediri saat ini, salah satunya bagaimana mengentaskan kemiskinan ekstrem,” ungkap Mas Dhito.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, sebelum Upacara Kemerdekaan RI ke-80 berlangsung, dini hari diadakan prosesi Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Canda Bhirawa. Acara yang juga diikuti Mas Dhito bersama jajaran Forkopimda, TNI/Polri, Pramuka dan para veteran, ini dipimpin oleh inspektur upacara Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Ismaya Hera Wardanie. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225121</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Silaturahmi dan Koordinasi APeDe, Bupati Arifin Beri Spirit Tenaga Honorer di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-silaturahmi-dan-koordinasi-apede-bupati-arifin-beri-spirit-tenaga-honorer-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2024 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[apede,]]></category>
		<category><![CDATA[arifin]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[Honorer]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[spirit]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207310</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menghadiri ajang silaturahmi dan koordinasi Asosiasi Pemerintah Daerah (APeDe) di Kabupaten Trenggalek. Kehadiran orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini, tentunya memberikan spirit baru untuk para honorer, yang hadir di Gedung Bhawarasa Trenggalek. Apalagi, terkait wacana penghapusan honorer santer didengar, bahkan dibatasi hingga akhir tahun 2024. Sedangkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menghadiri ajang silaturahmi dan koordinasi Asosiasi Pemerintah Daerah (APeDe) di Kabupaten Trenggalek. Kehadiran orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini, tentunya memberikan spirit baru untuk para honorer, yang hadir di Gedung Bhawarasa Trenggalek.</p>



<p>Apalagi, terkait wacana penghapusan honorer santer didengar, bahkan dibatasi hingga akhir tahun 2024. Sedangkan infomasi pengentasan tenaga honorer, masih dianggap sangat minim.</p>



<p>&#8220;Koordinasi ini untuk membedah tentang spirit baru terhadap honorer yang sudah lama mengabdi. Dan, sangatlah tepat kalian mempunyai asosiasi yang namanya APeDe,&#8221; kata Bupati Arifin, Selasa (05/03/2024) malam.</p>



<p>Dengan adanya asosiasi ini, pihaknya menilai sangat tepat dimana mempunyai asosiasi yang namanya APeDe. Karenanya, sepakat jika telah punya asosiasi seperti ini.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Sekali lagi saya sepakat, kalian punya asosiasi seperti ini. Sehingga dengan begitu, kalian dapat saling bertukar informasi,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Bupati menambahkan bahwa tahun 2024, tenaga penunjang setidak-tidaknya harus masuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Di sini disebutkan oleh Bupati Trenggalek, bahwa PPPK itu ada dua, penuh waktu dan paruh waktu.</p>



<p>&#8220;Sayangnya, Permen tentang PPPK penuh waktu dan paruh waktu belum keluar. Bayangan saya keduanya dibedakan oleh jam kerja. Nanti PPPK itu ada 2, penuh waktu dan paruh waktu. Dan ini merupakan amanah undang undang,&#8221; ujar Bupati Arifin.</p>



<p>Kabar dari Mas Bupati ini sangat ditunggu-tunggu oleh tenaga honorer di Trenggalek dan tentunya menjadi kabar yang menyejukkan bagi mereka.<strong> (mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207310</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tesis Program Paska Sarjana, Bupati Trenggalek ingin Pengambilan Kebijakan Berbasis Spirit Bung Karno</title>
		<link>https://memontum.com/tesis-program-paska-sarjana-bupati-trenggalek-ingin-pengambilan-kebijakan-berbasis-spirit-bung-karno</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[bung]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ingin]]></category>
		<category><![CDATA[karno]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[paska]]></category>
		<category><![CDATA[pengambilan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sarjana,]]></category>
		<category><![CDATA[spirit]]></category>
		<category><![CDATA[tesis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192417</guid>

					<description><![CDATA[MemontumTrenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengikuti sidang tesis program Pasca Sarjana di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dalam tesisnya, Bupati Arifin mengangkat banyak sudut pandang Bung Karno, dalam bukunya Sarinah dan Pengarustamaan Gender di daerahnya. Ternyata, banyak alasan yang dikuak dalam tesis ini. Yaitu, kenapa suami Novita Hardiny ini getol memperjuangkan pemberdayaan perempuan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>MemontumTrenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengikuti sidang tesis program Pasca Sarjana di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dalam tesisnya, Bupati Arifin mengangkat banyak sudut pandang Bung Karno, dalam bukunya Sarinah dan Pengarustamaan Gender di daerahnya.</p>



<p>Ternyata, banyak alasan yang dikuak dalam tesis ini. Yaitu, kenapa suami Novita Hardiny ini getol memperjuangkan pemberdayaan perempuan di daerahnya atau Trenggalek. Pertama, ingin spirit dari Bung Karno itu bisa terus berkobar dan juga terus mewarnai hingga pengambilan kebijakan sampai saat ini.</p>



<p>Urgensi yang cukup penting itu, mendorong perempuan dan kelompok rentan berdaya bila pemerintah ingin mengentaskan kemiskinan ekstrem dan juga stunting. Pasalnya, 40 persen angka kemiskinan ekstrem di Trenggalek, menyasar perempuan dan kelompok rentan.</p>



<p>&#8220;Kita selama ini kalau ngomong program hingga kebijakan, khususnya pada pemberdayaan perempuan, kemudian yang prespektif gender, itu belum terlalu banyak. Padahal, urgensi kita saat ini minim sekali program-program yang kemudian menyasar perempuan dan kelompok rentan,&#8221; kata Mas Ipin, dalam paparannya, Selasa (04/07/2023) siang.</p>



<p>Dirinya mencontohkan, pesan Presiden Jokowi yang menginginkan kemiskinan ekstrem itu bisa 0. Bagaimana kemiskinan ekstrem bisa 0, bila kemudian banyak data kemiskinan ekstrem seperti di Trenggalek, itu 40 persen adalah perempuan. Tentu, tidak bakal mentas kalau tidak menyentuh ke arah itu.</p>



<p>&#8220;Kemudian terkait masalah stunting, tidak bisa diatasi kalau pendidikan pengasuhan tidak ditingkatkan begitu juga dengan ekonominya. Jadi, mengangkat ini alasannya satu. Kita ingin bahwa spirit dari Bung Karno, ini kemudian bisa terus berkobar dan juga terus mewarnai hingga pengambilan kebijakan sampai saat ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditambahkan Bupati Arifin, bahwa struktur penulisan buku Sarinah itu dari bab pertama, babnya ada keselarasan dengan gender analisis yang dikembangkan oleh Kementrian PPPA. &#8220;Kenapa saya bisa katakan demikian, karena Bung Karno membuka babnya dengan data terpilah gender. Bung Karno memperlihatkan bagaimana perempuan itu tidak lemah sampai menyangkal beberapa data-data,&#8221; terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seperti contoh data perbandingan otak laki-laki dengan perempuan. Di Buku Sarinah, dikupas karena banyak orang yang mengatakan bahwa perempuan itu kelas ke 2, karena otaknya tidak lebih berat daripada laki-laki.</p>



<p>Terus Bung Karno menyangkal, laki-laki otaknya lebih berat karena badannya lebih besar. Sehingga, bila dikorelasikan dengan seluruh masa otot keseluruhan, maka prosentasenya lebih besar komposisi otak perempuan.</p>



<p>Ditanya mengenai tesisnya apakah mempengaruhi terhadap basis data saat ini, bapak tiga anak itu menjelaskan banyak pengaruhnya. Karena, program pemberdayaan perempuan yang dilakukan tidak hanya sekedar pemberdayaan dan seharusnya tidak hanya berhenti pada individu perempuan itu, akan tetapi secara ekosistem.</p>



<p>&#8220;Kalau kata Bung Karno, itu sosialisme. Karena apa? Kalau perempuan itu diberdayakan secara individu-individu sendiri yang terjadi justru persaingan usaha antar sesama perempuan yang diberdayakan. Yang ada, justru yang bertahan adalah siapa yang paling kuat, sedang yang tidak kuat maka dia akan mati. Kalau dia mati, maka apa gunanya kita meniti pemberdayaan,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Masih kata bupati, dalam istilah sosialisme pasti ngerti yang serem-serem, tapi ini bukanlah yang seperti itu. Menceritakan pengalamannya di California, yang di sana ada sebuah komunitas pembiayaan dimana pengusaha pengusaha sukses yang dibantu oleh pemerintah melakukan donasi berupa uang.</p>



<p>Kemudian, donasi ini digunakan untuk mendidik perempuan lain yang selama ini belum sesukses mereka. Termasuk, bila ada sesama perempuan yang mau konsultasi bisnis, harus wajib mengajari.</p>



<p>&#8220;Semangat seperti itu, kadang belum ada di kita. Kadang justru di tempat kita, mikirnya kalau resepnya ditiru maka justru tidak laku,&#8221; jelas Bupati Arifin. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192417</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
