<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>splendid &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/splendid/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jan 2026 13:59:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>splendid &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>DPUPRPKP Kota Malang Awali Revitalisasi Jembatan Splendid dengan Perkuat Pondasi</title>
		<link>https://memontum.com/dpuprpkp-kota-malang-awali-revitalisasi-jembatan-splendid-dengan-perkuat-pondasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[pondasi]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229444</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jembatan Brawijaya atau Jembatan Splendid, Kota Malang, akan mulai dilakukan revitalisasi dengan pengerjaan pondasi jembatan. Hal itu, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto. Pria yang akrab disapa Dandung, itu mengatakan bahwa perbaikan pondasi akan dilakukan sebelum penataan Kawasan Splendid dan Heritage [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Jembatan Brawijaya atau Jembatan Splendid, Kota Malang, akan mulai dilakukan revitalisasi dengan pengerjaan pondasi jembatan. Hal itu, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Dandung, itu mengatakan bahwa perbaikan pondasi akan dilakukan sebelum penataan Kawasan Splendid dan Heritage mulai dilaksanakan. Penguatan pondasi diperlukan, karena sebelumnya mengalami penggerusan.</p>



<p>“Yang dianggarkan sementara ini untuk penguatan pondasinya dahulu, karena kemarin tergerus. Nanti secara keseluruhan akan ada penataan kawasan,” ujar Dandung, Rabu (14/01/2026) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa untuk perbaikan pondasi jembatan, direncanakan akan dikerjakan secepatnya dengan menggunakan anggaran dari APBD Kota Malang. Nilai anggaran yang disiapkan, diperkirakan berkisar antara Rp 300 hingga Rp 500 juta.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau bicara kekuatan konstruksi jembatan, itu masih aman. Apalagi jembatan tersebut tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda empat, melainkan hanya untuk kendaraan roda dua saja. Sehingga, pondasi ini saja yang perlu dilakukan perbaikan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya penataan kawasan Splendid ke depan akan dilakukan melalui konsep revitalisasi, bukan sekadar pengecatan ulang jembatan. Penataan tersebut diharapkan dapat menghubungkan kawasan Splendid dengan Kayutangan Heritage sebagai satu kesatuan kawasan.</p>



<p>“Konsepnya revitalisasi kawasan, bukan cuma dicat saja. Harapannya nanti bisa menyambungkan Heritage Kayutangan dengan kawasan Splendid,” imbuh Dandung.</p>



<p>Sebagai informasi, penataan kawasan ini merupakan bagian dari arahan Wali Kota Malang yang ingin menghidupkan kawasan Splendid. Sehingga, penataan tidak hanya menyasar jembatan saja, tetapi juga Kawasan Pasar Splendid yang sebelumnya dikenal sebagai Kawasan Pasar Senggol. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229444</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Wacanakan Jembatan Ikonik Kayutangan &#8211; Splendid</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-wacanakan-jembatan-ikonik-kayutangan-splendid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[ikonik]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<category><![CDATA[wacanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229441</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mewacanakan pembangunan jembatan ikonik yang menghubungkan Kawasan Kayutangan Heritage dengan Kawasan Splendid, Kota Malang. Jembatan tersebut, dirancang sebagai penghubung antar destinasi wisata pusat kota agar terintegrasi dalam satu kesatuan kawasan. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa keberadaan jembatan nantinya akan memperkuat konektivitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mewacanakan pembangunan jembatan ikonik yang menghubungkan Kawasan Kayutangan Heritage dengan Kawasan Splendid, Kota Malang. Jembatan tersebut, dirancang sebagai penghubung antar destinasi wisata pusat kota agar terintegrasi dalam satu kesatuan kawasan.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa keberadaan jembatan nantinya akan memperkuat konektivitas wisata. Selain itu, juga mempermudah akses pengunjung yang datang dari berbagai arah, termasuk dari Stasiun Kereta Api Malang.</p>



<p>“Tidak menutup kemungkinan nanti akan ada jembatan ikonik dari Kayutangan Heritage ke Splendid. Kalau sudah nyambung, ini menjadi satu kesatuan,” ujar Wali Kota Wahyu, Rabu (14/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa pengembangan kawasan tersebut mencakup sejumlah titik strategis. Seperti Kayutangan Heritage, kawasan Splendid, Pasar Senggol, Taman Rekreasi Kota (Tarekot), Balai Kota, hingga Alun-Alun Kota Malang yang saat ini sedang direvitalisasi.</p>



<p>&#8220;Dalam penataan kawasan ini harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Sehingga, ini kita siapkan sejak awal,” tegasnya.</p>



<p>Dengan konsep kawasan wisata terpadu tersebut, Pemkot Malang berharap wisatawan dari luar daerah dapat menikmati berbagai destinasi heritage, budaya dan ruang publik secara lebih nyaman dan tertata. &#8220;Kita akan tata dan ini akan menjadi satu kesatuan yang nanti bisa mengimbangi semua keinginan masyarakat untuk datang ke sini, wisatawan dari luar kota juga terfasilitasi, PKL dan parkir juga tertata,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229441</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Pastikan Perbaikan Jembatan Splendid di Tahun 2026</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-pastikan-perbaikan-jembatan-splendid-di-tahun-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perbaikan Jembatan Brawijaya di Kawasan Splendid, Jalan Majapahit, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dipastikan akan masuk dalam anggaran 2026. Hal itu, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Menurut Wali Kota Wahyu, kondisi plengsengan jembatan peninggalan Belanda itu saat ini cukup mengkhawatirkan. Sejumlah bagian bahkan mulai mengalami keroposan akibat usia bangunan yang sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perbaikan Jembatan Brawijaya di Kawasan Splendid, Jalan Majapahit, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dipastikan akan masuk dalam anggaran 2026. Hal itu, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Menurut Wali Kota Wahyu, kondisi plengsengan jembatan peninggalan Belanda itu saat ini cukup mengkhawatirkan. Sejumlah bagian bahkan mulai mengalami keroposan akibat usia bangunan yang sudah sangat tua.</p>



<p>“Plengsengannya itu sangat mengkhawatirkan. Ini jembatan peninggalan Belanda yang sebenarnya sangat bagus kalau kita perbaiki,” ujar Wahyu, Senin (29/12/2025) tadi.</p>



<p>Selain berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, Jembatan Brawijaya juga memiliki nilai sejarah tinggi. Menurutnya, apabila dilakukan perbaikan dan pengecatan ulang, jembatan tersebut berpotensi menjadi salah satu ikon kawasan dan destinasi swafoto bagi masyarakat.</p>



<p>“Kalau ditata dan dicat ulang, jembatan ini bisa jadi spot selfie karena nilai sejarahnya kuat. Jembatan ini dibangun bersamaan dengan kawasan sekolah di sekitarnya,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga mengakui, bahwa proses perbaikan jembatan sempat terkendala karena sebelumnya gagal lelang. Namun, pihaknya juga memastikan upaya perbaikan tetap dilanjutkan melalui proses lelang ulang.</p>



<p>“Memang kemarin sempat gagal lelang karena nilai tertentu, tapi tetap kita upayakan. Insyaallah masuk anggaran 2026 karena akan dilakukan lelang ulang,” tegasnya.</p>



<p>Selain perbaikan fisik jembatan, Pemkot Malang juga akan melakukan penataan kawasan sempadan sungai di sekitar lokasi. Itu karena, kawasan sempadan sungai tidak diperbolehkan untuk bangunan permanen karena berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama saat terjadi ancaman banjir.</p>



<p>“Kawasan ini berada di sempadan sungai, tentu perlu pendekatan kepada warga. Kalau terjadi sesuatu, yang disalahkan pemerintah. Maka perlu sosialisasi agar warga memahami risikonya,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Konsep Kawasan Terpadu Splendid &#8211; Kayutangan Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-konsep-kawasan-terpadu-splendid-kayutangan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<category><![CDATA[terpadu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228985</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana menyiapkan konsep penataan terpadu Kawasan Pasar Burung dan Pasar Ikan Splendid, hingga Kayutangan Heritage. Langkah ini dilakukan, untuk menghubungkan sejumlah titik strategis agar menjadi satu kawasan terpadu berbasis heritage dan pariwisata. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa konsep tersebut nantinya akan mencakup penataan pasar, sekolah, pedagang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berencana menyiapkan konsep penataan terpadu Kawasan Pasar Burung dan Pasar Ikan Splendid, hingga Kayutangan Heritage. Langkah ini dilakukan, untuk menghubungkan sejumlah titik strategis agar menjadi satu kawasan terpadu berbasis heritage dan pariwisata.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa konsep tersebut nantinya akan mencakup penataan pasar, sekolah, pedagang kaki lima (PKL), parkir, hingga penguatan daya tarik wisata. Namun, rencana tersebut masih akan dimatangkan melalui diskusi bersama perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan.</p>



<p>“Kita punya potensi yang sangat besar terkait Kayutangan Heritage. Ini ingin saya satukan konsepnya, nanti akan kita konsultasikan dengan perguruan tinggi dan stakeholder,” kata Wahyu, Rabu (24/12/2025) tadi.</p>



<p>Selain itu, juga rencana menggandeng perencana kawasan internasional yang berpengalaman dalam penataan kawasan wisata di Singapura. Meski begitu, Wali Kota Wahyu menegaskan seluruh rencana tetap akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Nanti kita akan melihat konsepnya, kita kerjasama, kita nanti juga dengan perguruan tinggi bagaimana menata kawasan ini,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurutnya, konsep penataan tersebut tidak hanya menyasar kawasan Splendid dan Kayutangan, tetapi juga akan dihubungkan dengan Balai Kota, Alun-alun, hingga kawasan heritage di sekitar Stasiun Kereta Api dan Skodam. “Ini bisa menjadi satu kesatuan kawasan heritage. Orang yang datang ke Malang tidak hanya ke Kayutangan, tapi punya banyak alternatif dalam satu kawasan yang jaraknya dekat dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, Pemkot Malang juga berencana menata PKL dan parkir, khususnya di kawasan Alun-alun. Bahkan, konsep Pasar Senggol yang pernah hidup di Jalan Majapahit pada masa lalu, berpeluang dihidupkan kembali dengan pendekatan yang lebih tertata.</p>



<p>“PKL akan kita tata, parkir juga kita atur. Tapi semua harus direncanakan dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan baru,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228985</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Sekolah di Kawasan Pasar Burung Splendid, Wali Kota Malang Buka Opsi Tukar Guling</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-sekolah-di-kawasan-pasar-burung-splendid-wali-kota-malang-buka-opsi-tukar-guling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[burung,]]></category>
		<category><![CDATA[guling]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228982</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau keberadaan SD, SMP dan SMA Kristen Brawijaya I, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Jawa Timur, Kota Malang, Selasa (23/12/2025) tadi. Sejumlah tempat pendidikan tersebut, berada di lingkungan Pasar Burung dan Pasar Ikan Splendid, sehingga menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Malang. Menurut Wali Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau keberadaan SD, SMP dan SMA Kristen Brawijaya I, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Jawa Timur, Kota Malang, Selasa (23/12/2025) tadi. Sejumlah tempat pendidikan tersebut, berada di lingkungan Pasar Burung dan Pasar Ikan Splendid, sehingga menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Malang.</p>



<p>Menurut Wali Kota Wahyu, bahwa kondisi SD dan SMP Brawijaya dinilai semakin tidak nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Keberadaan pasar di sekitar sekolah, memicu berbagai persoalan. Mulai dari kebisingan, bau kotoran burung, lalu lintas yang padat, hingga menurunnya jumlah siswa dari tahun ke tahun.</p>



<p>“Kasihan siswa di sekolahnya. Siswanya semakin menurun, karena bersebelahan dengan pasar burung dan pasar ikan hias. Lingkungannya bising, baunya juga tidak nyaman,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Terkait kondisi tersebut, Wali Kota Wahyu membuka kemungkinan adanya mekanisme tukar guling lahan, apabila pihak sekolah mengajukan permohonan dan merasa kesulitan dengan kondisi lingkungan saat ini. “Kalau memang nanti pihak sekolah merasa kesulitan untuk antar jemput, lalu minta tukar guling, kenapa tidak? Bisa saja mendapatkan lokasi aset Pemkot yang lebih strategis dan nyaman untuk pendidikan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, Wali Kota Wahyu menegaskan belum ada keputusan apapun, terkait tukar guling maupun relokasi. Saat ini, Pemkot Malang masih berada pada tahap pengkajian dan penyusunan konsep penataan kawasan secara menyeluruh.</p>



<p>“Nanti kita duduk bersama, mulai dari yayasan sekolah hingga organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Diskopindag, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Bappeda. Kita susun konsepnya dengan perguruan tinggi,” tambahnya.</p>



<p>Saat disinggung persoalan aset sekolah yang saat ini digunakan pedagang di sekitar jembatan. Menurutnya, penertiban baru bisa dilakukan setelah aturan dan konsep penataan disusun dengan jelas.</p>



<p>“Penertiban itu harus ada dasarnya. Kalau ditertibkan tanpa pengaturan yang jelas, nanti balik lagi seperti semula. Kita atur dulu, baru kita tertibkan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228982</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Pasar Splendid, Wali Kota Malang Soroti Penataan Ulang Kawasan</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-pasar-splendid-wali-kota-malang-soroti-penataan-ulang-kawasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228979</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau Pasar Bunga, Burung dan Ikan Splendid Kota Malang, Selasa (23/12/2025) tadi. Dalam kunjungan tersebut, dirinya menyoroti kondisi pasar yang dinilai semrawut, kumuh, serta berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu menyebut bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota Malang belum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau Pasar Bunga, Burung dan Ikan Splendid Kota Malang, Selasa (23/12/2025) tadi. Dalam kunjungan tersebut, dirinya menyoroti kondisi pasar yang dinilai semrawut, kumuh, serta berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan kenyamanan lingkungan.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu menyebut bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota Malang belum mengambil keputusan terkait kemungkinan relokasi pedagang. Menurutnya, semua masih bergantung pada konsep perencanaan penataan yang sedang dipertimbangkan.</p>



<p>“Kita belum tahu ya, apakah nanti direlokasi atau ditata ulang. Itu tergantung konsep perencanaannya. Tadi saya lihat memang kondisinya kumuh. Kalau kumuh, itu bisa jadi sumber penyakit,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tak hanya itu, dirinya juga menyinggung kekhawatiran terhadap masyarakat, menyusul adanya kasus flu burung beberapa waktu lalu. Sehingga, menurutnya pilihan ke depan bisa dilakukan penataan ulang di lokasi yang sama atau relokasi ke tempat lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Apakah nanti pindah atau mau ditata ulang, tergantung nanti konsep perencanaannya seperti apa,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menilai Pasar Burung dan Pasar Bunga Splendid memang perlu dilakukan penataan ulang secara menyeluruh. “Pemerintah itu punya tugas melakukan penataan dan penertiban agar memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung. Ini perlu didukung kesadaran pedagang juga,” tambah Eko.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa penataan ke depan nantinya akan mencakup berbagai aspek, mulai dari penataan lapak, parkir, hingga lingkungan pasar secara keseluruhan agar lebih indah dan menarik. Termasuk juga membuka peluang revitalisasi maupun pengelompokan (clustering) pasar burung di lokasi lain, seperti wacana lama pemindahan ke kawasan Lowokdoro.</p>



<p>“Itu semua nanti tergantung hasil peninjauan hari ini dan keputusan pimpinan. Pak Wali dan Pak Wakil Wali Kota sudah punya agenda tersendiri,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228979</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Tak Ada Ikan Aligator dan Ikan Siklid, Dispangtan dan KKP Cek Pasar Hewan Splendid Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-tak-ada-ikan-aligator-dan-ikan-siklid-dispangtan-dan-kkp-cek-pasar-hewan-splendid-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aligator]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[siklid,]]></category>
		<category><![CDATA[splendid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214097</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, bersama dengan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melakukan pengecekan ikan di Pasar Hewan Splendid, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (13/09/2024) tadi. Pengecekan itu dilakukan, guna untuk memperketat pengawasan terkait dengan pemeliharaan ikan yang dinilai berbahaya atau meresahkan. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, bersama dengan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melakukan pengecekan ikan di Pasar Hewan Splendid, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (13/09/2024) tadi. Pengecekan itu dilakukan, guna untuk memperketat pengawasan terkait dengan pemeliharaan ikan yang dinilai berbahaya atau meresahkan.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga untuk merespon fenomena di masyarakat yang memelihara Ikan Aligator. Karena, ikan itu merupakan salah satu ikan yang dilarang untuk dibudidayakan secara Nasional, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) KKP No 19 Tahun 2020.</p>



<p>“Kami bersama perwakilan KKP di Malang Raya, berkoordinasi untuk memastikan tidak ada Ikan Aligator yang dipelihara di Kota Malang. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ditemukan jenis ikan yang masuk dalam Permen KKP No 19 tahun 2020,” kata Slamet.</p>



<p>Dispangtan Kota Malang juga akan memberikan imbauan kepada masyarakat, dengan memasang papan di beberapa titik mengenai jenis ikan yang dilarang untuk dibudidayakan. Selain itu, pengawasan rutin juga akan dilakukan dengan dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) yang tidak diberitahukan sebelumnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami akan menjadwalkan pengecekan rutin minimal dua hingga tiga kali sebulan dan akan melakukan Sidak untuk memastikan aturan ditegakkan,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Pengawas Perikanan dari UPT Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap, Agung Wahyudi, menyampaikan bahwa ikan-ikan invasif seperti Aligator, Arapaima, Piranha dan beberapa jenis ikan siklid sangat berbahaya bagi ekosistem perairan lokal. “Ikan-ikan ini sangat merugikan, karena bisa mengancam kelestarian ikan endemik di perairan umum kita. Jika tidak diawasi, generasi mendatang mungkin tidak akan dapat melihat keberagaman ikan lokal,” ujar Agung.</p>



<p>Lebih lanjut, Agung juga mengingatkan bahwa peraturan mengenai peredaran dan pembudidayaan ikan berbahaya harus dipatuhi oleh pedagang. KKP terus melakukan pengawasan ketat mulai dari impor hingga distribusi untuk mencegah peredaran ikan-ikan terlarang.</p>



<p>“Kami juga merangkul masyarakat melalui kelompok pengawas perikanan untuk membantu dalam sosialisasi dan pengawasan,” ucapnya.</p>



<p>Saat dilakukan pengecekan di Pasar Hewan Splendid Kota Malang, menurutnya masih aman dan sesuai dengan peraturan. Namun, sosialisasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214097</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
