<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sport Science &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sport-science/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Dec 2019 02:01:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sport Science &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diskusi Olahraga PWI Malang, Mau Prestasi ? Dindik, Dispora dan KONI Wajib Terapkan Sport Science</title>
		<link>https://memontum.com/diskusi-olahraga-pwi-malang-mau-prestasi-dindik-dispora-dan-koni-wajib-terapkan-sport-science</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2019 02:01:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[PWI Malang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[SIWO]]></category>
		<category><![CDATA[Sport Science]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100847-diskusi-olahraga-pwi-malang-mau-prestasi-dindik-dispora-dan-koni-wajib-terapkan-sport-science</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Diskusi olahraga dengan tema Pembinaan Atlet Sejak Dini yang diselenggarakan Siwo PWI Malang Raya dan KONI Kota Malang, diikuti peserta dengan antusias. Diskusi dilaksanakan di Sahid Montana Jl Kahuripan Kota Malang, Sabtu (30/11/2019) pagi hingga siang. Hadir sebagai pemateri, Wakil Ketua KONI Kota Malang DR Ir Asad Arifin, Ketua Komisi D [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Diskusi olahraga dengan tema Pembinaan Atlet Sejak Dini yang diselenggarakan Siwo PWI Malang Raya dan KONI Kota Malang, diikuti peserta dengan antusias. Diskusi dilaksanakan di Sahid Montana Jl Kahuripan Kota Malang, Sabtu (30/11/2019) pagi hingga siang.</p>
<p>Hadir sebagai pemateri, Wakil Ketua KONI Kota Malang DR Ir Asad Arifin, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi, akademisi UM, DR Imam Hariadi, Ketua Koni Edi Wahyono, juga hadir dan memberikan sambutan yang mana pihaknya mendukung acara tersebut. Karena menurut Edi, pembinaan atlet sejak dini sangat penting.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100849" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0068-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0068-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0068-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0068-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0068-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ketua PWI Malang Raya M Ariful menyatakan jika diskusi ini bertujuan mencari format pembinaan atlet sejak dini. Selain KONI, akademisi dan Komisi D, panitia juga mengundang pihak Dindik dan Dispora Kota Malang.</p>
<p>Sayangnya pihak Dindik tidak hadir, dan perwakilan Dispora tidak menyampaikan materi. Padahal peserta dari cabor (cabang olahraga) yang hadir sangat berharap pihak Dindik dan Dispora Kota Malang menyampaikan langkah apa saja yang dilakukan untuk pembinaan atlet sejak dIni.</p>
<p>Karena atlet semua cabor masih berstatus pelajar SD dan SMP, maka perlakuan khusus dari Dindik Kota Malang sangat dibutuhkan. Demikian juga dengan Dispora Kota Malang, peran aktif lembaga ini dalam memperjuangkan atlet yang sekolah di tingkat SMA sederajat sangat diharapkan.</p>
<p>DR Imam Hariadi, akademisi yang mengembangkan pusat penelitian sport science, menandaskan jika prestasi olahraga Kota Malang mau meningkat, maka suka atau tidak suka, harus menerapkan sport science dalam.pembinaan atlet.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-100848" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0057-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0057-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0057-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0057-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191130-WA0057-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Selama ini yang dilakukan adalah mencari atlet atau bibit atlet. Sport science tidak. Tapi membibit atlet bahkan menciptakan atlet,&#8221; ujar DR Imam.</p>
<p>Karena potensi atlet itu harus diriset di usia dini, maka peran Dindik Kota Malang sangat penting. Disebabkan keberadaan potensi atlet usia dini, adalah murid SD. Pada masa usia SD ini, kata DR Imam, adalah masa pengenalan sport. Semua jenis cabor harus dikenalkan. Pemkot Malang dan UM sebenarnya telah melakukan MoU penerapan sport science.</p>
<p>Maka seharusnya, Dindik Kota Malang, bisa memberikan pintu masuk pada tim sport science UM, untuk melakukan riset ke seluruh SD di Kota Malang. Berdasarkan hasil riset tersebut, seorang anak akan diarahkan untuk mendalami jenis cabor.</p>
<p>Pada sesi tanya jawab, Eko Nurcahyo, anggota PWI Malang yang juga pengurus KONI ini, memberikan contoh pembatasan kategori pertandingan di cabor pencak silat.</p>
<p>&#8220;Porseni SD hanya kategori seni pencak silat. SMP hanya fight kelas B dan C. SMA hanya kelas D dan E. Kalau Popda, atlet yang bisa turun dibatasi jumlahnya oleh Dispora Kota Malang, dengan kendala anggaran terbatas. Kalau pemangku kebijakan tidak punya visi prestasi, ya sulit berkembang,&#8221; papar Eko.</p>
<p>Wanedi, menjawab hal ini, menegaskan Komisi D sangat mendukung pembinaan atlet Kota Malang. &#8220;Anggaran pembinaan atlet itu, diambilkan dari APBD. KONI Kota Malang dan Dispora silahkan ajukan RAB. Tuliskan semua kebutuhan. Saya jamin jika RAB nya bisa dipertanggungjawabkan, dewan pasti menyetujui. Kita akan perjuangkan, terutama pencak silat. Karena beladiri asli bangsa kita,&#8221; tegas Wanedi, yang mendapat aplaus dari peserta. <strong>(yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100847</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sport Science, Keniscayaan dalam Meraih Prestasi Olahraga</title>
		<link>https://memontum.com/sport-science-keniscayaan-dalam-meraih-prestasi-olahraga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Nov 2019 11:03:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Dispora Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[IPSI Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[PPFI]]></category>
		<category><![CDATA[Sport Science]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100766-sport-science-keniscayaan-dalam-meraih-prestasi-olahraga</guid>

					<description><![CDATA[SAYA sangat berterima kasih ketika Ketua IPSI Kota Malang Ir Nono Suhertono memberikan rekomendasi untuk mengikuti Sertifikasi Pelatih Fisik Olahraga yang diselenggarakan Dispora Jatim bekerjasama dengan PPFI (Persatuan Pelatih Fisik Indonesia). Karena materi yang disampaikan sangat bermanfaat, yaitu tentang penerapan sport science. Sertifikasi yang dilaksanakan 5 hari, Minggu 24 November 2019 &#8211; Kamis 28 November [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAYA sangat berterima kasih ketika Ketua IPSI Kota Malang Ir Nono Suhertono memberikan rekomendasi untuk mengikuti Sertifikasi Pelatih Fisik Olahraga yang diselenggarakan Dispora Jatim bekerjasama dengan PPFI (Persatuan Pelatih Fisik Indonesia). Karena materi yang disampaikan sangat bermanfaat, yaitu tentang penerapan sport science.</p>
<p>Sertifikasi yang dilaksanakan 5 hari, Minggu 24 November 2019 &#8211; Kamis 28 November 2019 di Narita Hotel Surabaya ini, merupakan sertifikasi angkatan pertama.</p>
<p>Kadispora Jatim Drs Supratomo MSI, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Drs Imam Kiswoto MM menyatakan jika pihaknya dalam rangka menerapkan sport science dalam pembinaan atlet Jatim di semua cabor. Maka langkah awal yang dilakukan adalah melakukan penataran pelatih sekaligus sertifikasi. Karena lembaga PPFI yang telah menerapkan sport science, maka pihaknya menggandeng lembaga tersebut.</p>
<p>Metode sport science ini, sudah diterapkan oleh negara-negara Eropa, Amerika dan Asia yang hasilnya bisa dilihat dari prestasi atletnya yang berkembang pesat. Ketika mendengar pernyataan bahwa sertifikasi Dispora Jatim berbasis sport science ini adalah yang pertama, naluri jurnalis saya pun tergerak.</p>
<p>Muncul pertanyaan dalam diri saya, berarti selama ini pelatih fisik setiap cabor di Jatim belum bersertifikasi standar Dispora Jatim berbasis sport science? Jika demikian, maka program Dispora Jatim ini benar-benar langkah luar biasa. Terobosan yang patut mendapat apresiasi, dan ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang sangat berdedikasi terhadap olahraga di Jatim.</p>
<p>Pematerinya juga tidak main-main karena berpengalaman tergabung dalam tim Satlak Prima. Antara lain, Rangga Wijaya dan Dwi Handoko dari PPFI yang langsung terbang ke Philipina setelah memberi materi, karena harus mendampingi tim di Sea Games. Randika Asiani Wijaya dan Hamdani, mantan atlet nasional yang juga tergabung dalam PPFI. Selain 4 pelatih berkompeten tersebut, Dispora Jatim juga menghadirkan pemateri Rachman Widohardhono Mpsi, yang berkompeten sebagai pelatih mental dan Aghus Shifaq MPd, yang berkompeten sebagai massase dan penanganan cedera berbasis bio mekanik.</p>
<p>Lalu apa yang dimaksud dengan sport science itu? Kenapa begitu penting diterapkan dalam pembinaan atlet? Secara definisi, sport science adalah penerapan prinsip-prinsip science (ilmu pengetahuan) di lapangan untuk membantu meningkatkan potensi dan prestasi atlet dalam bidang olahraga. Secara umum terdapat 3 bidang dalam sport science yaitu: fisiologi, psikologi dan biomekanika. Menjadi penting karena sport science menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan. Antara lain terencana, terukur, teruji, analisa, evaluasi, akurasi data, penanganan medis, psikologis, fisiologis, biomekanik, nutrisisi, massase sport dan lainnya.</p>
<p>Mengutip apa yang dipaparkan Cyril Raoul Hakim, di acara deklarasi Inovator 4.0 Indonesia mengenai pentingnya sport science untuk mengembangkan prestasi olahraga, bahwa Tiongkok, benar-benar memanfaatkan sport science secara maksimal.</p>
<p>Bahkan Tiongkok merekrut 600 ahli sport science dari Australia untuk menjadi bagian penting dari pembinaan Atlet ini. Karena Tiongkok serius dalam membina para atlet, mereka pernah menjadi juara umum dalam olimpiade Beijing tahun 2008 dan selalu masuk dalam 2 besar olimpiade. Chico juga mengatakan, sepakbola Indonesia bisa berbicara di level internasional pada tahun 1950an sampai 1960an. Jepang dan Korea bahkan belum terlihat. Tapi saat ini sudah jauh lebih hebat.</p>
<p>Dengan Sport science, menurut Chico, bisa dilihat seorang calon atlet bagus untuk cabang olahraga mana. Jadi calon atlet, tidak memilih cabang olahraga tapi dipilihkan setelah dilihat dari berbagai hal dari kacamata sport science. Tiongkok, menurut Chico, untuk urusan sport science ini sudah pada level Genetic Engeneering. Bahkan sudah pada level mempersiapkan calon atlet sedari masih bayi yang lahir dari pasangan suami istri atlet. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis：</strong><br />
Januar Triwahyudi<br />
Peserta Sertifikasi Pelatih Fisik Olahraga Jatim, Angkatan I</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100766</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
