<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>standarisasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/standarisasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Apr 2024 11:58:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>standarisasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkot Malang Rencanakan Tingkatkan Standarisasi Pelayanan Puskesmas Bareng Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-tingkatkan-standarisasi-pelayanan-puskesmas-bareng-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2024 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[standarisasi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208911</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Puskesmas Bareng Kota Malang, direncanakan akan direlokasi dan ditingkatkan standarisasi pelayanannya. Di tahun 2024 ini, Detail Engineering Design (DED) akan segera disiapkan, sehingga di tahun mendatang nanti bisa dibangun. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa peningkatan standarisasi tersebut tentunya sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) dan Peraturan Kementerian PUPR. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Puskesmas Bareng Kota Malang, direncanakan akan direlokasi dan ditingkatkan standarisasi pelayanannya. Di tahun 2024 ini, Detail Engineering Design (DED) akan segera disiapkan, sehingga di tahun mendatang nanti bisa dibangun.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa peningkatan standarisasi tersebut tentunya sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) dan Peraturan Kementerian PUPR. Namun, dalam pembangunannya tetap harus menyesuaikan pertimbangan-pertimbangan yang ada.</p>



<p>“Tentu nantinya tetap harus izin dari DPRD karena kan penganggarannya dari sana. Untuk Puskesmas Bareng kita sudah ada lokasi yang akan dibangun. Nanti prototypenya semua kita sempurnakan sesuai dengan standart dari Kemenkes dan Kemen PUPR,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Selasa (30/04/2024) tadi.</p>



<p>Hal tersebut akan dilakukan, ujarnya, karena Kota Malang baru memiliki satu puskesmas yang berstandart. Yakni Puskesmas Cisadea, yang beberapa waktu lalu telah diresmikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kemudian kalau yang lain saya minta inventarisir dulu dari Dinas Kesehatan mana yang dari jumlah pasiennya, jumlah penyakitnya yang banyak dan tentu banyak indikator yang menjadikan puskesmas yang akan diusulkan sebagai prioritas untuk menyeseuaikan dengan prototyping,” papar Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa untuk membangun puskesmas yang berstandart tentunya membutuhkan lahan seluas 1.300 meter persegi. Dengan pagu anggaran kurang lebih mencapai Rp 7,4 miliar.</p>



<p>“Yang masuk di pagu kita Rp 7,4 miliar, itu hanya untuk infrastruktur bangunannya saja. Untuk Puskesmas di Bareng penetapan lokasi serta DED nya di tahun ini dan insyaallah pembagunan bisa dilakukan pada tahun depan 2025,” imbuh Husnul. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208911</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahas Progres Pembangunan Stadion Kediri, Mas Dhito Minta Pelaksana Proyek Ikuti Standarisasi FIFA</title>
		<link>https://memontum.com/bahas-progres-pembangunan-stadion-kediri-mas-dhito-minta-pelaksana-proyek-ikuti-standarisasi-fifa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 08:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA]]></category>
		<category><![CDATA[ikuti]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksana]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[progres]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[standarisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193857</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pertemuan dengan PT PP Urban sebagai pelaksana proyek pembangunan stadion di Desa Bulusari Kecamatan Tarokan-Kediri. Dalam pertemuan itu, salah satu yang menjadi bahasan adalah progres stadion termasuk rencana detail pembangunan yang sesuai dengan kriteria dan persyaratan berstandar FIFA. &#8220;Saya berharap betul, stadion ini tidak hanya stadion [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pertemuan dengan PT PP Urban sebagai pelaksana proyek pembangunan stadion di Desa Bulusari Kecamatan Tarokan-Kediri. Dalam pertemuan itu, salah satu yang menjadi bahasan adalah progres stadion termasuk rencana detail pembangunan yang sesuai dengan kriteria dan persyaratan berstandar FIFA.</p>



<p>&#8220;Saya berharap betul, stadion ini tidak hanya stadion untuk Liga I. Tetapi, nantinya dengan jarak yang tidak jauh dari bandara ini, itu bisa menjadi stadion untuk pertandingan bertaraf internasional,&#8221; kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito, Jumat (21/07/2023) tadi.</p>



<p>Dalam pertemuan yang diikuti pula jajaran OPD terkait di Pemkab Kediri, Senin (17/07/2023) itu, juga turut diundang manajemen dari Persedikab dan Persik Kediri. Tujuannya, untuk diminta masukan terhadap pembangunan stadion baru di Kabupaten Kediri.</p>



<p>Mas Dhito berharap, pembangunan stadion itu menjadi perhatian bersama. Pihaknya berpesan, babwa hal-hal yang terlihat sepele sekalipun harus tetap diperhatikan dalam proses pembangunan stadion Kabupaten Kediri, yang baru itu.</p>



<p>&#8220;Rumput yang akan digunakan seperti apa. Rumput ini terlihat sepele, tapi sangat krusial. Jadi, tolong rumput stadion diperhatikan apakah betul sudah sesuai dengan standar FIFA,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Mega proyek pembangunan stadion berstandar FIFA, itu pun dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, pekerjaan dilakukan PT PP Urban dengan nilai kontrak Rp 149.79 miliar yang bersumber dari APBD 2023.</p>



<p>Selain masalah rumput, Mas Dhito juga menyinggung persoalan penerangan stadion. Mas Dhito pun berharap, ketika tahap pertama selesai stadion sudah bisa digunakan untuk kegiatan malam hari.</p>



<p>&#8220;Jangan sampai, penerangan ini menjadi problem baru,&#8221; ungkap Mas Dhito.</p>



<p>Site Engineering Manager PT PP Urban, Ryan Aldi Hutagalung, menyebut jika pencahayaan nantinya berada di empat sisi stadion. Untuk tahap pertama, yang dikerjakan PP Urban pemasangan lampu masih sebatas pada tribun Barat dan Timur.</p>



<p>Adapun jumlah lampu yang dipasang, ujarnya, di satu tribun diakui belum bisa memenuhi standar penerangan yang ditentukan. Dirinya menyebut, satu tribun untuk mendapat penerangan 800 lux dibutuhkan sebelas lampu FOP (Field of Play).</p>



<p>&#8220;Untuk tahap ini kita pasang di delapan lampu. Pada malam hari, tetap bisa nyala tapi untuk kelayakan bertanding memang belum bisa dipakai,&#8221; terangnya.</p>



<p>Terkait rumput stadion, tambahnya, dalam pemaparan PP Urban menggunakan rumput natural dari jenis Zoysia Japonica. Jenis rumput itu, dipilih dengan pertimbangan asli endemik Asia Tenggara. Sehingga, tahan udara panas dan relatif tahan kekeringan.</p>



<p>Ditambahkannya, rumput jenis itu dinilai memenuhi kriteria rumput FOP sepak bola yg ditetapkan FIFA. Seperti tidak mengganggu pergerakan pemain dan karakteristik gerak bola seperti guliran dan pantulan.</p>



<p>Selain itu, rumput jenis ini dinilai tahan terhadap friksi karena mempunyai perakaran yang dalam tapi memberi bantalan yang baik pada saat atlet terjatuh. Atas masukan dari Mas Dhito, PP Urban pun akan melakukan evaluasi rumput yang akan digunakan untuk memastikan rumput yang digunakan sesuai standar FIFA. PP Urban meminta masukan, termasuk dari Manajer Persik Kediri maupun Persedikab.</p>



<p>&#8220;Kita akan evaluasi terhadap rumput ini,&#8221; kata Ryan.</p>



<p>Sebagaimana masukan manajemen dua klub sepak bola di Kediri, PP Urban disarankan untuk terus menjalin komunikasi dengan pihak PSSI termasuk terhadap setiap perubahan yang akan dilakukan. Sementara dari pertemuan dengan PP Urban tersebut, Mas Dhito memerintahkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk dapat menangani kekurangan kebutuhan penerangan stadion begitu tahap pertama selesai.<strong>&nbsp;(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193857</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
