<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>STMIK ASIA &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/stmik-asia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Dec 2017 05:19:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>STMIK ASIA &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Verdict Of Law, Jawab Kesulitan Hukum Masyarakat Awam</title>
		<link>https://memontum.com/verdict-law-jawab-kesulitan-hukum-masyarakat-awam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2017 05:19:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[STMIK ASIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/13796-verdict-law-jawab-kesulitan-hukum-masyarakat-awam</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Saat ini hukum dikenal tumpul ke atas, namun tajam ke bawah. Tentunya permasalahan hukum yang menimpa kalangan orang awam ekonomi menengah ke bawah, ibarat telur di ujung tanduk. Mereka pasrah akan proses dan menerima hasil keputusan pengadilan. Selain tak mengerti hukum, untuk mendapatkan pendampingan hukum, mereka tidak tahu prosedur dan menganggapnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8212; Saat ini hukum dikenal tumpul ke atas, namun tajam ke bawah. Tentunya permasalahan hukum yang menimpa kalangan orang awam ekonomi menengah ke bawah, ibarat telur di ujung tanduk. Mereka pasrah akan proses dan menerima hasil keputusan pengadilan. Selain tak mengerti hukum, untuk mendapatkan pendampingan hukum, mereka tidak tahu prosedur dan menganggapnya mahal. Tentunya, hal ini akan semakin diperparah jika mereka berhadapan dengan mafia hukum. </p>
<p>Menyadari hal itu, Akmad Sandi, Rizal Alden, Luqman Al Hakim, Anjar Kurnia Jaya dan Kristian Sinatra yang memahami kesulitan masyarakat dalam mencari bantuan hukum saat mengalami permasalahan hukum, dengan menciptakan ide start up ‘Verdict of Law’ (VOL). Ide ini diperoleh melalui validasi ketika menerima tantangan Start-up Workshop, Built Your Start-up In 55 Hours, bertemakan Turning Ideas To Business, yang digelar di ruang Theatre, Kampus Pusat STMIK ASIA Malang, selama 3 hari, Jum&#8217;at-Sabtu (15-17/12/2017). </p>
<p>&#8220;Setelah kami survei banyak orang, sekitar 30 orang lebih, mereka memang mengeluhkan tentang susahnya mendapatkan pendampingan hukum atau mencari pengacara. Terutama yang sesuai dengan kebutuhan dan keuangan mereka. Maka dari itu, kami memvalidasi hasil survei kami dengan membuat layanan aplikasi Verdict of Law ini. Kegunaannya untuk membantu masyarakat dalam mencari bantuan hukum. Entah itu pengacara, notaris ataupun ahli hukum lainnya, bisa dimediasi menggunakan aplikasi ini,&#8221; terang Akmad Sandi, yang diamini rekan-rekannya.</p>
<p>Prototype aplikasi VOL ini, lanjut Sandi, ke depannya akan berkolaborasi dengan seluruh firma hukum maupun ahli hukum di seluruh Indonesia, dimana salah satu fitur di dalamnya nanti akan bisa melakukan konsultasi hukum secara online maupun bertemu ke kantor hukum, setelah adanya kesepakatan. &#8220;Nanti akan ada filter pencarian pengacara yang disesuaikan dengan budget yang dimiliki oleh masyarakat. Masih perlu beberapa penyempurnaan yang didukung,&#8221; tukas Sandi.</p>
<p>Prototype VOL hasil produk validasi ide ini merupakan 1 diantara 9 kelompok prototype yang lahir dari ide kreatif 49 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Timur, untuk menjawab kebutuhan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini. </p>
<p>Beberapa ide yang dituangkan melalui produk validasi berupa Prototype, diantaranya OM Job, jasa perbaikan kerusakan Rumah Tangga; Kepoin Kota, membantu UMKM berkembang; Asiswa, untuk mengakomodasi dan mendampingi siswa SMA/SMK memilih Perguruan Tinggi; Arema Social Community (SC), sebagai wadah komunikasi, kritik, masukan, dan saran masyarakat kepada instansi pemerintah daerah; Joko Sembong, sebagai aplikasi montir panggilan melalui bengkel terdekat; Verdict of Law (VOL), bantuan hukum kepada masyarakat; PusOn (Puskesmas Online); ManBar, sebagai penyedia jasa Tour Guide. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13796</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Start-up Workshop STMIK ASIA, Geber 55 Jam, Perkuat Start-up Secara Sempurna</title>
		<link>https://memontum.com/start-workshop-stmik-asia-geber-55-jam-perkuat-start-secara-sempurna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Dec 2017 14:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[STMIK ASIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/13531-start-workshop-stmik-asia-geber-55-jam-perkuat-start-secara-sempurna</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang — Usai melalui rangkaian acara Start-up yang diselenggarakan STMIK ASIA yang menggandeng beberapa kali, kali ini STMIK ASIA menggelar Start-up Workshop, Built Your Start-up In 55 Hours, bertemakan Turning Ideas To Business, di ruang Theatre, Kampus Pusat STMIK ASIA Malang, selama 3 hari, Jum&#8217;at-Sabtu (15-17/12/2017). Sebanyak 49 peserta mengikuti workshop, yang dibagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> — Usai melalui rangkaian acara Start-up yang diselenggarakan STMIK ASIA yang menggandeng beberapa kali, kali ini STMIK ASIA menggelar Start-up Workshop, Built Your Start-up In 55 Hours, bertemakan Turning Ideas To Business, di ruang Theatre, Kampus Pusat STMIK ASIA Malang, selama 3 hari, Jum&#8217;at-Sabtu (15-17/12/2017). </p>
<p>Sebanyak 49 peserta mengikuti workshop, yang dibagi dalam 9 kelompok untuk membahas satu tema atau ide start up dalam bentuk validasi produk yang dibuat menjadi prototype dan nantinya disempurnakan menjadi aplikasi. Tujuannya, untuk membuka wawasan dan memberi motivasi para mahasiswa agar mau berkecimpung di dalam dunia digital creative. </p>
<p>Kepala Program Studi Teknik Informatika STMIK ASIA, Rina Dewi Indahsari, SKom, MKom, menjelaskan bahwa kegiatan workshop Start Up kali ini merupakan kelanjutan dari acara roadshow seminar yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Tak hanya diikuti peserta dari STMIK ASIA, beberapa mahasiswa kampus lain baik di Malang Raya, Pasuruan hingga Probolinggo mengikuti Workshop kali ini. </p>
<p>&#8220;Workshop kali ini tujuannya untuk validasi ide-ide mahasiswa peserta workshop sebelumnya, dimana para peserta di brain storming untuk mengeluarkan ide-ide apa saja dalam menangani permasalahan yang ada. Sebab ide mahasiswa yang bagus sekalipun, ternyata belum tentu berhasil diterima pasar (pengguna) seperti harapan para pembuatnya. Nah, sebelum susah payah melakukan Coding aplikasi, dilakukanlah kegiatan ini untuk memvalidasi ide apakah aplikasi yang dibuatnya memang benar-benar bisa menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Rata-rata ide tema aplikasi membahas tentang solusi pelayanan di masyarakat, seperti aplikasi start up Verdict of Law (VOL), solusi masalah perbaikan kendaraan, tenaga serabutan rumah tangga, dan lainnya,” terang Rina, di sela pelaksanaan workshop.</p>
<p>Beberapa ide yang dituangkan melalui produk validasi berupa Prototype, diantaranya OM Job, jasa perbaikan kerusakan Rumah Tangga; Kepoin Kota, membantu UMKM berkembang; Asiswa, untuk mengakomodasi dan mendampingi siswa SMA/SMK memilih Perguruan Tinggi; Arema Social Community (SC), sebagai wadah komunikasi, kritik, masukan, dan saran masyarakat kepada instansi pemerintah daerah; Joko Sembong, sebagai aplikasi montir panggilan melalui bengkel terdekat; Verdict of Law (VOL), bantuan hukum kepada masyarakat; PusOn (Puskesmas Online); ManBar, sebagai penyedia jasa Tour Guide. </p>
<p>Kembali pendiri futurepreneur.id, James Tomassouw, mengisi workshop kali ini. Praktisi Start-up ini menargetkan para peserta mampu membuat prototype dan mempresentasikannya pada akhir workshop. “Ide-ide mereka dianalisis dan divalidasi untuk diuji ke masyarakat. Adanya validasi ide ini diharapkan para mahasiswa mampu membuat aplikasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, serta menarik perhatian pihak investor. Kalau dilihat progressnya, step ini masih kecil hanya 40 persen untuk menjadi sempurna. Sebab masih berbentuk sebuah prototype. Namun, ketika ide tersebut bisa diterima dan dibutuhkan masyarakat, akan melesat 100 persen, bahkan lebih. Setelah tahap ini, akan ada Coding Day atau Hackathon,” urai James Tomassouw, pada awak media.</p>
<p>Sementara itu, Ketua STMIK ASIA, Ir Teguh Widodo MM. mengatakan, acara workshop dilaksanakan untuk melatih para mahasiswa untuk segera memiliki skill yang cepat untuk bisa menjadi pelaku Start Up. Meski sebelumnya, STMIK ASIA membekali mereka dengan program Bisnis Praktis dari tahap 1 hingga tahap 4 yang diberikan pada 4 semester. </p>
<p>“Kalau ternyata progressnya para mahasiswa memang sudah tidak perlu bimbingan lagi ya sudah, nanti kita tinggal memonitor start up tersebut tetap berjalan, seperti Polisi Online yang sampai sekarang masih berjalan. Malah pembuatnya bisa membuat Start-up lainnya lagi karena pengalamannya. Bahkan dia bisa menjadi mentor juniornya sekaligus untuk mengikuti jejaknya. Saat ini, para mahasiswa masih membutuhkan bimbingan dari para expert, maka kita laksanakan acara workshop ini. Harus ada yang memandu, hingga hackathon dan terbentuk sempurna. Harapan kami dengan workshop ini bisa membuat skill para mahasiswa kami semakin canggih dari sebelum ikut workshop ini,” tukas Teguh. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13531</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
