<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Study Banding &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/study-banding/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Mar 2020 12:19:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Study Banding &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sukses Kembangkan Vanili, Dinas Pertanian Bondowoso Jadi Rujukan Study Banding Pemkab Jembrana</title>
		<link>https://memontum.com/sukses-kembangkan-vanili-dinas-pertanian-bondowoso-jadi-rujukan-study-banding-pemkab-jembrana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2020 12:19:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disperta Kabupaten Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Jembrana]]></category>
		<category><![CDATA[Study Banding]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/108407-sukses-kembangkan-vanili-dinas-pertanian-bondowoso-jadi-rujukan-study-banding-pemkab-jembrana</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Patut diapresiasi keberhasilan Dinas Pertanian (Disperta) kabupaten Bondowoso dalam mengembangkan pertanian vanili, hal itu dibuktikan dengan banyaknya daerah yang ingin belajar mengembangkan pertanian vanili di daerahnya. Salah satunya dari Pemkab Jembrana provinsi Bali yang waktu lalu melakukan Study banding Vanili ke Dinas pertanian Kabupaten Bondowoso. Menurut Dwi Wardana Kepala Dinas Pertanian Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Patut diapresiasi keberhasilan Dinas Pertanian (Disperta) kabupaten Bondowoso dalam mengembangkan pertanian vanili, hal itu dibuktikan dengan banyaknya daerah yang ingin belajar mengembangkan pertanian vanili di daerahnya. Salah satunya dari Pemkab Jembrana provinsi Bali yang waktu lalu melakukan Study banding Vanili ke Dinas pertanian Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Menurut Dwi Wardana Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso melalui Sekretaris Dinas Pertanian setempat, Hendri Widitono membenarkan, bahwa Dinas pertanian Kabupaten Bondowoso menjadi rujukan Study Banding Pertanian Vanili oleh Pemkab.Jembrana.</p>
<p>&#8220;Memang benar Pemkab.Jembrana Study banding pertanian Vanili ke Dinas pertanian disini,&#8221; kata Hendri Widitono Sekdin Pertanian kepada memontum.com Kamis (12/3/2020).</p>
<p>Kedatangan rombongan Pemkab Jembrana disambut langsung oleh wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat, Kadisperta Dwi Wardana dan ketua Asosiasi Vanili Indonesia Digunting.</p>
<p>Rombongan Pemkab Jembrana yang diwakili Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, bahwa kedatangannya ke Bondowoso untuk melihat secara langsung, praktek pertanian vanili di Bondowoso. Apalagi kata dia, selama ini Ketua Asosiasi Vanili Indonesia Siginting, yang tak lain orang Bondowoso sudah seringkali melatih petani di Jembrana terkait budidaya vanili.</p>
<p>&#8220;Saya memang sengaja secara khusus datang kesini untuk belajar lebih teknis dan detail. Melihat langsung keberadaan petani vanili. Pak Ginting sering datang ke Jembrana untuk memberikan motivasi, pelatihan kepada petani-petani kami di Jembrana,&#8221; ujarnya dikutip dari laman Times Indonesia Bondowoso.</p>
<p>Menurutnya, berdasarkan dari obrolan bersama Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, bahwa vanili di Bondowoso akan diwacanakan untuk menjadi salah satu komoditas unggulan.</p>
<p>&#8220;Tentu kami ingin melihat secara langsung. Bahwa, vanili di sini juga cukup baik. Saya dengan Pak Wabup akan jadikan komiditi Vanili menjadi komiditi unggulan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat mengaku, dengan adanya kunjungan ini, justru akan membuat pihak terkait lebih intens untuk membumikan bagaimana Bondowoso sebagai pusatnya dan lumbungnya vanili. Bahkan, vanili bisa menjadi produk unggulan kedua setelah kopi.</p>
<p>&#8220;Yang pertama saya terima kasih kepada Pemkab Jembrana yang sudah menjadikan Bondowoso sebagai tempat tujuan untuk belajar bidang perkebunan vanili,” paparnya.</p>
<p>“Saya juga terimakasih kepada Pak Siginting sebagai Ketua Asosiasi Vanili Indonesia, yang kebetulan juga orang Bondowoso, dan betul-betul bisa membawa nama Bondowoso,” imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya, selain berbicara banyak hal tentang vanili. Dirinya pun juga menyampaikan sejumlah potensi lain di Bondowoso, baik di bidang peternakan, perkebunan, maupun pertanian.</p>
<p>&#8220;Tadi saya sudah sampaikan juga punya unggulan lainnya. Sehingga Bondowoso bisa menjadi tempat rujukan mereka belajar baik di bidang pertanian maupun peternakan dan bidang lainnya,&#8221; tegasnya.<strong> (dul/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108407</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dongkrak IDM, Kades se- Kecamatan Wonoayu Study Banding hingga Riau</title>
		<link>https://memontum.com/dongkrak-idm-kades-se-kecamatan-wonoayu-study-banding-hingga-riau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2019 12:27:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Desa Membangun]]></category>
		<category><![CDATA[kades]]></category>
		<category><![CDATA[Study Banding]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88475-dongkrak-idm-kades-se-kecamatan-wonoayu-study-banding-hingga-riau</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sedikitnya 23 Kepala Desa se- Kecamatan Wonoayu study coperative ke Desa Mandiri terbaik Nasional tahun 2018, Desa Kebonsari Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Rampak Provinsi Riau . Study banding ini untuk meningkatkan IDM ( Indeks Desa Membangun ) untuk mewujudkan Desa Mandiri bagi Desa yang dipimpinnya, Desa tersebut sangat layak ditiru, pasalnya wilayah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sedikitnya 23 Kepala Desa se- Kecamatan Wonoayu study coperative ke Desa Mandiri terbaik Nasional tahun 2018, Desa Kebonsari Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Rampak Provinsi Riau . Study banding ini untuk meningkatkan IDM ( Indeks Desa Membangun ) untuk mewujudkan Desa Mandiri bagi Desa yang dipimpinnya,</p>
<p>Desa tersebut sangat layak ditiru, pasalnya wilayah atau desa itu adalah tujuan transmigrasi pada masa lalu. Sebagaimana disampaikan oleh Camat Wonoayu, H. Abdul Kifli yang turut mendampingi ke Riau. Menurutnya , Desa Kebonsari adalah daerah tujuan transmigrasi, yang kondisi awalnya sangat kurang dibanding wilayah Wonoayu.</p>
<p>Namun , dengan semangat pemerintah desa membangun dan dibarengi dengan menejemen yang baik, akhirnya menjadikan desanya mandiri dalam membangun. “ Sukses membengun desa itu yang perlu kita ketahui, &#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurunnya jumlah penduduk miskin di Desa Kebonsari menjadi perhatian tersendiri. Hal tersebut menunjukkan pemerintah desa mampu menumbuhkan dan mengemkembangkan perekonomian warganya. Lebih lebih warga dengan mudah dapat memanfaatkan atau memperoleh fasilitas yang dibutuhkan untuk mengembangkan taraf hidupnya.</p>
<p>Warga disana dengan mudah memperoleh layanan baik layanan administrasi di desa, layanan kesehatan, dan banyak layanan lain yang terkait dengan kebutuhan hidup dan perekonomian sehari- hari.</p>
<p>Sementara yang menjadi pemikiran Sekretaris Kecamatan Wonoayu, Gundari adalah ketersediaannya fasilitas pendidikan yang dekat dengan desa. Dikatakannya, yang menjadikan warga dan generasi muda di Desa tersebut sangat nyaman adalah tersedianya fasilitas kesehatan dan pendidikan yang dekat . Lokasi belajar dari sekolah dasar sampai SLTA tidak jauh dari desanya. Sehingga mereka mempunyai semangat untuk maju. “ Itu yang juga harus kita upayakan kepada Pemda Sidoarjo,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepala pemerintahan di sana dari Camat, Kepala Desa, dan Sekdesnya yang berasal dari Jawa sukses membawa Desa Kebonsari berprestasi di tingkat nasional .Hal itu semestinya menjadi pelecut pemerintahan di wilayah kecamatan Wonoayu. Sebagaimana diharapkan oleh Sekcam,&#8221; Mereka orang jawa, dapat mengantar desa menjadi Desa Mandiri tingkat nasional dengan gotong royong. Kita pasti bisa melakukan,&#8221; pungkasnya . <strong>(par/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88475</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sejumlah Pengurus Bumdes Study Banding di Desa Pontang</title>
		<link>https://memontum.com/sejumlah-pengurus-bumdes-study-banding-di-desa-pontang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2019 13:01:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[BUMDes]]></category>
		<category><![CDATA[Study Banding]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/86566-sejumlah-pengurus-bumdes-study-banding-di-desa-pontang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sejumlah pengurus Badan Usaha milik Desa (Bumdes) se-Kabupaten Jember, mengikuti Sarasehan yang diselenggarakan di Pendopo Desa Pontang pada Senin (24/6/2019) siang. Kegiatan tersebut merupakan ajang pencarian solusi bersama dalam menggaet pasar berbagai produk milik Bumdes selama ini. Selain itu, para peserta juga diarahkan kepada berbagai inovasi dan capaian kegiatan Bumdes yang berada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sejumlah pengurus Badan Usaha milik Desa (Bumdes) se-Kabupaten Jember, mengikuti Sarasehan yang diselenggarakan di Pendopo Desa Pontang pada Senin (24/6/2019) siang.</p>
<p>Kegiatan tersebut merupakan ajang pencarian solusi bersama dalam menggaet pasar berbagai produk milik Bumdes selama ini.</p>
<p>Selain itu, para peserta juga diarahkan kepada berbagai inovasi dan capaian kegiatan Bumdes yang berada di Desa Pontang yaitu Bumdes Pesat.</p>
<p>Suyanto menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan untuk menggali informasi dari berbagai produk dari sejumlah Bumdes yang ada di Kabupaten Jember ini, tujuannya ialah, mencari formula tentang tekhnis pemasaran bersama.</p>
<p>“Dalam agenda saatb ini mas, kita membentuk forum bersama denmgan sejumlah pengurus Bumdes se Kabupaten Jember, untuk mencari formula dalam memasarkan produk Bumdes yang ada,” ungkap ketua Bumdes Pesat Desa Pontang ini.</p>
<p>Diketahui, hal tersebut juga merupakan inisiatif pendamping lokal desa (PLD) Sulkhan Arifin untuk mencari mencari formula dalam memcari pasar untuk memperkenalkan produk bumdes desa se kabupaten Jember. <strong>(yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">86566</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kepala Sekolah Swasta Salatiga Berguru Ke Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/kepala-sekolah-swasta-salatiga-berguru-ke-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2018 13:55:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Study Banding]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22359-kepala-sekolah-swasta-salatiga-berguru-ke-kota-malang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Ketua DPRD Kota Salatiga bersama Kepala SMP swasta se Kota Salatiga berguru masalah pendidikan ke Kota Malang. Rombongan pejabat dari Jateng ini ingin mencontoh sukses story Dinas Pendidikan Kota Malang. Rombongan Ketua DPRD M.Teddy Sulistio bersama Kepala SMP Swasta se Kota Salatiga ditemui Asisten Perekonomian Rakyat Pemkot Malang, Ir. Diah Ayu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Ketua DPRD Kota Salatiga bersama Kepala SMP swasta se Kota Salatiga berguru masalah pendidikan ke Kota Malang. Rombongan pejabat dari Jateng ini ingin mencontoh sukses story Dinas Pendidikan Kota Malang.</p>
<p>Rombongan Ketua DPRD M.Teddy Sulistio bersama Kepala SMP Swasta se Kota Salatiga ditemui Asisten Perekonomian Rakyat Pemkot Malang, Ir. Diah Ayu Kusuma Dewi, MT. Pada acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra. Zubaidah, MM, di ruang sidang Balaikota Malang.</p>
<p>Diah Ayu Kusuma Dewi menyambut baik kedatangan rombongan DPRD Kota Salatiga serta berterimakasih karena telah menjadikan Pemerintah Kota Malang sebagai tujuan kunjungan kerja.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0166-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-22360" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0166-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0166-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0166-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180125-WA0166-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p> &#8220;Kita merasa mendapatkan kehormatan dari teman teman Salatiga. Sebab sudah menempatkan Kota Malang sebagai tujuan studi banding bidang pendidikan,&#8221; ucap Diah.</p>
<p>Berikutnya Kadiknas Kota Malang Zubaidah giliran menjelaskan tentang tata kelola sistem pendidikan di Kota Malang. Menurutnya Pemkot Malang sudah mengratiskan seluruh biaya pendidikan mulai SD-SMP.</p>
<p>  Berikutnya Pemkot Malang menyiapkan bus sekolah. Bea siswa untuk siswa dan guru berprestasi. Termasuk melengkapi fasilitas pendidikan disekolah. Mulai laboratorium komputer dan kebutuhan sekolah lainnya.</p>
<p>“Kami menganggap negeri dan swasta itu sama saja. Cuma dalam penganggaran, bagaimanapun negeri adalah menjadi kewajiban sedangkan swasta itu kewajiban nomor,&#8221; ujar Zubaidah.</p>
<p>Dijelaskan juga  Kota Malang  telah menggunakan zona dalam hal PPDB terlebih dahulu sebelum Kementerian Pendidikan Nasional. “Kita mulai tahun 2015, kami sudah menggunakan zona kalau kementerian baru mulai tahun 2017” lanjut Zubaidah.</p>
<p> Ketua rombongan tamu dari DPRD Salatiga, M.Teddy Sulistio menyampaikan pesan agar swasta tidak memiliki alasan untuk ketinggalan dengan negeri.  “Ada satu kata-kata yang luar biasa. Tidak alasan bagi swasta untuk ketinggalan dibanding sekolah lain,&#8221; sebutnya. <strong>(man/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22359</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
