<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sublok &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sublok/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Feb 2021 06:59:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sublok &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Desa Duwet Situbondo Gelar Pemilihan Kasublok</title>
		<link>https://memontum.com/desa-duwet-situbondo-gelar-pemilihan-kasublok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 10:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[desa duwet]]></category>
		<category><![CDATA[Isi Kekosongan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[kantor desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemungutan Suara]]></category>
		<category><![CDATA[Sublok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135307</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bertempat di Ruang Pendopo Kantor Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, digelar pemilihan Kasublok&#160; (Ketua Sub blok) Ulu-ulu Air wilayah Duwet Utara Selatan, Selasa, (23/02) tadi. Calon Kasublok yang sudah terdaftar sebagai kandidat Kasublok, ada tiga orang calon yang meliputi Wirnadi, Abdul dan Hariyanto. Pemilihan yang di mulai pukul 08.00 berlangsung hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bertempat di Ruang Pendopo Kantor Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, digelar pemilihan Kasublok&nbsp; (Ketua Sub blok) Ulu-ulu Air wilayah Duwet Utara Selatan, Selasa, (23/02) tadi. Calon Kasublok yang sudah terdaftar sebagai kandidat Kasublok, ada tiga orang calon yang meliputi Wirnadi, Abdul dan Hariyanto.</p>



<p>Pemilihan yang di mulai pukul 08.00 berlangsung hingga jam 12.00. Kemudian, dilanjut penghitungan suara yang berjalan tertib.</p>



<p>Ada sekitar 112 hak suara Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sementara yang hadir, sekitar 107 hak pilih dan 4 hak pilih tidak hadir dan 1 suara tidak sah.</p>



<p>Menurut Ketua panitia pemilihan Kasublok Desa Duwet, Ir. H. Sukarno, penjaringan peserta Kasublok sudah melalui 4 tahapan dan tahap terakhir hari ini adalah pemungutan suara.</p>



<p>“Kalah-menang soal biasa, mas. Karena di dalam pertandingan apa pun, kita harus menerima kekalahan. Kita tetap mendukung keputusan hasil penghitungan,” ujar Ketua Panitia.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/135032-pantau-tiga-kelurahan-di-kecamatan-panji-satgas-covid-19-situbondo-puas-dengan-penurunan-masyarakat-terpapar#ixzz6nMxuHR53" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Pantau Tiga Kelurahan di Kecamatan Panji, Satgas Covid-19 Situbondo Puas dengan Penurunan Masyarakat Terpapar</a></strong></p>



<p>Hasil akhir penghitungan suara terbanyak diperoleh oleh calon Kasublok, Hariyanto dengan memperoleh 52 suara kemudian disusul Abdul dengan perolehan 44 suara, sedangkan Wirnadi cuma memperoleh 11 suara.</p>



<p>Kades Duwet, Adi Chandra Karisma, menjelaskan di selenggarakannya pemilihan Kasublok hari ini untuk mengisi kekosongan jabatan Kasublok yang sudah sampai waktunya dan berakhir masa jabatan Kasublok yang lama.</p>



<p>&#8220;Pemilihan Kasublok secara rutin diadakan setiap 5 tahun sekali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dikatakan Adi Chamdra, setelah selesai pemilihan dan peserta Kasublok yang menang diharapkan bekerja se adil-adilnya terkait pembagian air kepada sawah para petani. Merata, walaupun pemilihnya tidak berasal dari daerahnya. Serta, amanah dalam bekerja. &#8220;Kasublok wilayah kebun utara dan kebun selatan, jangan sampai terjadi miss komunikasi antara Ulu Air dengan petani,&#8221; ujarnya. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135307</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sublok Diduga Pilih Kasih, Petani di Kecamatan Arjasa Situbondo Mengeluh</title>
		<link>https://memontum.com/sublok-diduga-pilih-kasih-petani-di-kecamatan-arjasa-situbondo-mengeluh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2020 14:50:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kedungdowo]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan petani]]></category>
		<category><![CDATA[Sublok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121181-sublok-diduga-pilih-kasih-petani-di-kecamatan-arjasa-situbondo-mengeluh</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Warga petani Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mengeluh tidak mendapatkan aliran air sawah, Senin (10/08/2020). Seperti yang disampaikan oleh Sujibno (56), salah satu petani di Dusun Krajan mengatakan, ia tidak mendapatkan air kurang lebih sebulan yang lalu, padahal hampir setiap waktu ia melaporkannya ke petugas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Warga petani Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mengeluh tidak mendapatkan aliran air sawah, Senin (10/08/2020).</p>
<p>Seperti yang disampaikan oleh Sujibno (56), salah satu petani di Dusun Krajan mengatakan, ia tidak mendapatkan air kurang lebih sebulan yang lalu, padahal hampir setiap waktu ia melaporkannya ke petugas Sublok, agar lahan yang ditanami jagung (jagung merpati) sudah waktunya untuk dialiri air sawah.</p>
<p><div id="attachment_121182" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-121182" decoding="async" class="size-full wp-image-121182" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/sublok-stbd-2-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="Lahan di Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/sublok-stbd-2-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/sublok-stbd-2-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/sublok-stbd-2-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/sublok-stbd-2-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-121182" class="wp-caption-text">Lahan di Dusun timur Curah, Krajan Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo</p></div></p>
<p>&#8220;Sempat satu petak dialiri air saat itu, itupun air sisa. Saya berharap keesokan harinya dilanjutkan, namun dibiarkan sampai sekarang, jagung saya mulai mengering tanahnya sudah pecah pecah, tapi kenapa lahan tebu yang baru saja ditebang dialiri air, ini sebagai perbandingan saja,&#8221; ungkap Sujibno.</p>
<p>Ini bukan dialami Sujibno, masih banyak keluhan petani yang lainnya, namun tidak berani mengatakan khawatir lahan pertaniannya tidak mendapatkan air kalau melapor. Dan petani termasuk Sujibno khawatir gagal panen, dari penghasilan sebelumnya sekitar 7 juta rupiah, akan merosot bahkan rugi akibat kekurangan air.</p>
<p>Pantauan wartawan, Senin pukul 08.20 WIB, di lokasi mendapati lahan jagung mulai mengering serta kondisi tanahnya mulai pecah-pecah dan mengering. Kebutuhan air pertanian di Desa Kedungdowo, khususnya di Dusun Krajan, dari 36 Ha lahan pertanian, membutuhkan air irigasi.</p>
<p>Sementara air untuk pertanian dimusim kemarau mulai berkurang untuk memenuhi permintaan petani. Hingga berita ini ditulis, belum bisa menemui Himpunan Petani Paemakai Air (HIPPA) serta Sublok dan Kepala Desa di Desa Kedungdowo, terkait dengan keluhan petani tersebut.</p>
<p>Ditemui di kantor Desa, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Sayadi membantah di Desanya sejauh ini belum ada petani gagal panen, selama ini belum ada laporan untuk itu.</p>
<p>&#8220;Untuk air, itu sudah ada tugasnya masing masing melalui Sublok, kebutuhan air untuk saat ini semua petani akan merasakan hal yang sama, karena dari 36 hektar lahan pertanian yang semuanya membutuhkan air, namun bisa dibayangkan, satu minggunya hanya bisa mengairi sebanyak 3 hektar lahan, untuk mencukupi itu secara tidak langsung harus bergantian, itupun sudah dibantu progam bantuan Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT),&#8221; pungkasnya. <strong>(tik/im/mzm)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121181</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
