<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sudetan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sudetan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2025 11:44:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sudetan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>39 Titik di Kota Malang Alami Banjir, Wali Kota Wahyu sebut Banyak Endapan Sampah dan Sudetan Belum Rampung</title>
		<link>https://memontum.com/39-titik-di-kota-malang-alami-banjir-wali-kota-wahyu-sebut-banyak-endapan-sampah-dan-sudetan-belum-rampung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[endapan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sudetan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228458</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Banjir yang terjadi di beberapa titik Kota Malang, pada Kamis (04/12/2025) kemarin, seperti di Purwodadi, Letjen Sutoyo, Kedawung, hingga Sudimoro, dipicu karena kombinasi drainase yang belum selesai, sedimen sampah yang tinggi, hingga limpasan dari Bozem Tunggulwulung yang mencapai level amber. Hal tersebut, dikatakan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, seusai melakukan tinjauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Banjir yang terjadi di beberapa titik Kota Malang, pada Kamis (04/12/2025) kemarin, seperti di Purwodadi, Letjen Sutoyo, Kedawung, hingga Sudimoro, dipicu karena kombinasi drainase yang belum selesai, sedimen sampah yang tinggi, hingga limpasan dari Bozem Tunggulwulung yang mencapai level amber. Hal tersebut, dikatakan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, seusai melakukan tinjauan lokasi terdampak banjir, seperti salah satunya di Purwodadi, Jumat (05/12/2025) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu menyampaikan bahwa intensitas hujan yang terjadi pada Kamis (04/12/2025) kemarin, memang tinggi. Terlebih, hujan terjadi merata.</p>



<p>&#8220;Kemarin itukan memang intensitas hujannya tinggi. Kemudian dari atas juga alirannya deras, ditambah lagi drainase di Soekarno-Hatta sedang perbaikan. Yang utara kemarin aman, tidak banjir, karena airnya sudah masuk ke Brantas. Tapi yang selatan seperti Sudimoro, karena pengerjaan belum selesai, akhirnya terdampak banjir,&#8221; jelas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Selain itu, banyak saluran ditemukan tersumbat oleh bangunan dan endapan sampah. Temuan tersebut didapat saat Wahyu meninjau langsung di beberapa lokasi saat banjir surut, pada Kamis (04/12/2025) kemarin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya lihat sendiri kemarin ada bangunan di tengah saluran, sampah mengendap, sedimennya tinggi. Padahal saluran sudah dibuat lengkap dengan bak kontrol. Begitu mampet, air pasti meluber,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa kondisi semakin parah karena air kiriman dari kawasan atas sangat besar. &#8220;Bozem Tunggulwulung itu sudah amber. Kalau bozem amber, bisa dipastikan Kota Malang akan banjir,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk jangka panjang, menurutnya Pemkot Malang menargetkan sejumlah proyek sudetan strategis selesai pada tahun depan. Diantaranya, proyek drainase Soehat, sudetan Jalan Kedawung hingga Letjen Sutoyo. Kemudian, juga sudetan Klojen ke sungai Metro.</p>



<p>&#8220;Kalau sudetan selesai, drainase selesai, insyaallah tahun depan banjir akan sangat berkurang walaupun tidak 100 persen. Ini sedang proses, saya mohon maaf karena beberapa titik masih tergenang,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sementara dalam penanganan cepat, Pemkot Malang juga melakukan normalisasi saluran dan pembersihan endapan di sejumlah titik. &#8220;Normalisasi harusnya berjalan terus. Tapi kalau masyarakat masih buang sampah ke saluran, hasilnya tetap sama. Makanya kesadaran bersama sangat penting,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228458</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Proyek Sudetan Drainase di Kawasan Jalan Candi Panggung Mulai Dikerjakan DPUPRPKP Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/proyek-sudetan-drainase-di-kawasan-jalan-candi-panggung-mulai-dikerjakan-dpuprpkp-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dikerjakan]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[panggung]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Sudetan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219176</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahaan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, mulai mengerjakan proyek sudetan drainase yang ada di Jalan Candi Panggung. Proyek pengerjaan tersebut, dimaksudkan untuk mengantisipasi banjir dari wilayah Sengkaling yang berpotensi meluber ke daerah Tunggulwulung, Akordion hingga Tulusrejo. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahaan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, mulai mengerjakan proyek sudetan drainase yang ada di Jalan Candi Panggung. Proyek pengerjaan tersebut, dimaksudkan untuk mengantisipasi banjir dari wilayah Sengkaling yang berpotensi meluber ke daerah Tunggulwulung, Akordion hingga Tulusrejo.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa proyek sudetan drainase nantinya sepanjang 700 meter. Adapun alokasi anggaran yang disiapkan, sekitar Rp 1,5 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor lokal.</p>



<p>&#8220;Untuk drainase ini saya tidak mau asal-asalan. Kami pastikan, untuk pengawasannya ketat. Karena, dampak ekonomi dan sosial harus diantisipasi,” kata Dandung, Selasa (11/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa proyek tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat bulan. Yakni, di mulai Februari hingga Juni 2025. Namun, pelaksanaan yang seharusnya dapat dimulai saat ini, tertunda karena adanya pipa induk PDAM Kota Malang yang berada di tengah jalan.</p>



<p>&#8220;Kami sudah bersurat dengan PDAM karena pengerjaan harus melalui proses crossing dan leveling. Kolaborasi ini penting agar tidak terjadi gangguan distribusi air bagi masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Proyek sudetan drainase ini juga akan terhubung dengan proyek drainase yang ada di Kawasan Soekarno Hatta dengan mendapatkan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Yakni sebesar Rp 32 miliar yang akan dilakukan mulai April hingga Oktober dengan panjang 1.300 meter.</p>



<p>&#8220;Harapannya dengan kami melakukan sudetan dan ditambah perbaikan drainase, permasalahan genangan air dapat teratasi. Termasuk juga dengan aliran air hujan bisa lebih terkendali demi kenyamanan warga Kota Malang,&#8221; imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219176</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Keluhkan Banjir Akibat Sistem Jeking, Pemkot Malang Siapkan Sudetan</title>
		<link>https://memontum.com/warga-keluhkan-banjir-akibat-sistem-jeking-pemkot-malang-siapkan-sudetan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2024 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[jeking,]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>
		<category><![CDATA[Sudetan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205090</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Banjir yang terjadi di beberapa titik ketika musim hujan deras tiba, masih menjadi keluhan warga Kota Malang. Seperti salah satunya, yang sering terjadi di Jalan Galunggung, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Ketua RW 06 Kelurahan Gadingkasri, Indrawanto, menyampaikan jika penyebab dari banjir itu karena gorong-gorong yang dibuat dengan sistem jeking [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Banjir yang terjadi di beberapa titik ketika musim hujan deras tiba, masih menjadi keluhan warga Kota Malang. Seperti salah satunya, yang sering terjadi di Jalan Galunggung, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Ketua RW 06 Kelurahan Gadingkasri, Indrawanto, menyampaikan jika penyebab dari banjir itu karena gorong-gorong yang dibuat dengan sistem jeking tidak tepat. Hal itu terjadi, sejak tahun 2013 dan tidak ada penyelesaian hingga saat ini.</p>



<p>“Awal koordinasi itu, yaitu pelaksanaan jeking pakai sistem bor. Tapi pada pelaksanaannya, itu memakai sistem garuk atau kalau orang jawa bilangnya dipacul pakai alat berat. Itu saya sudah mikir, kok seperti ini padahal saya juga ikut musyawarah. Setelah berjalannya waktu, ternyata tidak selesai di tahun 2017 yang kemudian di tahun 2018 bermasalah,” kata Indra-sapaannya pada Rabu (24/01/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkan Indra, saat terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banjir tinggi, itu kotoran atau sampah yang masuk di wilayah Galunggung, sangat banyak. &#8220;Kalau pintu air di sana sudah dibuka, itu sampah menumpuk di makam Galunggung, di Klaseman itu juga. Sehingga, saya juga minta agar di tiap-tiap kelurahan itu disiapkan penahan sampah biar tidak sampai di Gadingkasri,” ucapnya.</p>



<p>Disisi lain, menurut Indra, saluran air yang berada di wilayah Galunggung, juga sudah mulai menyempit. Terlebih, saluran lain yang berada di area tersebut tepatnya di SLB Bakti Luhur itu juga ditutup.</p>



<p>“Saya minta ada koordinasi juga dengan sekolah tersebut. Kalau sudah masuk dari Galunggung, sungai makin mengecil sampai di Bakti Luhur itu. Masyarakat pun juga bingung, di Sukun gorong-gorongnya sudah dibenarkan, tapi kenapa di Gadingkasri ini kok belum,” lanjutnya.</p>



<p>Permasalahan ini, menurut Indra juga telah disampaikan dalam Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Namun, keputusan dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, menurutnya masih belum bisa menjawab keluhannya.</p>



<p>“Terus terang, dari DPUPRPKP tidak menjawab apa yang kami tanyakan saat Musrenbang itu. Sehingga menurut kami, pucuk pimpinan Kota Malang inilah (Pj Wali Kota Malang) yang bisa menjawab keluhan-keluhan kami,” ujarnya.</p>



<p>Menanggapi itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika Pemkot Malang sudah mempunyai masterplan drainase. Sehingga, untuk meminimalisir banjir yang terjadi di Jalan Galunggung, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, akan dilakukan sudetan.</p>



<p>“Sudetannya itu nanti dari saluran yang ada, kita sudet ke arah sungai Metro. Kita bentuk konturnya, supaya nanti di wilayah yang tinggi itu langsung mengalir sendiri di sungai Metro,” jelas Pj Wali Kota Wahyu.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205090</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Anggarkan Rp 1,5 Miliar Untuk Atasi Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-anggarkan-rp-15-miliar-untuk-atasi-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 10:12:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sudetan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131483</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Merespon banjir yang terjadi di sejumlah area Kota Malang, tim ahli Wali Kota sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), untuk menambah titik konsentrasi rawan banjir. Total, ada 10 titik sudetan, yang akan dibuat. Seperti yang disampaikan Kepala DPUPRPKP, Hadi Santoso, saat ikut meninjau beberapa titik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Merespon banjir yang terjadi di sejumlah area Kota Malang, tim ahli Wali Kota sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), untuk menambah titik konsentrasi rawan banjir. Total, ada 10 titik sudetan, yang akan dibuat.</p>



<p>Seperti yang disampaikan Kepala DPUPRPKP, Hadi Santoso, saat ikut meninjau beberapa titik lokasi banjir, Rabu (06/01) tadi. Pria yang akrab disapa Soni itu, menyampaikan perihal penanganan banjir di tahun 2021 ini.</p>



<p>&#8220;Sebetulnya, secara lelang kinerja kami sudah selesai. Tinggal, bersih-bersih saja. Kalau membangun baru, sudah tidak. Kecuali, sudetan baru. Ini kami dianggarkan Rp1.5 miliar, itupun karena ada tambahan 10 titik lokasi dari tim ahli Pak Wali,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Titik-titik baru tersebut, tambahnya, antara lain jalan Danau Kerinci, Jalan Mayjend Sungkono gang 6 RW 1, Jalan Kyai Malik Dalam, Jalan Pekalongan Dalam RW 2, RW 7 dan RW 8 Bareng, Jalan Peltu Sujono, lingkungan Pasar Gadang, Jalan Kedawung, Jalan Akordion, serta Jalan Taman Siswa.</p>



<p>Sedangkan untuk 26 titik banjir yang sebelumnya sudah ada, ujar Soni, penanganannya sudah berjalan. &#8220;Yang 26 titik banjir, sudetan beres. Contoh saja simpang Gajayana, simpang Coklat, kan sudah tidak banjir lagi ini,&#8221; katanya.</p>



<p>Meski begitu, tambahnya, di area Jalan Galunggung, diakuinya masih terdapat banjir semata kaki. &#8220;Di Galunggung tetep ada air semata kaki. Kami katakan, itu belum berhasil. Karena target kami, harus tuntas airnya,&#8221; tegasnya. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131483</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
