<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Suhat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/suhat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2026 07:12:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Suhat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Percobaan Bunuh Diri di Suhat, Wali Kota Wahyu Siap Gandeng Forum Rektor sebagai Pencegahan</title>
		<link>https://memontum.com/percobaan-bunuh-diri-di-suhat-wali-kota-wahyu-siap-gandeng-forum-rektor-sebagai-pencegahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[percobaan]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229530</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usaha percobaan bunuh diri kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini, seorang perempuan berusia 25 tahun asal Jakarta, dilaporkan sengaja menjatuhkan diri dari Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Senin (19/01/2026) pukul 00.30 WIB.&#160; Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian itu diketahui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Usaha percobaan bunuh diri kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini, seorang perempuan berusia 25 tahun asal Jakarta, dilaporkan sengaja menjatuhkan diri dari Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Senin (19/01/2026) pukul 00.30 WIB.&nbsp;</p>



<p>Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian itu diketahui setelah adanya laporan oleh salah satu saksi yang melintas di sekitar lokasi.</p>



<p>&#8220;Saksi atas nama Teguh Sugiaharto Santoso, saat itu sedang melihat seseorang jatuh di Jembatan Suhat. Selanjutnya saksi menghubungi pihak kepolisian dan menghubungi relawan untuk meminta bantuan,&#8221; ujar Kompol Anang.</p>



<p>Kemudian, petugas kepolisian bersama tim relawan dan tenaga medis segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi. Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi masih hidup dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di IGD RSSA,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menanggapi kejadian itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan akan menggandeng Forum Rektor untuk membahas upaya pencegahan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Dirinya menilai, evaluasi bersama diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh.</p>



<p>“Kami akan evaluasi bersama Forum Rektor. Kalau tidak ada pendekatan dari akarnya, kecenderungan kejadian seperti ini tidak akan selesai hanya dengan menambah pagar,” tegas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkannya, bahwa persoalan percobaan bunuh diri berkaitan erat dengan kondisi psikologis masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus. “Saat ini masyarakat harus dilakukan pendekatan-pendekatan psikologi. Saya sudah berdiskusi dengan lembaga psikolog, kejiwaan dan lainnya. Terutama ketika seseorang sudah berada dalam kondisi labil,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229530</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Minimalisir Penebangan Pohon di Proyek Drainase Suhat, DLH Kota Malang Intensifkan Koordinasi</title>
		<link>https://memontum.com/minimalisir-penebangan-pohon-di-proyek-drainase-suhat-dlh-kota-malang-intensifkan-koordinasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2025 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minimalisir]]></category>
		<category><![CDATA[penebangan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan koordinasi intensif terkait rencana penebangan pohon yang terdampak proyek perbaikan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur, itu dipastikan tetap berjalan dengan penyesuaian perencanaan untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan. Kepala DLH Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan koordinasi intensif terkait rencana penebangan pohon yang terdampak proyek perbaikan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur, itu dipastikan tetap berjalan dengan penyesuaian perencanaan untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan.</p>



<p>Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menegaskan bahwa koordinasi tersebut dilakukan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meskipun Jalan Suhat merupakan kewenangan provinsi, namun pohon-pohon di kawasan tersebut sudah menjadi aset dan tanggung jawab Pemkot Malang untuk dirawat.</p>



<p>&#8220;Kami akan tetap memastikan penanganan pohon dilakukan dengan cermat dan sesuai aturan. Nanti juga akan dikaji lagi apakah aset pohon dikembalikan ke provinsi melalui UPT, atau tetap menjadi tanggung jawab Pemkot Malang,&#8221; kata Rahman, Senin (28/04/2025) tadi.</p>



<p>Rahman menyebut, sebagian besar pohon yang terdampak adalah jenis palem, sehingga dari sisi nilai aset tidak terlalu besar dibandingkan pohon sengon atau jenis pohon bernilai tinggi lainnya. Berdasarkan hasil pemantauan awal dan inspeksi mendadak (Sidak) bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, terdapat sekitar 147 pohon yang kemungkinan besar akan terdampak proyek tersebut. Namun, angka tersebut masih bisa berubah bergantung hasil rapat koordinasi lanjutan dan evaluasi teknis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Arahan dari Pak Emil adalah agar pemotongan pohon diminimalkan. Untuk itu, dibutuhkan mekanisme Contract Change Order (CCO) agar proyek bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Terkait anggaran, DLH Kota Malang telah menyiapkan dana sebesar Rp 300 juta khusus untuk penanganan pohon, termasuk biaya pemotongan yang akan dilakukan oleh pihak ketiga. &#8220;Kami menggandeng pihak ketiga untuk efisiensi pelaksanaan, karena DLH juga menangani banyak tugas insidentil lainnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa revisi perencanaan proyek telah dilakukan melalui mekanisme CCO untuk mengurangi jumlah pohon yang harus ditebang. &#8220;Dari rencana awal 147 pohon, setelah revisi dan tinjauan lapangan, kami bisa menekan jumlah pohon yang ditebang menjadi jauh lebih sedikit, mungkin hanya sekitar 20 persen,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa jumlah pohon yang ditebang nantinya masih bisa berubah menyesuaikan hasil rapat koordinasi lebih lanjut. &#8220;Tidak sampai 50 persen, bahkan mungkin hanya 20 persen. Semua tetap dalam upaya menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan,&#8221; imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Normalisasi Drainase Suhat, Wali Kota Wahyu Dibuat Heran Banyak Botol Masuk Saluran</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-normalisasi-drainase-suhat-wali-kota-wahyu-dibuat-heran-banyak-botol-masuk-saluran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[saluran]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220306</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan peninjauan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Senin (17/03/2025) tadi. Hal itu dilakukan, dalam rangka untuk normalisasi atau pengembalian fungsi drainase pada semestinya. Wali Kota Wahyu menyampaikan bahwa rencana normalisasi sebetulnya sudah akan dilakukan. Hanya saja, penghujan terus-menerus turun. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan peninjauan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Senin (17/03/2025) tadi. Hal itu dilakukan, dalam rangka untuk normalisasi atau pengembalian fungsi drainase pada semestinya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menyampaikan bahwa rencana normalisasi sebetulnya sudah akan dilakukan. Hanya saja, penghujan terus-menerus turun. Sehingga, rencana normalisasi tidak bisa dilakukan.</p>



<p>&#8220;Rencana normalisasi sebenarnya sudah saya rencanakan. Namun apa boleh buat, Sabtu (15/03/2025) kemarin hujan turun duluan dengan intensitas yang begitu tinggi. Jadi, saya minta Senin ini dilakukan normalisasi,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapan, bahwa dari peninjauan yang dilakukan tersebut, ditemukan banyak sekali sampah yang menyumbat. Karenanya, temuan sampah-sampah ini sampai membuat heran.</p>



<p>&#8220;Kok bisa, ini botol-botol masuk begitu banyaknya di saluran air. Ini seperti ada sengaja atau bagaimana, sampai heran saya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karenanya, melalui langkah normalisasi yang dilakukan, pihaknya berharap ada kesadaran dari masyarakat. Termasuk, berpartisipasi aktif dalam mengatasi permasalahan banjir di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kalau dari pemerintah sudah mengupayakan, namun masyarakat tidak mampu mengimbanginya melalui kesadaran dan partisipasinya, ya kita gak bisa apa-apa. Sehingga, banjir ya akan terus saja ada,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Masih menurut Wali Kota Wahyu, dalam normalisasi nantinya, juga akan dilakukan beberapa pembongkaran. Seperti salah satunya, adalah pembongkaran bak kontrol air. Ini dilakukan, guna dilakukan pengecekan menyeluruh apakah ada sumbatan atau tidak.</p>



<p>&#8220;Bangun yang menutupi bak kontrol air, itu akan dilakukan pembongkaran. Karena kalau tidak dibongkar, maka kita tidak tahu itu tersumbat atau tidak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selanjutnya, Wali Kota Wahyu juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan sempadan jalan menjadi bangunan. Karena dikhawatitkan, ketika suatu saat diperlukan, maka akan dilakukan pembongkaran dan semacamnya.</p>



<p>&#8220;Paling tidak, dari bibir jalan itu sekitar 7,5 meter,&#8221; paparnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220306</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Proyek Drainase Suhat, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Tekankan Minimalisir Dampak</title>
		<link>https://memontum.com/respon-proyek-drainase-suhat-ketua-komisi-c-dprd-kota-malang-tekankan-minimalisir-dampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[minimalisir]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220183</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, turut memberikan sorotan terkait pengerjaan proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dirinya berharap, agar pengerjaan bisa meminimalisir tidak hanya pada penebangan pohon. Namun, juga meminimalisir terdampak semua dampak di wilayah tersebut. &#8220;Mulai tiang reklame, tiang listrik dan lain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, turut memberikan sorotan terkait pengerjaan proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dirinya berharap, agar pengerjaan bisa meminimalisir tidak hanya pada penebangan pohon. Namun, juga meminimalisir terdampak semua dampak di wilayah tersebut.</p>



<p>&#8220;Mulai tiang reklame, tiang listrik dan lain sebagainya. Karena dengan diameter 2,5 meter, maka ke samping di bahu jalan akan terdampak,&#8221; kata Anas, Rabu, (12/03/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya menekankan, bahwa jangan sampai proyek penting sebagai upaya positif untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Jalan Suhat, ini gagal. Penyebabnya, tentu tidak dapat menyelesaikan dampak-dampak lingkungan yang terjadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Makanya, kita skemakan agar nanti pohon-pohon yang terdampak, itu bisa diremajakan kembali. Atau yang belum terlalu besar, bisa dipindah dan direcovery lagi, setelah pembangunan selesai,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Termasuk, tambahnya, juga pedestrian agar kembali ditata ulang setelah proyek ini selesai. &#8220;Karena kawasan ini adalah memang jalan provinsi. Jadi setelah proyek ini selesai, maka akan kami ajukan penataan ulang kembali terkait pedestrian itu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kemudian, dirinya juga menyampaikan bahwa terkait anggaran Rp 32 miliar yang digelontorkan provinsi, tidak termasuk terhadap penebangan pohon dan pembongkaran lain. &#8220;Makanya ini sedang kita kaji dan koordinasikan juga dengan provinsi, terkait dengan desainnya seperti apa. Sehingga hitungannya nanti mudah, seperti daerah mana saja yang pohonnya akan ditebang,&#8221; tambahnya. <strong>(cw1/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220183</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sejumlah Pohon Terdampak Proyek Drainase Suhat, DLH Kota Malang Pastikan Upaya Reboisasi</title>
		<link>https://memontum.com/sejumlah-pohon-terdampak-proyek-drainase-suhat-dlh-kota-malang-pastikan-upaya-reboisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2025 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Reboisasi]]></category>
		<category><![CDATA[sejumlah]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220180</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan bahwa penebangan pohon dalam proyek pembangunan drainase di Kawasan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akan diikuti dengan upaya reboisasi. Hal itu, dilakukan untuk meminimalisasi dampak terhadap lingkungan. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih belum dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan bahwa penebangan pohon dalam proyek pembangunan drainase di Kawasan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akan diikuti dengan upaya reboisasi. Hal itu, dilakukan untuk meminimalisasi dampak terhadap lingkungan.</p>



<p>Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih belum dilakukan pemotongan pohon karena keterbatasan anggaran. Namun, dalam rapat koordinasi persiapan proyek, Pemerintah Kota Malang diminta untuk turut serta dalam penataan pohon di titik-titik yang telah direncanakan.</p>



<p>&#8220;Sampai kemarin kami masih belum melakukan upaya pemotongan pohon karena alokasi dana saat ini masih belum ada. Namun, dalam perencanaan pembangunan, tahap awalnya memang harus memotong 147 pohon,&#8221; kata Rahman, Selasa (12/03/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai dampak lingkungan, Rahman menegaskan bahwa upaya mitigasi akan dilakukan. &#8220;Pasti akan ada konsekuensi dan dampak lingkungan, terlebih karena adanya penebangan pohon. Tetapi kami masih terus berkoordinasi untuk memastikan penataan kembali pohon-pohon yang terdampak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Rahman juga menekankan, bahwa proyek drainase tersebut bertujuan mengatasi masalah banjir di kawasan Suhat, dengan mengembalikan elevasi air menuju Sungai Brantas. Selain itu, terkait dengan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), Rahman memastikan bahwa upaya penghijauan kembali akan menjadi prioritas DLH Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kami sedang mencari solusi terbaik, termasuk reboisasi di wilayah terdampak. Pohon yang terimbas harus dikembalikan lagi,&#8221; imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220180</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seriusi Penanganan Banjir Suhat, Pemkot Malang Ajukan Anggaran Rp 50 Miliar ke Provinsi</title>
		<link>https://memontum.com/seriusi-penanganan-banjir-suhat-pemkot-malang-ajukan-anggaran-rp-50-miliar-ke-provinsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Feb 2024 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajukan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[seriusi]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207103</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, semakin menseriusi penanganan banjir yang kerap kali terjadi di Kota Malang. Salah satunya, seperti yang terlihat di Kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa dalam penanganan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, semakin menseriusi penanganan banjir yang kerap kali terjadi di Kota Malang. Salah satunya, seperti yang terlihat di Kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa dalam penanganan tersebut nantinya drainase yang ada di Kawasan Soekarno Hatta akan dilakukan perbaikan. Namun, dalam hal ini nantinya akan membutuhkan anggaran yang cukup besar.</p>



<p>“Karenanya, ini sudah kami ajukan terkait penganggarannya ke Provinsi Jawa Timur, untuk dilakukan perbaikan. Itu sudah sejak Pak Pj Wali Kota Malang menjabat, antara bulan Oktober lalu,” kata Dandung, Kamis (29/02/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Untuk anggaran yang diajukan, lanjutnya, yakni sekitar Rp 50 miliar. Alokasi itu, akan dipergunakan untuk perbaikan secara keseluruhan. Mulai gorong-gorong hingga pelebaran pedestrian jalan yang ada di Jalan Soekarno Hatta tersebut.</p>



<p>“Jika di tahun ini di setujui, katakanlah masuk programnya Provinsi Jawa Timur, maka nanti kita laksanakan di tahun depan. Ini bukan hanya untuk gorong-gorong, tetapi nanti juga terkait dengan pedestarian yang akan kita lebarkan,” ujarnya.</p>



<p>Untuk perbaikan drainase tersebut, paparnya nantinya sepanjang 1,8 kilometer. Mulai dari depan Bakso Damas hingga Jembatan Soekarno Hatta. Itu, diyakini dapat mengatasi banjir di sekitar wilayah tersebut.</p>



<p>“Itu nanti menyudet dari tiga saluran skunder di Purwantoro, Blimbing dan Lowokwaru. Tentu, ini juga untuk mengatasi banjir di Kedawung, Ciliwung, termasuk di Purwodadi,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207103</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Viral di Medsos, Dua Kawanan Maling Sepatu di Kawasan Suhat Kota Malang Terekam CCTV</title>
		<link>https://memontum.com/viral-di-medsos-dua-kawanan-maling-sepatu-di-kawasan-suhat-kota-malang-terekam-cctv</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[CCTV]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kawanan]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Maling]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Sepatu]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[terekam]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193282</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Aksi kawanan maling sepatu terekam kamera CCTV. Kali ini, sekitar dua pelaku beraksi di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat) Indah IV, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (13/07/2023) sekitar pukul 04.00. Dalam aksinya, pelaku melompat pagar dan berhasil membawa kabur lima pasang sepatu merk Skechers. Akibat dari kejadian ini, korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Aksi kawanan maling sepatu terekam kamera CCTV. Kali ini, sekitar dua pelaku beraksi di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat) Indah IV, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (13/07/2023) sekitar pukul 04.00.</p>



<p>Dalam aksinya, pelaku melompat pagar dan berhasil membawa kabur lima pasang sepatu merk Skechers. Akibat dari kejadian ini, korban berinisial Z (35), mengalami kerugian sebesar Rp 6 juta. Rekaman CCTV aksi pencurian itu, sempat di posting dan viral di media sosial.</p>



<p>Disampaikan Z, bahwa sebelum hilang, lima pasang sepatu yang digondol pelaku berada di rak sepatu teras dalam pagar rumah. Dirinya mengetahui kejadian itu, pada Kamis paginya. Karena lima pasang sepatu tersebut tiba-tiba raib, dirinya kemudian mengecek di rekaman CCTV. Saat itulah, diketahui ada dua pelaku yang telah menyatroni rumahnya. Satu orang melompat dinding pagar dan satu orang lainnya berjaga di luar pagar.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Viral di Medsos, Dua Kawanan Maling Sepatu di Kawasan Suhat Kota Malang Terekam CCTV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/OF6CsBdVUpk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Pelaku yang melompat dinding pagar rumah kemudian mencuri lima pasang sepatu. Mereka beraksi sekitar pukul 04.00,&#8221; ujarnya, Jumat (14/07/2023) tadi.</p>



<p>Dari rekaman CCTV itu, tambahnya, setelah berhasil mencuri sepatu tersebut, keduanya langsung kabur meninggalkan lokasi. &#8220;Dari ciri-cirinya, kedua pelaku memakai masker dan topi. Untuk usianya, sekitar 40 tahun. Saya juga mendapat informasi, bahwa di wilayah RT sebelah juga pernah kehilangan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Atas kejadian ini, korban berencana melapor ke pihak kepolisian. Dengan viralnya video aksi pencurian ini, korban berharap para pelaku tidak mengulangi&nbsp;aksinya.&nbsp;<strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193282</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Psikolog Sebut Kesadaran, Trauma hingga Lingkungan Jadi Faktor Penyebab Bunuh Diri</title>
		<link>https://memontum.com/psikolog-sebut-kesadaran-trauma-hingga-lingkungan-jadi-faktor-penyebab-bunuh-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2023 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Psikolog]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189735</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus percobaan bunuh diri yang belakangan ini kerap kali dilakukan di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, menurut pakar psikologi karena adanya beberapa faktor penyebab. Kendati demikian, kesadaran dan kehendak dari lingkungan sekitar, sangat diperlukan.  Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Fuji Astutik, menyampaikan jika faktor penyebab itu bisa karena trauma [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Kasus percobaan bunuh diri yang belakangan ini kerap kali dilakukan di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, menurut pakar psikologi karena adanya beberapa faktor penyebab. Kendati demikian, kesadaran dan kehendak dari lingkungan sekitar, sangat diperlukan. </p>



<p>Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Fuji Astutik, menyampaikan jika faktor penyebab itu bisa karena trauma yang pernah dialami. Seperti perundungan, keterampilan yang dimiliki dalam menyelesaikan masalah yang belum berkembang dengan optimal dan karena perasaan rendah diri yang dimiliki begitu kuat.</p>



<p>“Banyak faktor penyebab itu bisa terjadi. Bisa saja dia merasa sendiri, sehingga menganggap bahwa masalahnya terlalu berat dan tidak mampu menyelesaikannya. Kemudian lingkungan sekitar, dirasa sudah tidak mampu lagi untuk membantu dirinya,” jelas Fuji, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (30/05/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkanbya, jika upaya preventif untuk mencegah tindakan seseorang melakukan bunuh diri itu sangat diperlukan. Seperti, melibatkan orang sekelilingnya untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.</p>



<p>“Misalnya, dia itu kalau ada masalah selalu menyalahkan dirinya sendiri. Nah, itu bisa dibantu dengan mengajak berbicara secara halus, menjalin komunikasi dengan teman-temannya, bagaimana caranya berteman dengan orang lain, jadi diberikan keterampilan sesuai dengan dirinya sendiri,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selain itu, Fuji juga menegaskan, bahwa mengakhiri hidup itu bukan penyelesaian sebuah masalah. Namun, akan menambah luka bagi orang-orang sekitarnya, yang peduli dan mencintai individu tersebut. Sehingga, itu bukanlah sesuatu yang baik.</p>



<p>“Seberat apapun masalah itu kita harus punya pilihan. Dengan masalah yang berat ini saya harus seperti apa, akan ngapain. Nah, saya akan ngapain ini perlu dicari hal-hal yang sifatnya adaptif, baik dan positif. Pada dasarnya, setiap permasalahan itu ada solusinya dan setiap orang yang bermasalah, itu masih punya hak untuk bertahan hidup, dan memilih kehidupan yang seperti apa,” tambahnya.</p>



<p>Sehingga, kesadaran dari dalam diri dan kehendak untuk berubah, dinilai begitu penting dalam mengatasi sebuah masalah. Itu dapat dibangun melalui lingkungan sekitar yang mendukung. Seperti memberikan dukungan emosional, pemahaman, dorongan untuk berubah dan keinginan melakukan perubahan yang positif.</p>



<p>“Harus bertekad untuk menyelesaikan masalahnya, kalau berhasil dan kemudian dia sounding ke orang-orang yang mengalami masalah yang sama bahwa dia berhasil menghadapi masalah itu, malah akan lebih bagus, dia menjadi contoh yang baik dan berguna bagi orang lain. Jadi memang kesadaran dari dalam diri kita, dan kehendak untuk berubah begitu penting. Kalau itu tidak ada, ya susah,” lanjutnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, dirinya juga menekankan bahwa lembaga pendidikan, pemerintahan, psikolog dan psikiater perlu adanya kerjasama dalam memberikan sosialiasi kepada remaja di Kota Malang. Sebab, di dalam hidup ini menurutnya yang dihadapi bukan hanya tugas-tugas akademik saja, melainkan juga tugas-tugas kehidupan.</p>



<p>“Jadi bagaimana menghadapi masalah, pengambilan keputusannya, itu perlu digalakkan lagi, terlebih sekarang ini referensi orang bunuh diri diberitakan, jadi semua orang tahu kalau punya masalah berat bunuh diri saja, nah dikhawatirkan nanti akan menjadi trigger (pemicu) bagi orang-orang yang depresi. Jadi perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak,” imbuhnya.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189735</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beberapa Aksi Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Suhat Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/beberapa-aksi-percobaan-bunuh-diri-di-jembatan-suhat-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 May 2023 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189549</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Motif TJS (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, masih menjadi misteri. Bahkan, hingga Sabtu (27/05/2023) tadi, petugas pun masih kesulitan untuk mampu mengurangi penyebab dari kejadian itu. Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, saat dikonfirmasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Motif TJS (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, masih menjadi misteri. Bahkan, hingga Sabtu (27/05/2023) tadi, petugas pun masih kesulitan untuk mampu mengurangi penyebab dari kejadian itu.</p>



<p>Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, saat dikonfirmasi kembali oleh Memontum.com pada Sabtu (27/05/2023) sekitar pukul 16.00, belum bisa memastikan motif aksi nekad dari TJS hingga berujung kematian. &#8220;Untuk motifnya, kami masih belum mengetahui. Namun, akibat peristiwa itu korban meninggal dan keluarga korban masih berduka,&#8221; ujar AKP Anton Widodo saat dihubungi melalui ponselnya.</p>



<p>Lantas, berapa kali jembatan itu menjadi sasaran percobaan bunuh diri, berikut catatannya. Berdasarkan data <a href="https://memontum.com">Memontum.com</a>, TJS sudah pernah mencoba melakukan aksi percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat. Yaitu pada Senin (01/08/2022) tahun lalu atau saat korban masih berusia 17 tahun. Hanya saja, aksinya tersebut berhasil digagalkan oleh petugas Polsek Lowokwaru.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Namun siapa sangka, pada Jumat (26/05/2023) kemarin, korban kembali mendatangi Jembatan Suhat. Hingga akhirnya, saksi yang melihat mengatakan bahwa korban secara tiba-tiba melompat dari jembatan yang didasarnya adalah Sungai Brantas dan ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.</p>



<p>Aksi nekad tersebut, dari data yang dimiliki Memontum.com, ternyata bukan hanya sekali itu Jembatan Suhat dijadikan sasaran usaha percobaan bunuh dan mengakibatkan korban meninggal. Sebab, pada Rabu (01/09/2021) atau dua tahun lalu, seorang mahasiswa PTN di Kota Malang berinisial MM (22), asal Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pun juga mencoba mengakhiri hidupnya dari Jembatan Suhat. Namun lagi-lagi sebelum usaha korban melompat dari jembatan, petugas Polsek Lowokwaru juga berhasil menggalkan aksi MM. Saat itu, dengan kondisi memangis, MM berhasil ditenangkan oleh petugas. Diketahui, MM depresi karena tidak punya laptop hingga takut tidak bisa lulus kuliah tepat&nbsp;waktu.<strong>&nbsp;(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189549</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
