<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>suku osing &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/suku-osing/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:14:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>suku osing &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Desa Kemiren Banyuwangi Terima Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan dari Menparekraf</title>
		<link>https://memontum.com/desa-kemiren-banyuwangi-terima-sertifikasi-desa-wisata-berkelanjutan-dari-menparekraf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2021 08:46:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kemiren]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[suku osing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135968</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramuda, mengatakan desa wisata punya andil besar dalam membangun perkembangan pariwisata Indonesia.&#160; “Ini kerja keras yang membanggakan. Semoga apa yang dicapai Desa Kemiren bisa menjadi acuan bagi perkembangan desa wisata lainnya,” kata Bramuda, Kamis (04/03) tadi. Piagam penghargaan sertifikasi diserahkan oleh Menparekraf Sandiaga Salahuddin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramuda, mengatakan desa wisata punya andil besar dalam membangun perkembangan pariwisata Indonesia.&nbsp;</p>



<p>“Ini kerja keras yang membanggakan. Semoga apa yang dicapai Desa Kemiren bisa menjadi acuan bagi perkembangan desa wisata lainnya,” kata Bramuda, Kamis (04/03) tadi.</p>



<p>Piagam penghargaan sertifikasi diserahkan oleh Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno kepada Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kencana Kemiren, Mohammad Edy Saputro, di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta pada 2 Maret 2021 lalu.</p>



<p>Bramuda menjelaskan, indikator dan kriteria penilaian Desa Wisata Berkelanjutan mengacu pada empat hal yaitu pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, serta pelestarian lingkungan.</p>



<p>&#8220;Empat indikator itu kemudian diintegrasikan dalam aspek pedoman desa wisata yang meliputi atraksi, amenitas, aksesibilitas, sumber daya manusia, masyarakat, industri, promosi dan pemasaran,&#8221; jelas Bramuda.</p>



<p>Bramuda menambahkan proses sertifikasi ini melalui tiga tahap. Pertama persiapan yang dilakukan sejak Oktober 2020. Tahap kedua pelaksanaan pada 12-13 November 2020. Tahap ketiga monitoring dan evaluasi untuk mengetahui progress report desa wisata.</p>



<p>&#8220;Setelah tiga tahun, desa bisa mengajukan sertifikasi ulang kepada Direktorat Kelembagaan Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan Kemenparekraf dan LS-Pro-ISTC,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sertifikasi ini juga sebagai bentuk terlaksananya wisata yang berkualitas di tengah kondisi Covid-19 dengan menerapkan 4K, yaitu Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.</p>



<p><strong>Baca Juga <a href="https://memontum.com/134918-banyuwangi-tahun-ini-gelar-b-fest-dengan-menggunakan-hybrid-konsep#ixzz6o8AwyKO6" target="_blank" rel="noreferrer noopener">: Banyuwangi Tahun Ini Gelar B-Fest dengan Menggunakan Hybrid Konsep</a></strong></p>



<p>Dengan sertifikasi ini Kemiren menjadi destinasi binaan Kemenparekraf. &#8220;Kemenparekraf juga akan membantu melakukan branding Kemiren dengan berbagai program yang ada,&#8221; tambah Bramuda.</p>



<p>Ketua Pokdarwis Kencana Kemiren, Mohammad Edy Saputro, bangga desanya bisa mendapatkan sertifikasi ini. “Benar-benar nggak nyangka bisa mendapatkan anugerah ini. Indikator yang disyaratkan itu bagi kami sangat banyak. Alhamdulillah bisa kami penuhi semua berkat kerjasama dan kolaborasi dengan beberapa pihak,” tutur Edy.</p>



<p>Sebagai bagian dari warga Desa Kemiren, menurut Edy ke depan punya tanggung jawab besar untuk meningkatkan pengembangan Desa Wisata Kemiren. “Kami harap Desa Kemiren dapat berkembang pesat, sehingga dapat membuka lapangan kerja, dan memaksimalkan potensi yang bisa menjadi peluang usaha masyarakat Kemiren. Dan ini menjadi tanggung jawab kami bersama,” tandas Edy.</p>



<p>Dengan disertifikasi sebagai Desa Wisata Berkelanjutan, Edy ingin masyarakat semakin bangga menjadi warga Desa Kemiren, menjadi masyarakat Suku Osing dan mempertahankan budaya dan tradisi Osing yang dimiliki. <strong>(kom/ras/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135968</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Ngopi Sepuluh Ewu Banyuwangi Dibanjiri Ribuan Warga</title>
		<link>https://memontum.com/festival-ngopi-sepuluh-ewu-banyuwangi-dibanjiri-ribuan-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2017 05:08:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[suku osing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/1544-festival-ngopi-sepuluh-ewu-banyuwangi-dibanjiri-ribuan-warga</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8212; Banyuwangi terus mengangkat kearifan lokal masyarakat, salah satunya tradisi minum kopi suku Osing Banyuwangi. Tradisi rakyat ini diangkat dalam ajang Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang digelar di sepanjang jalan Desa Kemiren, Sabtu malam (20/10/17). Warga Desa Kemiren kedatangan ribuan tamu saat berlangsungnya Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Mereka semua disambut hangat di halaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8212; Banyuwangi terus mengangkat kearifan lokal masyarakat, salah satunya tradisi minum kopi suku Osing Banyuwangi. Tradisi rakyat ini diangkat dalam ajang Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang digelar di sepanjang jalan Desa Kemiren, Sabtu malam (20/10/17).</p>
<p>Warga Desa Kemiren kedatangan ribuan tamu saat berlangsungnya Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Mereka semua disambut hangat di halaman rumah segenap warga desa. Ribuan cangkir kopi dan makanan ringan tradisional disuguhkan secara gratis bagi semua yang datang.</p>
<p>Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, tradisi minum kopi merupakan tradisi warga Using yang menjadi simbol persaudaraan. Mereka memiliki semboyan Sak Corot Dadi Sakduluran, satu seduh kita bersaudara. Sudah sepatutnya pemerintah daerah terus melestarikan budaya yang baik ini.</p>
<p>&#8220;Festival ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga semangat gotong royong. Masyarakat rela menyuguhkan secara gratis kopi dan makanan untuk semua orang yang bahkan belum dikenal. Meski terkesan sederhana namun cara ini ampuh untuk merajut persatuan di antara kita,&#8221; kata Anas saat membuka Festival.</p>
<p> <em>Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi ngopi bareng</em></p>
<p>Saat even berlangsung meja dan kursi tamu yang disiapkan di setiap rumah nyaris tak mampu menampung banyaknya orang yang datang. Antusiasme pengunjung festival ini terus bertambah di setiap tahun penyelenggaraannya.</p>
<p>Tidak hanya antusiasme merasakan tradisi minum kopi saja yang berhasil muncul dari penyelenggaraan even ini. Yang membanggakan even ini telah merangsang munculnya bibit-bibit muda penyaji kopi handal atau barista dari Desa Kemiren.</p>
<p>&#8220;Untuk menghasilkan cita rasa kopi yang baik memang semuanya memiliki pengaruh. Tidak bisa sembarangan. Itu yang saya ajarkan dengan cara bermain-main.Jika sejak dini sudah belajar dan lagi sudah menyenanginya, bukan tidak mungkin untuk bisa menjadi barista profesional yang handal,&#8221; ungkap Setyawan Subhekti, master kopi asal Desa Kemiren, Glagah yang akrab disapa Iwan. <strong>(har/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1544</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
