<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sultan Hamengku Buwono &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sultan-hamengku-buwono/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Sep 2022 09:44:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sultan Hamengku Buwono &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sri Sultan Hamengku Buwono X Sampaikan Ada Benang Merah antara Trenggalek dan DIY</title>
		<link>https://memontum.com/sri-sultan-hamengku-buwono-x-sampaikan-ada-benang-merah-antara-trenggalek-dan-diy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2022 20:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Hamengku Buwono]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174643</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Upaya Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atas kegigihannya merajut sejarah Mataraman antara Trenggalek dan Yogyakarta, mendapat apresiasi dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono. Dalam kesempatan malam puncak muhibah budaya, persembahan Pemerintah DIY untuk Trenggalek, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyampaikan bahwa ada benang merah antara Trenggalek dan DIY. Menurut Sri Sultan, Trenggalek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Upaya Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atas kegigihannya merajut sejarah Mataraman antara Trenggalek dan Yogyakarta, mendapat apresiasi dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono.</p>



<p>Dalam kesempatan malam puncak muhibah budaya, persembahan Pemerintah DIY untuk Trenggalek, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyampaikan bahwa ada benang merah antara Trenggalek dan DIY. Menurut Sri Sultan, Trenggalek merupakan tanah perdikan. Artinya, wilayah yang dibebaskan pajak dan bahkan diperbolehkan mengelola pajak yang didapatkan karena dianggap berjasa kepada negara.</p>



<p>Menurut Ngarso Dalem, warga Trenggalek patut berbangga, karena tinggal di wilayah yang penuh dengan budaya adiluhung. &#8220;Pertama-tama saya ucapkan dirgahayu yang 828 Kabupaten Trenggalek, pada tanggal 31 Agustus 2022. Ini usia yang tidak lagi muda, dimana Kabupaten Trenggalek telah melalui berbagai lintasan peradaban hingga saat ini telah mencapai kemajuan di berbagai bidang. Perlu saya sampaikan, ada benang merah antara Daerah Istimewa Jogjakarta dan Kabupaten Trenggalek,&#8221; terang Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (01/09/2022) malam.</p>



<p>Ditegaskannya, benang merah telah abadi dalam khasanah sejarah dan budaya Mataram dan ini harus senantiasa dilestarikan. Dimana Daerah Istimewa Jogjakarta dan Kabupaten Trenggalek, akan tumbuh dan berkembang bersama dengan sejarah Mataraman.</p>



<p>&#8220;Sudah selayaknya warga Trenggalek berbangga hidup di sebuah wilayah yang penuh dengan histori dan budaya adiluhung. Ada sebuah daerah yang istimewa terutama apabila ditinjau dari sejarahnya. Sejak zaman kuno, Trenggalek merupakan daerah berstatus bebas pajak,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Status otonomi ini, sambungnya, diberikan kepada masyarakat suatu daerah yang telah berjasa besar kepada negara. Dengan status itu pula, daerah Simo diberi kewenangan mengelola sendiri pajak bumi Pajak Perdagangan dan pajak lainnya. Hebatnya Trenggalek telah menjadi daerah merdeka dan mandiri sejak zaman Raja Sendok, kerajaan Mataram Kuno</p>



<p>Keterikatan sejarah antara Daerah Istimewa Jogjakarta dan Kabupaten Trenggalek, salah satunya bermula dari perjanjian Giyanti tahun 1755. Dimana, kerajaan Mataram terpecah menjadi Kasultanan Surakarta dan kesultanan Yogyakarta.</p>



<p>Wilayah Kabupaten Trenggalek terbagi ke dalam dua bagian. Panggul dan Munjungan, yang masuk wilayah kekuasaan Bupati Pacitan, yang mengabdi kepada Kesultanan Jogjakarta. Sedangkan bagian lainnya masuk ke dalam wilayah Bupati Ponorogo, yang berada di bawah kekuasaan kasunanan Surakarta.</p>



<p>&#8220;Selain keterikatan sejarah, Kabupaten Trenggalek juga memiliki potensi dan bakat budaya yang beragam,&#8221; kata Gubernur DIY ini.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Periode prasejarah yang berlanjut terus sampai periode sesudahnya kondisi ini, juga sangat erat dengan Daerah Istimewa Jogjakarta, yang juga memiliki keragaman budaya dan cagar budaya. Secara jelas, Yogyakarta menjadi istimewa karena esensi budayanya.</p>



<p>&#8220;Melalui momentum ini, pemerintah DIY merasa perlu merajut ulang komitmen budaya Mataram dengan Kabupaten Trenggalek untuk menumbuhkan lagi spirit ke Indonesia bersama-sama kita nguri-nguri kabudayan dalam semangat rumangsa melu handarbeni,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kultural bukan hanya hiburan semata, paparnya, tetapi lebih dari itu seni dan budaya berperan dalam usaha pengayaan wawasan kebangsaan menjadi bagian dari perjuangan. &#8220;Saya menyambut baik inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek, untuk turut nguri-uri budaya Mataram. Saya juga mendukung penuh terjalinnya kerjasama antar kedua daerah,&#8221; kata Gubernur DIY.</p>



<p>Harapannya, upaya baik ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan Kabupaten Trenggalek. Mataram sejatinya adalah persembahan untuk anak cucu kita. Keagungan dan nilai-nilai edi peni dan adi luhur yang terkandung didalamnya diharapkan menjadi lebih penting. Di kehidupan masyarakat diterapkan sebagai tuntunan hidup demi tercapainya tatanan masyarakat yang gemah ripah loh jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo</p>



<p>Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, sangat tersanjung dengan kedatangan Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang mau hadir langsung bersama GKR Hayu dan ikut memeriahkan Hari Jadi 828 Trenggalek yang jatuh pada tanggal 31 Agustus.</p>



<p>&#8220;Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Trenggalek, merasa tersanjung atas kehadiran Gubernur DIY dalam puncak peringatan Hari Jadi Trenggalek tahun ini. Seperti yang kita lihat tadi, antusias masyarakat sangat luar biasa menyambut kedatangan Gubernur DIY ini. Kami memang bertekad merajut kembali historis sejarah Trenggalek dengan Kraton Jogjakarta,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kedekatan sejarah, kultur dan budaya Mataraman antara Trenggalek dan Jogjakarta, diharapkan bisa memberikan kemanfaatan bagi kedua daerah, utamanya di sektor ekonomi. Dalam kesempatan itu, Bupati Trenggalek juga mengungkapkan rasa terima kasihnya, karena kesekian kali mendapatkan muhibah budaya dari Provinsi DIY.</p>



<p>Bahkan, ujarnya, Sri Sultan Hamengkubuwono X sempat memberikan hadiah berupa pusaka Wos Wignyo Murti (tombak) dan sebuah Songsong (payung) dari Kraton Jogjakarta. Ini, karena kegigihannya merajut budaya Mataraman antara Jogjakarta dengan Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas muhibah budaya yang sudah diberikan dalam peringatan Hari Jadi Ke-828 Trenggalek tahun ini. Juga, hadiah berupa Pusaka Wos Wignyo yang diberikan malam ini. Pusaka itu memiliki arti, Wignyo yang berarti pandai dan Murti panda atau badan. Artinya, secara umum sebuah harapan yang memegang pusaka ini dipenuhi dengan kepandaian dalam konteks tata praja,&#8221; papar Bupati Arifin. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174643</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puncak Muhibah Budaya, Kehadiran Sri Sultan Hamengku Buwono X di Trenggalek Tuai Sambutan Hangat Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/puncak-muhibah-budaya-kehadiran-sri-sultan-hamengku-buwono-x-di-trenggalek-tuai-sambutan-hangat-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2022 18:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Hamengku Buwono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174640</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kehadiran Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem) dalam acara puncak Peringatan Hari Jadi Trenggalek Ke-828 tahun 2022, mendapat sambutan antusias yang luar biasa dari warga masyarakat. Dalam kesempatan itu, Sri Sultan juga turut mengikuti kirab kerakyatan dari Hotel Widowati menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Kehadiran Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem) dalam acara puncak Peringatan Hari Jadi Trenggalek Ke-828 tahun 2022, mendapat sambutan antusias yang luar biasa dari warga masyarakat.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Sri Sultan juga turut mengikuti kirab kerakyatan dari Hotel Widowati menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Dengan iring-iringan kereta kuda, Sri Sultan Hamengku Buwono X, diikuti Bupati Trenggalek, Wakil Bupati Trenggalek dan juga seluruh pejabat yang ada di Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Ini tadi merupakan rangkaian kegiatan Muhibah Budaya dari Pemerintah Provinsi DIY di Kabupaten Trenggalek. Yakni, merajut Mataraman dari Yogyakarta ke seluruh Indonesia yang mana, hari ini sasarannya adalah Kabupaten Trenggalek,&#8221; ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Sunyoto saat dikonfirmasi Kamis (01/09/2022) malam.</p>



<p>Pihaknya menegaskan, muhibah budaya yang dimulai 29 Agustus sampai 1 September 2022, berjalan lancar dan cukup mengundang antusias masyarakat Trenggalek dari berbagai kalangan. &#8220;Adapun muhibah budaya ini adalah workshop, pameran, pelatihan tari, rias pengantin dan lain sebagainya. Dan untuk puncak kegiatan muhibah budaya ini tak lain adalah arak-arakan budaya dengan menggunakan kereta kuda yang dihadiri langsung Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem),&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Setelah acara arak-arakan budaya ini, sambungnya, akan dilanjutkan dengan gala dinner kemudian pertunjukan utamanya hasil karya workshop yang sudah dilakukan beberapa hari lalu. Seperti tari-tarian dan tembang macapat yang sudah diberikan saat pelatihan, ditambah beberapa pertunjukan yang langsung disuguhkan dari keraton DIY.</p>



<p>Disinggung terkait muhibah budaya ini, Sunyoto menerangkan, jika keraton DIY itu memiliki kewajiban untuk melestarikan suatu budaya Mataram. Kemudian budaya Mataram, ini bisa untuk disebarluaskan ke seluruh daerah di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Sehingga merajut budaya Mataram ke seluruh daerah di Indonesia, ini merupakan tema yang diusung Pemerintah Provinsi DIY. Jadi, budaya Mataram itu bisa disumbangkan, disebarluaskan dan dilestarikan ke seluruh daerah di Indonesia,&#8221; terang Sunyoto.</p>



<p>Kedatangan Sri Sultan Hamengku Buwono X (Ngarso Dalem) di Kota Keripik Tempe, ini juga sekaligus kado Ulang Tahun Kabupaten Trenggalek, tahun ini. Sebelumnya, Pemkab Trenggalek juga sudah mengundang Sri Sultan Hamengku Buwono X ke Trenggalek. Akan tetapi, karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai, maka rencana itu dibatalkan. Dan baru terealisasi dalam puncak peringatan Hari Jadi Ke-828 Trenggalek tahun ini.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya kita juga menjalin kerja sama kebudayaan antara Pemkab Trenggalek dan pemerintah DIY. Bahkan kita (Disparbud Trenggalek, red) beberapa kali mengirimkan perwakilan ke Yogyakarta, saat di sana menggelar kegiatan budaya,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174640</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Tinjau Vaksinasi Bagi Seniman dan Budayawan</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-tinjau-vaksinasi-bagi-seniman-dan-budayawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 14:34:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[protokol kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Hamengku Buwono]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136584</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Presiden Joko Widodo, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja yang berlokasi di Dusun Kembaran, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (10/03). Sejumlah 517 orang akan menerima vaksin Covid-19 dalam pelaksanaan vaksinasi massal yang diperuntukkan bagi para seniman dan budayawan tersebut. &#8220;Saya berkunjung ke Kabupaten Bantul, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Presiden Joko Widodo, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja yang berlokasi di Dusun Kembaran, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (10/03).</p>



<p>Sejumlah 517 orang akan menerima vaksin Covid-19 dalam pelaksanaan vaksinasi massal yang diperuntukkan bagi para seniman dan budayawan tersebut.</p>



<p>&#8220;Saya berkunjung ke Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, di mana pagi hari ini dilaksanakan vaksinasi untuk 517 seniman. Semuanya tadi divaksinasi dan alhamdulillah semua berjalan dengan lancar,&#8221; ujar Presiden saat memberikan keterangan.</p>



<p>Presiden mengatakan, bahwa situasi pandemi saat ini merupakan situasi yang tidak mudah bagi para seniman dan budayawan. Namun, Kepala Negara berkeyakinan bahwa, di tengah pandemi dan pembatasan yang ada semangat mereka tidaklah luntur dan karya-karyanya tidak akan pernah sirna.</p>



<p>&#8220;Kita harus terus merawat semangat agar beliau-beliau yang bekerja di bidang seni ini terus memiliki semangat untuk berkarya. Meski dalam masa pandemi dan adanya pembatasan-pembatasan, tetapi karyanya tidak pernah berhenti. Dengan vaksinasi kita harapkan para seniman dan budayawan semuanya bisa terlindungi dari Covid-19,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Saat peninjauan, tampak sejumlah seniman atau budayawan yang tengah menjalani proses vaksinasi, antara lain Anter Asmorotejo, Paranditya Wintarni, Sumisih Yuningsih, Landung Simatupang, hingga Susilo Nugroho.</p>



<p>Butet Kartaredjasa, selaku pemilik Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, menyambut kedatangan Presiden dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden atas vaksinasi, yang diberikan kepada para seniman dan budayawan.</p>



<p>&#8220;Terima kasih sudah dolan ke padepokan untuk bertemu kawan-kawan seniman dan budayawan yang hari ini menerima vaksin. Ini suatu peristiwa yang menurut kami sangat penting dan bersejarah,&#8221; ucap Butet.</p>



<p>&#8220;Ini sangat menyenangkan dan membanggakan karena memang kita punya komitmen bersama untuk menyelamatkan kehidupan bersama dan merelakan diri disuntik vaksin. Kita juga tetap menjalankan protokol Kesehatan. Ini kegembiraan kawan-kawan seniman, saya mewakili seniman mengucapkan terima kasih,&#8221; imbuhnya. Hadir dalam pelaksanaan vaksinasi massal tersebut di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. <strong>(hms/neg/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136584</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sultan  Hamengku Buwono X Restui Bupati Trenggalek Jalin Kerjasama Kebudayaan</title>
		<link>https://memontum.com/sultan-hamengku-buwono-x-restui-bupati-trenggalek-jalin-kerjasama-kebudayaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2019 04:38:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Kerjasama]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Hamengku Buwono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88999-sultan-hamengku-buwono-x-restui-bupati-trenggalek-jalin-kerjasama-kebudayaan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kabupaten Trenggalek mendapat restu menjadi bagian dari Keraton Ngayogyakarta oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di bidang budaya. Dengan berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta, Bupati Trenggalek ingin menjalin kerjasama di bidang kebudayaan. Kedatangan Bupati Trenggalek di Keraton tersebut diterima langsung oleh Pangarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis. Diketahui, Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Kabupaten Trenggalek mendapat restu menjadi bagian dari Keraton Ngayogyakarta oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di bidang budaya.</p>
<p>Dengan berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta, Bupati Trenggalek ingin menjalin kerjasama di bidang kebudayaan. Kedatangan Bupati Trenggalek di Keraton tersebut diterima langsung oleh Pangarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis.</p>
<p>Diketahui, Kabupaten Trenggalek memiliki keterkaitan sejarah dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Diantaranya makam mertua Pangeran Mangku Bumi berada di wilayah Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Menurut cerita, sosok Demang Panji Nawangkung di Panggul turut berjasa dalam membantu Pangeran Mangku Bumi mengusir penjajah Belanda.</p>
<p>Kurang lebih selama satu jam Bupati Trenggalek diberi waktu berdialog dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam pertemuan itu, Pangarso Dalem memberikan restu kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mendeklarasikan diri menjadi bagian dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat terkait dengan kebudayaan.</p>
<p>&#8220;Pangarso Dalem sudah memberikan lampu hijau bahwa Trenggalek mendeklarasikan diri menjadi bagian dari Keraton Yogyakarta terkait dengan kebudayaan. Sehingga beliau sudah mengutus tanggal 31 Agustus pas hari jadi Trenggalek, orang yang mengerti tata laksana, tata upacara adat yang benar. Duta ini di kirim akan membantu kita dalam upacara hari jadi nanti, &#8221; ungkap Bupati Arifin, Kamis (25/07/2019).</p>
<p>Dikatakan Arifin, jangka panjangnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga ingin mensinergikan program antara Bappeda ini mengenai bagaimana arsitektur yang ada di Jogja itu juga diakomodir di Trenggalek, karena dulu seperti Panjimas Nawangkung, membantu Pangeran Mangku Bumi menghadapi Belanda sampai akhirnya muncul Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu akan digali, beberapa profesor akan diterjunkan.</p>
<p>Bahkan, menurut Bupati Nur Arifin, tahun depan saat prosesi Sri Sultan berkenan hadir bersama dengan Bregodo kerajaan.</p>
<p>&#8220;Beliau kerso hadir tahun depan karena persiapannya panjang, &#8221; tegasnya.</p>
<p>Bupati Nur Arifin menambahkan bahwa Pemerintah sudah membangun infrastruktur dengan biaya trilyunan mulai dari poros Yogyakarta, Trenggalek hingga Malang, jika kemudian tidak dimanfaatkan untuk pariwisata dan budaya maka akan menjadi kesalahan besar.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah kita dengan Pangarso Dalem sepaham dengan itu, dalam hal ini Pangarso Dalem mau memberikan full access kepada Kabupaten Trenggalek untuk mensinergikan kegiatannya di sini, &#8221; kata Arifin.</p>
<p>Sementara itu, Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat menyampaikan bahwa maksud kedatangan Bupati Trenggalek ke Keraton adalah dalam rangka untuk mengembangkan potensi budaya yang menjadi karakter masyarakat.</p>
<p>&#8220;Saya kira nanti akan ada tindak lanjut, karena bagaimanapun kita bicara mengenai budaya, sehingga mempunyai sejarah panjang, Jogja dengan wilayah Jawa Timur bagian Selatan, utamanya daerah Mataraman, &#8221; tutur Sri Sultan Hamengku Buwono X. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88999</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
