<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sumber &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sumber/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2026 15:12:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sumber &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran</link>
					<comments>https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[dalami]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[surplus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230841</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; DPRD Kota Malang menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Wali Kota terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Wali Kota Malang Tahun Anggaran 2025, Senin (09/03/2026) tadi. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa penyampaian LKPJ tersebut merupakan kewajiban kepala daerah yang harus disampaikan maksimal tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. Itu sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; DPRD Kota Malang menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Wali Kota terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Wali Kota Malang Tahun Anggaran 2025, Senin (09/03/2026) tadi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa penyampaian LKPJ tersebut merupakan kewajiban kepala daerah yang harus disampaikan maksimal tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. Itu sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja pemerintah daerah.</p>



<p>“Ini penyampaian LKPJ tahunan yang maksimal tiga bulan di awal tahun harus saya sampaikan sebagai pertanggungjawaban saya melaksanakan tugas-tugas sebagai kepala daerah,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dalam laporan tersebut, Pemkot Malang memaparkan sejumlah capaian kinerja sepanjang 2025, termasuk berbagai penghargaan yang diraih pemerintah kota. LKPJ juga memuat tindak lanjut atas rekomendasi DPRD Kota Malang pada tahun 2024 yang telah dilaksanakan pada 2025.</p>



<p>Selain itu, Wali Kota Wahyu menyebut Pemkot Malang juga menyiapkan berbagai strategi dan skenario untuk melampaui target yang telah ditetapkan dalam perencanaan daerah. “Kita punya strategi untuk bisa melanjutkan target yang sudah ditetapkan. Dari perhitungan, analisis dan kajian itu juga perlu inovasi dan terobosan agar target bisa kita lampaui sehingga akhirnya bisa surplus,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa beberapa target kinerja pada 2025 berhasil melampaui capaian yang direncanakan. Sementara, terkait potensi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa), pembahasannya akan dilakukan lebih lanjut pada saat pembahasan APBD Perubahan.</p>



<p>Lebih lanjut, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengatakan bahwa pihaknya baru menerima dokumen LKPJ pada hari pelaksanaan rapat paripurna sehingga masih akan mempelajarinya secara mendalam. “Dokumen baru saya terima hari ini. Tadi sempat skimming sebentar, masih pendahuluan. Jadi nanti saya pelajari dulu,” ucap Mia-sapannya.</p>



<p>Menurutnya, DPRD Kota Malang akan menelusuri lebih lanjut sejumlah poin dalam laporan tersebut, termasuk sumber surplus anggaran yang disampaikan oleh Wali Kota Malang. “Kita cek dulu apakah itu dari pendapatan atau dari anggaran yang tidak terserap. Kalau memang ada anggaran yang tidak terserap, kenapa tidak terserap,” tuturnya.</p>



<p>Selain itu, DPRD juga akan mencocokkan capaian kinerja pemerintah kota dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 yang merupakan tahun pertama pelaksanaan visi dan misi Wali Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230841</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Resmikan SPAM Sumber Kalisono, Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan Dirasakan Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/resmikan-spam-sumber-kalisono-bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-dirasakan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dirasakan]]></category>
		<category><![CDATA[kalisono,]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229279</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kepemimpinan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, responsif dalam melayani masyarakat. Pemandangan itu, seperti terlihat saat meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumber Kalisono di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Senin (05/01/2026) tadi. Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, memastikan pembangunan infrastruktur pelayanan publik tidak cukup berhenti pada seremoni. Namun, harus dipastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Realita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kepemimpinan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, responsif dalam melayani masyarakat. Pemandangan itu, seperti terlihat saat meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumber Kalisono di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Senin (05/01/2026) tadi.</p>



<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, memastikan pembangunan infrastruktur pelayanan publik tidak cukup berhenti pada seremoni. Namun, harus dipastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.</p>



<p>Realita itu, seperti yang dilakukan Bunda Indah, yang sebelumnya telah turun langsung ke rumah-rumah warga untuk melihat dan merasakan sendiri dampak keterbatasan layanan air bersih yang dialami masyarakat. Dirinya menegaskan, bahwa kebijakan pelayanan dasar, khususnya air bersih, harus dibangun dari realitas lapangan.</p>



<p>“Saya tidak ingin hanya meresmikan bangunan. Saya ingin memastikan air benar-benar mengalir ke rumah warga dan dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pendekatan tersebut, mencerminkan gaya kepemimpinan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat kebijakan. Dengan melihat langsung kondisi warga, pemerintah daerah memperoleh gambaran utuh mengenai kebutuhan riil masyarakat. Sehingga, kebijakan yang diambil tidak bersifat administratif semata, tetapi solutif dan tepat sasaran.</p>



<p>Keterlibatan langsung kepala daerah, juga menjadi sinyal kuat bahwa pelayanan publik di Lumajang, diarahkan untuk lebih manusiawi dan berkeadilan. Pemerintah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam menyelesaikan persoalan dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup.</p>



<p>Peresmian SPAM Sumber Kalisono, pun dimaknai sebagai bagian dari proses mendengarkan dan merespons aspirasi warga. Dengan kepemimpinan yang turun ke lapangan, Pemkab Lumajang berupaya memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan menjawab persoalan yang mereka hadapi secara nyata. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229279</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangun Sumber Daya Manusia Sehat, Bupati Senam Hebat bersama Forkopimda dan ASN Malang</title>
		<link>https://memontum.com/bangun-sumber-daya-manusia-sehat-bupati-senam-hebat-bersama-forkopimda-dan-asn-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229050</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi dan Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri Senam ASN Hebat bersama Forkopimda Kabupaten Malang, yang digelar dalam rangkaian Kanjuruhan Kreatif Fest 2025 di Halaman Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (27/12/2025) tadi. Kegiatan itu, juga dihadiri Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, unsur Forkopimda, serta seluruh Aparatur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi dan Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri Senam ASN Hebat bersama Forkopimda Kabupaten Malang, yang digelar dalam rangkaian Kanjuruhan Kreatif Fest 2025 di Halaman Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (27/12/2025) tadi. Kegiatan itu, juga dihadiri Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, unsur Forkopimda, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Sanusi mengatakan bahwa senam bersama ini tidak hanya menjadi aktivitas olah raga, tetapi juga wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta solid secara sosial. &#8220;ASN yang sehat dan bugar merupakan fondasi penting bagi terwujudnya birokrasi yang produktif, profesional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,&#8221; kata Bupati Malang.</p>



<p>Bupati Sanusi menegaskan pentingnya menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian dari budaya kerja ASN. “Melalui momentum Senam ASN Hebat ini, kita ingin menegaskan bahwa budaya hidup sehat harus menjadi bagian dari keseharian ASN. Kesehatan bukan hanya urusan pribadi, melainkan juga tanggung jawab institusi, karena dari tubuh yang sehat akan lahir kinerja yang optimal, pikiran yang jernih, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas,” tambahnya.</p>



<p>Pelaksanaan senam bersama ini semakin bermakna, karena menjadi bagian dari Kanjuruhan Kreatif Fest 2025, sebuah agenda strategis yang dirancang sebagai ruang kolaborasi, ekspresi dan inovasi masyarakat Kabupaten Malang. Festival ini, mencerminkan semangat kebangkitan kreativitas daerah, penguatan ekonomi kreatif, serta optimalisasi ruang publik sebagai pusat aktivitas yang positif dan produktif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya memandang Kanjuruhan Kreatif Fest bukan sekadar ajang hiburan, tetapi sebagai sarana membangun optimisme, memperkuat identitas daerah, serta menggerakkan potensi lokal. Di dalamnya terkandung nilai kebersamaan, kreativitas, sportivitas dan kolaborasi lintas sektor, nilai-nilai yang juga tercermin dalam kegiatan senam bersama pada hari ini,” imbuhnya.</p>



<p>Kehadiran Forkopimda bersama ASN dalam satu barisan, satu gerakan dan satu semangat, menjadi simbol kuat soliditas dan sinergi antar unsur pemerintahan serta pemangku kepentingan di Kabupaten Malang. Sinergi tersebut merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah yang berkelanjutan.</p>



<p>Bupati Malang berharap, melalui kegiatan ini, tumbuh semangat baru bagi seluruh ASN untuk terus menjaga kesehatan. Termasuk, meningkatkan disiplin, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari aparatur Pemerintah Kabupaten Malang yang hebat, berdaya saing dan melayani dengan hati.</p>



<p>“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, instruktur senam, Forkopimda, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Mari kita ikuti senam dengan penuh semangat, keceriaan dan sportivitas, sebagai bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Kabupaten Malang yang sehat, kreatif dan berdaya saing,” tambahnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229050</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua TP PKK Kota Probolinggo Senam Sehat dan Tinjau Produksi Tempe di Kampung Tempe Sumber Taman</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-tp-pkk-kota-probolinggo-senam-sehat-dan-tinjau-produksi-tempe-di-kampung-tempe-sumber-taman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227558</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin, bersama ratusan kader Posyandu dan PKK, mengikuti pelaksanaan senam sehat di Kampung Tempe, Kelurahan Sumber Taman, Minggu (09/11/2025) tadi. Tidak hanya senam bersama, Evariani juga sekaligus meninjau pembuatan tempe di kelurahan itu. Dalam momen itu, dirinya juga menyampaikan berbagai pesan, yang salah satunya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin, bersama ratusan kader Posyandu dan PKK, mengikuti pelaksanaan senam sehat di Kampung Tempe, Kelurahan Sumber Taman, Minggu (09/11/2025) tadi. Tidak hanya senam bersama, Evariani juga sekaligus meninjau pembuatan tempe di kelurahan itu.</p>



<p>Dalam momen itu, dirinya juga menyampaikan berbagai pesan, yang salah satunya mengenai pentingnya memajukan pendidikan dan ekonomi sejak dari keluarga. “Semua berawal dari rumah. Keluarga yang sehat, terdidik dan berdaya akan membawa lingkungan ikut maju,” kata istri Wali Kota Probolinggo ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dokter Evariani juga mengingatkan, mengenai semangat berolahraga yang punya dampak positif. Selain untuk kesehatan, bersilaturahmi hingga mengurangi stres. Usai berolahraga bersama, Ketua TP PKK melihat proses pembuatan tempe mulai dari perendaman kedelai hingga siap edar.</p>



<p>Dokter Eva mengapresiasi para pengrajin dan mendorong agar produksi tempe lokal, agar dapat terus berkembang. Pada kesempatan itu, dirinya juga membagi-bagikan tempe gratis untuk warga sekitar.</p>



<p>“Dengan adanya Makan Bergizi Gratis (MBG), produk lokal juga harus ikut berkontribusi. Produksi ditambah dan distribusinya diperluas. Ketua RW, lurah, dan camat juga harus membantu menyiapkan data pemasaran. Karena MBG itu mengangkat bahan pangan lokal, jangan sampai kita ambil dari luar,” papar Dokter Eva. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227558</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upacara Adat Metri Bumi Jadi Cara Bupati Trenggalek untuk Lestarikan Sumber Mata Air</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-adat-metri-bumi-jadi-cara-bupati-trenggalek-untuk-lestarikan-sumber-mata-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225408</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memiliki cara tersendiri dalam menjaga sumber air di wilayah pemerintahannya. Seperti salah satunya, dengan melakukan Upacara Adat Metri Bumi, yang mana mengajak masyarakat menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan di sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Dalam rangkaian pelaksanaan itu, tidak hanya merawat dan menjaga pohon-pohon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memiliki cara tersendiri dalam menjaga sumber air di wilayah pemerintahannya. Seperti salah satunya, dengan melakukan Upacara Adat Metri Bumi, yang mana mengajak masyarakat menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan di sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.</p>



<p>Dalam rangkaian pelaksanaan itu, tidak hanya merawat dan menjaga pohon-pohon di sekitar, tetapi juga menanam pohon agar debit air dapat terjaga. Bupati Arifin beranggapan, bila pohon terjaga, sumber-sumbernya bersih, maka kehidupan akan terus terjaga meskipun bupatinya tidak ada.</p>



<p>Kepala daerah yang akrab disapa Mas Ipin, itu berharap menjaga sumber mata air bisa menjadi kebiasaan baru di seluruh wilayah Trenggalek. &#8220;Alhamdulillah, ini di Desa Masaran. Jadi seperti tadi yang saya sampaikan, Metri Bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,&#8221; katanya, Selasa (26/08/2025) tadi.</p>



<p>Mas Ipin berharap, tradisi ini bisa menjadi hal yang baru dan banyak dilakukan di desa lain. Tradisi tersebut, harus menjadi kebiasaan baru di masyarakat yang patut di lestarikan.</p>



<p>&#8220;Menggambarkan Trenggalek, kalau tidak ada bupatinya, asalkan pohonnya masih banyak, sumber-sumbernya bersih, maka masih ada kehidupan. Dan seperti tadi yang saya sampaikan, Metri Bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,&#8221; jelas Bupati Arifin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Camat Bendungan, Sujatmiko, mengapresiasi antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. &#8220;Alhamdulillah antusias warga sangat luar biasa dan kami mengapresiasi itu. Kami tadi ke lapangan, ternyata betul-betul dilestarikan. Dengan adanya kegiatan ini, tentu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk betul-betul melestarikan dan merawat sumber-sember air dan pohon-pohon yang besar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya melakukan tradisi Metri Bumi, mereka juga menanam pohon Aren di sekitar lokasi sumber. Warga juga akan memverifikasi pohon yang di bawahnya terdapat sumber air dan akan dirawat agar lestari.</p>



<p>&#8220;Ini namanya papringan yang terdapat sumber air dan tiga pohon besar. Semuanya mengeluarkan air dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat. Terbukti, selang-selang air masih tertancap. Kemarau pun masih keluar airnya. Sumber air tersebut menghidupi sekitar 2 rukun tetangga, atau sekitar 120 KK,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Di hari yang sama, Bupati Trenggalek beserta jajaran melakukan pelestarian sumber air di dua tempat yang berbeda. Pertama Sumber Air Papringan di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan. Sedangkan untuk sumber air selanjutnya di Sumber Air Penguripan yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Pimpin Penanaman Pohon di Kawasan Sumber Mata Air Desa Tunjung</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-pimpin-penanaman-pohon-di-kawasan-sumber-mata-air-desa-tunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[tunjung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224672</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, memimpin pelaksanaan penghijauan penanaman pohon di kawasan Sumber Mata Air Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Selasa (05/08/2025) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menjaga ketahanan lingkungan hidup melalui strategi pelestarian sumber daya air berbasis vegetasi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, memimpin pelaksanaan penghijauan penanaman pohon di kawasan Sumber Mata Air Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Selasa (05/08/2025) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menjaga ketahanan lingkungan hidup melalui strategi pelestarian sumber daya air berbasis vegetasi.</p>



<p>Bupati Indah Amperawati menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar aksi simbolis, melainkan bagian dari solusi jangka panjang dalam melindungi hulu air. Termasuk, mencegah kerusakan tanah dan memastikan keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat.</p>



<p>“Pohon bukan hanya penghijauan. Pohon adalah pelindung air, penjaga tanah dan nafas masa depan,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Penanaman pohon sendiri, dilakukan di sekitar zona tangkapan air guna memperkuat daya serap tanah, mengurangi risiko longsor dan erosi. Termasuk, mempertahankan cadangan air tanah yang menjadi kebutuhan vital masyarakat sekitar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Desa Tunjung juga turut terlibat aktif, mulai dari penggalian lubang tanam hingga penyiraman bibit. Kolaborasi ini, menjadi bagian dari pendekatan partisipatif Pemkab Lumajang dalam konservasi lingkungan.</p>



<p>“Kami ingin warga merasa memiliki dan ikut merawat. Konservasi lingkungan bukan pekerjaan satu hari, tapi proses berkelanjutan,” tambah Wabup Lumajang.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menjelaskan bahwa jenis pohon yang ditanam terdiri atas 20 bibit Pohon Pule dan Sukun. Sejumlah bibit itu dipilih, berdasarkan ketahanannya terhadap kondisi tanah setempat serta manfaat ekologisnya.</p>



<p>“Pule memiliki akar tunggang dalam dan kuat untuk mencegah erosi, sedangkan Sukun dengan kanopi lebat dan akar serabut berfungsi menahan air dan memberi keteduhan alami,” jelasnya.</p>



<p>Langkah ini, ujarnya, menjadi bagian dari upaya Pemkab Lumajang dalam memperkuat ketahanan ekologi dan keberlanjutan air bersih di wilayah perdesaan. Pemerintah juga mendorong agar desa-desa lain menjadikan pelestarian sumber daya alam sebagai prioritas pembangunan berkelanjutan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224672</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Pekarangan Jadi Sumber Pangan, Bupati Lumajang Gencarkan Program Pesat</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-pekarangan-jadi-sumber-pangan-bupati-lumajang-gencarkan-program-pesat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pekarangan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224675</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus mendukung agenda nasional, yaitu ketahanan pangan dengan menggencarkan Program Pekarangan Sehat (Pesat), sebuah inovasi berbasis rumah tangga yang mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan alternatif. Program ini, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Strategi Nasional Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga, yang dicanangkan Kementerian Pertanian dan diperkuat arahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus mendukung agenda nasional, yaitu ketahanan pangan dengan menggencarkan Program Pekarangan Sehat (Pesat), sebuah inovasi berbasis rumah tangga yang mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan alternatif. Program ini, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Strategi Nasional Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga, yang dicanangkan Kementerian Pertanian dan diperkuat arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, tentang perlunya masyarakat menanam kebutuhan sehari-hari secara mandiri guna menghadapi krisis pangan global dan fluktuasi harga bahan pokok.</p>



<p>“Kami punya Program Pesat. Semua pekarangan rumah warga harus ditanami tanaman pangan. Bisa kelor, cabai, sawi atau apapun yang mudah ditanam. Dengan begitu, ibu-ibu tidak perlu pusing lagi jika harga cabai mahal di pasar,” kata Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Daerah Rawan Pangan, di Gucialit, Selasa (05/08/2025) tadi.</p>



<p>Program Pesat sendiri, secara langsung mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), yang diinisiasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Bank Indonesia. Melalui pendekatan kemandirian pangan rumah tangga, program ini diharapkan mampu menekan tekanan harga di pasar dan menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat lokal.</p>



<p>“Kalau banyak keluarga menanam sendiri kebutuhan hariannya, otomatis tekanan pada pasar akan berkurang. Ini bisa membantu mengendalikan inflasi secara lokal,” lanjut Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Program Pesat sendiri, tidak hanya menekan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga memperkuat ketahanan gizi, pemberdayaan perempuan dan mendukung agenda sustainable food system (sistem pangan berkelanjutan) yang sedang didorong oleh Kementerian PPN/Bappenas. Pemkab Lumajang sendiri, menargetkan implementasi Pesat secara menyeluruh, terutama di wilayah-wilayah rawan pangan dan desa miskin ekstrem.</p>



<p>Bibit tanaman dan pelatihan teknis akan disediakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, yang juga bekerja sama dengan TPID Lumajang dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Program ini, juga mendukung capaian indikator kinerja utama (IKU) pemerintah daerah dalam aspek ketahanan pangan daerah dan ketahanan sosial ekonomi keluarga.</p>



<p>Dari perspektif kelembagaan, Program Pesat juga akan terintegrasi dengan gerakan PKK dan Posyandu, yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam intervensi gizi keluarga. Program ini pun didorong menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran praktik hidup sehat di sekolah dan madrasah.</p>



<p>“Kita ingin Lumajang bukan hanya indah, tapi juga tangguh dan mandiri secara pangan. Dari pekarangan rumah, kita bisa menata masa depan,” imbuh Bunda Indah.</p>



<p>Dengan menyelaraskan Pesat sebagai bagian dari sistem ketahanan pangan nasional, Lumajang menunjukkan bahwa kekuatan pangan Indonesia dapat dibangun dari desa, dari halaman rumah dan dari tangan-tangan para ibu. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224675</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumber Sira dan Pesona Alam Indah Mu</title>
		<link>https://memontum.com/sumber-sira-dan-pesona-alam-indah-mu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222430</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pesona destinasi wisata alam di Kabupaten Malang, tidak ada habisnya. Selain suguhan wisata alam pegunungan nan hijau yang menawan, sobat wisata juga bisa menikmati suguhan wisata alam yang tidak kalah indahnya di Wisata Sumber Sira. Destinasi wisata yang satu ini, terletak di Jalan Sunan Kalijaga, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pesona destinasi wisata alam di Kabupaten Malang, tidak ada habisnya. Selain suguhan wisata alam pegunungan nan hijau yang menawan, sobat wisata juga bisa menikmati suguhan wisata alam yang tidak kalah indahnya di Wisata Sumber Sira.</p>



<p>Destinasi wisata yang satu ini, terletak di Jalan Sunan Kalijaga, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Bagi sobat wisata yang tertarik untuk mengunjungi destinasi ini, sobat wisata bisa menyediakan sedikit perbekalan guna dinikmati selama perjalanan. Karena durasi perjalanan dari Bandara Abdurrahman Saleh, sobat wisata akan menghabiskan waktu sekitar 27 kilometer atau berdurasi sekitar 56 menit. Durasi berbeda, tatkala ditempuh dari Terminal Arjosari, yang hanya membutuhkan waktu sekitar 55 menit atau jarak tempuh sekitar 26 kilometer. Jarak lebih pendek, tentunya saat ditempuh dari Stasion Kota Baru, yaitu sekitar 38 menit atau 29 kilometer.</p>



<p>Wisata alam Sumber Sira sendiri, layak menjadi jujugan karena menyimpan sejumlah keindahan dan pengalaman baru untuk sobat wisata. Buka setiap hari dari jam 07.00 hingga pukul 17.00, menjadikan destinasi ini sangat menarik.</p>



<p>Terlebih, untuk rute menuju Sumber Sira juga terbilang mudah. Jalanannya yang mendukung, menjadi sangat nyaman diakses dengan kendaraan pribadi, motor ataupun mobil. Namun, jika sobat wisata pertama kali berkunjung, juga disarankan untuk mempergunakan Google Maps, agar sampai tujuan dengan cepat.</p>



<p>Wisata alam Sumber Sira menawarkan keindahan alam yang menajubkan, bahkan dijujug sebagai pesona underwater. Kejernihan air diokasinini, membuat pemandangan bawah air terlihat sangat eksotik dan membuat siapa saja yang datang akan merasa betah. Apalagi saat cuaca cerah, airnya pun terlihat segar. Sangat cantik untuk berfoto dan membingkai kenangan di keindahan alam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="408" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/05/Sumber-Sira-dan-Pesona-Alam-Indah-Mu-2.jpg?resize=600%2C408&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-222432" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/05/Sumber-Sira-dan-Pesona-Alam-Indah-Mu-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/05/Sumber-Sira-dan-Pesona-Alam-Indah-Mu-2.jpg?resize=300%2C204&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">MAINAN: Beberapa fasilitas pendukung yang bisa dinikmati sobat wisata saat ke Sumber Sira. (ist)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Tidak hanya menawarkan pesona alamnya, destinasi di Sumber Sira juga dilengkapi fasilitas dan wahana permainan air yang membuat wisatawan semakin nyaman. Diantaranya, seperti spot snorkeling, yaitu wisatawan bisa dapat melihat tanaman air sejenis hydrilla diujung sumber air.</p>



<p>Spot ini kerap dijadikan latar foto oleh wisatawan, untuk diunggah ke media sosial. Selain spot itu, sobat wisata juga bisa menikmati taman bermain anak, kolam renang anak, kereta sawah, perahu bebek, motor ATV hingga camping ground serta toilet dan musala.</p>



<p>Bahkan sobat wisata juga bisa melakukan river tubing, dengan lintasan sejauh 100 meter. Dengan tubing, wisatawan bisa merasakan sensasi terayun di arus air sambil melihat pesona underwater yang terlihat menawan. Wisatawan juga bisa beristirahat sambil menikmati nuansa alam di bawah pohon rindang nan asri.</p>



<p>Tidak hanya itu, sajian kuliner di sejumlah kedai dengan harga yang tentunya terjangkau, juga melengkapi destinasi ini. Beragam menu makanan dan minuman yang enak dengan harga yang murah, bisa dinikmati setelah berpuas bermain air.</p>



<p>Dengan pesona alam indah dan beraneka fasilitas yang disediakan, tidak salah jika Sumber Sira sangat layak untuk dikunjungi saat berwisata di Kabupaten Malang. Bahkan, sobat wisata bisa menghubungi langsung contac person admin di nomor 082229465229 atau IG wisata_sumbersira. Sedangkan untuk ulasan lengkap tentang wisata Kabupaten Malang lainnya, bisa sobat wisata lihat di situs resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Malang di https://matic.malangkab.go.id. <strong>(gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222430</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Serahkan Bantuan 4.095 Bibit Durian Montong untuk Gapoktandes Sumber Usaha</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-serahkan-bantuan-4-095-bibit-durian-montong-untuk-gapoktandes-sumber-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[gapoktandes]]></category>
		<category><![CDATA[montong]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222075</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Retno Wulan Andari, menyerahkan bantuan bibit tanaman hortikultura unggulan berupa Durian Montong kepada Gabungan Kelompok Tani dan Ternak Desa (Gapoktandes) Sumber Usaha di Balai Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kamis (15/05/2025) tadi. Tidak kurang sebanyak 4.095 bibit Durian Montong, diserahkan secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Retno Wulan Andari, menyerahkan bantuan bibit tanaman hortikultura unggulan berupa Durian Montong kepada Gabungan Kelompok Tani dan Ternak Desa (Gapoktandes) Sumber Usaha di Balai Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kamis (15/05/2025) tadi.</p>



<p>Tidak kurang sebanyak 4.095 bibit Durian Montong, diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Alun-Alun dan perwakilan Gapoktandes. Bantuan ini, merupakan salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mengembangkan sektor pertanian yang berpotensi mendongkrak perekonomian masyarakat. Tentunya, ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap potensi pertanian di wilayah pegunungan yang sulit untuk ditanami padi, tetapi sangat cocok untuk tanaman buah-buahan seperti durian, alpukat dan sengon.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Indah mengapresiasi semangat masyarakat dan pemerintah desa yang terus berinovasi untuk meningkatkan perekonomian lokal. Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah, ini mengungkapkan bahwa antusias Kepala Desa Alun-Alun dalam mengajukan bantuan bibit sejak awal menjadi motivasi besar bagi pemerintah kabupaten untuk mendukung pertanian buah-buahan di desa tersebut.</p>



<p>“Semangat ini harus dijaga dan ditingkatkan, terutama untuk daerah yang geografisnya tidak memungkinkan untuk bercocok tanam padi. Durian Montong sebagai salah satu buah unggulan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga desa,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Durian Montong sendiri, ujarnya, dikenal sebagai varietas durian yang memiliki kualitas unggulan dengan nilai jual yang tinggi. Bibit yang bersertifikat dan berlabel ini diharapkan mampu tumbuh subur dan menghasilkan buah berkualitas yang bisa bersaing di pasaran lokal maupun nasional.</p>



<p>Setelah penyerahan secara simbolis, Bupati Indah bersama jajaran Forkopimca Ranuyoso melanjutkan kegiatan dengan penanaman bibit Durian Montong di tanah kas desa Dusun Darungan. Penanaman ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong sektor hortikultura sebagai prioritas pembangunan.</p>



<p>“Kabupaten Lumajang adalah kabupaten agraris dengan sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Oleh karena itu, pengembangan sektor pertanian menjadi prioritas utama kami,” ujar Bunda Indah.</p>



<p>Bunda Indah memaparkan, data potensi durian di Lumajang yang cukup besar, dengan total luas tanaman durian mencapai 837,54 hektare dan produksi mencapai 5.610 kuintal. Data ini menjadi dasar kuat untuk mengoptimalkan pengembangan durian montong di wilayah pegunungan.</p>



<p>“Pengembangan varietas unggulan dan bibit berkualitas seperti Durian Montong dan Musang King menjadi kunci untuk mempromosikan dan memasarkan produk pertanian kita lebih luas,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa budidaya durian membutuhkan perawatan intensif, mulai dari pemupukan hingga pengendalian hama, agar tanaman dapat tumbuh optimal dan hasil panen maksimal. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mendukung petani melalui pelatihan dan penyediaan sarana pertanian yang memadai.</p>



<p>Selain itu, pengembangan perbenihan hortikultura yang baik juga diharapkan dapat memperkuat rantai produksi, dari pengelolaan bibit hingga pemasaran hasil pertanian. Hal ini penting, untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar regional dan nasional.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mencatat adanya penurunan PDRB pada subsektor hortikultura dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kegiatan penanaman bibit Durian Montong ini diharapkan menjadi titik balik yang mampu menggerakkan kembali sektor pertanian dan mengangkat ekonomi masyarakat.</p>



<p>Bupati Indah juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat, untuk berperan aktif dalam peningkatan mutu dan kualitas produk pertanian. Kolaborasi ini penting agar produk hasil pertanian Lumajang bisa bersaing dan membawa manfaat luas bagi kesejahteraan warga.</p>



<p>Penanaman bibit Durian Montong secara simbolis di Dusun Darungan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran Forkopimca Ranuyoso. Sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten menjadi kunci keberhasilan program ini.</p>



<p>Bupati Indah menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pengelolaan hasil dan pemasaran agar memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.</p>



<p>Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana terus meningkatkan dukungan bagi pengembangan hortikultura dan memperluas program bantuan bibit unggul ke desa-desa lain yang memiliki potensi serupa. “Mari kita jaga bersama dan kembangkan potensi yang ada demi kemajuan Lumajang,” tambahnya.</p>



<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang, Retno Wulan Andari, menjelaskan bahwa bantuan bibit Durian Montong ini diberikan sebagai dukungan strategis terhadap pengembangan hortikultura yang sesuai dengan karakteristik wilayah pegunungan. Desa Alun-Alun yang minim lahan persawahan memang sudah lama fokus pada pertanian buah-buahan dan tanaman palawija.</p>



<p>“Ini adalah langkah konkret untuk mengangkat perekonomian masyarakat desa yang memang tidak bisa mengandalkan tanaman padi. Potensi durian dan buah-buahan lainnya harus dimaksimalkan, terutama dengan bibit unggul yang berkualitas,” jelas Retno.</p>



<p>Para petani yang tergabung dalam Gapoktandes Sumber Usaha menyambut baik bantuan ini. Mereka optimis bahwa dengan bibit berkualitas dan pendampingan dari pemerintah, hasil panen durian montong akan meningkat dan membuka peluang usaha baru.</p>



<p>Kepala Desa Alun-Alun juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah, yang memberikan bantuan bibit serta fasilitasi penanaman. Dirinya berharap, program ini bisa mempercepat pemulihan ekonomi desa dan meningkatkan pendapatan petani.</p>



<p>Selain durian, Desa Alun-Alun memang dikenal memiliki potensi tanaman buah lain seperti pisang, alpukat, dan degan. Dengan diversifikasi tanaman buah-buahan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih tahan menghadapi fluktuasi pasar. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222075</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
