<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sumberbaru &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sumberbaru/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Sep 2025 11:32:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sumberbaru &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Jember Ajak Gapoktan dan PPL Sumberbaru Bangun Ekosistem Pertanian yang Kuat</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-ajak-gapoktan-dan-ppl-sumberbaru-bangun-ekosistem-pertanian-yang-kuat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sumberbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226320</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Jember menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan 5 tahun ke depan. Bahkan, sektor pertanian saat ini menjadi salah satu sektor prioritas dan menjadi bagian utama dalam membangun ketahanan pangan. Dalam upaya melaksanakan program pemerintah pusat itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus berupaya menggandeng semua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Jember menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan 5 tahun ke depan. Bahkan, sektor pertanian saat ini menjadi salah satu sektor prioritas dan menjadi bagian utama dalam membangun ketahanan pangan.</p>



<p>Dalam upaya melaksanakan program pemerintah pusat itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus berupaya menggandeng semua pelaku sektor pertanian. Melalui Program Bunga Desaku, Bupati Fawait menggelar pertemuan dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan PPL di Kecamatan Sumberbaru, Sabtu (27/09/2025) tadi. Tujuannya, untuk membahas rencana besar pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pertemuan tersebut, menegaskan kembali peran strategis wilayah di Jember, sejak masa kerajaan hingga kolonial sebagai lumbung pangan nasional dengan komoditas unggulan padi dan tembakau. &#8220;Jember ini kabupaten besar sejak jaman kerajaan dan dikenal sebagai pusatnya ketahanan pangan. Kemudian di era VOC, dipilih menjadi pusat ketahanan pangan, itulah kenapa terkenal dengan kopinya, tembakaunya, padinya,&#8221; kata Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Revitalisasi sektor pertanian, diyakininya mampu mengembalikan Jember sebagai penopang ketersediaan pangan nasional sekaligus memperkuat perekonomian daerah. Pemkab Jember juga menekankan, bahwa perubahan hanya bisa terwujud melalui kerja sama kolektif. Karena itu, petani, penyuluh dan masyarakat diajak bergotong royong membangun ekosistem pertanian yang kuat demi masa depan pangan dan kesejahteraan Jember.</p>



<p>&#8220;Tidak bisa kalau saya sendiri, kita harus membangun ekosistem bersama-sama, (mengembalikan kejayaan pertanian di Jember),&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Monalisa Pemkab Jember Diserbu Warga Sumberbaru untuk Dapatkan Adminduk</title>
		<link>https://memontum.com/program-monalisa-pemkab-jember-diserbu-warga-sumberbaru-untuk-dapatkan-adminduk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adminduk]]></category>
		<category><![CDATA[dapatkan]]></category>
		<category><![CDATA[diserbu]]></category>
		<category><![CDATA[monalisa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sumberbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226308</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Di setiap gelaran Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), ada satu layanan yang sering dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Layanan itu, selalu menyedot perhatian masyarakat yakni terkait Adminduk (administrasi kependudukan). Seperti saat Program Bunga Desaku di Kecamatan Sumberbaru, masyarakat Sumberbaru dan sekitarnya, tumplek blek di Lapangan Yosorati, Sabtu (27/09/2025) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Di setiap gelaran Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), ada satu layanan yang sering dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Layanan itu, selalu menyedot perhatian masyarakat yakni terkait Adminduk (administrasi kependudukan).</p>



<p>Seperti saat Program Bunga Desaku di Kecamatan Sumberbaru, masyarakat Sumberbaru dan sekitarnya, tumplek blek di Lapangan Yosorati, Sabtu (27/09/2025) tadi. Pelayanan Adminduk yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jember, itu dilakukan melalui Mobil Monalisa, yang menjadi favorit.</p>



<p>Monalisa di Dispendukcapil Jember sendiri, adalah Mobil Pelayanan Keliling Sadar Adminduk, yang beroperasi menggunakan mobil untuk memberikan layanan administrasi kependudukan secara langsung kepada masyarakat. Bentuk layanan inilah, yang mendapat sambutan positif warga masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jember, Bambang Saputro, mengatakan bahwa ada sejumlah pelayanan yang dilayani dalam Monalisa. Mulai pembuatan dan perbaikan data KTP, KK, akte kelahiran, akta kematian, hingga pelayanan lain.</p>



<p>Bambang juga menerangkan, bahwa pihaknya membawa banyak blanko untuk bisa mencukupi pengajuan e-KTP pada saat layanan Monalisa di Lapangan Yosorati. &#8220;Dibanding dengan kecamatan lain, Monalisa saat Bunga Desaku di Sumberbaru menjadi yang paling tinggi,&#8221; ungkapnya. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226308</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Jember Lanjutkan Penyaluran Insentif untuk Guru Ngaji di Kecamatan Sumberbaru</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-jember-lanjutkan-penyaluran-insentif-untuk-guru-ngaji-di-kecamatan-sumberbaru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Insentif]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penyaluran]]></category>
		<category><![CDATA[sumberbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226317</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember kembali melanjutkan pencairan honor atau insentif untuk guru ngaji. Insentif yang diberikan ini, sebuah program pemerintah untuk mengakui keberadaan para pengajar ilmu agama non formal. Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam pelaksanaan itu menyerahkan langsung insentif dalam Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bungadesaku) di Kecamatan Sumberbaru, tepatnya di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember kembali melanjutkan pencairan honor atau insentif untuk guru ngaji. Insentif yang diberikan ini, sebuah program pemerintah untuk mengakui keberadaan para pengajar ilmu agama non formal.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam pelaksanaan itu menyerahkan langsung insentif dalam Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bungadesaku) di Kecamatan Sumberbaru, tepatnya di Balai Desa Karangbayat, Sabtu (27/09/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Bupati Fawait, insentif yang diberikan itu merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para guru ngaji. “Saya menyadari, jumlah insentif ini sangat kecil jika dibandingkan dengan dedikasi luar biasa yang mereka berikan. Insentif ini bukan fokus utama, tetapi melalui ini, pemerintah ingin memberikan pengakuan,” kata Bupati Fawait, Sabtu (27/09/2025) tadi.</p>



<p>Program yang terus dilakukan itu, untuk menunjukkan keberpihakan Pemkab Jember kepada para pejuang ilmu. Bahkan, setidaknya tahun ini tercatat sebagai sejarah baru, karena jumlah penerima honorarium mencapai kuota tertinggi sejak program ini digulirkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hingga tahap pertama, ada sebanyak 15.175 guru ngaji dari 23 kecamatan, telah menerima pencairan insentif. Sementara itu, delapan kecamatan lain masih dalam proses verifikasi dan akan segera menyusul pada tahap kedua.</p>



<p>Program ini, dirancang untuk menjamin pemerataan dan memastikan tidak ada guru ngaji yang terlewatkan. Sebagai bentuk penghormatan, Pemkab Jember juga mempermudah akses pencairan melalui pembukaan rekening insentif langsung di kecamatan. Dengan begitu, guru ngaji tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke bank. Sehingga, program ini benar-benar hadir memudahkan sekaligus mengapresiasi dedikasi mereka.</p>



<p>Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa saat ini masih ada delapan kecamatan yang belum menerima insentif. Penyebabnya, pihaknya sedang melakukan proses verifikasi.</p>



<p>“Ada delapan kecamatan yang tersisa dan tengah melalui tahap verifikasi akhir. Dijadwalkan, nanti akan menerima pencairan pada tahap kedua,” katanya.</p>



<p>Disebutkannya, untuk Desa Karangbayat terdapat 152 guru ngaji yang menerima insentif. Pemkab Jember sendiri melibatkan Bank Jatim untuk membantu poses pencairan tahap berikutnya agar lebih cepat.</p>



<p>“Kami telah berkoordinasi dengan Bank Jatim. Mulai Senin mendatang, penyaluran tahap selanjutnya direncanakan dapat dilakukan satu kecamatan setiap hari, bahkan dua kecamatan sekaligus untuk daerah yang berdekatan agar segera tuntas,” jelasnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226317</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunga Desa di Sumberbaru, Bupati Banyuwangi Kunjungi dan Beri Apresiasi Pertanian Organik Petani</title>
		<link>https://memontum.com/bunga-desa-di-sumberbaru-bupati-banyuwangi-kunjungi-dan-beri-apresiasi-pertanian-organik-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[organik]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[sumberbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210752</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi pertanian organik yang dilakukan para petani di Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh. Hal ini disampaikan, saat melaksanakan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Sumberbaru. Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk bahkan menyempatkan diri mengunjungi lahan pertanian organik milik para petani. &#8220;Telah terbukti, yang organik kini sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi pertanian organik yang dilakukan para petani di Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh. Hal ini disampaikan, saat melaksanakan Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Sumberbaru.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk bahkan menyempatkan diri mengunjungi lahan pertanian organik milik para petani. &#8220;Telah terbukti, yang organik kini sangat diminati. Secara ekonomi,.juga lebih menjanjikan. Karena itu, kami terus mendorong para petani menerapkan sistem pertanian terintegrasi,&#8221; kata Bupati Ipuk, Jumat (14/06/2024) tadi.</p>



<p>Salah satu pengusaha beras organik Banyuwangi, Ahmed Tessario, menjelaskan bahwa dirinya awalnya menggandeng 16 petani untuk menggarap lahan seluas 1,6 hektare. Seiring dengan perkembangan dan permintaan pasar organik yang tinggi, petani yang menjadi mitranya saat ini menjadi 1.500 orang.</p>



<p>Luas tanam juga terus bertambah. Dari yang awalnya 1,6 hektar kini menjadi 500 hektar. Dari luas lahan 500 hektar itu, dirinya mengaku mampu memproduksi beras organik sebanyak 70 hingga 100 ton per bulan. Selain dipasarkan melalui distributor ke pasar-pasar modern, Ahmed juga menjual beras organiknya melalui marketplace dan reseller.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, permintaan selalu ada. Setiap tiga hari sekali, kami kirim 8 hingga 10 ton kepada distributor. Itu belum termasuk permintaan dari reseller dan konsumen dari marketplace. Permintaan hampir di seluruh provinsi. Seperti Jawa Timur, Bali, Sumatera, Kalimantan hingga Papua,&#8221; kata Direktur Utama PT Sirtanio Organik Indonesia ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ahmed menceritakan, dirinya mulai mengembangkan padi organik mengikuti jejak sang paman, Samanhudi, yang lebih dulu terjun ke pertanian organik. &#8220;Awalnya saya diajak untuk membantu paman. Lama-lama saya tertarik dan akhirnya ikut terjun ke pertanian organik. Saya ingin membantu petani untuk mendapatkan harga gabah yang bagus,&#8221; terang Ahmed.</p>



<p>Upayanya bertahun-tahun mengkonversi lahan pertanian non-organik menjadi organik, pun membuahkan hasil. Pada tahun 2019, beras organik produksi PT Sirtanio Organik Indonesia mulai diekspor ke Italia dan Afrika Selatan. Ekspor beras organiknya terpaksa dihentikan, karena pandemi Covid-19. Negara tujuan ekspor mengalami krisis ekonomi dan regulasi juga semakin ketat.</p>



<p>&#8220;Sejak saat itu, kami putuskan untuk fokus pada pasar domestik. Alhamdulillah saat pandemi,.penjualan domestik justru meningkat karena kesadaran masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh semakin tinggi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Untuk beras merah, perkilogramnya dibanderol Rp 31.000, beras putih Rp 27.000, beras coklat Rp 26.500, beras hitam pekat Rp 35.000 dan beras hitam Melik Rp 45.000. Kualitas beras organik Banyuwangi diminati pasar nasional. Permintaan yang cukup tinggi, membuat beras organik Banyuwangi kini tersedia di 18.000 supermarket se-Indonesia.</p>



<p>Sejak beberapa tahun terakhir, Banyuwangi terus mendorong petani menerapkan sistem pertanian terintegrasi dengan budidaya secara organik. Lahan-lahan pertanian di desa-desa Banyuwangi, seperti Sumberwaru, Segobang, Parijatah dan desa-desa lannya telah beralih ke budidaya beras organik.</p>



<p>Beras organik yang diproduksi adalah Beras Merah Varietas A3 Segobang, Beras Hitam Melik Parijatah, Beras Coklat dan Beras Putih Berlian. Varietas-varietas itu telah didaftarkan sebagai padi asli Banyuwangi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi di Kementerian Pertanian. Dan telah mendapatkan sertifikat organik dari lembaga terkait. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210752</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tebing Sumberbaru Retak, Rawan terjadi Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/tebing-sumberbaru-retak-rawan-terjadi-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2018 12:08:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[sumberbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=70868</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Retakan (pergeseran) tanah selebar kurang lebih 200 &#8211; 250 m dengan kedalaman 1 m terjadi di Dusun Lanasan Desa Gelang Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember, Jumat (28/12/2018) siang. Retakan tanah itu terjadi di sebuah kebun Kopi yang posisinya berada ditebing dengan ketinggian kurang lebih 200 m di atas pemukiman penduduk, sehingga akan mudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Retakan (pergeseran) tanah selebar kurang lebih 200 &#8211; 250 m dengan kedalaman 1 m terjadi di Dusun Lanasan Desa Gelang Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember, Jumat (28/12/2018) siang.</p>
<p>Retakan tanah itu terjadi di sebuah kebun Kopi yang posisinya berada ditebing dengan ketinggian kurang lebih 200 m di atas pemukiman penduduk, sehingga akan mudah terjadinya longsor.</p>
<p>Kapolsek Sumberbaru Ajun Komisaris Polisi Subagiyo, saat dikonfirmasi memontum.com, Sabtu (29/13/2018) mengatakan, Apabila terjadi longsor diperkirakan ada 3 rumah yang akan terdampak lonsoran,</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181229-WA0006.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181229-WA0006.jpg?resize=650%2C798&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="798" class="aligncenter size-full wp-image-70871" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181229-WA0006.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181229-WA0006.jpg?resize=244%2C300&amp;ssl=1 244w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Selain itu tanah longsoran juga akan membendung Sungai Lanasan yang tepat berada sebelah kanan bawah tebing yang retak, &#8221; ujar Subagiyo.</p>
<p>Untuk itu sambung Subagiyo, Pihaknya bersama Muspika Sumberbaru akan secepatnya mengevakuasi ketiga rumah tersebut ke titik tempat yang aman yakni sebelah selatan dari tanah yang retak sekitar 350 m. </p>
<p>&#8220;Untuk ketiga rumah yang diperkirakan akan terdampak Longsoran yakni rumah milik Edi rahman (32), Rofii, (45 ) dan rumah Musem (47),&#8221; sambungnya. </p>
<p>Untuk penanggulangan serta pengamanan terjadinya longsor Muspika Sumberbaru bersama Pemerintah Desa setempat, melakukan Penutupan retakan menggunakan terpal dan masyarakat setempat. <strong>(yud/oso) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70868</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Lebat, 2 Rumah di Sumberbaru Terdampak Tanah Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-lebat-2-rumah-di-sumberbaru-terdampak-tanah-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2018 15:35:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[sumberbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=70133</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Tanah Longsor Kembali terjadi di Wilayah hukum Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember, Kali ini menimpa 2 Rumah tinggal yang terletak di dusun Pasirian Desa Kaliglagah, Minggu (23/12/2018) siang. Masing masing Rumah tinggal yang terdampak longsor Antara lain Rumah milik Misnanto (45 ) dan rumah milik Bu Slami (50) keduanya adalah warga RT 02 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Tanah Longsor Kembali terjadi di Wilayah hukum  Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember, Kali ini menimpa 2 Rumah tinggal yang terletak di dusun Pasirian Desa Kaliglagah, Minggu (23/12/2018) siang. </p>
<p>Masing masing Rumah tinggal yang terdampak longsor Antara lain Rumah milik Misnanto (45 ) dan rumah milik Bu Slami (50) keduanya adalah warga RT 02 RW 28 Dusun Pasirian, Desa Kali Glagah.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0060-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0060-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-70136" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0060-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0060-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Tak ada korban Jiwa dalam kejadian tanah longsor ini, walau kedua rumah sebagian terdampak Longsor,&#8221; kata Kapolsek Sumberbaru AKP Subagiyo saat dikonfirmasi memontum.com di sela sela ia membagikan bantuan kepada korban Lonsor. </p>
<p>Menurut Subagiyo, kejadian Tanah Longsor tersebut Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi di hari Sabtu (22/12/ 2018) malam sekitar pukul 11.00 sampai Minggu (23/12/2018) sekitar pukul 02.00 .</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0061-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0061-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-70137" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0061-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181223-WA0061-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Jadi Apabila Hujan turun lebat dan lama saya menghimbau kepada warga untuk selalu waspada serta selalu tanggap bencana dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.&#8221; himbaunya. <strong>(yud/oso)</strong>  </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70133</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah dan Baznas Bantu Korban Sumberbaru</title>
		<link>https://memontum.com/pemerintah-dan-baznas-bantu-korban-sumberbaru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2017 10:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Baznas]]></category>
		<category><![CDATA[sumberbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tanah longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2021-pemerintah-dan-baznas-bantu-korban-sumberbaru</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memo X &#8212; Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat memberikan bantuan kepada sejumlah korban bencana longsor Sumberbaru. Pengurus Baznas Kabupaten Jember bersama Camat Sumberbaru, Kades jambesari (mewakili Bupati Jember) , dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan. PKH (Pendamping Program Keluarga Harapan ) Kecamatan Sumberbaru (mewakili kementerian sosial), dan para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memo X </strong>&#8212; Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat memberikan bantuan kepada sejumlah korban bencana longsor Sumberbaru. </p>
<p>Pengurus Baznas Kabupaten Jember bersama Camat Sumberbaru, Kades jambesari (mewakili Bupati Jember) , dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan. </p>
<p>PKH (Pendamping Program Keluarga Harapan ) Kecamatan Sumberbaru (mewakili kementerian sosial), dan para keluarga korban longsor mengadakan pertemuan di Desa Jambesari Kecamatan Sumberbaru Jember.</p>
<p>Ketua Baznas Jember H. Misbachussalam mengatakan, dalam pertemuan tersebut dibahas tentang evakuasi, relokasi, rehabilitasi dan rekonstruksi dari korban longsor di Dusun Kedunglier Desa Jambesari. </p>
<p>“Baznas Jember juga memberikan bantuan beras dan mi instan untuk para korban yang mengungsi. Baznas Jember juga telah melakukan komunikasi dengan Menteri Sosial Ibu Khofifah Indarparawansa dan Alhamdulillah Menteri Sosial sudah mempersiapkan santunan kepada tiga korban yang meninggal dunia,” ujar H Misbachussalam.</p>
<p>Pihaknya juga bersyukur dalam pertemuan di balai desa ahli warisnya datang dan sudah diberi penjelasan termasuk adiministrasi surat kematian, KTP, KK dan surat nikah. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang, relokasi, rehabilitasi dan rekonstruksi masyarakat pasca bencana longsor. </p>
<p>“Ternyata ada 12 rumah yang dikhawatirkan tertimpa longsor bila terjadi lagi,” tambahnya. Mereka miliki rumah di sekitar gunung, dan sampai saat ini terkadang pulang kerumahnya dan kalau hujan mengungsi.</p>
<p>Kecuali rumahnya yang sudah tertimbun tetap ada di tempat pengungsian.</p>
<p>“Masyarakat sangat berharap ada pembangunan rumah yang aman di tempat lain, semoga segera direalisasikan oleh pemerintah,” ujarnya. <strong>(ren/min)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2021</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
