<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sungai Bondoyudo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sungai-bondoyudo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Mar 2023 23:03:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sungai Bondoyudo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Korban Terseret Arus Sungai Bondoyudo Lumajang Ditemukan 5 Kilometer dari Lokasi Pertama</title>
		<link>https://memontum.com/korban-terseret-arus-sungai-bondoyudo-lumajang-ditemukan-5-kilometer-dari-lokasi-pertama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Bondoyudo]]></category>
		<category><![CDATA[terseret arus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=184391</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Usaha pencarian terhadap korban terseret arus Sungai Bondoyudo di Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, yakni MF (16), santri putra Pondok Pesantren Bustanul Ulum Lumajang, akhirnya membuahkan hasil, Jumat (03/03/2023) tadi. Jenazah korban, berhasil ditemukan sejauh 5 kilometer dari titik awal, korban dilaporkan. Dengan ditemukannya jenazah korban, maka usaha pencarian Tim SAR gabungan, di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Usaha pencarian terhadap korban terseret arus Sungai Bondoyudo di Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, yakni MF (16), santri putra Pondok Pesantren Bustanul Ulum Lumajang, akhirnya membuahkan hasil, Jumat (03/03/2023) tadi. Jenazah korban, berhasil ditemukan sejauh 5 kilometer dari titik awal, korban dilaporkan.</p>



<p>Dengan ditemukannya jenazah korban, maka usaha pencarian Tim SAR gabungan, di hari ketiga pun akan dihentikan. Jenazah korban, selanjutnya dievakuasi oleh tim SAR untuk selanjutnya dibawa ke Pondok Pesantren Bustanul Ulum.</p>



<p>“Jenazah korban ditemukan pukul 12.30. Yakni pada koordinat 08°10&#8217;24.321&#8243;S 113°17&#8217;05.046&#8243;E sejauh 5 km dari lokasi kejadian” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), M Hariyadi, dalam operasi pencarian ini.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Korban Terseret Arus Sungai Bondoyudo Lumajang Ditemukan 5 Kilometer dari Lokasi Pertama" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/XG4IFlpzzPY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebelumnya, atau pada Rabu (01/03/2023) lalu, korban bersama empat temannya yang lain, tengah mencuci karpet kamar asrama pondok di Sungai Bondoyudo. “Menurut laporan yang kami terima, korban menggunakan kayu sebagai pelampung saat mereka mandi atau usai mencuci karpet,” tambah Hariyadi.</p>



<p>Mendapatkan laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya menggerakkan 1 tim rescue Pos SAR Jember, untuk menuju lokasi melakukan operasi pencarian dengan membawa peralatan water rescue, juga alat pencarian sonar, Aqua Eye. Tidak hanya 1 tim rescue Pos SAR Jember, upaya pencarian juga dilakukan oleh unsur SAR gabungan antara lain BPBD Lumajang, Polsek Jatiroto, Koramil Jatiroto, Biting Rescue, Lumajang Rescue, Siluman Rescue, Baret Rescue, Pengurus Ponpes Bustanul Ulum, FAJI Lumajang, dan juga masyarakat sekitar. <strong>(hms/sar/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184391</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menunggu Jembatan Rampung, Warga Desa di Jember harus Seberangi Sungai dengan Perahu Getek</title>
		<link>https://memontum.com/menunggu-jembatan-rampung-warga-desa-di-jember-harus-seberangi-sungai-dengan-perahu-getek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 16:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Bedadung]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Bondoyudo]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Wrati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=157757</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Warga di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo dan Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, selama empat bulan terakhir sepertinya harus bersabar. Itu karena, jembatan penghubung antar dua desa tersebut, masih dalam tahap perbaikan sejak bulan Juli 2021 lalu. Akibatnya, warga pun saat akan beraktifitas, harus melintasi Sungai Mayang, dengan perahu getek. Saat perahu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Me<strong>montum Jember</strong> &#8211; Warga di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo dan Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, selama empat bulan terakhir sepertinya harus bersabar. Itu karena, jembatan penghubung antar dua desa tersebut, masih dalam tahap perbaikan sejak bulan Juli 2021 lalu.</p>



<p>Akibatnya, warga pun saat akan beraktifitas, harus melintasi Sungai Mayang, dengan perahu getek. Saat perahu melintasi sungai, pun rawan terjadi kecelakaan karena arus sungai selebar 100 meter dengan kedalaman 5-6 meter, cukup deras. Terlebih, kini tengah musim penghujan.</p>



<p>Sementara, jembatan darurat yang dibuat oleh warga, pun tidak bisa digunakan sebagaimana harapan, karena debit air sungai cukup tinggi dan kondisinya rusak. Jika tidak menyeberang dengan menggunakan perahu, warga harus memutar jauh. Untuk memotong jarak dan waktu, mereka harus menumpang perahu tersebut.&nbsp;</p>



<p>Setiap kali menumpang, warga harus membayar jasa perahu getek sebesar Rp 2 ribu sekali melintas. Kondisi ini dikeluhkan warga pasalnya jembatan penghubung antar dua desa itu sangat dibutuhkan warga saat beraktifitas keluar masuk pemukiman mereka.</p>



<p>Salah seorang warga Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Susi Solehatin mengaku sering melintasi Sungai Mayang itu dengan menggunakan perahu getek. &#8220;Saya sering lewat sini, karena tidak ada jalan lain dan satu-satunya lewat sini. Apalagi sudah sebulan ini pakai (perahu) getek. Karena (sekitar 3 bulan belakangan), gladak sesek (jembatan darurat dari bambu) itu rusak jadi aksesnya diganti pakai getek ini,&#8221; kata Susi saat akan melintasi sungai, Senin (08/11/2022).</p>



<p>Ditambahkan Susi, akses jalan melintasi sungai dengan menggunakan perahu getek itu, dianggap penting. Karena satu-satunya akses jalan paling cepat untuk melintas antar dua desa. &#8220;Kalau semisal lewat jalan lain ada. Tapi harus mutar jauh kurang lebih 15 km dan harus lewat hutan. Jalur Lintas Selatan sih. Jadi lebih enak lewat sini,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditanya bagaimana perasaanya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2 ribu sekali melintasndengan perahu getek, Susi mengaku tidak jadi masalah. &#8220;Iya tidak apa-apa sih, tapi kan kalau sering lumayan kalau ditotal. Ya semoga saja perbaikan jembatan itu cepat selesai. Jadi aktifitas kembali normal,&#8221; kata wanita yang juga berprofesi sebagai guru TK ini.</p>



<p>Sementara itu menurut petugas yang membantu penyeberangan Basori, adanya aktifitas melintasi Sungai Mayang itu dengan menggunakan perahu getek, sudah ada sejak sebulan belakangan.</p>



<p>&#8220;Sebulanan ini ada perahu getek ini. Sebelumnya ada sesek (jembatan darurat dari bambu itu). Tapi karena musim penghujan, debit air pasang surut. Jembatan gantung (darurat) itu rusak dan tidak bisa digunakan. Akhirnya sementara diganti dengan perahu getek ini,&#8221; kata pria yang juga akrab dipanggil Abas ini.</p>



<p>Abas mengaku, setiap warga melintas ada tarikan Rp 2 ribu seikhlasnya. Karena untuk melintasi sungai tersebut menggunakan tenaga manusia untuk menggerakkan perahu. &#8220;Setiap harinya ada sistem piket, sehari ada 5 petugas dari pagi sampai malam hari. Waktunya tidak tentu. Tugasnya membantu melintas sungai ini. Jarak tempuhnya kurang lebih 80 meteran,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Abas mengatakan, dalam sehari ada 300 orang yang melintas menggunakan perahu getek tersebut. Sehingga penghasilan per hari dari adanya perahu getek tersebut, kurang lebih Rp 600 ribu. &#8220;Itu belum termasuk gaji (honor) dari petugas (yang membantu menarik perahu getek). Bersih bisa sampai Rp 250 ribu,&#8221; katanya. Nantinya uang itu dipakai untuk kegiatan sosial antar warga.</p>



<p>Untuk melintas menggunakan perahu getek hanya bisa menyebrangkan pengguna motor . &#8220;Mobil tidak bisa. Biasanya yang melintas pengendara motor, membawa hasil pertanian, atau habis mencari rumput untuk pakan ternak. Sekali melintas biasanya 5 &#8211; 6 motor. Sebenarnya selain harus menyeberang, ada jalan alternatif. Tapi jarak jauh dan jalanannya becek (licin). Jadi masyarakat lebih memilih lewat sini (melintas sungai menggunakan perahu getek),&#8221; sambungnya.</p>



<p>Perbaikan jembatan itu sudah berlangsung selama kurang lebih 4 bulan. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kapan selesai. Jembatan model gantung itu harus diperbaiki karena kondisinya miring. Sangat berbahaya karena rawan putus dan mencelakai warga yang melintas di atasnya.</p>



<p>Sejumlah awak media kemudian berusaha meminta konfirmasi dari Kepala Desa Sumberejo yang saat ini dijabat oleh seorang Pelaksana Jabatan (Pj). Namun Pj Kades Sumberejo, Samsuri sedang tidak ada di kantornya. Menurut informasi dari salah seorang perangkat desa setempat, Pj Kades Samsuri sudah pulang lebih dulu. &#8220;Pak Pj Kades sudah pulang sekitar jam 1 siang tadi. Karena rumahnya jauh di sekitar Desa Pontang sana,&#8221; ujarnya singkat. (ark/rio/gie)</p>



<p>Menunggu Jembatan Rampung, Warga Desa di Jember harus Seberangi Sungai dengan Perahu Getek</p>



<p>Memontum Jember &#8211; Warga di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo dan Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, selama empat bulan terakhir sepertinya harus bersabar. Itu karena, jembatan penghubung antar dua desa tersebut, masih dalam tahap perbaikan sejak bulan Juli 2021 lalu.</p>



<p>Akibatnya, warga pun saat akan beraktifitas, harus melintasi Sungai Mayang, dengan perahu getek. Saat perahu melintasi sungai, pun rawan terjadi kecelakaan karena arus sungai selebar 100 meter dengan kedalaman 5-6 meter, cukup deras. Terlebih, kini tengah musim penghujan.</p>



<p>Sementara, jembatan darurat yang dibuat oleh warga, pun tidak bisa digunakan sebagaimana harapan, karena debit air sungai cukup tinggi dan kondisinya rusak. Jika tidak menyeberang dengan menggunakan perahu, warga harus memutar jauh. Untuk memotong jarak dan waktu, mereka harus menumpang perahu tersebut.</p>



<p>Setiap kali menumpang, warga harus membayar jasa perahu getek sebesar Rp 2 ribu sekali melintas. Kondisi ini dikeluhkan warga pasalnya jembatan penghubung antar dua desa itu sangat dibutuhkan warga saat beraktifitas keluar masuk pemukiman mereka.</p>



<p>Salah seorang warga Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Susi Solehatin mengaku sering melintasi Sungai Mayang itu dengan menggunakan perahu getek. &#8220;Saya sering lewat sini, karena tidak ada jalan lain dan satu-satunya lewat sini. Apalagi sudah sebulan ini pakai (perahu) getek. Karena (sekitar 3 bulan belakangan), gladak sesek (jembatan darurat dari bambu) itu rusak jadi aksesnya diganti pakai getek ini,&#8221; kata Susi saat akan melintasi sungai, Senin (08/11/2022).</p>



<p>Ditambahkan Susi, akses jalan melintasi sungai dengan menggunakan perahu getek itu, dianggap penting. Karena satu-satunya akses jalan paling cepat untuk melintas antar dua desa. &#8220;Kalau semisal lewat jalan lain ada. Tapi harus mutar jauh kurang lebih 15 km dan harus lewat hutan. Jalur Lintas Selatan sih. Jadi lebih enak lewat sini,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditanya bagaimana perasaanya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2 ribu sekali melintasndengan perahu getek, Susi mengaku tidak jadi masalah. &#8220;Iya tidak apa-apa sih, tapi kan kalau sering lumayan kalau ditotal. Ya semoga saja perbaikan jembatan itu cepat selesai. Jadi aktifitas kembali normal,&#8221; kata wanita yang juga berprofesi sebagai guru TK ini.</p>



<p>Sementara itu menurut petugas yang membantu penyeberangan Basori, adanya aktifitas melintasi Sungai Mayang itu dengan menggunakan perahu getek, sudah ada sejak sebulan belakangan.</p>



<p>&#8220;Sebulanan ini ada perahu getek ini. Sebelumnya ada sesek (jembatan darurat dari bambu itu). Tapi karena musim penghujan, debit air pasang surut. Jembatan gantung (darurat) itu rusak dan tidak bisa digunakan. Akhirnya sementara diganti dengan perahu getek ini,&#8221; kata pria yang juga akrab dipanggil Abas ini.</p>



<p>Abas mengaku, setiap warga melintas ada tarikan Rp 2 ribu seikhlasnya. Karena untuk melintasi sungai tersebut menggunakan tenaga manusia untuk menggerakkan perahu. &#8220;Setiap harinya ada sistem piket, sehari ada 5 petugas dari pagi sampai malam hari. Waktunya tidak tentu. Tugasnya membantu melintas sungai ini. Jarak tempuhnya kurang lebih 80 meteran,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Abas mengatakan, dalam sehari ada 300 orang yang melintas menggunakan perahu getek tersebut. Sehingga penghasilan per hari dari adanya perahu getek tersebut, kurang lebih Rp 600 ribu. &#8220;Itu belum termasuk gaji (honor) dari petugas (yang membantu menarik perahu getek). Bersih bisa sampai Rp 250 ribu,&#8221; katanya. Nantinya uang itu dipakai untuk kegiatan sosial antar warga.</p>



<p>Untuk melintas menggunakan perahu getek hanya bisa menyebrangkan pengguna motor . &#8220;Mobil tidak bisa. Biasanya yang melintas pengendara motor, membawa hasil pertanian, atau habis mencari rumput untuk pakan ternak. Sekali melintas biasanya 5 &#8211; 6 motor. Sebenarnya selain harus menyeberang, ada jalan alternatif. Tapi jarak jauh dan jalanannya becek (licin). Jadi masyarakat lebih memilih lewat sini (melintas sungai menggunakan perahu getek),&#8221; sambungnya.</p>



<p>Perbaikan jembatan itu sudah berlangsung selama kurang lebih 4 bulan. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kapan selesai. Jembatan model gantung itu harus diperbaiki karena kondisinya miring. Sangat berbahaya karena rawan putus dan mencelakai warga yang melintas di atasnya.</p>



<p>Sejumlah awak media kemudian berusaha meminta konfirmasi dari Kepala Desa Sumberejo yang saat ini dijabat oleh seorang Pelaksana Jabatan (Pj). Namun Pj Kades Sumberejo, Samsuri sedang tidak ada di kantornya. Menurut informasi dari salah seorang perangkat desa setempat, Pj Kades Samsuri sudah pulang lebih dulu. &#8220;Pak Pj Kades sudah pulang sekitar jam 1 siang tadi. Karena rumahnya jauh di sekitar Desa Pontang sana,&#8221; ujarnya singkat. <strong>(ark/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157757</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Basarnas Cari Pengamen Korban Sungai Bondoyudo</title>
		<link>https://memontum.com/basarnas-cari-pengamen-korban-sungai-bondoyudo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2018 13:21:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Bondoyudo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/30131-basarnas-cari-pengamen-korban-sungai-bondoyudo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8212; Pencarian Al Farizi, korban hilang terbawa arus Sungai Bondoyudo pada Hari Senin (5/3/2018) tidak membuahkan hasil. Pencarian kemudian dilanjutkan di hari kedua, Selasa (6/3/2018). Namun hasilnya juga sama, petugas masih belum menemukan pemuda berusia 21 tahun itu. Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, penarian hari kedua masih fokus lokasi awal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8212; Pencarian Al Farizi, korban hilang terbawa arus Sungai Bondoyudo pada Hari Senin (5/3/2018) tidak membuahkan hasil. Pencarian kemudian dilanjutkan di hari kedua, Selasa (6/3/2018). Namun hasilnya juga sama, petugas masih belum menemukan pemuda berusia 21 tahun itu.</p>
<p>Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, penarian hari kedua masih fokus lokasi awal korban tenggelam. Yakni di Desa Yosowilangun Lor Kecamatan Yosowilangun Lumajang.</p>
<p>Selain petugas dari BPBD, dari Basarnas juga datang ke lokasi untuk membantu pencarian. Menggunakan perahu karet, petugas melakukan penyisiran hingga muara. Kemudian balik lagi menyisir ke lokasi kejadian.</p>
<p>Selain petugas dari BPBD dan Basarnas, petugas dari Koramil, Polsek, Kecamatan setempat juga datang membantu di lokasi. “Relawan dan juga warga sekitar juga ada di lokasi,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi, SH.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/11728-buang-hajat-pengamen-pasuruan-terseret-arus-sungai-bondoyudo" rel="noopener" target="_blank">Buang Hajat, Pengamen Pasuruan Terseret Arus Sungai Bondoyudo </a>)</p>
<p>Pencarian di hari pertama di hentikan pukul 6 petang. Karena pencarian tidak akan maksimal dilakukan jika hari sudah gelap. Di hari kedua, kemungkinan juga sama. “Jika hasilnya nihil, kita lanjut besok lagi,” jelas Wawan pada Media.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Al Farizi dinyatakan hilang terbawa arus sungai, sekitar pukul 11 pagi. Awalnya Ia berniat mandi di sungai. Namun karena arus sungai yang lumayan deras dan tidak bisa berenang akhirnya warga Pasuruan ini tenggelam dan terbawa arus. <strong>(adi/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30131</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buang Hajat, Pengamen Pasuruan Terseret Arus Sungai Bondoyudo</title>
		<link>https://memontum.com/buang-hajat-pengamen-pasuruan-terseret-arus-sungai-bondoyudo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2018 13:25:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[korban hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Bondoyudo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29953-buang-hajat-pengamen-pasuruan-terseret-arus-sungai-bondoyudo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8212; Warga 2 kabupaten yaitu Lumajang dan Jember pada Senin0(5/3/2018) sore dikejutkan dengan informasi kabar ada seorang lelaki terjebur sungai saat hendak buang hajat di kawasan Dusun Krajan, Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yoso, Lumajang. Dikarenakan sungai yang melintang dari arah utara ke selatan tersebut yang membatasi dua kabupaten antara Lumajang dan Jember, memaksa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8212; Warga 2 kabupaten yaitu Lumajang dan Jember pada Senin0(5/3/2018) sore dikejutkan dengan informasi kabar ada seorang lelaki terjebur sungai saat hendak buang hajat di kawasan Dusun Krajan, Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yoso, Lumajang. Dikarenakan sungai yang melintang dari arah utara ke selatan tersebut yang membatasi dua kabupaten antara Lumajang dan Jember, memaksa pihak Polsek Jombang turun tangan mencari remaja tersebut hingga petang ini. </p>
<p><div id="attachment_11731" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-11731" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180305-WA0190-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Proses pencarian dilakukan teman korban, aparat dan warga sekitar Bantaran Sungai Bondoyudo" width="650" height="366" class="size-full wp-image-29954" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180305-WA0190-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180305-WA0190-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180305-WA0190-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180305-WA0190-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-11731" class="wp-caption-text"><strong>Proses pencarian dilakukan teman korban, aparat dan warga sekitar Bantaran Sungai Bondoyudo</strong></p></div></p>
<p>Hingga saat ini proses pencarian pemuda yang menurut informasi beberapa teman korban diduga tenggelam bernama Al Farizi (21) yang beralamat Dusun Lekok, Desa Manding, Kabupaten Pasuruan. Dari informasi warga, korban  adalah pengamen jalanan yang kebetulan lewat kawasan tersebut, setelah lama berkelana di kawasan Jember dan Lumajang, memang warga tak asing dengan sosok korban dan teman-teman yang sering ngamen di kawasan Yosowilangun dan sekitarnya tersebut. </p>
<p>AKP Maruf Abdulah SH selaku Kapolsek Jombang menuturkan, &#8220;Kami terjunkan anggota dan warga juga pihak Basarnas Jember untuk melakukan pencarian. Korban diduga tenggelam. Hingga pukul 17.40 korban masih belum ditemukan, dan kami akan terus melakukan penyisiran di arah selatan sungai Bondoyudo tersebut hingga jenazah pengamen asal Pasuruan tersebut ditemukan.” <strong>(Lum/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29953</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mayat Misdi Korban Ganasnya Sungai Bondoyudo Ditemukan</title>
		<link>https://memontum.com/mayat-misdi-korban-ganasnya-sungai-bondoyudo-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2017 06:18:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[orang hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Bondoyudo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/14416-mayat-misdi-korban-ganasnya-sungai-bondoyudo-ditemukan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8212; Tubuh pencari Rumput atas nama Misdi, (52) asal Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas setelah seminggu pencarian oleh pihak keluarga dan dinas terkait ahirnya ditemukan warga pencari rumput yang mencium bau kurang sedap. Awalnya saksi mata Suyono pada Kamis, (21/12/2017) siang akan mengambil rumput di persawahan dekat sungai bondoyudo. Pada saat itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8212; Tubuh pencari Rumput atas nama Misdi, (52) asal Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas setelah seminggu pencarian oleh pihak keluarga dan dinas terkait ahirnya ditemukan warga pencari rumput yang mencium bau kurang sedap. </p>
<p>Awalnya saksi mata Suyono pada Kamis, (21/12/2017) siang akan mengambil rumput di persawahan dekat sungai bondoyudo. Pada saat itu dirinya mencium bau kurang sedap terasa dekat dari tempat ia berdiri. Lantas pada saat itu juga matanya tertuju pada sosok berwarna hitam tepat dibawah pohon waru tersangkut. </p>
<p><div id="attachment_5800" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-5800" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171221-WA0115-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Evakuasi Mayat hanyut dari Sungai Bondoyudo oleh Warga Dibantu Aparatur Negara" width="650" height="366" class="size-full wp-image-14417" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171221-WA0115-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171221-WA0115-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171221-WA0115-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171221-WA0115-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-5800" class="wp-caption-text"><em>Evakuasi Mayat hanyut dari Sungai Bondoyudo oleh Warga Dibantu Aparatur Negara</em></p></div></p>
<p>Dari situlah ia dekati dan ternyata memang benar itu mayat manusia terlentang dan sudah membesar. Dan saat itu saksi langsung melaporkan penemuan tersebut kepada pihak perangkat desa dan pemangku wilayah ia itu Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang saat itu memang dekat dari lokasi penemuan mayat tersebut. </p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/5359-sungai-bondoyudo-telan-pencari-rumput" rel="noopener" target="_blank">Sungai Bondoyudo Telan Pencari Rumput</a> )</p>
<p>Tak selang beberapa lama warga berdatangan guna melihat dari dekat dan sanak keluarga dari korban Misdi datang dan ternyata benar bahwa mayat tersebut adalah sosok bapak misdi yang sudah lama dicari pasca. Kejadian terseret aliran sungai Bondoyudo kapan hari tersebut. </p>
<p>Sanak saudara yang engan disebutkan namanya membenarkan mayat tersebut adalah keluarganya ia itu bapak Misdi. Dan mayat tersebut langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk segera dimakamkan dengan layak.<strong> (Lum/yan)</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14416</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sungai Bondoyudo Telan Pencari Rumput</title>
		<link>https://memontum.com/sungai-bondoyudo-telan-pencari-rumput</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2017 11:17:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[orang hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Bondoyudo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/12918-sungai-bondoyudo-telan-pencari-rumput</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8212; Naas yang dialami warga Dusun Krajan Jeni RT/RW 03/09,Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember atas nama Misdi (55) yang hingga saat ini hilang ditelan aliran sungai Bondoyudo yang berada di Gumukmas. Kejadian menurut saksi bernama mata saat itu Rifin warga Kepanjen saat itu dirinya melihat korban sedang pulang dari mencari rumput di seberang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8212; Naas yang dialami warga Dusun Krajan Jeni RT/RW 03/09,Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember atas nama Misdi (55) yang hingga saat ini hilang ditelan aliran sungai Bondoyudo yang berada di Gumukmas. </p>
<p>Kejadian menurut saksi bernama  mata saat itu Rifin warga Kepanjen saat itu dirinya melihat korban sedang pulang dari mencari rumput di seberang sungai. Setelah itu korban Misdi menyeberangi sungai yang beraliran deras dan banyak sampah.</p>
<p>&#8220;Dugaan sementara saksi mungkin korban terseret air besar dan kelebihan membawa rumput yang ia bawa,&#8221; ucapnya. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171214-WA0157-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-12920" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171214-WA0157-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171214-WA0157-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171214-WA0157-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171214-WA0157-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kabar ada orang hilang di aliran sungai Bondoyudo dusun Jeni cepat menyebar dari mulut ke mulut warga.  Hingga pukul 11.00, Kamis (14/12/2017) siang, warga berduyun-duyun mencari korban yang hilang diduga kena derasnya sungai tersebut. Namun proses pencarian yang dilakukan warga tidak membuahkan hasil. </p>
<p>Selang beberapa saat pihak Basarnas dan juga pihak kepolisian sektor Gumukmas dan pihak Pol Air Puger dan dibantu relawan hingga pukul 15.30 wib masih mencari. Bahkan melebarkan radius pencarian dan mengambil ratusan kubik sampah yang berada di aliran sungai dan diduga menyangkut tubuh korban tenggelam. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171214-WA0162-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-12919" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171214-WA0162-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171214-WA0162-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171214-WA0162-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171214-WA0162-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Salah satu warga Dusun Jeni, Nur Fuad mengatakan sampai saat ini belum ditemukan. &#8220;Kami sudah berupaya. Namun jika menurut saksi dirinya tenggelam pasti ketemu. Kondisi sungai memang keruh dan banyak kotoran sampah. Kami bersama beberapa elemen warga dan dinas akan terus berusaha mencari hingga jasad misdi ditemukan apapun keadaannya,&#8221; ujarnya. <strong>(Lum/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">12918</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
