<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Sungai Brantas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sungai-brantas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Jun 2023 14:43:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Sungai Brantas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dilempar ke Sungai, Jazad Bayi Laki-Laki Gegerkan Warga Sungai Brantas Kiduldalem Malang</title>
		<link>https://memontum.com/dilempar-ke-sungai-jazad-bayi-laki-laki-gegerkan-warga-sungai-brantas-kiduldalem-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2023 14:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190463</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bayi laki-laki ditemukan di aliran Sungai Brantas Jalan Aris Munandar Gang VI A RT03 RW04, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (08/06/2023) sekitar pukul 15.10. Saat ditemukan oleh warga setempat, bayi tersebut dalam kondisi mengambang di cerukan sungai. Kejadian ini, sontak menjadi perhatian dan menggegerkan warga di Sungai Brantas. Selanjutnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bayi laki-laki ditemukan di aliran Sungai Brantas Jalan Aris Munandar Gang VI A RT03 RW04, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (08/06/2023) sekitar pukul 15.10. Saat ditemukan oleh warga setempat, bayi tersebut dalam kondisi mengambang di cerukan sungai.</p>



<p>Kejadian ini, sontak menjadi perhatian dan menggegerkan warga di Sungai Brantas. Selanjutnya, penemuan bayi yang sudah tidak bernyawa itu, dilaporkan ke pihak kepolisian dan masih dalam penyelidikan Polsek Klojen.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Dilempar ke Sungai, Jazad Bayi Laki-Laki Gegerkan Warga Sungai Brantas Kiduldalem Malang #shorts" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/uK0zpmeBM6o?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa bayi tersebut diketahui oleh ibu-ibu yang berada di pinggir sungai. Karena melihat bayi yang mengambang, mereka pun berteriak meminta tolong. Teriakan itu, kemudian didengar oleh Lutfi Subiantoro (40), warga setempat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lutfi yang saat itu di rumahnya, segera turun ke dasar sungai menuju ke lokasi kejadian. Dirinya memastikan, bahwa memang benar yang dilihatnya dan warga adalah bayi manusia yang mengambang dengan kondisi tidak menggunakan pakaian.</p>



<p>Bersama Slamet Hariadi (59), dirinya mengevakuasi bayi tersebut dan membawanya ke Pos RT03 RW04. Penemuan jasad bayi yang diduga sengaja dibunuh dengan dilempar ke sungai itu, pun juga segera dilaporkan ke Polsek Klojen. Sementara untuk mengevakuasi tubuh bayi, saksi melepas bajunya dan digunakan untuk mengangkat bayi yang hanyut itu.</p>



<p>Kapolsek Klojen, Kompol Syabain Rahmad, membenarkan mengenai penemuan itu. Bahkan, anggotanya sudah turun ke lokasi dan membawa jenazah ke RRSA Malang.</p>



<p>&#8220;Jenazah bayi tersebut sudah dibawa le kamar jenazah RSSA Malang. Kami juga mendatangi TKP dan masih dalam penyelidikan petugas,&#8221; ujar Kapolsek Klojen. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190463</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ukuran Kualitas Air Sungai Brantas, Kementrian LH dan Kehutanan Tetapkan Aman untuk Ternak dan Tanaman</title>
		<link>https://memontum.com/ukuran-kualitas-air-sungai-brantas-kementrian-lh-dan-kehutanan-tetapkan-aman-untuk-ternak-dan-tanaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 May 2023 09:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188544</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kualitas air Sungai Brantas di Coban menunjukkan kondisi normal. Hal itu, berdasarkan Onlimo (alat pemantauan kualitas air) di Coban Talun Kota Batu. Sekedar diketahui, alat tersebut menunjukkan tingkat kekeruhan di bawah angka 10. Atau, dalam kondisi jernih layak konsumsi ternak dan tanaman. Salah seorang pemantau air Sungai Brantas dari Kementerian Lingkungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotabatu.memontum.com/">Kota Batu</a></strong> &#8211; Kualitas air Sungai Brantas di Coban menunjukkan kondisi normal. Hal itu, berdasarkan Onlimo (alat pemantauan kualitas air) di <a href="https://kotabatu.memontum.com/">Coban Talun</a> Kota Batu.</p>



<p>Sekedar diketahui, alat tersebut menunjukkan tingkat kekeruhan di bawah angka 10. Atau, dalam kondisi jernih layak konsumsi ternak dan tanaman.</p>



<p>Salah seorang pemantau air Sungai Brantas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Niko, mengatakan bahwa setelah dilakukan pemantauan menggunakan Onlimo, terlihat kandungan Nitrat diangka nol.</p>



<p>&#8220;Ini saya cek dengan Onlimo, kandungan Nitrat nol, yang artinya normal. Jadi, kualitas air aman untuk ternak dan tanaman,&#8221; terangnya, di Coban Talun, Jumat (12/05/2023) siang.</p>



<p>Dijelaskannya, dari alat tersebut juga menunjukkan tingkat kekeruhan masih di bawah 10. Itu artinya adalah jernih. Sedangkan, tingkat keasaman PH diangka 7,12, juga normal.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Sistem kerja Onlimo, air diambil dari sungai setelah itu naik ke atas penampungan discan oleh alat ini dan dibuang lagi ke sungai. Kalau disimpulkan, kelihatan bahwa kualitas air normal dan bagus. Artinya, aman untuk makhluk hidup,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diketahui, Onlimo dibangun hanya satu di setiap kota maupun kabupaten. Sedangkan di <a href="https://kotabatu.memontum.com/">Kota Batu</a> dibangun, diletakkan di Coban Talun sejak November 2022 oleh KLHK.</p>



<p>Perlu diketahui,.Onlimo merupakan sistem pemantauan kualitas air secara kontinu, otomatis dan daring (online) berbasis aplikasi, yang terkoneksi ke sistem server KLHK. Adanya Onlimo, sangat membantu dalam mendapatkan data kualitas air secara realtime dan mengetahui tren perubahan status mutu air dalam waktu cepat. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188544</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPCB Jatim Temukan Pemukiman Zaman Kerajaan di Bantaran Sungai Brantas Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/bpcb-jatim-temukan-pemukiman-zaman-kerajaan-di-bantaran-sungai-brantas-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2022 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178235</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menemukan sejumlah benda Zaman kerajaan di bantaran Sungai Brantas di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Arkeolog BPCB Jatim, Nugroho Harjo Lukito, mengatakan berdasarkan survei eskavasi yang dilakukan BPCB Jawa Timur, menemukan sejumlah benda yang mengarah bahwa lokasi tersebut adalah permukiman zaman kerajaan. Diantaranya, adanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menemukan sejumlah benda Zaman kerajaan di bantaran Sungai Brantas di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.</p>



<p>Arkeolog BPCB Jatim, Nugroho Harjo Lukito, mengatakan berdasarkan survei eskavasi yang dilakukan BPCB Jawa Timur, menemukan sejumlah benda yang mengarah bahwa lokasi tersebut adalah permukiman zaman kerajaan. Diantaranya, adanya sumur dan sejumlah artefak lepas hingga beberapa bagian pada bangunan rumah.</p>



<p>&#8220;Penemuan berawal dari hasil tinjauan beberapa waktu lalu yang menunjukkan ada struktur bata kuno. Dari hasil peninjauan ada potensi bahwa ini sebuah permukiman kuno yang berada di bantaran zsungai Brantas,&#8221; kata Nugroho Harjo Lukito, Sabtu (12/11/2022) tadi.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Disampaikannya, berdasarkan artefak yang ditemukan, sebagian besar merujuk pada abad 14. &#8220;Secara kronologis periodisasi berdasarkan artefak yang ditemukan, sebagian besar merujuk abad 14,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Nugroho menambahkan, sejak dahulu Sungai Brantas merupakan jalur transportasi utama untuk mengangkut hasil sumber daya alam. Sehingga, arus lalu lintas di sekitaran Sungai Brantas, sangat padat pada saat itu. &#8220;Sejak zaman dahulu, pinggiran Sungai Brantas sudah dijadikan pemukiman,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, eskavasi masih dilakukan dengan luasan tanah sekitar 12 meter x 12 meter. Pihaknya menduga masih ada beberapa pemukiman lainnya yang terdapat di lokasi tersebut. &#8220;Ini baru satu rumah yang kami temukan. Ini perlu ada ekskavasi lebih besar dan lebih lama untuk melihat potensi di sini. Tapi ini kami observasi dulu,&#8221; ujarnya. <strong>(jar/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178235</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sirine Bendungan Serut Blitar Bunyi, Ini Keterangan Dirut Perum Jasa Tirta I</title>
		<link>https://memontum.com/sirine-bendungan-serut-blitar-bunyi-ini-keterangan-dirut-perum-jasa-tirta-i</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2022 10:55:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Perum Jasa Tirta]]></category>
		<category><![CDATA[Perum Jasa Tirta I]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177046</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Bunyi sirine Bendungan Serut-Blitar, pada Senin (17/10/2022) kemarin, mendapat perhatian Dirut Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan. Disampaikannya dalam zoom meeting bersama wartawan, bahwa banjir di wilayah Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, itu terjadi karena limpasan air dari salah satu anak Sungai Brantas yaitu Sungai Bogel. Dimana, Sungai Bogel mendapatkan air dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Bunyi sirine Bendungan Serut-Blitar, pada Senin (17/10/2022) kemarin, mendapat perhatian Dirut Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan. Disampaikannya dalam zoom meeting bersama wartawan, bahwa banjir di wilayah Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, itu terjadi karena limpasan air dari salah satu anak Sungai Brantas yaitu Sungai Bogel. Dimana, Sungai Bogel mendapatkan air dari Sungai Bacem.</p>



<p>&#8220;Limpasan itu, terjadi pada tanggal 17 Oktober 2022, yang diperkirakan sekitar pukul 3 pagi hingga 5 pagi. Dimana, penyebab dari limpasan tersebut karena Sungai Bogel, mendapatkan aliran air yang luar biasa, karena hujan yang terjadi sepanjang malam,&#8221; kata Raymond Valiant Ruritan, Selasa (18/10/2022) tadi.</p>



<p>Raymond menambahkan, Perum Jasa Tirta I telah memantau curah hujan yang jatuh di sekitar Sungai Bogel dan juga Sungai Bacem. Informasi yang didapat, bahwa curah hujan terukur dalam sehari (24 jam) di stasiun penangkar hujan Bogel mencapai 300 milimeter dalam sehari dan stasiun Birowo tercatat 203 milimeter.</p>



<p>&#8220;Jadi, bisa kita bayangkan hujan yang jatuh di aliran Sungai Bogel, itu cukup tebal yaitu kurang lebih 30 centimeter. Curah hujan setebal itu, tentunya melimpah sehingga melampaui kapasitas pengaliran Sungai Bogel dan Sungai Bacem,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Lebih lanjut Raymond menyampaikan, fenomena yang terjadi adalah aliran tersebut kemudian keluar dari penangkal sungai dan kemudian menimbulkan banjir di Blitar Selatan. &#8220;Intinya, curah hujan yang besar setabal 300 milimeter dalam sehari di stasiun Bogel dan hujan sebesar 203 milimeter dalam sehari di stasiun Birowo, telah mengakibatkan Sungai Bogel dan Sungai Bacem meluap, hingga mengakibatkan banjir,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Dirut Perum Jasa Tirta I menambahkan, pelepasan debit air di Bendungan Serut tidak menyebabkan banjir. Justru, debit air dari Sungai Bogel yang masuk penampang Sungai Brantas, harus dikeluarkan secara bertahap dan terkendali dari bendungan Serut.</p>



<p>&#8220;Jadi, Bendungan Lodoyo (Serut) dengan Sungai Bogel tidak berhubungan. Justru, debit dari Sungai Bogel itulah masuk ke penampang Sungai Brantas dan harus dikeluarkan secara bertahab dan terkendali pada tanggal 17 Oktober pagi, sekitar pukul 06.00. Itu sudah mencapai kondisi siaga hijau dan meningkat menuju siaga kuning. Debit yang masuk ke bundung Lodoyo sekitar 900 meter kubik per detik. Debit air tersebut sebagian besar berasal dari Sungai Bogel yang masuk sungai Brantas antara bendung Lodoyo dan bendung Wlingi,&#8221; terangnya.</p>



<p>Raymond menegaskan, saat debit di Bendungan Lodoyo (Serut) mencapai 900 meter kubik per detik, debit yang dilepaskan dari Bendungan Wlingi tidak melebihi 200 meter kubik per detik. Sehingga, diperkirakan debit yang masuk Bendungan Lodoyo itu, sebagian besar dari Sungai Bogel yaitu antara 500 &#8211; 600 meter kubik per detik.</p>



<p>&#8220;Perum Jasa Tirta I berusaha mengendalikan debit banjir yang melintas di Sungai Brantas. Sehingga, kami membuka bendung Lodoyo secara bertahab, dengan memperhatikan keamanan dibagian hilirnya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Untuk mengendalikan banjir, saat ini Perum Jasa Tirta I sedang berkoordinasi dengan Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, juga dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sungai Brantas. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177046</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Ekosistem Ikan di Sungai Brantas, Bupati Kediri Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Optimalkan Pokmaswas</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-ekosistem-ikan-di-sungai-brantas-bupati-kediri-tebar-50-ribu-benih-ikan-dan-optimalkan-pokmaswas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2022 12:14:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[pokmas]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<category><![CDATA[tebar benih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=174236</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan penebaran benih ikan lokal di Sungai Brantas. Hal ini dilakukan, untuk menjaga kelestarian populasi ikan di sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa ini. Orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Kediri ini menyebutkan, bahwa restocking ikan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kelestarian ikan. &#8220;Restocking pada hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan penebaran benih ikan lokal di Sungai Brantas. Hal ini dilakukan, untuk menjaga kelestarian populasi ikan di sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa ini.</p>



<p>Orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Kediri ini menyebutkan, bahwa restocking ikan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kelestarian ikan. &#8220;Restocking pada hari ini, pada intinya menjaga kelestarian ikan yang ada di Bendung Gerak Waru Turi ini,” kata Mas Dhito, Rabu (24/08/2022) tadi.</p>



<p>Diuraikannya, pada kesempatan tersebut terdapat 50 ribu ekor benih ikan, yang ditebar langsung ke Sungai Brantas dengan berbagai macam jenis. Seperti Sengkaring, Tawes, Wader, Gurame, hingga Nilem Hitam.</p>



<p>Bupati muda yang gemar mengendarai vespa ini berharap, dengan adanya restocking ikan di perairan umum, diharapkan mampu menjaga ekosistem air. &#8220;Harapannya, semoga ikan di bendungan ini bisa terus dipertahankan dan berkembang,” harapnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Kuliner di kawasan tersebut, lanjut Mas Dhito, juga mengambil hasil ikan dari Sungai Brantas. Sehingga, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menjaga populasi ikan lokal.</p>



<p>Sekretaris Dinas Perikanan Kabupateb Kediri, Anto Riandoko, juga menjelaskan bahwa pihaknya juga tengah mempersiapkan ikan yang masih dalam proses budidaya untuk kembali ditebar di sumber daya air lain. &#8220;Kita sedang budidaya dan tangkarkan. Kemudian, nanti akan ditebar di titik lainnya,” kata Anto.</p>



<p>Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kediri membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) perairan umum, yang bertugas untuk mengawasi dan mengingatkan masyarakat agar tidak merusak sumber daya air yang dimiliki. &#8220;Kita bentuk dari masyarakat sekitar. Tugasnya, nanti mengawasi kalau ada orang yang pakai racun atau nyetrum,” tuturnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">174236</post-id>	</item>
		<item>
		<title>P3-TGAI BBWS Brantas Monitor Pekerjaan Padat Karya Irigasi Tersier di Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/p3-tgai-bbws-brantas-monitor-pekerjaan-padat-karya-irigasi-tersier-di-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2022 10:54:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[BBWS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[P3 - TGAI]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=172609</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air lrigasi (P3-TGAI) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di 84 titik yang terdiri dari 16 kecamatan se-Kabupaten Situbondo, Sabtu (23/07/2022) tadi. Adalah pekerjaan berupa padat karya jaringan irigasi tersier itu yang dicanangkan oleh BBWS Brantas Jawa Timur Bidang Operasi dan Pemeliharaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air lrigasi (P3-TGAI) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di 84 titik yang terdiri dari 16 kecamatan se-Kabupaten Situbondo, Sabtu (23/07/2022) tadi. Adalah pekerjaan berupa padat karya jaringan irigasi tersier itu yang dicanangkan oleh BBWS Brantas Jawa Timur Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air II, yang dianggarkan melalui APBN, yang menjadi jujugan Monev.</p>



<p>Ketua Tim Monitoring P3TGAI BBWS Brantas Jatim, Wahyu Edi Nugroho, menjelaskan bahwa dari beberapa titik Monev, salah satunya ada di wilayah Desa Panji Lor, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo. Sementara program yang dikerjakan, sifatnya adalah kegiatan padat karya yang melibatkan semua elemen masyarakat.</p>



<p>&#8220;Tujuan program ini untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsungnya, perekrutan tenaga kerja dan secara tidak langsungnya, adalah saluran irigasi menjadi lebih baik untuk mengairi area persawahan lebih maksimal,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Ditempat yang sama, Kades Panji Lor, H Achmad Bukhori, juga menyampaikan bahwa kegiatan P3-TGAI di desanya sangatlah bermanfaat bagi lahan pertanian. &#8220;Dikarenakan saluran irigasi dapat meminimalisir air yang merembes dan dapat mengairi sawah dengan maksimal kurang lebih 20 hektar yang dapat manfaatnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain di Desa Panji Lor, Tim Monev BBWS Brantas Jatim juga melakukan monitoring ke Desa Juglangan, Kecamatan Panji. Kedatangan mereka, juga disambut baik oleh para petani dan Kades setempat. Bahkan, Kades Juglangan, Subagyo, mengatakan bahwa Program P3 TGAI Desa Juglangan sangatlah bermanfaat khususnya bagi petani desa. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">172609</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Perum Jasa Tirta I Ingatkan Pemukiman di Bantaran Sungai Brantas</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-masih-mengancam-perum-jasa-tirta-i-ingatkan-pemukiman-di-bantaran-sungai-brantas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 May 2022 06:40:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca buruk]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169570</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Warga yang menghuni sepanjang bantaran Sungai Brantas, harus esktra waspada. Itu karena, pemukiman yang ada di sepanjang lintasan itu, rawan terhadap bencana tanah longsor. Kondisi itu, masih ditambah dengan cuaca ekstrem, yang masih akan berlangsung lebih lama dan tidak berhenti di awal Mei 2022 seperti diprediksi. Malang raya sendiri, masih akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Warga yang menghuni sepanjang bantaran Sungai Brantas, harus esktra waspada. Itu karena, pemukiman yang ada di sepanjang lintasan itu, rawan terhadap bencana tanah longsor.</p>



<p>Kondisi itu, masih ditambah dengan cuaca ekstrem, yang masih akan berlangsung lebih lama dan tidak berhenti di awal Mei 2022 seperti diprediksi. Malang raya sendiri, masih akan dilanda hujan dengan intensitas tinggi, setidaknya hingga awal Juni 2022 mendatang.</p>



<p>Perum Jasa Tirta I (PJT) selaku pengelola Sungai Brantas, pun mengimbau masyarakat yang tinggal di sempadan sungai untuk waspada. Meski tidak sedang hujan, ancaman longsor bisa saja mengintai setiap saat.</p>



<p>Dirut PJT I Raymond Valiant, menyebutkan sedikitnya ada sekitar 1.500 rumah yang ada di sempadan sungai, khususnya di wilayah Kota Malang, rentan terjadi longsor. Baik akibat debit air yang naik, maupun tidak.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Di tahun 2022 saja, sudah terjadi longsoran di belasan titik yang membentang di sepanjang sungai Brantas. Mulai Kali Bango, Kali Amprong hingga Kali Metro. Paling parah, terutama rumah-rumah yang ada di sekitaran Betek (Kadalpang), Oro-Oro Dowo, Celaket hingga Gangsiran Muharto.</p>



<p>&#8220;Bagi masyarakat yang sudah terlanjur bermukim di sana, maka perlu meningkatkan kewaspadaan. Jika sudah ada terjadi retakan, itu pertanda rawan longsor,&#8221; terangnya.</p>



<p>Hal ini, kata Raymond, mengingat tentang kondisi geografis dan geologi Kota Malang yang berada di elevasi 380-400 mdpl. Di mana sebagian besar tanahnya terbentuk dari hasil pelapukan material erupsi di masa silam.</p>



<p>&#8221;Sehingga tanahnya relatif mudah erosi, mudah jenuh apalagi ditambah aktivitas pemukiman yang semakin hari justru semakin bertambah,” urainya.</p>



<p>Kendati demikian, fenomena aktivitas pemukiman di sempadan sungai tersebut tidak bisa dihentikan begitu saja. Perlu ada rencana teknis yang panjang dan memakan banyak biaya, seperti relokasi misalnya.</p>



<p>&#8221;Terpenting itu adalah edukasi. Saya yakin tidak ada orang yang mau tinggal di sempadan sungai kalau mereka tidak kepepet ekonomi dan kebutuhan-kebutuhan lain,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Raymond menambahkan, langkah paling dekat yang bisa dilakukan menurutnya adalah dengan mencegah aktivitas permukiman baru. Kesadaran ini harus ada pada pemangku wilayah RT/RW, karena merekalah yang paling tahu wilayahnya.</p>



<p>&#8221;Paling tidak, jangan ditambah lagi. Kalau ada yang bangun baru, dilarang saja. Untuk yang sudah kadung bermukim, sebaiknya diedukasi untuk waspada dan pindah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Di sisi lain, PJT I rutin menjalin komunikasi dengan pemerintahan untuk memberikan sejumlah rekomendasi terkait pemetaan wilayah rawan kebencanaan. Dalam waktu dekat, PJT I akan kembali melakukan pemetaan untuk pemutakhiran data wilayah rawan bencana di sepanjang DAS Brantas. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169570</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menunggu Jembatan Rampung, Warga Desa di Jember harus Seberangi Sungai dengan Perahu Getek</title>
		<link>https://memontum.com/menunggu-jembatan-rampung-warga-desa-di-jember-harus-seberangi-sungai-dengan-perahu-getek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 16:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab jember]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Bedadung]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Bondoyudo]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Wrati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=157757</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Warga di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo dan Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, selama empat bulan terakhir sepertinya harus bersabar. Itu karena, jembatan penghubung antar dua desa tersebut, masih dalam tahap perbaikan sejak bulan Juli 2021 lalu. Akibatnya, warga pun saat akan beraktifitas, harus melintasi Sungai Mayang, dengan perahu getek. Saat perahu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Me<strong>montum Jember</strong> &#8211; Warga di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo dan Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, selama empat bulan terakhir sepertinya harus bersabar. Itu karena, jembatan penghubung antar dua desa tersebut, masih dalam tahap perbaikan sejak bulan Juli 2021 lalu.</p>



<p>Akibatnya, warga pun saat akan beraktifitas, harus melintasi Sungai Mayang, dengan perahu getek. Saat perahu melintasi sungai, pun rawan terjadi kecelakaan karena arus sungai selebar 100 meter dengan kedalaman 5-6 meter, cukup deras. Terlebih, kini tengah musim penghujan.</p>



<p>Sementara, jembatan darurat yang dibuat oleh warga, pun tidak bisa digunakan sebagaimana harapan, karena debit air sungai cukup tinggi dan kondisinya rusak. Jika tidak menyeberang dengan menggunakan perahu, warga harus memutar jauh. Untuk memotong jarak dan waktu, mereka harus menumpang perahu tersebut.&nbsp;</p>



<p>Setiap kali menumpang, warga harus membayar jasa perahu getek sebesar Rp 2 ribu sekali melintas. Kondisi ini dikeluhkan warga pasalnya jembatan penghubung antar dua desa itu sangat dibutuhkan warga saat beraktifitas keluar masuk pemukiman mereka.</p>



<p>Salah seorang warga Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Susi Solehatin mengaku sering melintasi Sungai Mayang itu dengan menggunakan perahu getek. &#8220;Saya sering lewat sini, karena tidak ada jalan lain dan satu-satunya lewat sini. Apalagi sudah sebulan ini pakai (perahu) getek. Karena (sekitar 3 bulan belakangan), gladak sesek (jembatan darurat dari bambu) itu rusak jadi aksesnya diganti pakai getek ini,&#8221; kata Susi saat akan melintasi sungai, Senin (08/11/2022).</p>



<p>Ditambahkan Susi, akses jalan melintasi sungai dengan menggunakan perahu getek itu, dianggap penting. Karena satu-satunya akses jalan paling cepat untuk melintas antar dua desa. &#8220;Kalau semisal lewat jalan lain ada. Tapi harus mutar jauh kurang lebih 15 km dan harus lewat hutan. Jalur Lintas Selatan sih. Jadi lebih enak lewat sini,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditanya bagaimana perasaanya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2 ribu sekali melintasndengan perahu getek, Susi mengaku tidak jadi masalah. &#8220;Iya tidak apa-apa sih, tapi kan kalau sering lumayan kalau ditotal. Ya semoga saja perbaikan jembatan itu cepat selesai. Jadi aktifitas kembali normal,&#8221; kata wanita yang juga berprofesi sebagai guru TK ini.</p>



<p>Sementara itu menurut petugas yang membantu penyeberangan Basori, adanya aktifitas melintasi Sungai Mayang itu dengan menggunakan perahu getek, sudah ada sejak sebulan belakangan.</p>



<p>&#8220;Sebulanan ini ada perahu getek ini. Sebelumnya ada sesek (jembatan darurat dari bambu itu). Tapi karena musim penghujan, debit air pasang surut. Jembatan gantung (darurat) itu rusak dan tidak bisa digunakan. Akhirnya sementara diganti dengan perahu getek ini,&#8221; kata pria yang juga akrab dipanggil Abas ini.</p>



<p>Abas mengaku, setiap warga melintas ada tarikan Rp 2 ribu seikhlasnya. Karena untuk melintasi sungai tersebut menggunakan tenaga manusia untuk menggerakkan perahu. &#8220;Setiap harinya ada sistem piket, sehari ada 5 petugas dari pagi sampai malam hari. Waktunya tidak tentu. Tugasnya membantu melintas sungai ini. Jarak tempuhnya kurang lebih 80 meteran,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Abas mengatakan, dalam sehari ada 300 orang yang melintas menggunakan perahu getek tersebut. Sehingga penghasilan per hari dari adanya perahu getek tersebut, kurang lebih Rp 600 ribu. &#8220;Itu belum termasuk gaji (honor) dari petugas (yang membantu menarik perahu getek). Bersih bisa sampai Rp 250 ribu,&#8221; katanya. Nantinya uang itu dipakai untuk kegiatan sosial antar warga.</p>



<p>Untuk melintas menggunakan perahu getek hanya bisa menyebrangkan pengguna motor . &#8220;Mobil tidak bisa. Biasanya yang melintas pengendara motor, membawa hasil pertanian, atau habis mencari rumput untuk pakan ternak. Sekali melintas biasanya 5 &#8211; 6 motor. Sebenarnya selain harus menyeberang, ada jalan alternatif. Tapi jarak jauh dan jalanannya becek (licin). Jadi masyarakat lebih memilih lewat sini (melintas sungai menggunakan perahu getek),&#8221; sambungnya.</p>



<p>Perbaikan jembatan itu sudah berlangsung selama kurang lebih 4 bulan. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kapan selesai. Jembatan model gantung itu harus diperbaiki karena kondisinya miring. Sangat berbahaya karena rawan putus dan mencelakai warga yang melintas di atasnya.</p>



<p>Sejumlah awak media kemudian berusaha meminta konfirmasi dari Kepala Desa Sumberejo yang saat ini dijabat oleh seorang Pelaksana Jabatan (Pj). Namun Pj Kades Sumberejo, Samsuri sedang tidak ada di kantornya. Menurut informasi dari salah seorang perangkat desa setempat, Pj Kades Samsuri sudah pulang lebih dulu. &#8220;Pak Pj Kades sudah pulang sekitar jam 1 siang tadi. Karena rumahnya jauh di sekitar Desa Pontang sana,&#8221; ujarnya singkat. (ark/rio/gie)</p>



<p>Menunggu Jembatan Rampung, Warga Desa di Jember harus Seberangi Sungai dengan Perahu Getek</p>



<p>Memontum Jember &#8211; Warga di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo dan Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, selama empat bulan terakhir sepertinya harus bersabar. Itu karena, jembatan penghubung antar dua desa tersebut, masih dalam tahap perbaikan sejak bulan Juli 2021 lalu.</p>



<p>Akibatnya, warga pun saat akan beraktifitas, harus melintasi Sungai Mayang, dengan perahu getek. Saat perahu melintasi sungai, pun rawan terjadi kecelakaan karena arus sungai selebar 100 meter dengan kedalaman 5-6 meter, cukup deras. Terlebih, kini tengah musim penghujan.</p>



<p>Sementara, jembatan darurat yang dibuat oleh warga, pun tidak bisa digunakan sebagaimana harapan, karena debit air sungai cukup tinggi dan kondisinya rusak. Jika tidak menyeberang dengan menggunakan perahu, warga harus memutar jauh. Untuk memotong jarak dan waktu, mereka harus menumpang perahu tersebut.</p>



<p>Setiap kali menumpang, warga harus membayar jasa perahu getek sebesar Rp 2 ribu sekali melintas. Kondisi ini dikeluhkan warga pasalnya jembatan penghubung antar dua desa itu sangat dibutuhkan warga saat beraktifitas keluar masuk pemukiman mereka.</p>



<p>Salah seorang warga Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Susi Solehatin mengaku sering melintasi Sungai Mayang itu dengan menggunakan perahu getek. &#8220;Saya sering lewat sini, karena tidak ada jalan lain dan satu-satunya lewat sini. Apalagi sudah sebulan ini pakai (perahu) getek. Karena (sekitar 3 bulan belakangan), gladak sesek (jembatan darurat dari bambu) itu rusak jadi aksesnya diganti pakai getek ini,&#8221; kata Susi saat akan melintasi sungai, Senin (08/11/2022).</p>



<p>Ditambahkan Susi, akses jalan melintasi sungai dengan menggunakan perahu getek itu, dianggap penting. Karena satu-satunya akses jalan paling cepat untuk melintas antar dua desa. &#8220;Kalau semisal lewat jalan lain ada. Tapi harus mutar jauh kurang lebih 15 km dan harus lewat hutan. Jalur Lintas Selatan sih. Jadi lebih enak lewat sini,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditanya bagaimana perasaanya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2 ribu sekali melintasndengan perahu getek, Susi mengaku tidak jadi masalah. &#8220;Iya tidak apa-apa sih, tapi kan kalau sering lumayan kalau ditotal. Ya semoga saja perbaikan jembatan itu cepat selesai. Jadi aktifitas kembali normal,&#8221; kata wanita yang juga berprofesi sebagai guru TK ini.</p>



<p>Sementara itu menurut petugas yang membantu penyeberangan Basori, adanya aktifitas melintasi Sungai Mayang itu dengan menggunakan perahu getek, sudah ada sejak sebulan belakangan.</p>



<p>&#8220;Sebulanan ini ada perahu getek ini. Sebelumnya ada sesek (jembatan darurat dari bambu itu). Tapi karena musim penghujan, debit air pasang surut. Jembatan gantung (darurat) itu rusak dan tidak bisa digunakan. Akhirnya sementara diganti dengan perahu getek ini,&#8221; kata pria yang juga akrab dipanggil Abas ini.</p>



<p>Abas mengaku, setiap warga melintas ada tarikan Rp 2 ribu seikhlasnya. Karena untuk melintasi sungai tersebut menggunakan tenaga manusia untuk menggerakkan perahu. &#8220;Setiap harinya ada sistem piket, sehari ada 5 petugas dari pagi sampai malam hari. Waktunya tidak tentu. Tugasnya membantu melintas sungai ini. Jarak tempuhnya kurang lebih 80 meteran,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Abas mengatakan, dalam sehari ada 300 orang yang melintas menggunakan perahu getek tersebut. Sehingga penghasilan per hari dari adanya perahu getek tersebut, kurang lebih Rp 600 ribu. &#8220;Itu belum termasuk gaji (honor) dari petugas (yang membantu menarik perahu getek). Bersih bisa sampai Rp 250 ribu,&#8221; katanya. Nantinya uang itu dipakai untuk kegiatan sosial antar warga.</p>



<p>Untuk melintas menggunakan perahu getek hanya bisa menyebrangkan pengguna motor . &#8220;Mobil tidak bisa. Biasanya yang melintas pengendara motor, membawa hasil pertanian, atau habis mencari rumput untuk pakan ternak. Sekali melintas biasanya 5 &#8211; 6 motor. Sebenarnya selain harus menyeberang, ada jalan alternatif. Tapi jarak jauh dan jalanannya becek (licin). Jadi masyarakat lebih memilih lewat sini (melintas sungai menggunakan perahu getek),&#8221; sambungnya.</p>



<p>Perbaikan jembatan itu sudah berlangsung selama kurang lebih 4 bulan. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kapan selesai. Jembatan model gantung itu harus diperbaiki karena kondisinya miring. Sangat berbahaya karena rawan putus dan mencelakai warga yang melintas di atasnya.</p>



<p>Sejumlah awak media kemudian berusaha meminta konfirmasi dari Kepala Desa Sumberejo yang saat ini dijabat oleh seorang Pelaksana Jabatan (Pj). Namun Pj Kades Sumberejo, Samsuri sedang tidak ada di kantornya. Menurut informasi dari salah seorang perangkat desa setempat, Pj Kades Samsuri sudah pulang lebih dulu. &#8220;Pak Pj Kades sudah pulang sekitar jam 1 siang tadi. Karena rumahnya jauh di sekitar Desa Pontang sana,&#8221; ujarnya singkat. <strong>(ark/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157757</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Buang Sampah, Seorang Wanita Diduga Menjatuhkan Diri ke Sungai Brantas Mergosono</title>
		<link>https://memontum.com/usai-buang-sampah-seorang-wanita-diduga-menjatuhkan-diri-ke-sungai-brantas-mergosono</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2021 13:58:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[ODGJ]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=144577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang wanita diketahui bernama Rina alias Yuyun (38) warga Jl Kolonel Sugiono Gang IA, RT 08/RW 06, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, jatuh dari Jembatan penghubung Mergosono &#8211; Bumiayu, yang terletak tak jauh dari rumahnya, Selasa (08/06) pukul 14.30. Meskipun terjatuh dari ketinggian sekitar 9 meter dan hanyut ke Sungai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang wanita diketahui bernama Rina alias Yuyun (38) warga Jl Kolonel Sugiono Gang IA, RT 08/RW 06, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, jatuh dari Jembatan penghubung Mergosono &#8211; Bumiayu, yang terletak tak jauh dari rumahnya, Selasa (08/06) pukul 14.30.</p>



<p>Meskipun terjatuh dari ketinggian sekitar 9 meter dan hanyut ke Sungai Brantas hingga terseret arus sekitar 12 meter, namun Yuyun berhasil selamat. Wanita dengan status Orang&nbsp;Dengan&nbsp;Gangguan&nbsp;Jiwa (ODGJ) ini hanya mengalami lecet dan memar di lengan, betis dan kaki.</p>



<p>Baca juga:  </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
</ul>


<p>Informasi Memontum.com bahwa ada dua versi terkait jatuhnya Yuyun ke Sungai Brantas. Ada yang menyebut bahwa dia ikut terjatuh saat membuang sampah, namun ada pula yang menyebut bahwa Yuyun sengaja menjatuhkan diri.</p>



<p>Suci Nawati (40) istri ketua RT setempat mengatakan, kejadiannya terjadi sekitar pukul 14.30. &#8220;Tadi informasinya bahwa korban membuang sampah di jembatan. Memang dia rutin membuang sampah di sungai. Biasanya tiap pagi dan sore. Setahu kami bahwa korban ODGJ sudah cukup lama. Saya tidak tahu pasti bagaimana peristiwa pastinya hingga korban jatuh ke sungai. Sebab ada yang mengatakan setelah buang sampah korban langsung terjatuh ke sungai. Tetapi ada juga yang bilang setelah buang sampah, korban sengaja melompat ke sungai. Setelah kejadian, korban berhasil diselamatkan oleh warga,&#8221; ujar Suci.</p>



<p>Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedungkandang hingga petugas mendatangi lokasi kejadian. Petugas medis dari PMI Kota Malang juga tiba di lokasi kejadian. Usai dapat penanganan medis dari PMI Kota Malang, korban dibawa ke IGD RSSA Malang untuk memdapatkan perawatan medis.</p>



<p>Asmayar (50), Ketua RW 06 Mergosono, menduga Yuyun sengaja menjatuhkan diri ke sungai. &#8220;Diduga korban sengaja melompat dari jembatan. Koddisi kejiwaan korban terganggu dan pernah di rawat di rumah sakit jiwa,&#8221; ujar Asmayar. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144577</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
