<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>sungai molek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/sungai-molek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jun 2020 10:07:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>sungai molek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Plengsengan Sungai Molek Tak Kunjung Dibenahi, Petani di Dua Kecamatan Sambat Krisis Air</title>
		<link>https://memontum.com/plengsengan-sungai-molek-tak-kunjung-dibenahi-petani-di-dua-kecamatan-sambat-krisis-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2020 09:48:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan petani]]></category>
		<category><![CDATA[krisis air]]></category>
		<category><![CDATA[sungai molek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=117821</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Beberapa petani mulai merasakan dampak jebolnya plengsengan penahan aliran Sungai Molek yang ada di perbatasan Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen dan Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan yang jebol sejak bulan Mei 2020 lalu. Pasalnya, aliran sungai tersebut juga dimanfaatkan sebagai irigasi bagi petani di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Kromengan. Terlebih lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Beberapa petani mulai merasakan dampak jebolnya plengsengan penahan aliran Sungai Molek yang ada di perbatasan Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen dan Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan yang jebol sejak bulan Mei 2020 lalu. Pasalnya, aliran sungai tersebut juga dimanfaatkan sebagai irigasi bagi petani di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Kromengan. Terlebih lagi saat ini yang sudah mulai memasuki musim kemarau.</p>
<p>Salah satu perwakilan petani dari dua kecamatan, Abdul Muhaimin mengatakan jika saat ini debit air untuk mengaliri persawahan di Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Kromengan sudah mulai menyusut. Menurutnya, hal itu juga beberapa kali menimbulkan cek-cok antar petani, sebab harus berebut air.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-117823" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200629-WA0137-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200629-WA0137-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200629-WA0137-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200629-WA0137-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200629-WA0137-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Semalam saya dilapori kelompok tani, kadang-kadang petani di lapangan sering geger rebutan air,&#8221; kata Muhaimin, Senin (29/6/2020).</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan, jika kondisi ini tidak segera mendapat penanganan, hal yang dikhawatirkan adalah timbulnua konflik horizontal yang lebih luas antar petani. Untuk itu, dirinya berharap, agar pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk memperbaiki plengsengan Sungai Molek ini.</p>
<p>&#8220;Jebolnya kan 9 Mei, ya sejak saat itu otomatis debit airnya sangat kecil. Kan belum dibangun sama sekali, hanya tanggul dari pasir itu,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selain itu, Muhaimin juga mengatakan bahwa ara ratusan hektar sawah di dua kecamatan yang dikhawatirkan terdampak jebolnya plengsengan tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak segera diatasi, maka rakyat kecil, terutama petani, akan lebih menderita,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-117824" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200629-WA0134-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200629-WA0134-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200629-WA0134-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200629-WA0134-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20200629-WA0134-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara itu seperti yang diberitakan sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, juga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk segera menindaklanjuti ambrolnya plengsengan Kali Molek di perbatasan antara Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan dan Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>
<p>Menurut Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, hal itu dilakukan karena ada sekitar 1.500 hektar lahan di dua kecamatan yang dikhawatirkan terdampak ambrolnya plengsengan kali molek tersebut. Untuk itu pihaknya mendesak pihak Pemkab Malang agar bisa meneruskan hal ini kepada pihak PJT Das Brantas.</p>
<p>&#8220;Ya kami meminta kepada Pemkab Malang, agar melalui Dinas PU SDA dan Dinas Pertanian bisa memperhatikan peristiwa ini. Karena ada sekitar 1500 hektar lahan yang menggantungkan aliran sungai molek ini untuk mengaliri tanamannya. Paling tidak, Pemkab Malang segera menanyakan progresnya kepada PJT Das Brantas,&#8221; ujar Didik saat ditemui usai meninjau kondisi plengsengan, Senin (8/6/2020).</p>
<p>Lebih lanjut Didik mengatakan, Pemkab Malang juga diharapkan bisa menyiapkan langkah antisipatif untuk meminimalisir dampak atas ambrolnya plengsengan tersebut. Sebab menurutnya, lahan yang terdampak juga berpengaruh pada upaya Pemkab Malang dalam memperkuat ketahanan pangan.</p>
<p>&#8220;Artinya apa, kami berharap Pemkab Malang bisa sigap dan tanggap agar proses pengairan ini tetap berjalan sambil menunggu proses perbaikan plengsengan ini dilakukan,&#8221; imbuh Didik.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang didapat dan pantauan di lapangan, plengsengan tersebut ambrol dikarenakan usia konstruksi yang sudah tua. Ditambah lagi struktur konstruksinya yang terkikis oleh faktor alam.</p>
<p>&#8220;Ini kan bangunan lama, dan kami lihat di bawah juga ada mata air, dan dimungkinkan secara alamiah juga terkikis,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, plengsengan Kali Molek diketahui ambrol pada Sabtu (9/5/2020) lalu. Sementara itu, saat ini plengsengan yang ambrol sepanjang sekitar 10 meter tersebut, saat ini telah dilakukan pengalihan aliran air, sebagai penanganan sementara. Pengalihan yang dilakukan dengan menumpuk kantong-pasir di sisi sekitar ambrolnya plengsengan. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117821</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Bertato Keluar RS Dini Hari, Istri Pendarahan</title>
		<link>https://memontum.com/korban-bertato-keluar-rs-dini-hari-istri-pendarahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2019 14:11:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[sungai molek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/73105-korban-bertato-keluar-rs-dini-hari-istri-pendarahan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Masih Misterius musibah yang menimpa Fahri Cahyo Putro (21), korban ditemukan di Sungai Molek Sukoraharjo Kepanjen, Senin (14/1/2019) pagi. Menurut keluarga, korban sempat keluar dari ruangan RS entah kemana. Diceritakan Supriyadi, bapak korban saat ditemui di RSU Dr Saiful Anwar Malang, pukul 20.48. Korban pada hari Jumat (12/1/2019) lalu menjaga pasien yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Masih Misterius musibah yang menimpa Fahri Cahyo Putro (21), korban ditemukan di Sungai Molek Sukoraharjo Kepanjen, Senin (14/1/2019) pagi. Menurut keluarga, korban sempat keluar dari ruangan RS entah kemana.</p>
<p>Diceritakan Supriyadi, bapak korban saat ditemui di RSU Dr Saiful Anwar Malang, pukul 20.48. Korban pada hari Jumat (12/1/2019) lalu menjaga pasien yang tak lain istrinya, di RS Ben Mari Pakisaji. Korban mendatangi RS pada sore atau jelang petang.</p>
<div id="attachment_73106" style="width: 164px" class="wp-caption alignright"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190114-WA0098a.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-73106" decoding="async" class="size-full wp-image-73106" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190114-WA0098a.jpg?resize=154%2C189&#038;ssl=1" alt="WAJAH : Foto semasa hidup korban dari E-KTP. (ist)" width="154" height="189" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-73106" class="wp-caption-text"><strong>WAJAH : Foto semasa hidup korban dari E-KTP. (ist)</strong></p></div>
<p>&#8220;Ke RS Maghrib. Kata istrinya, ia pergi dari ruangan pukul 02.00. Istrinya pendarahan. Sudah pulang, tidak keguguran,&#8221; ujar Supriyadi kepada Memontum.com, Senin malam.</p>
<p>Menurut Supriyadi, ia sempat menghubungi ponsel korban tapi tidak ada jawaban. Ia juga mengaku telah mencari keberadaan korban. &#8220;Saya telpon gak bisa. Saya cari ke desa,&#8221; ungkap Supriyadi.</p>
<p><strong>Baca:</strong> <a href="https://memontum.com/73003-mayat-bertato-punggung-farist-kepanjen" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Mayat Bertato Punggung FARILL Kepanjen</a></p>
<p>Kata Supriyadi, korban tidak sedang bermasalah di keluarga. Namun ia tak dapat memastikan soal apa yang dialami korban di luar desa atau dengan teman-temannya.</p>
<p>Pukul 20.54, Supriyadi bersama keluarga dan kepetengan Desa, Usman Mansyur kemudian balik ke Turen. Keluarga korban pulang setelah menerima penjelasan dari anggota Polsek Kepanjen dan pihak Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong> <a href="https://memontum.com/73075-identitas-mayat-bertato-farill-terungkap-korban-asal-gedokwetan-turen" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Identitas Mayat Bertato FARILL Terungkap, Korban Asal Gedokwetan Turen</a></p>
<p>Disepakati, Selasa esok, jenazah akan menjalani proses otopsi lengkap. Otopsi tersebut guna memastikan sebab pasti kematian korban. Hasil pemeriksaan sementara, di tubuh korban tidak didapati luka yang janggal. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73105</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belum Genap Seminggu, 2 Bayi Terbuang</title>
		<link>https://memontum.com/belum-genap-seminggu-2-bayi-terbuang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2018 15:20:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dibuang]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[sungai molek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=38313</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Seminggu, 2 bayi dibuang manusia bejat. Minggu (15/4/2018) sore ditemukan bayi dalam aliran sungai Molek Kepanjen, giliran Jumat (20/4/2018) pagi, bau busuk jasad bayi perempuan merebak dari dalam kresek di pintu kuburan Sanggrahan Wandanpuro, Bululawang. Jumat (20/4/2018) pukul 10.00, geger warga sekitar makam Sanggrahan Sidomukti, Desa Wandanpuro, Kabupaten Malang. Warga yang lewat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Seminggu, 2 bayi dibuang manusia bejat. Minggu (15/4/2018) sore ditemukan bayi dalam aliran sungai Molek Kepanjen, giliran Jumat (20/4/2018) pagi, bau busuk jasad bayi perempuan merebak dari dalam kresek di pintu kuburan Sanggrahan Wandanpuro, Bululawang.  </p>
<p>Jumat (20/4/2018) pukul 10.00, geger warga sekitar makam Sanggrahan Sidomukti, Desa Wandanpuro, Kabupaten Malang. Warga yang lewat pintu makam, penasaran bau busuk dari tas biru besar.  </p>
<div id="attachment_38316" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/38313-belum-genap-seminggu-2-bayi-terbuang/whatsapp-image-2018-04-20-at-9-52" rel="attachment wp-att-38316"><img aria-describedby="caption-attachment-38316" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-20-at-9.52.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="MOLEK : Evakuasi bayi di Kepanjen, Minggu lalu. (ist)" width="650" height="400" class="size-full wp-image-38316" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-20-at-9.52.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-20-at-9.52.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-20-at-9.52.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-20-at-9.52.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-38316" class="wp-caption-text"><em><strong>MOLEK : Evakuasi bayi di Kepanjen, Minggu lalu. (ist)</strong></em></p></div>
<p>Bareng dibuka, tas biru itu terlapis tas kresek hitam besar. Didalamnya, ada kain jarik batik membungkus jasad bayi. Dibuka total, jasad bayi itu terlihat berjenis kelamin perempuan. Bau busuk yang merebak, diduga akibat masa kematian bayi lebih dari 3 hari lebih.  </p>
<p>Enam hari sebelumnya, bau busuk tercium pula di pinggir sungai Molek, Penarukan Kepanjen. Seorang warga yang hendak cuci alat dapur pun terkejut mendapati adanya bayi dalam arus sungai. Segera, jasad bayi diangkat dan dievakuasi anggota BPBD Kabupaten Malang dan anggota Lalu Lintas Polres Malang.  </p>
<p>Kini, kedua jasad bayi laki dan perempuan, berada di Ruang penyimpanan Instalasi Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang. Belum diketahui, siapa manusia yang tega membuang kedua jasad bayi tak berdosa itu. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38313</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
