<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Swafoto &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/swafoto/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jan 2021 13:17:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Swafoto &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tas Beserta HP Raib Digondol Maling Saat Asyik Berswafoto, Total Kerugian Rp 5,9 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/tas-beserta-hp-raib-digondol-maling-saat-asyik-berswafoto-total-kerugian-rp-59-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2021 11:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<category><![CDATA[Swafoto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131540</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Adelia Mega Insan Putri (22) warga Jl Lesanpuro XII, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (3/1/2021) pukul 12.00, menjadi korban pencurian. Tas miliknya yang berisikan HP iPhone, HP Samsung A 50, dan dompet berisi uang tunai Rp 150 ribu, dicuri maling saat betada di Jl Welirang, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Informasi Memontum.com [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Adelia Mega Insan Putri (22) warga Jl Lesanpuro XII, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (3/1/2021) pukul 12.00, menjadi korban pencurian.</p>



<p>Tas miliknya yang berisikan HP iPhone, HP Samsung A 50, dan dompet berisi uang tunai Rp 150 ribu, dicuri maling saat betada di Jl Welirang, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa saat kejadian, Adelia bersama temannya sedang foto-foto di Jl Welirang. Sedangkan tas miliknya berada di atas motor tak jauh dari tempat Adelia sedang asik berfoto.</p>



<p>Diduga saat itu tas tersebut mengundang pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Sebab tas tersebut berada di atas motor terlihat tak terjaga. Apalagi saat itu korban dan temannya berada diseberang jalan.</p>



<p>Pelaku mengendarai motor mulai mendekati motor korban yang di parkir di pinggir jalan. Saat jaraknya cukup dekat, pelaku langsung membawa kabur tas tersebut. Korban dan temannya sempat melakukan pengejaran, namun pelaku berhasil kabur.</p>



<p>Akibat kejadian ini korban alami kerugian sebesar Rp 5,9 juta hingga kejadian ini segera dilaporkan ke Polsekta Klojen. Hingga Rabu (6/1) siang, kasus ini masih dalam penyelidikan petugas.</p>



<p>Kapolsek Klojen, Kompol Akhmad Fani Rakhim membenarkan adanya kejadian tersebut. &#8220;Kami masih kelakukan penyelidikan. Kami imbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada saat meletakan barang berharga. Jangan ditinggal dalam kondisi tak terjaga. Jangan berikan kesempatan pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya,&#8221; ujar Kompol Fani. <strong>(gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131540</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Standar Prokes, Kampung Warna-warni Dibuka</title>
		<link>https://memontum.com/1standar-prokes-kampung-warna-warni-dibuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2020 09:40:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Warna-warni]]></category>
		<category><![CDATA[Swafoto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123291</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah sempat dilakukan penutupan sementara, akhirnya satu dari beberapa destinasi wisata di Kota Malang, mulai dibuka pada Jumat (4/9) tadi.  Adalah Kampung Warna-Warni Jodipan, yang mulai bisa dikunjungi sekaligus digunakan untuk foto selfi oleh masyarakat. Ketua RW 02, sekaligus Pembina Kampung Warna-Warni Jodipan, Soni Parin, mengatakan dengan dibukanya wisata Kampung Warna-Warni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah sempat dilakukan penutupan sementara, akhirnya satu dari beberapa destinasi wisata di Kota Malang, mulai dibuka pada Jumat (4/9) tadi.  Adalah Kampung Warna-Warni Jodipan, yang mulai bisa dikunjungi sekaligus digunakan untuk foto selfi oleh masyarakat.</p>
<p>Ketua RW 02, sekaligus Pembina Kampung Warna-Warni Jodipan, Soni Parin, mengatakan dengan dibukanya wisata Kampung Warna-Warni Jodipan, bukan berarti masyarakat atau pengunjung bisa dengan bebas keluar atau masuk lokasi. Karenanya, protokol kesehatan (Prokes) tetap menjadi acuan atau pedoman dalam menerima pengunjung atau wisatawan.</p>
<p><div id="attachment_123292" style="width: 801px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-123292" decoding="async" class=" wp-image-123292" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Cek.jpeg?resize=740%2C588&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="588" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Cek.jpeg?resize=300%2C238&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Cek.jpeg?resize=600%2C476&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Cek.jpeg?resize=200%2C159&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Cek.jpeg?w=626&amp;ssl=1 626w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-123292" class="wp-caption-text">CEK: Petugas mengukur suhu tubuh pengunjung.</p></div></p>
<p>&#8220;Ada petugas yang disiagakan untuk melakukan pengukuran suhu tubuh pengunjung. Lalu, juga disiapkan tempat untuk cuci tangan sebelum memasuki kawasan Kampung Warna Warni,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain beberapa poin itu, tambahnya, pengunjung yang akan memasuki kawasan, juga diwajibkan memakai masker. Dengan begitu, langkah antisipasi dan tetap sterilnya Kampung Warna Warni, bisa terjaga bersama.</p>
<p>&#8220;Alat pengukur suhu badan atau thermo gun, sudah kita siapkan. Sehingga, jika saat pemeriksaan diketahui suhu badannya lebih dari 37 derajat, maka akan diminta berkunjung kembali pada lain waktu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Selain tetap mengedepankan Prokes, ujar Soni, jumlah pengunjung untuk sementara dilakukan pembatasan. Jadi, untuk sementara tidak bisa bebas keluar dan masuk.</p>
<p>Masih menurut Soni, selama masa penutupan sementara akibat pandemi Covid 19, pada beberapa tempat spot untuk berfoto di Kampung Warna Warni, juga mengalami perubahan.  Hal itu dilakukan, agar wisatawan mendapatkan suasana baru saat datang kembali berkunjung.</p>
<p><div id="attachment_123293" style="width: 798px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-123293" decoding="async" class=" wp-image-123293" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Warna1.jpeg?resize=740%2C419&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="419" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Warna1.jpeg?resize=300%2C170&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Warna1.jpeg?resize=600%2C340&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Warna1.jpeg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/09/FT-Warna1.jpeg?w=697&amp;ssl=1 697w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-123293" class="wp-caption-text">SPOT: Pengunjung menikmati keindahan Kampung Warna-warni.</p></div></p>
<p>&#8220;Beberapa spot foto, ada yang dilakukan pergantian dengan gambar-gambarnya (mural). Tujuannya, agar menambah nuansa dan suasana baru bagi pengunjung,&#8221; imbuhnya seraya menunjuk ke salah satu spot foto barunya.</p>
<p>Dari pantauan selama berada di Kampung Warna Warni, beberapa pengunjung nampak senang dengan apa yang disuguhkan di salah satu ikon Jodipan ini. Meskipun, di satu sisi juga khawatir dengan adanya Covid 19.</p>
<p>&#8220;Yang namanya khawatir, itu pasti ada. Apalagi, sekarang masih masa pandemi. Namun, dengan adanya protokol kesehatan seperti ini, tentu jauh lebih menarik. Setidaknya, pengunjung merasa aman dengan standar kesehatan yang digunakan dan bisa menikmati wisata yang ada. Jadi, kami tetap senang bisa berlibur,&#8221; kata Ana, pengunjung asal Surabaya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123291</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
