<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Swasembada &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/swasembada/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 15:10:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Swasembada &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dukung Swasembada Gula Nasional, Bupati Sanusi Ikuti Program Bongkar Ratoon bersama Gubernur</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-swasembada-gula-nasional-bupati-sanusi-ikuti-program-bongkar-ratoon-bersama-gubernur</link>
					<comments>https://memontum.com/dukung-swasembada-gula-nasional-bupati-sanusi-ikuti-program-bongkar-ratoon-bersama-gubernur#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bongkar]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[ratoon]]></category>
		<category><![CDATA[Sanusi]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232636</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri kegiatan Tanam Tebu Perdana Program Bongkar Ratoon (peremajaan tebu) bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dilaksanakan secara daring melalui zoom di lahan tebu Kelompok Tani Makmur II Blobo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (23/05/2026) tadi. Gelaran ini, merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri kegiatan Tanam Tebu Perdana Program Bongkar Ratoon (peremajaan tebu) bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dilaksanakan secara daring melalui zoom di lahan tebu Kelompok Tani Makmur II Blobo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (23/05/2026) tadi. Gelaran ini, merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program strategis nasional di sektor perkebunan, khususnya pengembangan komoditas tebu guna memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.</p>



<p>Kegiatan Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon bersama Gubernur Jawa Timur tersebut, dilaksanakan secara serentak di 15 titik yang tersebar di 11 kabupaten se-Jawa Timur. Pusat kegiatan, terpusat di Kebun TR Pabrik Gula Ngadiredjo, Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri dan diikuti oleh seluruh daerah lain melalui pertemuan daring.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Program Bongkar Ratoon atau peremajaan tanaman tebu tua menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengembalikan produktivitas tanaman tebu yang mengalami penurunan hasil produksi akibat usia tanaman yang sudah tidak optimal. Melalui program ini, diharapkan produktivitas tebu dapat meningkat. Sehingga, mampu mendukung percepatan Swasembada Gula Nasional,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Program Bongkar Ratoon 2026 di Kabupaten Malang sendiri, tambahnya, ditargetkan mencakup area seluas 7.500 hektare, sebagai upaya meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat sektor perkebunan daerah. Selain pelaksanaan tanam tebu perdana, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan benih tebu bersertifikat serta dukungan biaya tanam kepada kelompok tani. Langkah ini, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu di daerah.</p>



<p>Bupati Sanusi juga menyampaikan, bahwa Program Bongkar Ratoon menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas tebu di Kabupaten Malang. “Melalui peremajaan tanaman tebu, kami berharap hasil produksi petani dapat meningkat sehingga mampu mendukung target Swasembada Gula Nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani tebu. Pemerintah Kabupaten Malang akan terus mendukung penguatan sektor perkebunan melalui sinergi bersama pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh stakeholder terkait,” terang Bupati Sanusi. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dukung-swasembada-gula-nasional-bupati-sanusi-ikuti-program-bongkar-ratoon-bersama-gubernur/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232636</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Panen Melon Berkualitas Ekspor dan Dorong Masyarakat Tingkatkan Swasembada Pangan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-panen-melon-berkualitas-ekspor-dan-dorong-masyarakat-tingkatkan-swasembada-pangan</link>
					<comments>https://memontum.com/bupati-malang-panen-melon-berkualitas-ekspor-dan-dorong-masyarakat-tingkatkan-swasembada-pangan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 11:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232482</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah, didampingi Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) hingga Muspika Donomulyo, melakukan panen perdana buah melon di Dana Mulia Farm (DMF), Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (18/05/2026) tadi. Serangkaian pelaksanaan itu, mendapat apresiasi dari Pemkab Malang. Mengawali pelaksanaan, Bupati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah, didampingi Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) hingga Muspika Donomulyo, melakukan panen perdana buah melon di Dana Mulia Farm (DMF), Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Senin (18/05/2026) tadi. Serangkaian pelaksanaan itu, mendapat apresiasi dari Pemkab Malang.</p>



<p>Mengawali pelaksanaan, Bupati Sanusi secara simbolis memanen dengan cara menggunting pangkal buah bersama-sama Ketua TP PKK Kabupaten Malang, dari depan green house. DMF sendiri, mengembangkan budi daya melon hidroponik sebanyak 10 green house, dengan luas 10&#215;30 meter per green house. Setelah 100 hari pengembangan, para petani dapat mulai memanen hasil pertaniannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Sanusi mengapresiasi budidaya para petani melon hidroponik Sumberoto, yang kini juga bersiap tembus ekspor ke sejumlah negara tetangga. Diantaranya, seperti Hongkong dan Singapura.</p>



<p>Diketahui, bahwa DMF sendiri telah berhasil membudidayakan melon varietas golden atau melon kuning berkualitas ekspor. &#8220;Tentu saja, kami mendukung penuh progam budidaya melon menuju swasembada ketahanan pangan. Pemerintah Kabupaten Malang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam program swasembada pangan khususnya pertanian green house melon. Hal ini karena hasil produksi yang sangat bagus dan pasar yang sangat menjanjikan,&#8221; kata Bupati Sanusi. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bupati-malang-panen-melon-berkualitas-ekspor-dan-dorong-masyarakat-tingkatkan-swasembada-pangan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232482</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang bersama YSPN Tinjau Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah di SMPN 1 Wajak</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-bersama-yspn-tinjau-program-swasembada-pangan-berbasis-sekolah-di-smpn-1-wajak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232139</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Semangat swasembada pangan menggema di SMP Negeri 1 Wajak, Kabupaten Malang, saat sekolah berstatus Adiwiyata Mandiri tersebut menjadi pusat perhatian dalam Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, Kamis (23/04/2026) tadi. Kegiatan yang dilakukan itu, merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN), yang bertujuan menanamkan kesadaran pentingnya kemandirian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Semangat swasembada pangan menggema di SMP Negeri 1 Wajak, Kabupaten Malang, saat sekolah berstatus Adiwiyata Mandiri tersebut menjadi pusat perhatian dalam Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, Kamis (23/04/2026) tadi. Kegiatan yang dilakukan itu, merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN), yang bertujuan menanamkan kesadaran pentingnya kemandirian pangan sejak usia dini.</p>



<p>Hadir dalam pelaksanaan itu, Bupati Malang, HM Sanusi, bersama jajaran YSPN, termasuk Ketua Dewan Pembina, Letjen TNI (Purn) Tatang Sulaiman dan Ketua Umum, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo. Turut hadir pula, unsur Muspika dan kepala dinas terkait.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menegaskan bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan pendidikan. Dirinya mengajak generasi muda, untuk tidak memandang rendah profesi petani, melainkan menjadikannya sebagai peluang masa depan berbasis teknologi dan bisnis.</p>



<p>“Jangan malu jadi petani. Jadilah petani modern yang menguasai teknologi. Pangan adalah masa depan kita. Siapa yang menguasai pangan, dia yang akan memimpin dunia,” kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Umum YSPN, Daryatmo, memaparkan konsep sederhana namun berdampak besar. Dirinya mencontohkan, jika setiap siswa menanam tiga pohon cabai, maka potensi produksi nasional dapat mencukupi kebutuhan masyarakat secara mandiri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tujuan kami bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga mengatasi krisis regenerasi petani. Pertanian harus dipahami sebagai sektor agribisnis yang menjanjikan,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga menilai, Kabupaten Malang memiliki potensi luar biasa untuk menjadi percontohan nasional. Itu karena, kesuburan tanahnya yang mendukung, sebagaimana keberhasilan program serupa di berbagai daerah lain di Indonesia.</p>



<p>Dalam rangkaian pelaksanaan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan bibit kepada siswa secara simbolis, serta pemberian cinderamata kepada Bupati Malang. Rombongan kemudian meninjau langsung kebun sekolah, yang berfungsi sebagai laboratorium alam bagi para siswa.</p>



<p>Kepala SMP Negeri 1 Wajak, Endang Miswati, menjelaskan bahwa siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam mengelola tanaman seperti cabai, tomat, sayuran daun, hingga budidaya ikan. Menariknya, sistem pertanian yang diterapkan mengedepankan prinsip ramah lingkungan, dengan penggunaan pupuk organik hasil olahan limbah kantin sekolah.</p>



<p>“Inilah edukasi pangan yang nyata. Anak-anak belajar mandiri, bertanggung jawab dan memahami pentingnya ketahanan pangan sejak dini,” ungkapnya.</p>



<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak sekolah di Kabupaten Malang yang terinspirasi untuk mengembangkan program serupa. Sehingga, menjadikan ketahanan pangan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa sekaligus solusi jangka panjang menuju kedaulatan pangan nasional. <strong>(hms/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232139</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Swasembada Pangan, Bupati Pasuruan bersama Kapolda Jatim Tanam Jagung Serentak</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-swasembada-pangan-bupati-pasuruan-bersama-kapolda-jatim-tanam-jagung-serentak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, bersama Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, serta Forkopimda Kabupaten Pasuruan, bersama-sama melaksanakan Penanaman Jagung Serentak sebagai bagian dari Gerakan Tanam Raya Nasional Kuartal I tahun 2026 yang diprakarsai oleh Polri. Penanaman jagung serentak di Kabupaten Pasuruan, dilaksanakan di Lapangan Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Sabtu (07/03/2026) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, bersama Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, serta Forkopimda Kabupaten Pasuruan, bersama-sama melaksanakan Penanaman Jagung Serentak sebagai bagian dari Gerakan Tanam Raya Nasional Kuartal I tahun 2026 yang diprakarsai oleh Polri. Penanaman jagung serentak di Kabupaten Pasuruan, dilaksanakan di Lapangan Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Sabtu (07/03/2026) tadi.</p>



<p>Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari aksi tanam serentak yang digelar secara nasional dan dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dimana, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memimpin langsung jalannya acara.</p>



<p>Seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia, termasuk Polres Pasuruan, turut berpartisipasi secara serentak sebagai wujud sinergi nasional dalam mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto. Penanaman jagung serentak di Kabupaten Pasuruan, merupakan implementasi nyata dari arahan Kapolri yang menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri harus menjadi motor penggerak program swasembada pangan nasional di tingkat daerah, bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta elemen masyarakat setempat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Hari ini kita melaksanakan tanam raya serentak untuk kuartal pertama. Ini adalah langkah nyata Polri bersama masyarakat dan kementerian terkait untuk memastikan kita mencapai target swasembada pangan yang diminta Bapak Presiden,&#8221; kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam sambutannya di Ogan Ilir, Sumatera Selatan melalui Zoom Meeting.</p>



<p>Program tanam jagung serentak nasional ini, menargetkan penanaman di lahan seluas 1 juta hektare di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari program nasional, para petani juga mendapatkan akses terhadap berbagai kemudahan, diantaranya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank-bank yang tergabung dalam Himbara kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).</p>



<p>Langkah ini, bertujuan agar petani memiliki modal yang cukup untuk membeli bibit unggul, pupuk dan kebutuhan perawatan tanaman tanpa bergantung pada tengkulak. Kegiatan tanam serentak di tingkat nasional sendiri, ditutup dengan penanaman simbolis menggunakan mesin penanam jagung otomatis (corn seeder) oleh Kapolri bersama Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, Direktur Utama Bulog dan Gubernur Sumatera Selatan.</p>



<p>Sementara itu di Lapangan Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Bupati Rusdi Sutejo bersama Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Pasuruan, mengakhiri kegiatan dengan penanaman bibit jagung secara simbolis di atas lahan yang telah disiapkan. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Swasembada Pangan, Bupati Banyuwangi Dorong Anak Muda Terjun di Dunia Pertanian</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-swasembada-pangan-bupati-banyuwangi-dorong-anak-muda-terjun-di-dunia-pertanian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230626</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong anak muda di Kabupaten Banyuwangi untuk terjun di dunia pertanian. Langkah ini, salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung Program Swasembada Pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. “Salah satu program prioritas pemerintah adalah swasembada pangan. Karena itu, keterlibatan anak muda sangat penting utamanya dalam penerapan teknologi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong anak muda di Kabupaten Banyuwangi untuk terjun di dunia pertanian. Langkah ini, salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung Program Swasembada Pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.</p>



<p>“Salah satu program prioritas pemerintah adalah swasembada pangan. Karena itu, keterlibatan anak muda sangat penting utamanya dalam penerapan teknologi pertanian (smart farming),” kata Bupati Ipuk, saat berdialog bersama para petani Gapoktan Surangganti dan petani milenial di Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Minggu (01/03/2026) tadi.</p>



<p>Gapoktan Surangganti sendiri, memiliki usaha pelayanan jasa Alsintan (Upja) Tani Makmur di Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi. Upja ini, menawarkan layanan jasa Alsintan untuk mendukung kegiatan budidaya, mulai dari hulu hingga hilir dengan memberdayakan anak-anak muda sebagai operatornya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seperti traktor untuk pengolahan tanah, grain seeder untuk persemaian, transplanter untuk penanaman benih, drone sprayer untuk menyemprotkan berbagai jenis pupuk cair, serta combine harvester untuk memanen. &#8220;Kami ingin mendorong pemuda tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi agen perubahan yang membawa ide-ide baru, teknologi dan praktik pertanian modern ke lapangan,” ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Manajer Upja Tani Makmur, Heru, menjelaskan bahwa penerapan sistem budidaya modern memberikan banyak keuntungan bagi petani. Baik dari sisi produktivitas, biaya dan waktu.</p>



<p>Dari sisi biaya, lanjutnya, proses budidaya menggunakan Alsintan menjadi lebih efisien.</p>



<p>“Untuk 1 hektare lahan, menanam padi secara manual butuh 12 orang per hari. Dengan transplanter, cukup 4 orang per hari sehingga lebih hemat ongkos pekerja. Dari sisi waktu, petani juga diuntungkan. Semakin cepat proses tanam, luasan tanam yang dihasilkan juga semakin besar. Tentu akan berimbas pada peningkatan produksi petani,” jelasnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230626</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tasyakuran Capaian Swasembada Pangan Kediri, Mas Dhito Salurkan Bantuan Alsintan dan Benih Padi</title>
		<link>https://memontum.com/tasyakuran-capaian-swasembada-pangan-kediri-mas-dhito-salurkan-bantuan-alsintan-dan-benih-padi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[capaian]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[Tasyakuran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230008</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menghadiri acara tasyakuran atas capaian swasembada pangan Tahun 2025, yang berlangsung di lapangan belakang komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Kamis (05/02/2026) tadi. Pelaksanaan sendiri, terasa sangat istimewah, karena di momen itu juga dilakukan menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan benih padi kepada petani di Kabupaten Kediri. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menghadiri acara tasyakuran atas capaian swasembada pangan Tahun 2025, yang berlangsung di lapangan belakang komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Kamis (05/02/2026) tadi.</p>



<p>Pelaksanaan sendiri, terasa sangat istimewah, karena di momen itu juga dilakukan menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan benih padi kepada petani di Kabupaten Kediri. Secara keseluruhan, total ada 51 bantuan traktor roda empat yang diberikan. Dengan uraian, 34 unit diserahkan tadi pagi dan 17 unit diserahkan pada 2025.</p>



<p>&#8220;Di Tahun 2026 ini, kita masih akan menyalurkan 150 hingga 190 bantuan Alsintan lagi, sesuai kebutuhan petani,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, seusai mencoba mengoperasionalkan traktor roda empat yang diserahkan ke petani.&nbsp;</p>



<p>Untuk mendukung kebutuhan mengolah lahan, tambah Mas Dhito, selain traktor roda empat, petani juga membutuhkan traktor roda dua. Untuk itu, dalam acara tasyakuran tersebut juga diserahkan pula bantuan 15 traktor roda dua, dimana 2025 lalu juga telah diserahkan sebanyak 4 unit.</p>



<p>Selain traktor, bantuan Alsintan lain yang telah diserahkan yakni 11 unit combine harventer, 6 pompa air dan 11 handprayer. Kemudian, untuk bantuan benih padi, setelah 2025 lalu menyalurkan 75 ton, pagi tadi kembali diserahkan sebanyak 73 ton.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pemerintah Kabupaten Kediri, papar Mas Dhito, berkomitmen untuk terus mendukung sektor pertanian. Baik melalui peningkatan infrastruktur, pendampingan teknis, maupun penyediaan sarana dan prasarana produksi.</p>



<p>Penyerahan bantuan Alsintan dan benih padi tersebut, merupakan salah satu upaya untuk membantu petani. Melalui bantuan tersebut, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi dan dapat mempertahankan capaian swasembada pangan termasuk gula yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto.</p>



<p>&#8220;Kabupaten Kediri bisa memberikan bantuan Alsintan yang cukup banyak di tengah kondisi efisiensi anggaran, karena kami bersungguh-sungguh dalam bekerja untuk memenuhi target dari Bapak Presiden,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, pada tahun 2025 luas tanam padi 49.743 Ha dengan jumlah produksi 307.000 ton Gabah Kering Giling (GKG). Untuk jagung, luas tanam 55.807 Ha dengan jumlah produksi 373.000 ton jagung pipil kering. Adapun untuk tebu, luas tanam 20.683 Ha dengan jumlah produksi 1.985.302 ton.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito juga mendorong anak muda untuk mau menjadi petani. Pihaknya memberikan bantuan kepada delapan petani di bawah usia 30 tahun, sebagai bentuk apresiasi karena mau terjun menggarap lahan pertanian di usia muda.</p>



<p>&#8220;Harapan saya, petani tidak lagi didominasi usia 50 tahun ke atas, tapi 40 tahun ke bawah, dan tadi sudah terlihat embrionya,&#8221; paparnya. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230008</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Swasembada Gula Nasional, Bupati Malang Lakukan Tanam Tebu di Rakor Bongkar Ratoon</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-swasembada-gula-nasional-bupati-malang-lakukan-tanam-tebu-di-rakor-bongkar-ratoon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bongkar]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ratoon]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227433</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, melaksanakan tanam perdana tebu yang sekaligus dirangkai dalam gelaran Rapat Koordinasi (Rakor) kegiatan Bongkar Ratoon, di Jalan Masjid Al Muttaqin, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu (05/11/2025) tadi. Gelaran ini, sebagai langkah konkret menuju pencapaian Swasembada Gula Nasional 2025. Diketahui, bahwa Kabupaten Malang telah ditetapkan sebagai salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, melaksanakan tanam perdana tebu yang sekaligus dirangkai dalam gelaran Rapat Koordinasi (Rakor) kegiatan Bongkar Ratoon, di Jalan Masjid Al Muttaqin, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu (05/11/2025) tadi. Gelaran ini, sebagai langkah konkret menuju pencapaian Swasembada Gula Nasional 2025.</p>



<p>Diketahui, bahwa Kabupaten Malang telah ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas nasional. Langkah ini, untuk menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto, dalam pelaksanaan Program Bongkar Ratoon Tebu guna meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.</p>



<p>Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Abdul Roni Angkat, menegaskan bahwa program tersebut merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan Swasembada Gula Nasional dan menghentikan impor. &#8221;Kita harus sukseskan kegiatan Bongkar Ratoon dalam rangka pencapaian Swasembada Gula Nasional. Ini perintah Bapak Presiden Prabowo melalui Pak Menteri Pertanian. Karena saat ini, gula kristal putih adalah gula konsumsi, yang diimpor. Hari ini kita ingin menunjukkan bahwa sebenarnya dan seharusnya bisa swasembada gula. Untuk Kabupaten Malang sendiri potensinya 15 ribu hektar di tahun 2025 dan bener-bener kita dorong agar dapat selesai ditanam,&#8221; tegas Abdul Roni.</p>



<p>Pihaknya menyiapkan sejumlah bantuan, untuk mewujudkan program tersebut di Kabupaten Malang. Diantaranya meliputi bantuan benih, bantuan penanaman, bantuan pengolahan, pupuk subsidi ZA khusus dan juga KUR baru meski petani sudah punya KUR di tempat lain hingga plafon Rp 500 juta.</p>



<p>Dirinya menyebut, bahwa pemerintah pusat juga akan mengakselerasi sejumlah bantuan ini dengan melakukan pengawalan. &#8220;Tidak boleh ada ganguan di lapangan, karena program menuju swasembada gula ini tidak boleh gagal,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pihaknya pun mengajak untuk memanfaatkan program ini demi terwujudkan Swasembada Gula Nasional. &#8221;Mari hal ini kita manfaatkan dengan baik. Pesan Bapak Presiden bahwa tahun depan tidak boleh ada impor gula. Kita harus sukseskan ini dan mari kita yakin mulai dari Kabupaten Malang, menunjukkan semangat kita bersama. Kalau Bapak Bupati Malang sekencang ini, ya saya yakin pasti bisa terpenuhi. Kabupaten Malang dengan 15 ribu hektar, bisa selesai tahun ini,&#8221; jelas Abdul.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Bupati Sanusi menyampaikan bahwa swasembada gula adalah bagian dari strategi besar ketahanan pangan nasional, sekaligus langkah penting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis sumber daya pertanian dan perkebunan lokal. Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan gula konsumsi. Karena itu, langkah-langkah strategis yang dilakukan hari ini sangat bermakna dalam menekan ketergantungan impor dan memperkuat daya saing industri gula dalam negeri.</p>



<p>&#8221;Atas nama Bupati Malang, menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang melalui Kementan telah membantu petani agar produksi tanaman tebunya semakin bagus. Harapannya, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dan secara nasional, adalah dapat mendukung swasembada gula di Indonesia, sehingga tidak sampai impor,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pihaknya mensosialisasikan kepada masyarakat agar petani tebu khusus dibawah KUD dan APTRI dapat menjalankan program pemerintah ini dengan sebaik-baiknya. &#8220;Target 15 ribu hektar bisa tercapai dengan produksi yang sementara dibawah 800 hingga 900 kwintal dengan Bongkar Ratoon bisa mencapai 150 ton per hektar,&#8221; tegas Bupati Malang.</p>



<p>Bupati Sanusi dalam sambutan tertulisnya juga menyampaikan bahwa hingga 2024, Kabupaten Malang memiliki luasan areal tebu mencapai 47.015 hektar dengan produktivitas rata-rata sekitar 90 ton per hektar. Angka ini menempatkan Kabupaten Malang sebagai salah satu sentra utama produksi tebu di Jawa Timur, yang menjadi tulang punggung pasokan bahan baku bagi dua pabrik gula besar, yaitu Pabrik Gula Krebet Baru dan Pabrik Gula Kebonagung.</p>



<p>Sejauh ini, kedua pabrik gula tersebut telah lama menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, penyerapan tenaga kerja dan mitra strategis pemerintah daerah dalam membina petani tebu rakyat. &#8220;Di sisi lain, Program Bongkar Ratoon atau peremajaan tebu merupakan langkah penting untuk menjaga kesinambungan produktivitas dan kualitas tebu. Sebagaimana arahan dari Kementerian Pertanian RI, kegiatan Bongkar Ratoon dilakukan dengan mengganti tanaman tebu lama dengan bibit unggul baru. Agar hasil tebu menjadi lebih optimal dan kadar rendemen gula meningkat,&#8221; urainya.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa program ini juga bertujuan mengoptimalkan lahan perkebunan dengan penerapan teknologi budidaya modern, peningkatan kualitas tanah, serta efisiensi penggunaan pupuk dan air. &#8220;Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat rantai nilai industri gula nasional dari hulu ke hilir,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Hadir dalam kesempatan ini, diantaranya Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kuntoro Boga Antri, Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera, Pimpinan PT Sinergi Gula Nusantara, Pimpinan PT Rajawali Nusantara Indonesia, Direktur Utama Pabrik Gula Kebon Agung, General Manager Pabrik Gula Krebet Baru dan Pimpinan CV Lang Buana, Camat dan Forkopimcam Bululawang, para Kelompok Tani Tebu dan akademisi. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227433</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Banyuwangi bersama Pupuk Kaltim Kokohkan Swasembada Pangan di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-banyuwangi-bersama-pupuk-kaltim-kokohkan-swasembada-pangan-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[kokohkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227042</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, memanen Demplot padi di Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kamis (23/10/2025) tadi. Panen petak seluas 2.500 meter persegi hasil dari Program Agrosolution yang digagas Pupuk Kaltim, itu untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional dengan melibatkan petani lokal.&#160; Kolaborasi Pemkab Banyuwangi dan Pupuk Kaltim, ini menjadi program percontohan. Berhasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, memanen Demplot padi di Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kamis (23/10/2025) tadi. Panen petak seluas 2.500 meter persegi hasil dari Program Agrosolution yang digagas Pupuk Kaltim, itu untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional dengan melibatkan petani lokal.&nbsp;</p>



<p>Kolaborasi Pemkab Banyuwangi dan Pupuk Kaltim, ini menjadi program percontohan. Berhasil meningkatkan hasil panen padi dari 6 hingga 7 ton perhektar menjadi 8 ton per hektar.</p>



<p>Peningkatan ini, dicapai berkat pendampingan intensif, penerapan teknologi pertanian modern dan penguatan rantai pasok berdasarkan prinsip People, Planet, Prosperity, Peace, Partnership (5P). &#8220;Terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim. Kolaborasi ini memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, Bulog dan petani dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden,&#8221; kata Wabup Banyuwangi.</p>



<p>Dirinya menambahkan, Banyuwangi juga diproyeksikan berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional. Tahun ini, luas tanam padi di Banyuwangi mencapai 121.319 hektar, atau meningkat 1.668 hektar dibandingkan tahun 2024.</p>



<p>Dengan bertambahnya luas tanam tersebut, total produksi padi tahun 2025 diperkirakan mencapai 806.164 ton Gabah Kering Panen (GKP), naik 11.381 ton dibanding tahun sebelumnya. Sementara berdasarkan data neraca pangan Januari hingga September 2025, Banyuwangi mencatat surplus beras sekitar 307.244 ton, meningkat 39.868 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, penyerapan beras Bulog Banyuwangi dari hasil panen petani, juga menunjukkan lonjakan yang signifikan. Tahun ini, Bulog berhasil menyerap 52.162 ton beras, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2023, yang hanya 4.943 ton dan tahun 2024 sebanyak 5.329 ton setara beras.</p>



<p>Kondisi ini, didukung oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan harga gabah kering panen menjadi Rp 6.500 perkilogram, serta ketersediaan pupuk bersubsidi yang cukup. Bahkan, Menteri Pertanian pada 22 Oktober kemarin juga mengumumkan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Harga Pupuk Urea turun dari Rp 2.250 menjadi Rp 1.800 per kilogram, sementara Pupuk NPK turun dari Rp 2.350 menjadi Rp 1.840 per kilogram.</p>



<p>Asisten Wakil Presiden Agrosolution Pupuk Kaltim Wilayah Jawa Timur dan Nusra, Atik Dwi Purwadari, mengatakan Program Agrosolution merupakan upaya Pupuk Kaltim untuk meningkatkan produktivitas pertanian petani. Program Agrosolution ini, didukung oleh produk-produk Pupuk Premium Kaltim yang telah terbukti kompatibel dengan berbagai jenis tanaman dan karakteristik lahan. Produk-produk ini, mencakup pupuk organik seperti Ecofert dan Biodex.</p>



<p>&#8220;Selain Sempu, kami juga melakukan pengambilan sampel beras di Kalibaru, Genteng dan Blimbingsari. Ini bentuk dukungan kami kepada pemerintah daerah dan BUMN dalam membantu Bapak Presiden mensukseskan swasembada pangan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ketua Kelompok Tani Desa Lamtoro Gung Jambewangi, Muhammad Hanifulloh, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Kaltim Fertility. Dirinya mengatakan, selain tanaman padi, bantuan juga diberikan kepada petani buah naga di wilayah tersebut.</p>



<p>“Berkat bantuan ini, alhamdulillah hasil panen kami meningkat,” kata Hanif. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Lamongan Miliki Kampung Pandu Saksi, Kolaborasi Wujudkan Swasembada Pangan</title>
		<link>https://memontum.com/kabupaten-lamongan-miliki-kampung-pandu-saksi-kolaborasi-wujudkan-swasembada-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[saksi,]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227034</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Forkopimda Kabupaten Lamongan berkolaborasi wujudkan Kampung Pandu Sakti, dalam mensukseskan program prioritas nasional, swasemba pangan. Di atas lahan 10,5 hektar, tidak hanya dimanfaatkan untuk mengelola pertanian, melainkan juga sebagai peternakan (ayam petelur, ayam potong, bebek, kambing, sapi dan entok) dan perikanan (lele dan nila). Bahkan, dalam pengembangan pertanian, Kampung Pandu Sakti berhasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Forkopimda Kabupaten Lamongan berkolaborasi wujudkan Kampung Pandu Sakti, dalam mensukseskan program prioritas nasional, swasemba pangan. Di atas lahan 10,5 hektar, tidak hanya dimanfaatkan untuk mengelola pertanian, melainkan juga sebagai peternakan (ayam petelur, ayam potong, bebek, kambing, sapi dan entok) dan perikanan (lele dan nila).</p>



<p>Bahkan, dalam pengembangan pertanian, Kampung Pandu Sakti berhasil menciptakan varietas padi sendiri. Yakni varietas PMJ 01, dengan keunggulan musim tanam cepat, produksi banyak dan tidak banyak membutuhkan air. Memanfaatkan varietas PMJ 01, Kampung Pandu Sakti berhasil panen tiga kali pada tahun ini.</p>



<p>&#8220;Kampung Pandu Sakti adalah keterpaduan Forkopimda Lamongan dalam mewujudkan swasemba pangan di Lamongan,&#8221; kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat hadir dalam kegiatan kunjungan kerja dan peninjauan lapangan pangan terpadu oleh Tim Ahli Utama (TAU) Kedeputian I Kantor Staf Presiden dan Kodam V/ Brawijaya, di Kampung Pandu Saktu yang berlokasi di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Rabu (22/10/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Masih dalam hal swasembada pangan, Bupati Yuhronur memaparkan bahwa Kabupaten Lamongan terus mengupayakan keberhasilan mencapai target pemerintah pusat. Salah satunya, yaitu dengan pelaksanaan luas tambah tanam (LTT).</p>



<p>Target LTT nasional untuk Lamongan adalah 193.373 hektar. Sedangkan lahan baku sawah, hanya 95.745 hektar. Sehingga, capaian LTT mengalami peningkatan 30 persen atau saat ini capaiannya mencapai 63 persen.</p>



<p>Diungkapkan oleh TAU Kedeputian I Kantor Staf Presiden, Heru Kreshna Reza, bahwa keseriusan Kampung Pandu Sakti Lamongan, diyakini mampu sukseskan asta cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam swasembada pangan. &#8220;Apresiasi sebesar-besarnya kepada Kabupaten Lamongan yang telah serius mengelola Kampung Pandu Sakti. Dalam mengelola jangan sampai hanya seremonial, karena kontribusi nyata dari daerah akan mampu wujudkan asta cita Presiden Prabowo. Dan seharusnya ini menjadi percontohan daerah lain,&#8221; ungkapnya. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227034</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
