<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>syukur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/syukur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jun 2025 09:37:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>syukur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sambut 375 Jamaah Haji Kloter 37, Pemkab Lumajang Sampaikan Rasa Syukur dan Duka</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-375-jamaah-haji-kloter-37-pemkab-lumajang-sampaikan-rasa-syukur-dan-duka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[kloter]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223249</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sebanyak 375 jamaah haji asal Kabupaten Lumajang dari Kloter 37, akhirnya tiba dengan selamat di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (23/06/2025) dini hari tadi. Kedatangan sejumlah jamaah haji ini, selain membawa kabar bahagia untuk keluarga, juga membawa kabar duka mendalam, karena satu jamaah atas nama Habiye Binti Tamu, dari Desa Jugosari, Candipuro, meninggal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sebanyak 375 jamaah haji asal Kabupaten Lumajang dari Kloter 37, akhirnya tiba dengan selamat di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (23/06/2025) dini hari tadi. Kedatangan sejumlah jamaah haji ini, selain membawa kabar bahagia untuk keluarga, juga membawa kabar duka mendalam, karena satu jamaah atas nama Habiye Binti Tamu, dari Desa Jugosari, Candipuro, meninggal dunia di Madinah.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan Wakil Bupati, Yudha Adji Kusuma, langsung menyambut kepulangan jamaah yang terbagi dalam sembilan rombongan dengan menggunakan sembilan bus. Suasana haru, pun menyelimuti pendopo saat pelukan hingga tangis bahagia dan ucapan syukur, mewarnai momen penyambutan para tamu Allah itu. “Alhamdulillah, kita bersyukur 375 jamaah kembali dalam keadaan sehat. Kami juga turut berduka atas wafatnya salah satu jamaah. Semoga, almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” kata Bupati Indah Amperawati.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wakil Bupati Mas Yudha memberikan apresiasi kepada seluruh petugas haji dan panitia yang telah memastikan kelancaran ibadah dari keberangkatan hingga kepulangan. Dirinya berharap, seluruh jamaah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan membawa pulang semangat kebaikan dari Tanah Suci.</p>



<p>Pemkab Lumajang memastikan, seluruh proses pemulangan berlangsung tertib, aman dan nyaman hingga para jamaah tiba di rumah masing-masing. Kepulangan ini, menjadi momen refleksi spiritual dan kebersamaan yang menguatkan nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223249</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPC Gerindra Kota Malang Sembelih 18 Hewan Kurban, Angka 8 sebagai Makna dan Syukur</title>
		<link>https://memontum.com/dpc-gerindra-kota-malang-sembelih-18-hewan-kurban-angka-8-sebagai-makna-dan-syukur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[sembelih]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222796</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Malang melaksanakan tradisi kurban dalam rangka Idul Adha 2025, dengan nuansa berbeda. Ada sekitar 18 hewan kurban, yang disembelihkan pada pelaksanaan tahun ini. Ketua Panitia Kurban, Danny Agung Prasetyo, menyampaikan bahwa ada sebanyak delapan ekor sapi dan delapan ekor kambing, disembelih di Rumah Potong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Malang melaksanakan tradisi kurban dalam rangka Idul Adha 2025, dengan nuansa berbeda. Ada sekitar 18 hewan kurban, yang disembelihkan pada pelaksanaan tahun ini.</p>



<p>Ketua Panitia Kurban, Danny Agung Prasetyo, menyampaikan bahwa ada sebanyak delapan ekor sapi dan delapan ekor kambing, disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH), serta dua ekor sapi lainnya diserahkan kepada masing-masing Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang dan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, sebagai bentuk sinergi keumatan. &#8220;Ada makna khusus dalam kegiatan kurban tahun ini. Penyembelihan dilakukan pada hari Minggu kemarin, tanggal 8 Juni, bertepatan dengan angka 8 sebagai simbol Presiden RI ke-8, yakni Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra,” kata Danny, Senin (09/06/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, angka delapan yang digunakan dalam jumlah hewan kurban serta tanggal pelaksanaan, mencerminkan rasa syukur atas terpilihnya Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sementara seluruh hewan kurban yang disembelih, tentunya telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dipotong sesuai syariat Islam, dengan proses yang higienis dan tepat waktu.</p>



<p>Dari hasil pemotongan tersebut, tambahnya, diperoleh sekitar 3 ribu paket daging kurban yang disalurkan kepada masyarakat. “Distribusi daging kurban kami prioritaskan untuk masyarakat dan kader Gerindra, mulai dari tingkat DPC, PAC, anak ranting hingga sayap partai,” tambah Danny, yang juga menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD Kota Malang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa momen Idul Adha juga menjadi ajang memperkuat solidaritas internal partai serta mendekatkan diri kepada masyarakat. &#8220;Semoga ini menjadi berkah untuk semua. Kami juga mendoakan agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk memimpin hingga dua periode,” imbuh Danny. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222796</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujud Syukur Jadi PPPK, Ratusan Tenaga Formasi di Pemkab Banyuwangi Lakukan Bedah Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/wujud-syukur-jadi-pppk-ratusan-tenaga-formasi-di-pemkab-banyuwangi-lakukan-bedah-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jul 2024 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[FORMASI]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211667</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Banyuwangi bergotong royong melakukan bedah rumah tidak layak huni untuk warga tidak mampu. Pelaksanaan yang diinisiasi sekitar 550 tenaga PPPK Banyuwangi formasi tahun 2023 itu, sebagai ungkapan rasa syukur karena telah diterima menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). “Ini murni inisiatif dari kami, sebagai ungkapan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Banyuwangi bergotong royong melakukan bedah rumah tidak layak huni untuk warga tidak mampu. Pelaksanaan yang diinisiasi sekitar 550 tenaga PPPK Banyuwangi formasi tahun 2023 itu, sebagai ungkapan rasa syukur karena telah diterima menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).</p>



<p>“Ini murni inisiatif dari kami, sebagai ungkapan rasa syukur karena sudah diangkat menjadi PPPK. Kami merasa termotivasi dari Pemkab Banyuwangi, yang selalu menggerakkan kepedulian semua pihak dan kami ingin berpartisipasi dengan membantu program-programnya. Khususnya, dalam masalah penanganan kemiskinan,&#8221; kata Tenaga PPPK bidan di RSUD Banyuwangi yang sekaligus sebagai Koordinator Program, Virgioriani, Rabu (10/07/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa sebelum diangkat menjadi PPPK, ada beberapa honorer yang telah mengabdi hingga puluhan tahun di instansi pemerintah. Karenanya, semuanya bersyukur setelah kini bisa menjadi ASN. &#8220;Semoga yang kami berikan ini bisa menjadi berkah untuk kami semua,” ujarnya.</p>



<p>Virna-sapaannya juga mengatakan, bahwa anggaran dana bedah rumah ini berasal dari gotong royong seluruh tenaga PPPK tahun 2023 dari berbagai formasi. Baik itu formasi guru, tenaga kesehatan maupun tenaga teknis. Mereka sepakat iuran sebesar Rp 100 ribu perorang hingga terkumpul dana sebanyak Rp 55 juta. Anggaran tersebut, kemudian digunakan untuk membedah rumah tidak layak huni milik warga yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).</p>



<p>“Ada dua rumah yang kami bedah. Satu rumah di Kecamatan Kabat dan satu lagi di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Banyuwangi. Masing-masing rumah dianggarkan sekitar Rp 25 juta,” ujar Virna.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bedah rumah bantuan dari PPPK ini, ungkapnya, dimulai sejak awal Juli 2024 dan ditargetkan selesai selama dua minggu. &#8220;Pengerjaannya melibatkan warga setempat. Tapi untuk desain dan pembelanjaan material, dikawal langsung oleh teman-teman PPPK. Kami targetkan perumah bisa selesai dalam dua minggu,” terangnya.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu sangat mengapresiasi inisiatif dari tenaga PPPK. Program tersebut, sangat sejalan dan sinergis dengan program bedah rumah serta penanganan kemiskinan yang rutin digulirkan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>“Saya pribadi dan atas nama Pemkab Banyuwangi, sangat berterima kasih atas inisiatif para PPPK. Semoga ini menjadi ladang pahala dan memperlancar pekerjaan teman-teman semua,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa selama ini mekanisme bedah rumah di Banyuwangi, dilakukan dengan mekanisme gotong royong. Mulai dari pemkab, pemerintahan desa, swasta hingga dukungan dari pemerintah pusat. Pada tahun 2023, lebih dari 1.300 rumah tidak layak huni warga Banyuwangi telah direnovasi.</p>



<p>&#8220;Bantuan stimulus perbaikan rumah adalah salah satu upaya untuk meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi,&#8221; tambah Bupati Ipuk. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211667</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Grebeg Suro, Bupati Malang Ingatkan Masyarakat Tingkatkan Toleransi dan Rasa Syukur</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-grebeg-suro-bupati-malang-ingatkan-masyarakat-tingkatkan-toleransi-dan-rasa-syukur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 10:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[grebeg]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211585</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri acara Grebek Suro Dusun Bagean dan Dusun Wiyurejo, Desa Wiyurejo Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Minggu (07/07/2024) tadi. Turut hadir mendampingi, Ketua TP PKK Kabupaten Malang, beberapa jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Camat dan Forkopimcam Pujon. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanusi menyampaikan bahwa kegiatan Grebeg suro menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri acara Grebek Suro Dusun Bagean dan Dusun Wiyurejo, Desa Wiyurejo Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Minggu (07/07/2024) tadi. Turut hadir mendampingi, Ketua TP PKK Kabupaten Malang, beberapa jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Camat dan Forkopimcam Pujon.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Sanusi menyampaikan bahwa kegiatan Grebeg suro menjadi ajang uri-uri budaya luhur peninggalan dari nenek moyang. &#8220;Semoga kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Utamanya, guna meningkatkan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Dusun Bagean dan Dusun Wiyurejo,” kata Bupati Malang.</p>



<p>Dijelaskannya, 1 Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa bagi Umat Islam, karena terdapat banyak keutamaan di dalamnya. Bulan Muharram, merupakan satu dari empat bulan dalam kalender Islam yang dikenal sebagai bulan kedamaian. Sebab pada bulan ini, Umat Islam dilarang untuk berperang kecuali dalam keadaan terpaksa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bulan Muharram adalah bulan pertama di kalender Islam dan terdapat banyak peristiwa sejarah yang penting sepanjang berjalannya peradaban manusia. “Salah satunya yang masih sering kita lestarikan yakni tradisi Grebeg Suro, yang pada hari telah berlangsung,” ujar Bupati Malang.</p>



<p>Oleh sebab itu, Bupati Sanusi berpesan agar semua memaknai momentum Tahun Baru Islam, ini sebagai refleksi untuk lebih bersyukur dan melestarikan warisan adat serta budaya yang sudah menjadi tradisi di Dusun Bagean dan Dusun Wiyurejo, maupun Kabupaten Malang pada umumnya. &#8220;Kerukunan juga saya harapkan dapat menjadi fokus pembahasan pada kegiatan sarasehan budaya ini. Sehingga, seluruh aspek dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tersebut dapat berjalan beriringan dengan toleransi yang tinggi,&#8221; tambah Bupati Malang.</p>



<p>Sebagai kegiatan atau ritual yang dianggap sakral oleh warga setempat, Bupati Malang yakin bahwa esensi dari dilaksanakannya Grebeg Suro ini, pada dasarnya adalah untuk melestarikan nilai-nilai luhur. Kegiatan ini, juga menjadi salah satu penggerak roda perekonomian yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi warga sekitar.</p>



<p>“Manfaatkan momen ini sebagai ajang promosi untuk mengenalkan produk khas dari Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, agar lebih dikenal baik pada skala regional, nasional dan bahkan mancanegara,” imbuh Bupati Sanusi. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211585</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Putusan MK, Warga Kabupaten Malang Gelar Sujud Syukur karena Gibran Bisa Maju Cawapres</title>
		<link>https://memontum.com/respon-putusan-mk-warga-kabupaten-malang-gelar-sujud-syukur-karena-gibran-bisa-maju-cawapres</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[gibran]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[putusan]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199906</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait usia Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres dan Cawapres), disambut sujud syukur dan doa bersama warga di Kabupaten Malang, Senin (16/10/223) tadi. Sebagaimana diketahui, dalam amar putusan itu, MK menyatakan bahwa permohonan sebelumnya (yang ditolak, red) seperti Partai Garuda, berbeda dengan permohonan yang diajukan mahasiswa UNS [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait usia Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres dan Cawapres), disambut sujud syukur dan doa bersama warga di Kabupaten Malang, Senin (16/10/223) tadi. Sebagaimana diketahui, dalam amar putusan itu, MK menyatakan bahwa permohonan sebelumnya (yang ditolak, red) seperti Partai Garuda, berbeda dengan permohonan yang diajukan mahasiswa UNS ini. Perbedaannya itu, yakni pada norma pasal yang dimohonkan.</p>



<p>&#8220;Terhadap petitum permohonan dalam perkara-perkara dimaksud, itu dapat dikatakan mengandung makna yang bersifat &#8216;ambiguitas&#8217;. Dikarenakan, sifat jabatan sebagai penyelenggara negara tata cara perolehannya dapat dilakukan dengan cara diangkat atau ditunjuk maupun dipilih dalam pemilihan umum. Hal ini, berbeda dengan yang secara tegas dimohonkan dalam petitum permohonan a quo di mana pemohon memohon ketentuan norma Pasal 169 huruf q UU Nomor 17 Tahun 2017 dimaknai &#8216;Berusia paling rendah 40 tahun atau berpengalaman sebagai kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota,&#8221; kata Hakim MK.</p>



<p>Karenanya, lanjutnya, Pasal 169 huruf q selengkapnya berbunyi &#8216;berusia paling rendah 40 tahun atau pernah atau sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah&#8217;. Dengan putusan tersebut, warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pun langsung mengadakan syukuran dan doa bersama dengan turut melakukan pemotong tumpeng.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rasa syukur dan doa bersama ini, tidak hanya merespon putusan MK. Namun, juga dilakukan dalam rangka memohon doa agar Pemilu tahun 2024 mendatang, berjalan aman dan damai.</p>



<p>&#8220;Semoga Pemilu 2024 berlangsung damai. Berbeda pendapat dan pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Namun, kita sebagai warga negara, harus tetap menjaga semangat persatuan dan kesatuan,&#8221; kata seorang peserta syukuran dan doa bersama, Imam.</p>



<p>Dirinya juga berharap, dengan putusan MK hari ini, bisa sepenuhnya diterima masyarakat dan semua element masyarakat. Sehingga, pelaksanaan Pemilu ke depan bisa berjalan aman dan lancar.</p>



<p>&#8220;Dengan putusan MK itu, berarti Mas Gribran bisa ikut dalam Pemilu 2024. Karena bagaimanapun, Mas Gibran sebagai perwakilan pemimpin milenial muda yang pengalaman dalam memimpin daerah sebagai Wali Kota Solo. Ini adalah kemenangan pemuda dan kado dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda,&#8221; tambah Imam.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, nama Gibran sendiri dimunculkan dan disebut-sebut bakal menjadi tandem dari Capres yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Soebianto, dalam Pemilu 2024 mendatangi. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199906</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upacara Adat Longkangan, Wujud Syukur Nelayan Munjungan Atas Hasil Laut Melimpah</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-adat-longkangan-wujud-syukur-nelayan-munjungan-atas-hasil-laut-melimpah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[atas]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[longkangan,]]></category>
		<category><![CDATA[melimpah]]></category>
		<category><![CDATA[munjungan]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[wujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190790</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menghadiri Pahargyan Adat Longkangan di Kecamatan Munjungan. Longkangan ini, merupakan upacara adat masyarakat dan nelayan Munjungan. Upacara adat ini, dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut. Tradisi ini, juga sebagai peringatan kepada leluhur yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://trenggalek.memontum.com"><strong>Trenggalek</strong> </a>&#8211; Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, menghadiri Pahargyan Adat Longkangan di Kecamatan Munjungan. Longkangan ini, merupakan upacara adat masyarakat dan nelayan Munjungan. Upacara adat ini, dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut.</p>



<p>Tradisi ini, juga sebagai peringatan kepada leluhur yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara Puthut yang konon oleh Ratu Pantai Selatan dipercaya menguasai kawasan Pantai Ngampiran, Blado, Sumbreng dan Ngadipuro Munjungan. Adat Longkangan sendiri, rutin diperingati di Pantai Blado yang terletak di Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil laut yang dilakukan warga masyarakat nelayan di Teluk Sumbreng, Kecamatan Munjungan, yakni larungkan tumpeng agung ke lautan. Pelarungan tumpeng ini dilakukan turun temurun dan rutin digelar setiap tahun. Diharapkan, ini mampu menggeliatkan perputaran ekonomi masyarakat,&#8221; ungkap Wabup Syah, Selasa (13/06/2023) siang.</p>



<p>Mantan anggota DPRD Trenggalek ini mengatakan, bahwa semakin banyaknya event yang digelar, membuktikan perekonomian yang ada di Trenggalek kian menggeliat. &#8220;Longkangan ini adalah salah satu adat yang ada di Kecamatan Munjungan yang dikatakan sudah berusia sekitar 174 tahun, jadi sudah ada sejak lama,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Untuk waktu pelaksanaan sedekah laut Longkangan, tambahnya, dilakukan di tiap Selo penanggalan Jawa. Upacara adat ini biasa dilakukan pada siang hari menjelang sore. Dengan diawali Kirab Tumpeng Agung dari Pendopo Kecamatan Munjungan sampai di Pantai Blado yang dipimpin langsung oleh Camat Munjungan dan semua Kepala Desa se Kecamatan Munjungan.</p>



<p>Kirab ini diiringi oleh dayang-dayang serta rombongan jaranan yang berpakaian adat Jawa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sesampainya di Pantai Blado, prosesi Longkangan dimulai. Seperti Labuh Larung Sembonyo, dalam tradisi Longkangan ini juga wajib ada kesenian tayub untuk pelengkap prosesi ini.</p>



<p>&#8220;Ini juga salah satu upaya untuk menjaga kelestarian alam, jadi tidak hanya kelestarian budaya tapi alamnya juga. Karena masyarakat Munjungan meyakini ketika menjaga lautnya InsyaAllah kita juga akan dijaga oleh laut,&#8221; terang Wabup Syah.</p>



<p>Suami Fatihatur Rohmah ini menambahkan, bahwa hal ini menunjukkan bahwasannya di Trenggalek utamanya di masing-masing daerah mempunyai sejarah yang akrab dengan ritual-ritual suci. Salah satunya Longkangan ini.</p>



<p>&#8220;Yang jelas acara seperti ini perlu kita lestarikan, pasalnya Trenggalek ada karena memang sejarahnya seperti ini. Ini merupakan bentuk perwujudan rasa syukur masyarakat. Saya harap Allah berkenan memberikan keselamatan dan kemakmuran khususnya Munjungan dan Kabupaten Trenggalek,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Plt Camat Munjungan, Yusuf Widharto, berharap melalui adat Longkangan sebagai wujud syukur, tidak hanya nelayan namun seluruh masyarakat. Agar ke depan hasil laut semakin melimpah. &#8220;Semoga melalui kearifan lokal ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling berkolaborasi dan bergotong royong menuju Kecamatan Munjungan yang sumbut,&#8221; kata Yusuf.</p>



<p>Seperti yang terlihat di lokasi, setiap Longkangan ini digelar, masyarakat Munjungan dan sekitarnya maupun wisatawan selalu berduyung-duyung menyaksikan upacara adat ini. Baik di sepanjang jalan yang dilewati rombongan kirab maupun di lokasi upacara adat ini.</p>



<p>&#8220;Sebagai puncak acara adat Longkangan ini, masyarakat menghanyutkan (melarung, red) Tumpeng Agung di tengah lautan Pantai Blado. Nelayan bersama-sama melarung tumpeng usai itu mereka berpesta dan nelayan diperbolehkan melaut lagi. Sebab sebelumnya beberapa hari sebelum upacara dimulai, dilarang melaut terlebih dulu,&#8221; jelasnya.&nbsp;<strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190790</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
