<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tabebuya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tabebuya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2026 14:49:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tabebuya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Percantik Kawasan Jalan Soekarno Hatta, DLH Kota Malang Tanam 40 Pohon Tabebuya</title>
		<link>https://memontum.com/percantik-kawasan-jalan-soekarno-hatta-dlh-kota-malang-tanam-40-pohon-tabebuya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hatta,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[percantik]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Tabebuya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229879</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan penanaman sedikitnya 40 bibit Pohon Tabebuya di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (30/01/2026) tadi. Penanaman ini dilakukan, seiring telah rampungnya pembangunan drainase di kawasan itu. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa penanaman pohon ini merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan penanaman sedikitnya 40 bibit Pohon Tabebuya di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (30/01/2026) tadi. Penanaman ini dilakukan, seiring telah rampungnya pembangunan drainase di kawasan itu.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa penanaman pohon ini merupakan upaya pengembalian vegetasi yang sebelumnya ditebang selama proses pembangunan drainase. Karenanya sebagai upaya mempercantik kawasan, dilakukan penanaman kembali.</p>



<p>“Karena sekarang masih musim hujan, tadi pagi kami melakukan penanaman 40 bibit Tabebuya daun lebar dengan tinggi sekitar tiga meter,” kata Raymond.</p>



<p>Sebanyak sedikitnya 40 bibit, tambahnya, ditanam di sisi barat saluran drainase. Yakni, mulai dari Jembatan Soekarno Hatta (Suhat) hingga depan Politeknik Negeri Malang (Polinema), ruko di seberang Pizza Hut Delivery (PHD), sampai area RSUB Brawijaya. Tanaman Tabebuya dipilih, itu karena memiliki sejumlah keunggulan.</p>



<p>&#8220;Selain agar jenis tanamannya, daun dari pohon ini juga cukup lebar dan tidak gampang gugur. Kalau nanti berbunga, Tabebuya daun lebar ini bunganya akan berwarna ungu. Sehingga harapannya, kalau berbunga bersamaan akan terlihat bagus dan bisa memperindah kawasan Soekarno Hatta,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="428" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/01/Percantik-Kawasan-Jalan-Soekarno-Hatta-DLH-Kota-Malang-Tanam-40-Pohon-Tabebuya-2-1.jpg?resize=600%2C428&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-229882" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/01/Percantik-Kawasan-Jalan-Soekarno-Hatta-DLH-Kota-Malang-Tanam-40-Pohon-Tabebuya-2-1.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2026/01/Percantik-Kawasan-Jalan-Soekarno-Hatta-DLH-Kota-Malang-Tanam-40-Pohon-Tabebuya-2-1.jpg?resize=300%2C214&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">TABEBUYA: Beberapa titik lokasi yang sudah dilakukan penanaman Pohon Tabebuya. (ist)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Raymond juga menjelaskan, bahwa dalam lokasi penanaman memanfaatkan sela-sela yang tersedia pasca pembangunan drainase. Yaitu, dengan jarak sekitar 50 hingga 60 sentimeter dari tembok Polinema maupun area pertokoan dan rumah sakit. Terkait keamanan konstruksi drainase, Raymond memastikan sistem perakaran Tabebuya tidak membahayakan bangunan.</p>



<p>“Model akarnya adalah akar tunjang. Sehingga akan mencari sela dan tidak sampai meretakkan atau merusak pondasi maupun cor-coran drainase. Sehingga, sudah dipastikan aman,” tegasnya.</p>



<p>Diuraikannya, penanaman sendiri sengaja dipercepat, agar tanaman dapat memanfaatkan musim hujan untuk mempercepat pertumbuhan akar. Meskipun, dalam perkembangannya nanti tetap akan dilakukan penyiraman secara rutin.</p>



<p>“Musim hujan ini sangat membantu pertumbuhan akar, jadi kita manfaatkan sebaik mungkin,” tambahnya.</p>



<p>Ke depan, lanjutnya, DLH Kota Malang masih menunggu rencana pekerjaan lanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena sekitar Maret mendatang, kawasan drainase tersebut dijadwalkan akan dilanjutkan dengan pembangunan pedestrian.</p>



<p>“Setelah pekerjaan pedestrian dari provinsi selesai, baru nanti kita evaluasi dan rencanakan penambahan elemen lain untuk mempercantik kawasan Soekarno Hatta,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Program SAE, Pemdes Watuwungkuk Probolinggo Tanam 200 Pohon Tabebuya</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-program-sae-pemdes-watuwungkuk-probolinggo-tanam-200-pohon-tabebuya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemdes]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Tabebuya]]></category>
		<category><![CDATA[watuwungkuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219786</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pemerintah Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo melaksanakan penanaman 200 Pohon Tabebuya di sepanjang jalan menuju Balai Desa Watuwungkuk. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya mendukung Program Sejahtera, Amanah, Religius dan Eksis Berdaya Saing (SAE) Desa Tematik Hijau Estetik di Desa Watuwungkuk. Penanaman Pohon Tabebuya yang dilakukan di sepanjang jalan utama desa ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pemerintah Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo melaksanakan penanaman 200 Pohon Tabebuya di sepanjang jalan menuju Balai Desa Watuwungkuk. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya mendukung Program Sejahtera, Amanah, Religius dan Eksis Berdaya Saing (SAE) Desa Tematik Hijau Estetik di Desa Watuwungkuk.</p>



<p>Penanaman Pohon Tabebuya yang dilakukan di sepanjang jalan utama desa ini, melibatkan Camat Dringu, Indah Rohani bersama Forkopimka Dringu, Kepala Desa Watuwungkuk, Likun, Ketua TP PKK Desa Watuwungkuk, Koordinator PPL Pertanian serta perangkat desa dan para kader desa. Mereka bersama-sama menanam Pohon Tabebuya yang diharapkan dapat memperindah kawasan desa yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam.</p>



<p>Kepala Desa Watuwungkuk, Likun, menyampaikan bahwa program penanaman Pohon Tabebuya ini sangat mendukung konsep desa tematik hijau estetik yang tengah dijalankan di Desa Watuwungkuk. “Harapannya, selain memperindah lingkungan, penanaman Pohon Tabebuya ini juga akan membawa dampak positif bagi perekonomian desa melalui sektor pariwisata,” katanya, Minggu (02/03/2025) tadi.</p>



<p>Kades Likun menerangkan, jika nantinya para perangkat desa dan kader desa, secara bergantian akan menyiram Pohon Tabebuya tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Kami memastikan, bahwa setiap pohon dirawat dengan maksimal agar tumbuh sehat dan berbunga sesuai harapan,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Camat Dringu, Indah Rohani, mengatakan jika Pohon Tabebuya yang dikenal dengan bunga-bunganya yang indah dan berwarna cerah, membutuhkan perawatan intensif untuk tumbuh dengan baik. “Mengingat harga satu Pohon Tabebuya yang cukup mahal, maka pemerintah desa telah menerapkan sistem perawatan dengan satu pohon dilengkapi dengan satu kran air untuk memastikan setiap pohon mendapat pasokan air yang cukup. Sistem ini, diharapkan dapat menjaga kelangsungan hidup pohon-pohon tersebut,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Setelah ditanam, lanjutnya, Pohon Tabebuya ini diperkirakan akan mulai berbunga dalam waktu enam bulan hingga satu tahun. Bunga Tabebuya yang bermekaran dengan warna putih, pink, dan kuning diprediksi akan menciptakan pemandangan yang indah dan menarik perhatian pengunjung.</p>



<p>“Oleh karena itu, Desa Watuwungkuk berencana untuk menjadikan area penanaman ini sebagai spot foto yang menarik bagi wisatawan,” terangnya.</p>



<p>Dirinya berharap, keberadaan Bunga Tabebuya yang cantik akan menambah daya tarik wisata di Desa Watuwungkuk. “Kami ingin menjadikan Desa Watuwungkuk sebagai desa wisata Bunga Tabebuya. Dimana wisatawan dapat menikmati keindahan alam sambil berfoto di spot-spot yang telah disiapkan,” tambahnya.</p>



<p>Menurut Indah, Program Penanaman Pohon Tabebuya ini sejalan dengan upaya pemerintah desa untuk mengembangkan desa berbasis alam yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menarik bagi wisatawan. Dengan keindahan alam dan potensi pariwisata yang dimiliki, diharapkan Desa Watuwungkuk bisa berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Kecamatan Dringu.</p>



<p>“Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Watuwungkuk serta membuka peluang ekonomi baru melalui sektor pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambahnya. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219786</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemarau Panjang Jadi Pemandangan Beda Bunga Tabebuya yang Bermekaran di Sepanjang Jalan Pendem</title>
		<link>https://memontum.com/kemarau-panjang-jadi-pemandangan-beda-bunga-tabebuya-yang-bermekaran-di-sepanjang-jalan-pendem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2023 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bermekaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[pemandangan]]></category>
		<category><![CDATA[pendem]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[Tabebuya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199435</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Bunga Tabebuya banyak bermekaran indah memasuki Oktober 2023 ini. Kecantikan Bunga Tabebuya, ini bisa dijumpai di sepanjang Jalan Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bahkan, seiring bermekarannya bunga ini, tidak sedikit remaja yang memanfaatkannya untuk swafoto latar belakang Bunga Tabebuya, nan kuning yang bermekaran. Keberadaan Bunga Tabebuya yang berada di Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Bunga Tabebuya banyak bermekaran indah memasuki Oktober 2023 ini. Kecantikan Bunga Tabebuya, ini bisa dijumpai di sepanjang Jalan Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.</p>



<p>Bahkan, seiring bermekarannya bunga ini, tidak sedikit remaja yang memanfaatkannya untuk swafoto latar belakang Bunga Tabebuya, nan kuning yang bermekaran. Keberadaan Bunga Tabebuya yang berada di Desa Pendem, ini diketahui ditanam sejak 2019 yang lalu. Setiap Oktober, mekarnya bunga ini menjadi pemandangan yang indah bagi warga yang melintas di lokasi.</p>



<p>Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuono Efendi, mengatakan dari tahun pertama ditanam, baru pertama kali berbunga maksimal. &#8220;Ya, karena setelah tahun 2019, tepat Bulan Oktober memasuki musim hujan. Nah, masuk Oktober 2023 ini musim kemarau. Makanya, Bunga Tabebuya mekarnya maksimal,&#8221; terangnya saat di sekitar Markas Pusdik Arhanud, Desa Pendem, Minggu (08/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan semakin membesarnya tanaman Bunga Tabebuya, ujarnya, menjadikan kawasan Desa Pendem, lebih dikenal masyarakat. Apalagi, para kaum milenial yang sering kali swafoto bersama temannya di sekitar bunga itu.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi potensi, apalagi saat musim kemarau seperti ini. Bunga Tabebuya mekarnya maksimal. Terus, banyak ditemui remaja swafoto. Terutama, di Markas Pusdik Arhanud Jalan Wijaya Kusuma sepanjang kurang lebih 500 meter,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Yukhana Ninka Tungga Pertiwi (21), mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merasakan sensasi di Negara Sakura melihat Bunga Tabebuya bermekaran dan berguguran. &#8220;Karena warnanya yang mencolok dan jarang ada, ini jadi tempat yang instagramable. Ditambah dengan bunga yang berguguran rasanya seperti sedang di Jepang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hal yang sama juga dirasakan oleh Yunaida Dwi Permata (21) mahasiswi Biologi Universitas Negeri Malang (UM). Bahwa, dia ingin merasakan sensasinya setelah mengetahui informasi dari sosial medianya. &#8220;Terus terang, saya tahu dari banyaknya postingan di Instagram, jadi mau ke sini. Di sini bagus kaya lagi di Korea atau Jepang cuma berwarna kuning,” urainya.<strong> (put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199435</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Penghujan, Kota Surabaya Merekah dengan Bunga Tabebuya</title>
		<link>https://memontum.com/musim-penghujan-kota-surabaya-merekah-dengan-bunga-tabebuya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2018 11:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[bunga sakura]]></category>
		<category><![CDATA[Tabebuya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=66356</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Warnanya yang cantik membuat pengguna jalan tertarik untuk melihatnya. Sepintas, bunga yang bermekaran disekitaran jalan protokol di Kota Surabaya itu, mirip dengan bunga sakura yang ada di Negara Jepang. Sesekali pengguna jalan melambatkan lajur keendaraannya, bahkan sepintas ada yang berhenti dan menepi sejenak untuk berswafoto dengan background bunga yang bernama tabebuya itu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Warnanya yang cantik membuat pengguna jalan tertarik untuk melihatnya. Sepintas, bunga yang bermekaran disekitaran jalan protokol di Kota Surabaya itu, mirip dengan bunga sakura yang ada di Negara Jepang. Sesekali pengguna jalan melambatkan lajur keendaraannya, bahkan sepintas ada yang berhenti dan menepi sejenak untuk berswafoto dengan background bunga yang bernama tabebuya itu. Fenomena yang amat jarang di Surabaya tersebut, kini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kota Pahlawan.</p>
<p>Ada empat macam warna bunga tabebuya yang ada di Surabaya, yakni merah muda, putih, kuning dan ungu. Bunga tumbuhan ini mudah terjatuh dari pohonnya saat terhempas angin, atau air hujan di musim hujan seperti saat ini.</p>
<p>Bunga dengan nama latin Tabebuia Chrysotricha ini jenis tanaman yang berasal dari negara Brasil. Tanaman ini termasuk jenis pohon besar dan seringkali disama-samakan dengan Bunga Sakura, karena bentuknya yang meyerupai dengan bunga sakura.</p>
<p>Puspita Anggaraini mengaku senang melihat pemandamgan Kota Surabaya yang seakan seperti kota-kota yang ada di Jepang. Perempuan kelahiran Probolinggo ini mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini yang bersedia untuk menanam tumbuhan tersebut di area protokol jalan.</p>
<p>“Ya meskipun saya bukan asli sini, tapinsaya bangga lihat fenomena ini. Karena dengan ini Kota Surabaya menjadi viral karena adanya bunga-bunga ini,” ungkapnya, ketika awak Memo X menemuinya di kawasan protokol Jalan Darmo Surabaya (29/11).</p>
<p>Puspita mengaku, tertarik berhenti. Lantaran ia ingin mengabadikan momen langkah ini. Dengan adanya fenomena tabebuya, dirinya berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lebih gencar lagi, menanam tumbuh-tumbuhan yang ada di Surabaya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66356</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
