<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tahun Toleransi Beragama &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tahun-toleransi-beragama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Dec 2021 04:55:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tahun Toleransi Beragama &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Menuju Tahun Toleransi, Pemkot Malang Kuatkan Kerukunan Umat Beragama</title>
		<link>https://memontum.com/menuju-tahun-toleransi-pemkot-malang-kuatkan-kerukunan-umat-beragama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2021 04:55:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan umat beragama]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[SDM]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Toleransi Beragama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159986</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci objek dan subjek pembangunan Kota Malang. Dikatakan Wali Kota Malang, Sutiaji, makna dari membangun adalah suatu kebersamaan dan sinergi. Terlebih, di tahun 2022 mendatang, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama mencanangkan Tahun Toleransi. &#8220;Untuk membentuk SDM yang bermutu, selain harus dengan meningkatkan literasi, juga diikuti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci objek dan subjek pembangunan Kota Malang. Dikatakan Wali Kota Malang, Sutiaji, makna dari membangun adalah suatu kebersamaan dan sinergi. Terlebih, di tahun 2022 mendatang, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama mencanangkan Tahun Toleransi. &#8220;Untuk membentuk SDM yang bermutu, selain harus dengan meningkatkan literasi, juga diikuti pula dengan penguatan kerukunan dan toleransi. Jika hal tersebut kuat, maka kualitas SDM akan mumpuni,&#8221; ujar Wali Kota Sutiaji, Jumat (10/12/2021).</p>



<p>Dengan komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama dengan seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan kehidupan toleran, maka pembangunan juga akan selaras perkembangannya. Dengan demikian, maka apa yang diharapkan tidak sekadar cita-cita belaka.</p>



<p>“Kerukunan dan toleransi akan turut menentukan sistem demokrasi yang lebih baik,” terang Sutiaji.</p>



<p>Di sisi lain, Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, mengungkapkan bahwa Kementerian Agama telah menentukan tahun 2022 adalah Tahun Toleransi. &#8220;Oleh sebab itu, semua pihak harus mawas diri dan jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan yang sudah terbentuk kuat selama ini di Kota Malang. Yang harus diwaspadai, pemicu intoleransi tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri,” ujar pria yang akrab disapa Bung Edi tersebut.</p>



<p>Jika kerukunan antar warga dan umat beragama serta antar golongan terjaga dengan baik, maka sektor kehidupan lain akan bergerak. Seperti ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan politik.</p>



<p>&#8220;Hal ini salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Kota Malang,&#8221; sambungnya. Masalah kerukunan ini, sambung Bung Edi, merupakan tanggung jawab semua pihak dan bukan hanya di pundak pemerintah. “Namun dengan kekuatan dan kebersamaan, kita yakin bisa mengatasi semua masalah yang datang. Maka dari itu, mari kita rapatkan barisan demi Kota Malang dan bahkan bangsa ini agar lebih baik ke depannya,” ajaknya. <strong>(hms/mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159986</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut 2022 sebagai Tahun Toleransi Beragama, Pemkot Malang Silaturahmi ke Berbagai Umat Beragama</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-2022-sebagai-tahun-toleransi-beragama-pemkot-malang-silaturahmi-ke-berbagai-umat-beragama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2021 11:08:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sambut 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahmi ke Berbagai Umat Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Toleransi Beragama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=156856</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Pusat mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi beragama. Merespon program positif tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang turut mendukungnya dengan agenda silaturahmi ke beberapa tempat ibadah. Seperti Pura Astawinayaka yang dikunjungi pada Senin (25/10/2021) lalu, kemudian Gereja Bala Keselamatan di hari Selasa (26/10/2021) dan Gereja Katholik Maria Ratu Rosari pada hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Pusat mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi beragama. Merespon program positif tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang turut mendukungnya dengan agenda silaturahmi ke beberapa tempat ibadah.</p>



<p>Seperti Pura Astawinayaka yang dikunjungi pada Senin (25/10/2021) lalu, kemudian Gereja Bala Keselamatan di hari Selasa (26/10/2021) dan Gereja Katholik Maria Ratu Rosari pada hari ini (27/10/2021).</p>



<p>&#8220;Ini sebenarnya sejalan dengan misi ketiga Kota Malang, yaitu mewujudkan kota yang rukun dan toleran berazaskan keberagaman dan keberpihakan terhadap masyarakat rentan dan gender.</p>



<p>Karenanya, sebagai bentuk menjalin kerukunan antar umat beragama, saya dan pak Wawali mengunjungi beberapa tempat ibadah yang ada di Kota Malang,&#8221; ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.</p>



<p>Keberadaan pemimpin Kota Malang di tengah-tengah beragamnya umat ini, dalam rangka menguatkan sikap toleran dan kerukunan antar umat beragama, demi kebaikan dan kemajuan. Wali Kota Sutiaji juga berpesan, agar antar umat beragama tidak berburuk sangka dengan saling mencurigai satu sama lain.</p>



<p>&#8220;Kita harus berkumpul, rukun, membantu, merangkul, tidak saling mencurigai. Tidak mungkin kita bisa rukun jika tidak positive thinking,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Pura Astawinayaka yang menjadi lokasi pertama kunjungan dalam kegiatan silaturahmi ini, diakui Sutiaji memiliki keunikan dan mengundang apresiasi. Pasalnya tempat beribadah umat Hindu ini berdiri berdampingan dengan gereja dan masjid.</p>



<p>&#8220;Saya berikan apresiasi ini tempatnya. Di Kota Malang itu sudah ada gereja berdampingan dengan masjid. Di sini justru ada pura berdampingan dengan dua tempat ibadah lain,&#8221; tuturnya.<br>Menurutnya, ini menjadi contoh merajut Bhinneka Tunggal Ika dari sisi agama.</p>



<p>&#8220;Kita merajut kebhinekaan ya, kita merangkul semua. Kita hadir ke semua umat. Apabila keberagaman ini dirangkai, akan menjadi kekuatan kita bersama,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, pada kegiatan bersilahturahmi ke umat kristiani di Gereja Bala Keselamatan itu, nampak dihadiri oleh lima puluh Sinode, para pendeta, dan tokoh-tokoh pemuka agama terkait.</p>



<p>Silaturahmi ini memiliki esensi untuk merawat, membangun, dan mengomunikasikan berbagaimasalah ekonomi, sosial, infrastruktur dan yang terpenting mengenai kerukunan umat beragama.</p>



<p>Dan secara bersama untuk membangun ekosistem ketahanan, keamanan, dan ketertiban di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Dengan pemahaman bahwa Kota Malang ini adalah rumah kita, yang harus dirawat dan dijaga bersama,&#8221; terangnya.</p>



<p>Giat kunjungan ke berbagai tempat ibadah umat beragama ini mendapat respon positif dari berbagai pemuka agama.</p>



<p>Salah satunya adalah Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Malang, dr Putu Moda Arsana, yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Wali Kota Sutiaji bersama rombongan.</p>



<p>Menurutnya kunjungan ini dapat menjadi momentum untuk menghayati ajaran Catur Guru pada agama Hindu, yang salah satunya mengenai Guru Wisesa.</p>



<p>&#8220;Guru Wisesa adalah pemerintah kita. Hari ini kita dikunjungi Guru Wisesa kita yaitu Pak Wali, Pak Wawali, dan Ketua DPRD.</p>



<p>Terima kasih atas kunjungannya, mudah-mudahan umat Hindu di Malang dapat mendukung kebijakan Pemerintah dan kami dapat berpartisipasi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sejalan, Pendeta Gereja Bala Keselamatan, Lukas Suwandi , turut menyampaikan terima kasih atas digelarnya kegiatan ini oleh Pemkot Malang.</p>



<p>&#8220;Terima kasih atas kehadirannya, semoga dapat memberikan manfaat bagi kami khususnya umat kristen yang ada di Kota Malang.</p>



<p>Di masa pandemi ini, kami turut berupaya mendukung pemerintah diantaranya terkait vaksinasi Covid-19 dan berbagai upaya mendukung program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ke depan, kegiatan silaturahmi yang sama juga akan terus digelar Pemkot Malang dengan mengunjungi umat beragama non muslim lainnya di Kota Malang.</p>



<p>Sebagai upaya berkelanjutan untuk makin menguatkan jalinan kerukunan antar umat beragama sekaligus untuk mewujudkan Kota Malang yang toleran. <strong>(hms/mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156856</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
