<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Tak Jadi Acuan ke Tingkat Nasional &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/tak-jadi-acuan-ke-tingkat-nasional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Jun 2021 08:31:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Tak Jadi Acuan ke Tingkat Nasional &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kader IMP Kota Malang Wakili Jatim Tingkat Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/kader-imp-kota-malang-wakili-jatim-tingkat-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2021 08:31:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kader IMP]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Jadi Acuan ke Tingkat Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=146333</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2021, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan Gebyar Apresiasi Tenaga Lini Lapangan Terbaik. Gelaran yang telah berlangsung secara daring pada Selasa, (15/06) lalu itu, menetapkan Kusmilah sebagai kader terbaik nasional kategori kader Institusi Masyarakat Perkotaan/Pedesaan (IMP) Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2021, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan Gebyar Apresiasi Tenaga Lini Lapangan Terbaik. Gelaran yang telah berlangsung secara daring pada Selasa, (15/06) lalu itu, menetapkan Kusmilah sebagai kader terbaik nasional kategori kader Institusi Masyarakat Perkotaan/Pedesaan (IMP) Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) atau&nbsp; Sub Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD) Kota Malang. Kusmilah pun juga mewakili Jawa Timur di tingkat nasional.</p>



<p>“Awalnya saya terlibat sebagai kader, karena peduli dengan program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Program ini menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan, mengarahkan keluarga mempunyai rencana berkeluarga, mempunyai anak, mempunyai pendidikan sehingga terbentuk keluarga-keluarga yang berkualitas,” ujar Kusmilah, Sabtu (26/06).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Kusmilah mengaku, menjadi kader IMP pihaknya banyak sekali menghadapi tantangan dalam pelaksanaan program Bangga Kencana. Bukan hanya dari masyarakat, tetapi juga dari kalangan tokoh masyarakat. Ia sering menemui berbagai mitos di kalangan masyarakat terkait pemakaian alat kontrasepsi.</p>



<p>“Karena inilah, maka muncul pemikiran untuk mengembangkan media penyuluhan dan metode penyuluhan. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat dalam meningkatkan pencapaian keluarga berencana (KB), sekaligus menepis mitos-mitos terkait kontrasepsi,” tambahnya.</p>



<p>Bahkan untuk menyukseskan program keluarga berencana, Kusmilah membuka rumah konseling di tempat tinggalnya.</p>



<p>“Banyak warga yang datang untuk konsultasi, seperti jenis-jenis alat kontrasepsi dan pemilihan alat kontrasepsi yang tepat ataupun terkait mitos-mitos yang salah terkait alat kontrasepsi tersebut,” sambungnya.</p>



<p>Ibu rumah tangga ini memang memiliki kepedulian tinggi terhadap program-program keluarga berencana. Ia membentuk grup Pelopor yang terdiri dari para ibu yang telah menggunakan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Dengan grup Pelopor itu, Kusmilah bisa mengajak ibu-ibu usia subur untuk memakai KB MKJP. Hal ini dilakukan agar memudahkan perekrutan calon akseptor, karena telah menerima edukasi secara langsung.</p>



<p>Kusmilah juga memiliki program Lot Pintar. Dengan program ini, para ibu-ibu bisa mengajukan pertanyaan terkait Bangga Kencana saat ada kegiatan kelompok, seperti saat pertemuan kader atau kegiatan PKK.</p>



<p>&#8220;Sehingga saat kegiatan, mereka tak hanya mendengar atau menerima informasi saja dari para kader tetapi juga aktif bertanya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Tak hanya fokus pada kaum ibu, rupanya Kusmilah juga konsentrasi terhadap Bina Keluarga Balita (BKB). Dia mengembangkan alat permainan edukatif (APE) dari bahan-bahan daur ulang. “Kami melibatkan anak-anak dalam pembuatan APE tersebut. Tujuannya untuk melatih keterampilan motorik halus anak dan membangun kemandirian. Selain itu, APE ini untuk meningkatkan hubungan antara anak dan orang tuanya,” ujarnya.</p>



<p>Mengetahui hal ini, Wali Kota Malang, Sutiaji, sangat mengapresiasi Kusmilah yang menjadi kader terbaik nasional kategori kader Instutusi Masyarakat Perkotaan/Pedesaan (IPM) Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) atau Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD).</p>



<p>&#8220;Selamat kepada ibu Kusmilah yang meraih prestasi membanggakan ini. Semoga kader IPM lainnya mengikuti langkah yang telah dibangun ini,&#8221; ujar Sutiaji.</p>



<p>Melalui prestasi ini, pemilik kursi N1 itu berharap Kusmilah mampu menjadi inspirasi bagi Tanaga Lini Lapangan di Kota Malang. Sehingga program Bangga Kencana yang telah dicanangkan pemerintah bisa berjalan dengan baik. &#8220;Sekali lagi saya ucapkan selamat. Terima kasih atas dedikasinya sebagai petugas lapangan. Semoga dengan berencana, terwujudlah keluarga yang sejahtera,&#8221; tutup orang nomor satu di Kota Malang itu. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nomor 2 PPKT se Jawa Timur, Tak Jadi Acuan ke Tingkat Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/nomor-2-ppkt-se-jawa-timur-tak-jadi-acuan-ke-tingkat-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2018 00:09:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Nomor 2 PPKT se Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Jadi Acuan ke Tingkat Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=60081</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Desa Tutul Kecamatan Balung beberapa waktu lalu, mendapat Perhargaan Padat Karya Tunai ( PPKT) nomor 2 dari Provinsi Jawa Timur, namun prestasi tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk naik ke tingkat Nasional. Menurut Kepala Desa Tutul, Juana saat diwawancara Senin (15/10/2018) mengatakan, lantaran proses pencairan Dana Desa (DD) yang lamban, Juana mengaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember &#8211;</strong> Desa Tutul Kecamatan Balung beberapa waktu lalu, mendapat Perhargaan Padat Karya Tunai ( PPKT) nomor 2 dari Provinsi Jawa Timur, namun prestasi tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk naik ke tingkat Nasional. Menurut Kepala Desa Tutul, Juana saat diwawancara Senin (15/10/2018) mengatakan, lantaran proses pencairan Dana Desa (DD) yang lamban, Juana mengaku tidak menyalahkan siapa pun, justru dirinya mengaku bersyukur telah yang memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Jember.</p>
<p>&#8220;Anjuran Presiden, lomba untuk tingkat nasional harus lebih dari 30% sementara Desa Tutul baru 27% sekian. Hal tersebut karena faktor pencairan tahap tiga masih belum, jadi wajar bila tidak bisa memenuhi anjuran presiden,&#8221; ujar Juana di ruang kerjanya. Juana Mengatakan, Desa Tutul memiliki potensi sebab antusiasme masyarakat sangat tinggi, Jadi, wajar bila pada tahun 2013 pernah ditetapkan sebagai desa produktif tingkat nasional oleh Menteri.</p>
<p>&#8221; Prestasi lainnya, pernah juga kita memiliki produk minumam yamg berhasil mempekerjakan sekitar 300 sampai 400 orang sehingga kita mendapat penghargaam Sidakarya dari Gubermur Jawa timur dengan predikat nomor 1,&#8221; ungkapnya. Lanjut Juana, Tutul juga menjadi desa binaan Telkom yang kemudian menjadi kampung digital dengan mendapat penghargaan sebagai Desa Digital nomor 2 dari sekian desa se-Indonesia</p>
<p>Selama ini, Desa Tutul memprioritaskan pengembangan SDM, Jadi, ketika SDM sudah memumpuni, semuanya jadi akan mudah, apalagi Desa Tutul sudah menyediakan Bumdes apabila masyarakat membutuhkan dana untul modal.</p>
<p>&#8220;Prinsipnya, sebagai Kepala Desa harus dengan memberikan contoh yang terbaik bagi bawahan dan juga masyarakat, Sebenarnya nyapu itu bukan pekerjaan kepala desa tapi karena kita ingin membangun desa bersama-sama kadang saya juga nyapu,&#8221; ungkap Juana.</p>
<p>Juana mengaku akan kembali maju di Pilkades yang akan datang, Ia mengklaim masyarakat masih membutuhkan kepemimpinannya untuk Desa Tutul kedepan, Oleh karenanya, ia berharap Desa Tutul bisa menjadi lebih baik dan lebih sempurna. &#8220;Masyarakat yang mandiri dan SDM yang memumpuni perkembangan Desa Tutul kian pesat, penerima raskin sudah semakin sedikit begitupula rumah yang tidak layak huni sudah bisa dibilang tidak ada di Desa Tutul,&#8221; tuturnya dengan penuh percaya diri. (yud/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">60081</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
