<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Taman Bacaan Masyarakat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/taman-bacaan-masyarakat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Oct 2018 12:35:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Taman Bacaan Masyarakat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Walikota Malang Resmikan Taman Bacaan Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/walikota-malang-resmikan-taman-bacaan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2018 12:35:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[peresmian]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/61736-walikota-malang-resmikan-taman-bacaan-masyarakat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Walikota Malang, Sutiaji, meresmikan Taman Bacaan Masyarakat di TK/BA Restu &#038; TPQ At &#8211; Taufiq di Jalan Bandung, pada Sabtu (27/10/2018). Pada kesempatan itu, Sutiaji, mengatakan bahwa tingkat literasi di Indonesia masih rendah, karena itu perlu berbagai upaya untuk peningkatannya termasuk membangun taman bacaan masyarakat. &#8220;Tingkat literasi kita rendah, padahal dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Walikota Malang, Sutiaji, meresmikan Taman Bacaan Masyarakat di TK/BA Restu &#038; TPQ At &#8211; Taufiq di Jalan Bandung, pada Sabtu (27/10/2018). Pada kesempatan itu, Sutiaji, mengatakan bahwa tingkat literasi di Indonesia masih rendah, karena itu perlu berbagai upaya untuk peningkatannya termasuk membangun taman bacaan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Tingkat literasi kita rendah, padahal dalam Islam kita diajarkan soal Iqro&#8217; yang artinya baca,&#8221; kata Sutiaji. Dijelaskan, pada era saat ini Indonesia memasuki dunia informasi, jika ideologi tidak dikuatkan maka entitas bangsa akan rusak. Salah satu upaya dalam menjaga itu adalah dengan cara membaca.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181027-WA0118-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-61737" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181027-WA0118-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181027-WA0118-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Membaca bukan hanya tulisan saja yang kita baca. Tapi otak kita bekerja dan intuisi bekerja setelah membaca,&#8221; imbuhnya. Wali Kota Malang, berharap, dengan adanya taman baca masyarakat ini mampu meningkatkan minat baca sehingga tingkat literasi di Indonesia, khususnya Kota Malang mampu meningkat.</p>
<p>&#8220;Saya atas nama Pemkot Malang mengapresiasi adanya taman baca masyarakat yang diinisiasi oleh TK/BA Restu ini,&#8221; harapnya. Dalam kesempatan itu, Sutiaji juga menyinggung perihal sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Menurutnya, Kelemahan sistem pendidikan selama ini, adalah menyamakan semua peserta didik dalam satu standar.</p>
<p>Padahal, setiap anak memiliki kemampuan tersendiri yang potensinya bisa dikembangkan berdasarkan minat, bakat dan kemampuan. &#8220;Karena itu sebagai guru dan orang tua kita harus bisa melihat potensi anak dengan baik, sehingga generasi mendatang bisa menjadi generasi unggul,&#8221; pungkasnya <strong>(hms/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">61736</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
