<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Taman Kehati &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/taman-kehati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Nov 2018 13:06:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Taman Kehati &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Taman Kehati Kepanjen Tak Terawat, Warga Biasa Pergoki &#8220;Kemesraan&#8221;</title>
		<link>https://memontum.com/taman-kehati-kepanjen-tak-terawat-warga-biasa-pergoki-kemesraan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2018 13:06:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[jalibar]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Kehati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/66186-taman-kehati-kepanjen-tak-terawat-warga-biasa-pergoki-kemesraan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Akibat kurangnya perawatan, Taman Keragaman Hayati (Kehati) wilayah Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang menjadi tempat nongkrong kalangan muda-mudi. Tak hanya itu, warga kerap kali melihat pasangan tersebut berbuat diluar batas kewajaran. Taman tersebut berlokasi dekat perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kawasan Jalibar Kepanjen atau sekitar jembatan Jalibar Kepanjen. Kesan pertama, jika kita berkunjung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Akibat kurangnya perawatan, Taman Keragaman Hayati (Kehati) wilayah Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang menjadi tempat nongkrong kalangan muda-mudi. Tak hanya itu, warga kerap kali melihat pasangan tersebut berbuat diluar batas kewajaran.</p>
<p>Taman tersebut berlokasi dekat perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kawasan Jalibar Kepanjen atau sekitar jembatan Jalibar Kepanjen.</p>
<p>Kesan pertama, jika kita berkunjung kesana,seperti memasuki tempat tak berpenghuni. Sepi sekali, jalanan setapak menuju taman ditumbui rumput liar. Pepohonan rindang nan lebat berjejer di sepanjang jalan.</p>
<p>&#8220;Memang sekarang malah banyak digunakan untuk anak-anak pacaran, berduaan di tempat sepi itu, kebanyakan para remaja yang datang kesini. Sering saya keliatan.&#8221; Ungkap Muslihin (38) warga Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen.</p>
<p>Tambah Muslihin, dulunya ketika taman masih bagus, banyak pengunjung yang berswafoto di tempat tersebut. &#8220;Sebelumnya banyak yang datang ke sini untuk berfoto, sekarang sepi,”kata Muslihin.</p>
<p>Beberapa bangunan seperti gazebo, atap bangunan toilet yang berada disana dan beberapa kursi, semuanya terlihat memprihatinkan. Bahkan beberapa dari fasilitas tersebut dalam kondisi berkarat, bahkan ada yang patah dan roboh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Pewarta : H Mansyur Usman</em><br />
<em>Editor : Santoso FN</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66186</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
